Posted by: lizenhs | February 2, 2021

UBI KAYU (SINGKONG) KAYA MANFAAT (Bagian Pertama)

UBI KAYU (SINGKONG) KAYA MANFAAT (Bagian Pertama)

Oleh : Haslizen Hoesin

Kata Pengantar

Para pembaca Bukik Ranah Ilmu https://lizenhs.wordpress.com/

Tulisan kali ini memaparkan Singkong atau Ubi Kayu, sebagai cemilan baik cemilan basah maupun kering. Ini semua mengingatkan pada masa-masa sebelum sekolah masa sekolah di SR maupun SMP, bahkan SMA.  Saat itu yang sering dimakan adalah Pisang atau Ubi Kayu atau Ubi Jalar atau Tebu atau buah diantaranya: Mangga, Jambu air, Jambu biji, Belimbing, Kelapa Muda, Delima dll.  Itulah kehidupan dikampung.  Mengenai Pisang, baca Pisang Kaya Manfaat  https://lizenhs.wordpress.com/2019/11/12/pisang-kaya-manfaat/#more-4419 , mengenai Delima, baca DELIMA KAYA MANFAAT   https://lizenhs.wordpress.com/2020/08/30/delima-kaya-manfaat/#more-4817           Sesampai dirumah, pulang dari sekolah atau dari bermain makan cemilan: Rebus Ubi atau Panggang Ubi atau Goreng Ubi.  Setelah makan ubi, perut jadi kenyang, tak ingin lagi makan nasi atau makan nasi jadi sedikit. Bila makan nasi, sayurnya daun Singkong rebus atau Gulai daun Singkong atau kacang bunjis atau kacang panjang, rebus Japan (Labu Siam) dll.

Kami punya kebun kecil disamping/dibelang dapur dan di ujung rumah, disitu ada Singkong, Kambeh (Paria), Terung, Japan, Tebu, Talas dll. Mengenai Japan (Labu Siam), baca Labu Buah Kaya Manfaat https://lizenhs.wordpress.com/2019/12/19/labu-buah-kaya-manfaat/.

Pada libur kwartal SR/SMP, Lizen pergi kerumah Amak Gaduik [Gadut], Amak punya parak (kebun) Ubikayu, Ubijalar.  Selain singkong dan ubijalar, juga punya tebu, manggis dan  durian. Ubi kayu Amak, ubi unggul, enak dan gurih rasanya. Menurut Amak ubi nya bahan untuk Karupuak Sanjai. 

Tulisan ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama I sampai VII, bagian kedua VIII sampai XIV. Isi selengkapnya baca pada I PENDAHULUAN.

Setelah membaca beberapa buku dan tulisan di Internet, ternyata Singkong dimanfaatkan umbi dan daun muda banyak sekali khasiatnya, batangnya untuk katu bakar. Itulah paparan kali ini, selain mengenang masa kecil. Selamat membaca, semoga bermanfaat (Haslizen Hoesin). 

I. PENDAHULUAN

Singkong atau Ubikayu adalah tanaman perdu tahunan tropika dan subtropika.  Apa tanaman perdu itu? Tanaman perdu adalah tanaman yang tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, pohonnya cenderung berkayu, bercabang-cabang dan tidak mempunyai bentuk batang yang tegak. Tanaman semak atau perdu pohonnya tidak tinggi.  Jadi perdu merupakan tanaman yang cenderung berbentuk seperti semak-semak, memiliki batang dan ranting yang tumbuhnya berdekatan dan batang pohon.  Tulisan ini terdiri  dari I. PENDAHULUAN, II. BOTANI UBIKAYU, III. ASAL USUL, PENYEBARAN dan NAMA UBIKAYU, IV. SEJARAH UBIKAYU DI INDONESIA, V. KANDUNGAN Umbi dan Daun UBIKAYU (Singkong), VI. MANFAAT UMBI SINGKONG UNTUK KESEHATAN, VII. MANFAAT DAUN SINGKONG, VIII. SAYUR DAUN SINGKONG, IX. PENGELOMPOKKAN dan RACUN SINGKONG, X. SENTRA PRODUKSI SINGKONG, XI. CEMILAN dan MAKANAN DARI SINGKONG (UBI KAYU), XII. FALSAFAH UBI KAYU, XIII. PENUTUP, XIV. PUSTAKA dan SUMBER

II. BOTANI UBIKAYU

2.1. Ubikayu Dikenal Luas

Ubikayu (Mannihot Esculenta Crantz) adalah suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayur.  Ubikayu dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay.  Tinggi ubikayu mencapai 7 meter, dengan cabang agak jarang. Berakar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi dapat dimakan.

Umbi ubi kayu  memiliki ciri–ciri berbentuk silinder dengan ujung yang mengecil, memiliki diameter 2-5 cm dan panjang 20-30 cm. Umbi memiliki dua lapis kulit yang berada pada bagian luar dan dalam. Umbi dibedakan menjadi dua, berdasarkan warna daging umbi, yaitu umbi kayu putih dan umbi kayu kuning.  

2.2. Akar Ubikayu

Akar Ubi Kayu (Siswati) dibagi menjadi dua jenis, yaitu adventitious roots (akar adventif, berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara mineral selama pertumbuhan serta sebagai bagian utama membentuk umbi) dan lateral roots (akar yang tumbuh pada adventitious roots, berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan unsur hara mineral) sekunder serabut adventif.[1]

Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluar warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein singkong yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin. [2]

2.3. Memilih Singkong (Ubikayu)

Meskipun singkong memiliki nilai gizi tinggi, namun perlu dipastikan untuk memilih jenis singkong yang baik. Cara memilih singkong yang baik [3] adalah warna singkong yang putih bersih setelah dikupas, tanpa adanya warna kekuningan, kebiruan. Tanda warna kekuningan atau kebiruan, menandakan singkong sudah terlalu lama disimpan. Zat yang menyebabkan warna kebiruan atau kekuningan adalah enzim poliphenolase yang bersifat racun. Kalau Anda membeli singkong, tanda singkong yang masih baru adalah dari tanah yang menempel, masih belum kering. [3]

III. ASAL USUL, PENYEBARAN dan NAMA UBIKAYU

3.1. Asal Usul Ubikayu dan Penyebaran

Dari peninggalan – peninggalan arkeologis (Tjokroadikoesoemo) menunjukkan bahwa budidaya tananan ubikayu terdapat di Peru, Venezuela, Kolombia, Brasil dan Paraguay, tenyata telah dilakukan sejak abad Masehi.  Prinsip-prinsip ekstraksi pati telah dikembangkan oleh bangsa Maya pada awal pembudidayaan masih diterapkan dalam industri pengolahan pati secara modern dewasa ini. 

Singkong (Manihot Utilisima), disebut juga ubi kayu atau ketela, berasal dari Amerika Selatan, tepatnya dari Brasil tumbuh liar di hutan-hutan. Ubi kayu merupakan tanaman perdu. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, diantaranya Afrika, Madagaskar, India dan Cina (Tiongkok). Tanaman ini terkenal diwilayah pertanian Indonesia.

3.2 Nama Ubikayu (Singkong)

3.2.1. Di Berbagai Negara

Tahukah anda sebutan singkong dalam berbagai bahasa?

Manyok (Haiti); Mandio (Amerika Selatan); Mandioka (Paraguay); Mandioc (Perancis); Macaxeira (Brazil). Nama Latin Ubikayu (Ketela Pohon) Manihot Utilissima [4]

3.2.2. Nama Lokal Ubikayu

Ubikayu (singkong) masuk ke Nusantara dibawa oleh Portugis pada abad 16 dan baru dibudidayakan secara komersial pada tahun 1810. Pada tahun 1852 singkong mulai dibudidayakan di Tanah Jawa dan menjadi sumber bahan pangan pada waktu itu. 

Nama tanaman ubi kayu sangat beragam (Asyik) diseluruh Indonesia. [5]

Sumatera

Ubi kayee (Aceh);

Kapelo atau Belo, Kapelo Batang, Gabelo kayu, Ubi Parancih, (Sumbar) [6]

Singkong dikenal sebagai ketela pohon/ubi kayu di Jambi [7]

Jawa[5]

Jakarta: Ubi singkung,

Sunda (Jawa Barat), huwi dangdeur, huwi jendral, Kasapen, Sampeu, Ubikayu,

Jawa: bolet, Kasawe, Kaspa, Kaspe, Katela Budin, Katela Jendral, Katela Kaspe, Kaspa, Kaspe, Katela Budin, Katela Jendral, Katela Kaspe, Katela Mantri, Katela Marikan, Katela Menyog, Katela Poung, Katela Prasman, Katela Sabekong, Katela Sarmunah, Katela Tapah, Katela Cengkol, Ubi Kayu, Tela Pohung.

Madura: Blandong, Manggala Menyok, Puhung, Pohung, Sabhrang Balandha, Sawe, Sawi, Tela Balandha, Tengsag.

Kalimantan

Nama “ubi kayu” atau “ketela pohon” dipakai dalam bahasa Melayu secara luas. “Ketela” secara etimologi berasal dari kata dalam bahasa Portugis “castilla” (dibaca “kastiya”), karena tanaman ini dibawa oleh orang Portugis dan Castilla (Spanyol). [8] Nama lokal “ubi kayu” di Kalimantan

Sulawesi [5]

Batata kayu (Manado), Kasubi (Gorontalo, Baree, Palu), Lame kayu (Makasar), Lame aju (Bugis Majene).

Bali, NTT dan NTB

Kesawi, Ketela Kayu, Sabrang sawi (Bali), Waitero (ubi kayu kuning), Waibara (ubi kayu putih), (NTT). 

Ubi Nuabosi atau Uwi ai nuabosi berasal dari dataran Ndetundora [9] di Kabupaten Ende, Flores. Tidak saja dikenal di NTT namun hingga wilayah diluar NTT. [10]

Maluku dan Papua (Irian)[5]

Bistungkel (Ambon), Kasibi (Ternate, Tidore), Pangala (Papua),

IV. SEJARAH UBIKAYU DI INDONESIA

4.1. Awal Ubikayu dan Upaya Menyebar Luaskan

Singkong (Manihot Utilisima), disebut juga Ubikayu atau Ketela, berasal dari Amerika Selatan, tumbuh liar di hutan. Bangsa Portugis menyebarkan tanaman ini ke seluruh dunia. Singkong masuk ke Indonesia dibawa Portugis ke Maluku sekitar abad ke-16. Singkong dapat dipanen sesuai kebutuhan. “Sifat itulah yang menyebabkan ubi kayu, disebut sebagai gudang persediaan di bawah tanah”.

Ubi kayu berkembang di daerah yang dikenal sebagai wilayah pertaniannya.  Diperkirakan singkong pertama kali diperkenalkan di suatu kabupaten di Jawa Timur pada 1852. “Seorang Bupati sebagai pegawai negeri harus memberikan contoh dan bertindak sebagai pelopor.  Kalau tidak, rakyat tidak akan mempercayainya sama sekali,” tulis Pieter Creutzberg dan J.T.M. van Laanen dalam Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia.

Dicatat H.J. van Swieten, kontrolir di Trenggalek, dalam De zoete Cassave (Jatropha Janipha) diterbitkan 1875.  Singkong kurang dikenal atau tidak dikenal di beberapa bagian Pulau Jawa tapi ditanam besar-besaran di bagian lain.

Sekitar 1875, konsumsi singkong di Jawa masih rendah. Baru pada permulaan abad ke-20, konsumsinya meningkat pesat. Pembudidayaannya meluas, terlebih rakyat diminta memperluas tanaman singkong.

Johannes Elias Teysmann bangsa Jerman adalah kurator Kebon Raya Bogor yang membawa ratusan jenis tanaman untuk ditanam di Bogor (1830-1880). Dia yang pertama kali menemukan singkong di Indonesia sebagai makanan alternatif menunggu masa panen padi. [Kurator adalah pengurus atau pengawas institusi warisan budaya atau seni, misalnya museum, pameran seni, galeri foto, dan perpustakaan. Kurator bertugas untuk memilih dan mengurus objek museum atau karya seni yang dipamerkan]

Singkong ditanam secara komersial sekitar tahun 1810 pada masa penjajahan Belanda. Tanaman ini diperkenalkan Portugis pada abad ke-16 dari Brasil melalui Kebun Raya Bogor.  Pada 1914-1918 saat terjadi krisis pangan di Indonesia, singkong mulai menduduki posisi pangan pokok alternatif selain beras dan jagung. [11] 

Balai Besar Teknologi Pati, Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lampung adalah institusi pemerintah yang merintis pemanfaatan singkong.  Tahun 1980 menemukan bahan energi alternatif yang dinamakan bioetanol (gasohol BE 10). [4]

4.2. Cerita Ubi Parancih di Minangkabau

Ubi kayu (Singkong) masuk Minangkabau [12], sewaktu Francis menjadi Residen Sumatera Barat. Francis mencari simpati masyarakat. Dia membawa ubi ketela pohon untuk dibudidayakan di Padang (Minangkabau). Masyarakat Minang daun muda Ubi Kayu dimanfaatkan sebagai sayuran. Untuk mengingat bahwa tanaman tersebut diusahakan oleh Francis, maka masyarakat menyebutnya sayur pucuk “prancis” atau “parancih”.  Francis begitu percaya terhadap isi plakat Panjang tanpa mengetahui itu hanya akal-akalan Batavia semata. [12] Selama di Padang (Amran), Francis aktif melakukan pendekatan terhadap pembrontak. Dia bahkan berhasil membujuk Tuanku Imam Bonjol untuk menyerah. Bahkan Francis sendiri memberi jaminan bahwa Tuanku Imam tidak akan dibuang dari kampungnya. Namun permainan pihak tentara Belanda, Tuanku Imam malah dijebak dan dibuang.

Siapakah Francis itu (Amran)?  Nama lengkapnya Emanuel Francis, merupakan Residen (sekarang Gubernur) Sumatera Barat pada tahun 1834. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Asisten Residen (Wagub).

V. KANDUNGAN Umbi dan Daun UBIKAYU (Singkong)

Umbi Singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun-nyapun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat. Kandungan gizi umbi singkong tak kalah hebat dengan masakan-masakan cepat saji semisal: hamburger, pizza, atau hot dog, bahkan kandungan umbi singkong lebih menyehatkan karena sifat alamiahnya. Melihat begitu banyak kandungan gizi yang tersimpan dalam singkong, jelas bahwa tak ada alasan gengsi untuk mengkonsumsinya. [13]

Umbi ubi kayu memiliki kadar karbohidrat sekitar 32-35% dan kadar pati sekitar 83,8% setelah diproses menjadi tepung. Dapat sebagai bahan baku sumber energi alternative. Oleh karena itu, dikatakan bahwa umbi ubi kayu merupakan bahan baku yang potensial untuk pembuatan bioethanol [14]    

Penelitian kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi[15]:  Kalori 121 kal;  Air 62,50 gram;  Fosfor 40,00 gram;  Karbohidrat 34,00 gram;  Kalsium 33,00 miligram;  Vitamin C 30,00 miligram; Protein 1,20 gram;  Besi 0,70 miligram;  Lemak 0,30 gram;  Vitamin B1 0,01 miligram.  [15]

Sebagian besar produksi ubi kayu (Zulhaedar) dalam negeri dimanfaatkan untuk pangan (75%), sisanya untuk pakan (2%), industri nonpangan (14%), dan hilang karena tercecer (9%) (Balitkabi 2014). [16]

VI. MANFAAT UMBI SINGKONG UNTUK KESEHATAN

6.1. Manfaat Kesehatan

Dari beberapa kandungan nutrisi yang terdapat di dalam umbi, singkong ternyata bisa memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut manfaat singkong bagi kesehatan yang harus Anda tahu [17]:

1. Sumber karbohidrat yang tinggi.  Singkong mengandung kalori dan karbohi-drat tinggi. Maka, singkong bisa jadi pilihan bahan makanan pokok pengganti nasi.

Kalori yang terkandung pada singkong lebih tinggi ketimbang umbi-umbian yang lain. Ubi hanya mengandung 76 kalori, sedangkan buah bit mengandung 44 kalori.

Namun jika Anda memilih singkong sebagai sumber karbohidrat utama, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan protein, ya!!  Karena, kalori yang tinggi ini bisa memicu kenaikan berat badan.

2. Membantu diet turunkan berat badan.  Kalori tinggi yang terkandung pada singkong, membuat kita merasa kenyang lebih lama. Karenanya nafsu untuk ngemil dan makan berlebih bisa berkurang.

Jadi, jika anda ingin memulai diet bisa mulai dengan mengganti nasi ke singkong. Anda bisa makan singkong dengan berbagai modifikasi, mulai dari rebusan hingga diolah menjadi kue.

3. Membantu penyembuhan diare.  Dilansir Web MD, air rebus singkong diberi tambahan garam ternyata bisa membantu atasi dehidrasi yang dialami penderita diare.  Namun hanya bisa bekerja jika dehidrasi masih pada level ringan, hingga menengah. Jika dehidrasi sudah pada tingkat akut, perlu penanganan lebih lanjut dari pihak medis. Cara pengolahan mudah, kupas dan bersihkan singkong hingga bersih dan rebus hingga mendidih. Minum air rebusannya saat sudah dingin 2 kali sehari.

4. Gluten-free dan cegah diabetes.  Jika Anda alergi terhadap gluten, singkong adalah pilihan yang tepat. Gluten adalah campuran amorf dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma beberapa serealia, terutama gandum, gandum hitam dan jelai. Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya.[18]  Karena singkong merupakan satu dari beberapa bahan makanan yang gluten-free (bebas gluten).  Orang yang mengonsumsi tepung singkong memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit diabetes.

5. Menyehatkan Sistem Pencernaan. Singkong mengandung sari pati resisten, sangat mudah dicerna tubuh. Dilansir dari Medical News Today, pati resisten ini bisa meningkatkan kesehatan usus.  Pati resisten adalah pati yang tidak bisa dihancurkan dan dicerna oleh perut. Setelah masuk ke usus kecil, makanan yang berpati resisten justru difermentasi sebelum masuk ke usus besar.

Dengan cara memelihara bakteri baik yang ada di usus. Selain itu, serat pada singkong tidak mudah larut dalam air.  Sehingga membantu penyerapan racun yang masuk ke saluran pencernaan. Dengan demikian kesehatan sistem pencernaan bisa terjaga.

6.2. Mengolah yang Tepat, Agar Didapatkan Manfaat Secara Optimal

Jika tak diolah dengan benar, singkong justru bisa menjadi racun bagi tubuh. Singkong mentah mengandung zat yang bisa memicu produksi sianida dalam tubuh.

Sianida (HCN) bersifat racun dan bisa membahayakan kesehatan. Maka dari itu, disarankan untuk mengolah singkong dengan cara yang benar.  Berdasarkan kandungan HCN-nya, tanaman ubi kayu dibedakan menjadi dua macam yaitu ubi kayu manis (kadar HCN <40 ppm) dan ubi kayu pahit (kadar HCN >50 ppm). Ubi kayu manis biasanya digunakan untuk keperluan konsumsi langsung, sedangkan ubi kayu pahit digunakan sebagai bahan baku industri (Balitbangtan 2011).

VII. MANFAAT DAUN SINGKONG

Manfaat daun singkong [19]. 1. Sumber tenaga, 2. Metabolisme tubuh,  3. Sumber antioksidan,  4. Diet,  5. Regenerasi sel tubuh,  6. Pencernaan,  7. Menaikkan Produksi ASI,  8. Mencegah gizi buruk, 9. Melancarkan Buang Air Besar [19]

1. Sumber tenaga.  Kandungan berbagai macam protein atau asam amino esensial yang terdapat pada daun singkong adalah sumber tenaga atau energi, bermanfaat untuk manusia.  Zat asam amino esensial ini membantu mengubah karbohidrat menjadi energi yang akan digunakan tubuh dalam beraktivitas.

2. Metabolisme tubuh.  Daun singkong mengandung banyak protein dan kaya akan sumber protein nabati. Protein nabati di dalam Daun Singkong banyak mengandung vitamin B, dibutuhkan untuk membentuk sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh akan membentuk enzim-enzim yang membantu proses metabolisme dalam tubuh manusia.

3. Sumber antioksidan.  Daun singkong satu dari beberapa sumber antioksidan yang sangat baik dalam mencegah serta membuang zat-zat radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Radikal bebas menjadi satu dari beberapa penyebab berbagai penyakit berbahaya, seperti kanker.

4. Diet.  Manfaat daun singkong ini, pasti disetujui oleh banyak wanita. Daun Singkong sangat baik untuk seseorang yang sedang menjalankan diet. Selain dari kalorinya yang rendah, kandungan serat dan protein yang tinggi, ideal untuk menu diet sehat sehari-hari.

5. Regenerasi sel tubuh. Asam amino esensial (perlu sekali/mendasar) terdapat dalam daun singkong, merupakan satu dari beberapa sumber penting dalam menjaga dan meregenerasi sel dalam tubuh. Asam amino merupakan protein yang dapat membantu dalam menumbuhkan sel yang rusak serta memberikan perbaikan terhadap sel dalam tubuh agar tetap berfungsi normal.

6. Pencernaan.  Daun singkong mengandung banyak serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Anda mengonsumsi daun singkong, pencernaan dalam tubuh menjadi semakin baik. Anda mungkin sudah mengetahui bahwa serat sayur sangat baik untuk proses pencernaan sehingga dapat membantu menyehatkan usus besar.

7. Melancarkan buang air besar [BAB].  Kandungan serat di dalam daun singkong dapat melunakkan feses sehingga Anda tidak akan mengalami konstipasi. Sebaliknya, serat juga memadatkan feses jika Anda mengalami diare.  Lancarnya saluran pembuangan, menyehatkan sistem pencernaan secara keseluruhan. Ketika sistem pencernaan sehat, Anda bisa terhindar dari penyakit, seperti wasir, penyakit divertikular, hingga kanker usus besar. [20]

Sekarang, Anda sudah tahu kandungan dan manfaat dari daun singkong. Tinggal memasukkan dalam menu harian Anda dan keluarga untuk menikmati berbagi manfaat mengonsumsi daun singkong. [21] Kandungan serat di dalam daun singkong dapat melunakkan feses sehingga Anda tidak akan mengalami konstipasi. Sebaliknya, serat juga dapat memadatkan feses jika Anda sedang mengalami diare.

8. Menaikkan produksi ASI.  Manfaat daun singkong dapat dirasakan oleh ibu menyusui karena daun ini dipercaya bisa meningkatkan produksi air susu ibu atau ASI. Kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalamnya juga dapat meningkatkan kualitas ASI.

9. Mencegah gizi buruk.  Meski sayur daun singkong tergolong sebagai makanan sederhana, hidangan ini mengandung total asam amino esensial yang mirip dengan jumlah protein pada telur ayam.  Bahkan, dibandingkan bahan makanan lain, seperti bayam, kacang kedelai, oat, dan beras, asam amino esensial pada daun singkong terbukti lebih tinggi. [20]

Selain manfaat daun singkong di atas, [17] berikut ini melengkapinya.

Daun singkong berpotensi menyembuhkan atau meredakan beberapa masalah kesehatan lainnya, yaitu Migrain, Menyehatkan mata, Demam dan Rematik, Paparan sebagai berikut:

10. Migrain: vitamin B2 dan ribovlafin pada daun singkong bisa membantu kurangi sakit kepala dan migrain

11. Menyehatkan mata: vitamin A yang yang terkandung mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan mata.

12. Demam: air rebusan daun dan akar singkong mampu membantu meredakan demam

13. Rematik: daun singkong kaya akan magnesium. Magnesium bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, jadi potensi terserang rematik bisa berkurang.   

Lanjutkan pada bagian kedua.  UBI KAYU (SINGKONG) KAYA MANFAAT (Bagian Kedua) https://lizenhs.wordpress.com/2021/02/02/ubi-kayu-singkong-kaya-manfaat-bagian-kedua/#more-5106

Terimakasi atas kunjungan Anda ke Bukik Ranah Ilmu https://lizenhs.wordpress.com/.  Semoga bermanfaat, bila anda suka beri tahu temannya ya.  

Pustaka pada bagian kedua.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: