Posted by: lizenhs | January 21, 2021

SAWI KAYA MANFAAT

SAWI KAYA MANFAAT

Oleh: Haslizen Hoesin

Kata Pengantar

Para pembaca Bukik Ranah Ilmu https://lizenhs.wordpress.com/.  Tulisan Awal Judul

SAWI KAYA MANFAAT dan SATUAN UKURAN terdiri dari 11 bagian (sub bab): I. PENDAHULUAN, II. ASAL USUL dan BUDIDAYA SAWI di INDONESIA, III.  KANDUNGAN dan MANFAAT SAWI, IV. JENIS – JENIS SAWI, V. SAYUR SAWI (TUMIS SAWI), VI. BIJI SAWI DALAM AL QUR’AN DAN HADIST, VII. BIJI SAWI dan DZARRAH DALAM AL QUR’AN DAN HADIST, VIII. PENJELASAN BIJI SAWI dan DZARRAH, IX. PENUTUP, X. PUSTAKA dan SUMBER.  Diubah jadi dua judul yaitu: Bagian Pertama SAWI KAYA MANFAAT, [I sampai dengan V]. Bagian Kedua SAWI (BIJI SAWI) dan DZARRAH SATUAN UKURAN, [VI sampai dengan X].  Sawi ternyata berbagai jenis dan bermacan kegunaan yaitu daun dan bijinya. 

Ambo  mengenal/tahu tentang Sawi waktu makan Baso (kuah). Waktu masik (SR sampai SMA) sering makan sayur Lobak (gulai Kapau).  Ternyata Lobak (bahasa Bukittinggi) sebutan lainnya adalah Kol atau Kubis (dalam bahasa Indonesia).  Kalau Lobak berbentuk wortel, warna kulit dan isi putih.  

Waktu Sekolah Rakyat (SR) sampai SMA Lobak yang terkenal Lobak Singgalang (Bukitinggi dan sekitarnya). Saat awal makan sawi, dikira lobak (kol) (lobak Singgalang). Sekarang Ambo sering makan sayur/tumis (sawi putih). Kalau Biji Sawi belum pernah melihatnya, hanya gambarnya di interner.  Biji sawi dikenal/tahu, waktu mendengar ceramah dan membaca terjemahan Al Qur’an. 

I.  PENDAHULUAN

Para pembaca Bukik Ranah Ilmu https://lizenhs.wordpress.com/. Sawi (Brassica) sayur rendah kalori. Ternyata Sawi beragam jenis, yang popular sawi hitam, hijau dan putih. Semua jenis sawi mengandung nilai gizi yang tinggi, baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, bila mengkonsumsi sesawi, sama halnya sedang mencegah dan mengobati beberapa penyakit secara alamiah.

Sesawi dimanfaatkan Daun dan Biji. Tentang Biji sawi disebut dalam Al Qur’an Surah Al Anbiyaa’ 21: 47, Surah Luqman 31: 16 dan Dzarrah (Zarrah) dalam Surah Az Zalzalah 99:  7 – 8 dan Surah Yunus10: 61.  Biji sawi dan dzarrah adalah ukuran amal-amal kebajikan [baik] dan amal-amal buruk [jahat], yaitu bentuk satuan ukuran (yang sangat kecil atau halus) yang dilakukan. Amal itu dinyatakan berat (ditimbang). Timbangan ditemukan dalam Surah Al Qari’ah 101: 6-9 dan Al Mu’minun 33: 102-103.  Biji Sawi selain sebagai ukuran amal baik/buruk, dibuat Minyak (Minyak biji Sawi). Daun Sawi untuk sayur.

Sawi jenis sayur sangat familiar sebagian penduduk Indonesia. Terutama yang suka menyantap menu Mie dan Bakso.  Menu Chinese sering sekali ditemukan sayur sawi [Sawi Hijau].

Tahukah anda, sawi banyak jenisnya. [1] Kalau sudah bagus, ini sekadar mengingatkan kembali.  Bagi yang belum,  Ya. ….ini info baru.  Terdapat, tiga jenis Sawi yaitu Sawi Hitam, Sawi Hijau, Sawi Putih. Jenis Sawi lain dikenal penduduk Indonesia [2] yaitu: Sawi Pendek, Kailan dan lain-lain. Ke lima jenis sesawi tersebut dan yang lainnya secara terperinci baca pada bagian IV JENIS-JENIS SAWI.

II. ASAL USUL dan BUDUDAYA SAWI di INDONESIA

Sawi banyak ditanam di dataran rendah. Tanaman sesawi selain tahan suhu panas (tinggi), mudah berbunga dan menghasilkan biji. Secara alami iklim tropis (Indonesia), baik untuk sesawi.  Daerah asal tanaman sawi diperkirakan dari Tiongkok (Cina) Asia Timur.  Konon didarah Cina, tanaman sawi telah dibudidayakan sejak 2.500 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke Filipina dan Taiwan.  Sawi masuk wilayah Indonesia diperkirakan pada abad XIX. Bersamaan dengan lintas perdagangan sayur sub-tropis, terutama kelompok kubis.

Pusat penyebaran sawi di Indonesia diantaranya: Cipanas (Bogor), Lembang dan Pengalengan (Jawa Barat), Malang dan Tosari (Jawa Timur). Lokasi tersebut terutama daerah dengan ketinggian diatas 1.000 meter dari permukaan laut.

Biji sawi sebagai mustard lebih banyak berpotensi menghasilkan biji daripada daun (di kawasan sub tropis). Sawi yang ditanam untuk memproduksi mustard oil dan mustard condiment, hampir tidak pernah menghasilkan daun.

Di kawasan penghasil sayuran beriklim basah seperti Brastagi, Bukittinggi, dan Cipanas, berpeluang sangat kecil, menaman sawi untuk menghasilkan mustard seed.

Para petani Indonesia, selama ini hanya memanfaatkan sawi sebagai sayur. Hotel dan restoran berbintang di Indonesia memerlukan condiment dan mustard oil, yang diimpor. Memproduksi mustard seed, sebenarnya tidaklah sulit bagi petani Indonesia, sekaligus menghasilkan condiment dan mustard oil.

Daun sesawi dipergunakan untuk sayur campuran mie atau rebus sup. Di Jawa Barat (Bandung dan sekitarnya), Sawi putih dimakan mentah sebagai lalap.

Jenis Sawi Hitam (Brassica nigra) diperkirakan berasal dari daerah Timur Tengah Timur Laut dan tersebar hingga India. Di India biji Sawi Hitam digunakan sebagai satu dari beberapa komponen bumbu “kari” dan sumber minyak goreng (masak). Sawi Hitam Timur Tengah Timur Laut semakin terdesak oleh sesawi India. Kandungan  minyaknya mencapai 30% dan sebagian besar mengandung asam lemak tak jenuh. Di Eropa Timur dan Kanada, biji dilepas dari cangkangnya, digunakan sebagai pencegah batuk dan mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).

Apakah kari itu?? Kata “kari” ya kari, memiliki beberapa arti yang berbeda. Ia boleh merujuk kepada bumbu atau rempah-rempah campuran yang disebut “bubuk kari” atau dapat merujuk pada “hidangan kari” masakan di banyak budaya dan belahan dunia. Kari biasanya mencakup campuran rempah-rempah atau rempah-rempah yang digunakan untuk membuat suatu campuran.

Sawi/caisin (Brassica juncea L.Coss) adalah komoditas tanaman hortikultura, yang dimanfaatkan daun-daunnya (masih muda). Daun sawi sebagai sayur, memiliki macam-macam manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin, hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun.

Sawi, selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan (sayur), juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.  Sawi memiliki kandungan pro-vitamin A dan asam askorbat yang tinggi.

III. KANDUNGAN dan MANFAAT SAWI

3.1. KANDUNGAN SAWI

Sawi mengandung gizi dan vitamin (Abdullah), yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.  Dalam setiap 100 gram bobot Sawi segar: Mengandung 2.3 g protein; 0.3 g lemak; 4.0 g karbohidrat; 220 mg Ca; 38 mg P; 6.4 g vitamin A; 0.09 mg vitamin B; 102 mg vitamin C; serta 92 g air (Direktorat Tanaman Sayuran dan Tanaman Hias, 2012). Kandungan sawi lebih terperici baca pada IV. JENIS-JENIS SAWI.

3.2. MANFAAT SAWI

Sawi/caisin merupakan satu dari beberapa komoditas tanaman hortikultura yang di manfaatkan daun (masih muda). Daun sawi sebagai makanan [sayur], memiliki macam-macam manfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Manfaat lebih terperinci baca pada IV. JENIS-JENIS SAWI

Sawi selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan/sayur.  Sawi memiliki kandungan pro-vitamin A dan asam askorbat yang tinggi, dimanfaatkan untuk pengobatan (terapi bermacam-macam penyakit).  Tanaman sawi yang dimanfaatkan untuk kesehatan adalah daun, biji dan minyak. Secara terperinci sebagai berikut:

3.2.1. Daun Sawi

Daun Sawi ditumbuk/dilumat dan ditempel pada penyakit kulit. Dekoksi sawi diminum untuk merawat spasme (kejang/kaku otot). Daun dimasak dibuat sayur sawi, sup dan diminum untuk merawat radang pundi kencing atau dimasak untuk dimakan merawat pendarahan dalam.

3.2.2. Biji Sawi

Biji Sawi digunakan untuk meransang muntah dan peluh.  Sebagai diuretik, stimulan, mengeluarkan dahak dan menegangkan kulit. Diuretik adalah obat yang digunakan untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine. Stimulan adalah obat-obatan yang menaikkan tingkat kewaspadaan di dalam rentang waktu singkat.

Biji Sawi dihancurkan, ditelan merawat masalah perut, selsema; ditempel pada radang sendi, bisul bernanah, lumbago, penyakit kulit dan reumatisme. Infusi biji sawi, diminum untuk memanaskan perut dan membuka selera, merawat bronkitis, sakit kepala, reumatisme, sakit kerongkong dan selsema. Bronkitis adalah sebutan untuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan utama dari paru-paru atau disebut dengan bronkus. Dekoksi diminum untuk merawat busung masalah hati dan limpa, pleurisi (Pleurisy) dan sakit kepala.  Pleurisy atau pleuritis adalah peradangan pada selaput pembungkus organ paru-paru atau pleura. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasakan nyeri menusuk dada, terutama ketika bernapas.  Dekoksi merupakan satu dari beberapa teknik ekstraksi dalam menyeduh kopi. Dekok, yaitu ekstraksi dengan pelarutan di air pada temperatur 900C selama 30 menit. Dekoksi merupakan satu dari beberapa teknik ekstraksi. Dekoksi mempunyai beberapa macam pengertian yang berbeda. Ada yang mengatakan dekoksi sama dengan immersion [mencelupkan, membenamkan], diikuti dengan kenaikan suhu.  Ada yang mengatakan dekoksi adalah ekstraksi menggunakan tekanan.

Lumbago, berasal dari bahasa Latin dan artinya, atau setidaknya dokter menggunakan Lumbago untuk menunjukkan rasa sakit yang berasal dari punggung bawah. Semacam benjolan, dikatakan lumbago. Lumbago adalah nyeri punggung bawah [Low back pain atau lumbago dalam pinggang, sering terjadi akibat gangguan pada tulang dan otot punggung].  Reumatisme adalah penyakit, ditandai oleh rasa nyeri atau radang pada otot, sendi-sendi, atau jaringan-jaringan badan, menurut KBBI. Arti lain reumatisme adalah encok. Paparan tentang Biji Sawi terperinci  baca pada SAWI (Biji Sawi), SATUAN UKURAN.

3.2.3. Minyak Sawi

Mengapa biji sawi yang diameternya hanya 1 mm berpotensi menghasilkan minyak? Sebab di kawasan sub tropis, sawi ini lebih banyak menghasilkan biji daripada daun. Sawi ditanam untuk memproduksi mustard oil dan mustard condiment hampir tidak pernah menghasilkan daun. Begitu tumbuh beberapa lembar daun, sawi ini langsung meninggi, dengan daun makin mengecil dan jarak makin jarang. Pucuk mengeluarkan bunga di antara daun-daunnya yang semakin menyempit.  Minyak Sawi digunakan pada bisul bernanah, gatal, ulser dan meransang pertumbuhan rambut. Ulser adalah kelainan pada mukosa mulut yang dapat dialami oleh setiap orang.  Mukosa dalam dunia medis, adalah selaput lendir.   Minyak Sawi digunakan untuk membuat gas pemedih mata, pencegah anjing serta kucing dan bahan membuat sabun.   Lebah mengumpul nektar bunga sawi, menghasilkan madu berwarna cerah dan rasa yang sederhana. 

Biji sawi (mustard seed) sebenarnya diproduksi menjadi dua macam minyak. Pertama Vegetable Oil (minyak nabati), dan Kedua Essential Oil (minyak asiri).  Minyak atsiri adalah komponen ekstrak dari tumbuhan, yang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.  Kalau biji sawi kering dikempa (dipres), maka akan menghasilkan minyak nabati dan ampas (bungkil).  Manfaat biji sawi lebih terperinci baca pada IV. Jenis-jenis Sawi.

3.2.3.1.  Kandungan Nutrisi Mustard Oil

Kandungan nutrisi dalam 100 gram mustard oil dan condiment adalah, energi 70 kcal (280 kJ); karbohidrat 8 gram; gula 3 gram; serat 3 gram; lemak 3 gram; protein 4 gram; sodium  1120 mg (75%).

3.2.3.2. Manfaat Minyak Sawi

Minyak mustard (sesawi) umumnya lebih banyak ditemukan di dapur (bumbu masak). Selain untuk bumbu masak, minyak mustard juga memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Berikut 5 manfaat minyak mustard dilansir dari Boldsky.com. (www.medcom.id)

1.Mencegah penyakit kardiovaskular,  2. Penangkal flu dan batuk, 3.Meredakan rasa sakit,  4.Menyehatkan kulit dan 5. Rambut lebih sehat.

IV. JENIS – JENIS SAWI

Sawi terdapat beberapa jenis yaitu: 1. Sawi Hitam, 2. Sawi Hijau, 3. Sawi Putih, 4.  Sawi Pendek, 5.  Kailan, 6. Sawi Liman dan lain – lain.  Secara terperinci sebagai berikut:

4.1. SAWI  HITAN (Brassica nigra)

Sawi hitam (Black mustard) atau Brassica nigra (L.) WDJ Koch, merupakan tanaman semusim dimanfaatkan bijinya sebagai rempah-rempah. Biji sawi hitam diolah menjadi mustar.  Moster atau mustar (Belanda mosterd dan Inggris mustard) adalah rempah-rempah yang berasal dari biji tanaman sesawi [beberapa jenis Brassica dan Sinapis (Sawi putih) yang dihaluskan. Mustar hitam adalah mustar dengan “daya sengat” paling kuat — namun tanpa aroma — dibandingkan dengan sumber mustar lainnya. Sebagaimana sesawi lain, ada efek “sengatan”, berasal dari kandungan beberapa bahan golongan glukosinolat seperti: sinalbin, sinigrin dan sinapin. Glukosinolat adalah komponen alami dari beberapa tanaman yang berbau tajam, seperti sawi, kubis dan lobak. Rasa pedas tanaman tersebut disebabkan minyak mustard yang dihasilkan dari glukosinolat saat tanaman tersebut dikunyah, dipotong atau rusak.

4.1.1. Asal Usul Sawi Hitam

Sawi Hitam diperkirakan berasal sekitar daerah Laut Tengah Timur Laut dan tersebar hingga India. Di Eropa Timur dan Kanada, biji dilepas dari cangkangnya, digunakan sebagai pencegah batuk dan mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), sebelum digunakannya obat-obatan modern. Caranya adalah dengan membuat semacam balur diletakkan di dada atau punggung hingga si sakit merasakan “sengatan”. [3]

Di Etiopia, Sawi Hitam dibudidayakan sebagai sayur.  Di Gondar, Harar dan Shewa, batang, daun dimakan (setelah dimasak).  Bijinya dipakai sebagai bumbu masakan. Nama tumbuhan ini dalam bahasa Amharik adalah Senafitch.

Semenjak tahun 1950-an Sawi Hitam mulai kehilangan popularitas dan digantikan oleh Sesawi Coklat (sesawi India) karena kultivar sesawi coklat yang lebih mudah dipanen secara mekanis.  Di alam, sesawi hitam bersifat oportunis dan dapat tumbuh di sembarang tempat sehingga sering menjadi gulma. Kultivar adalah klasifikasi kategori tanaman budidaya yang paling dasar.

4.1.2.  Ukuran Biji Sawi Hitam

Biji Sawi hitam kecil, diameter kurang dari 1 millimmeter. Sebagai pembanding perhatikan [1 millimmeter = 0,1 cm atau 0,10 cm atau 0,001 meter. 10 Milimeter = 1 Sentimeter].

4.1.2. Kandungan Sawi Hitam

– vitamin (B6, C, dan E); – kalsium; – karoten;  – zat besi;  – serat;  – glukosinolat [4]

4.1.3.  Khasiat Sawi Hitam  

1) Mencegah dan melindungi serangan kanker dan penyakit hati.  2) Menguatkan tulang. 3) Pengobatan kuno di Eropa Timur menggunakan biji sawi hitam untuk mengobati infeksi saluran pernafasan. [4]

4.2. SAWI  HIJAU (Brassica Rappa)

Sawi Hijau dikenal dengan sebutan Caisim.  Memiliki daun berwarna hijau dan batang berwarna hijau keputihan dan memiliki tulang daun yang semakin mengecil. Dengan  kata lain Sawi Hijau punya struktur daun yang halus, tidak berbulu dan tidak berbentuk bulat. Tangkai daun panjang, langsing, serta berwarna putih-kehijauan.

Sawi Hijau (herba) semusim, yang mudah tumbuh, perkecambahannya epigeal. Sewaktu muda tumbuh lemah, tetapi setelah daun ketiga dan seterusnya akan membentuk setengah roset dengan batang yang cukup tebal, namun tidak berkayu. Daun elips, dengan bagian ujung biasanya tumpul. Warnanya hijau segar, biasanya tidak berbulu. Menurut KBBI, Herba tumbuhan (pendek, kecil) yang mempunyai batang basah karena mengandung banyak air dan tidak mempunyai kayu.

Roset adalah susunan daun yang melingkar dan rapat berimpitan.  Menurut letaknya, ada dua macam roset yaitu: Roset batang dan Roset akarRoset batang Contoh: pohon kelapa.  Roset Akar Contoh: Lobak. Lobak adalah tumbuhan yang masuk ke dalam famili Cruciferae.  Bentuk umbi lobak seperti wortel, isi dan kulitnya berwarna putih.

Roset Akar lain adalah kumpulan daun yang tersusun rapat pada pangkal batang yang seolah-olah kelihatan berjejal di atas tanah.  Satu dari beberapa contoh tanaman dengan roset akar, ialah Kubis (Brassica oleraceae).  Kubis memiliki ciri khas membentuk krop.

Sawi hijau adalah jenis sawi yang sering ditemukan sebagai sayur (tambahan hidangan) mie instan. Sawi Hijau sering diolah menjadi sayur tumis atau bahan campuran membuat capcay.

4.2.1. Asal Usul Sawi Hijau

Tumbuhan Sawi Hijau diperkirakan berasal dari daerah Laut Tengah Timur Laut dan tersebar hingga India. Di India, biji sawi hijau digunakan sebagai satu dari beberapa komponen bumbu kari dan sumber minyak masak. Sawi dari daerah Laut Tengah Timur Laut, terdesak oleh sawi India.

4.2.2. Sawi Hijau Jenis Sayur

Sawi Hijau, jenis sayur yang cukup popular di Indonesia.  Dikenal sebagai caisin, atau sawi bakso, sayur ini mudah dibudidayakan dan dapat dimakan segar (biasanya dilayukan dengan air panas) atau diolah menjadi asinan (ini kurang umum). Sama seperti semua sayuran hijau. Sawi hijau mengandung antioksidan melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas, sumber serat yang bagus,  membantu mengatur saluran pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

4.2.3. Kegunaan Sawi Hijau

Kandungan minyak Sawi Hijau mencapai 30 %, sebagian besar mengandung asam lemak tak jenuh. Di Eropa Timur dan Kanada biji hijau yang telah dilepas dari cangkangnya digunakan sebagai pengurangi batuk dan mengatasi infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA), sebelum obat-obat modern.  Caranya adalah dengan membuat semacam balur yang diletakkan di dada atau punggung, hingga si sakit merasakan ”sengatan”.

4.3. SAWI PUTIH (Brassica Alba)

Sawi Putih, dikenal juga dengan Petsai. Sawi Putih memiliki daun yang bergradasi hijau di bagian bawah dan hijau terang di bagian atas.  Pendapat lain, daun Sawi Putih cenderung kuning, pucat dan tangkai daunnya putih.  Itulah sebabnya disebut Sawi Putih karena warna daunnya cenderung putih atau hijau muda.

Sawi putih dikenal sebagai sayur olahan masakan Tionghoa (Cina), karena itulah disebut sawi Cina atau Petsai.

Sawi putih digunakan pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam) dalam capcay atau pada sup bening. Sawi putih beraroma khas namun netral. Habitus Sawi Putih mudah dikenali yaitu memanjang, seperti silinder dengan pangkal membulat seperti peluru.  Habitus adalah istilah biologi yang berarti kecenderungan alamiah bentuk suatu tumbuhan atau berarti tindakan naluriah (instinktif) pada hewan.

Sawi putih, daun tumbuh membentuk roset sangat rapat satu sama lain. Roset adalah susunan daun yang melingkar, rapat berimpitan.

Sawi putih dipanen selagi masih pada tahap vegetatif (sebelum berbunga). Bagian yang dipanen adalah keseluruhan bagian tumbuhan, yang berada di permukaan tanah. Produksi Sawi putih tidak terlalu tinggi di Indonesia.  Sawi Putih populer di Tiongkok (Cina), Jepang dan Korea.  Di Korea terdapat beberapa varietas dipakai sebagai bahan baku kimchi, makanan khas Korea.[5]

4.3.1. Asal Usul Sawi Putih

Dari sejarah [6], memperkirakan bahwa sawi putih pertama kali dibudidayakan berabad-abad lalu di benua Asia, khususnya di Tiongkok (Cina) dan Korea. Budidaya ini diduga berawal pada abad ke-15.  Sayur sawi ini disebut Sawi Putih karena warna daunnya yang cenderung putih atau hijau muda

4.3.2. Nutrisi Sawi Putih

Dua nutrisi penting yang terdapat pada Sawi Putih yaitu vitamin K dan kalsium. Dari penelitian diketahui bahwa: Seratus gram Sawi Putih dapat memenuhi 38% kebutuhan vitamin K dan 10.5% kebutuhan kalsium pada tubuh.  Sawi putih dapat membantu tubuh bertahan dari serangan berbagai penyakit, seperti Alzheimer dan penyakit jantung.

Kandungan lain Sawi Putih [7]. Sawi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr. Bagian Sawi yang dapat dikonsumsi (Bdd/Food Edible) = 87 %. Catatan: K = Kandungan

K. Energi Sawi = 22 kkal; K. Protein Sawi = 2,3 gr;  K. Lemak Sawi = 0,3 gr;  K. Karbohidrat Sawi = 4 gr;  K. Kalsium Sawi = 220 mg;  K. Fosfor Sawi = 38 mg;  K. Zat Besi Sawi = 3 mg;  K. Vitamin A Sawi = 6460 IU;  K. Vitamin B1 Sawi = 0,09 mg;  K. Vitamin C Sawi = 102 mg.

4.3.3. Kandungan Biji Sawi Putih

Kandungan Biji: 5 % air, 26 % protin, 36 % minyak, 23 % karbohidrat, 5 % fiber, asid arakidik, asid erucik, asid ligoserik, asid linoleik, beta karotena, fostase, glukosinolat, glikosida, isotiosianat, laktas, linamaras, mirosinas, riboflavin, sinalbin dan stiamin.

4.3.4. Manfaat Sawi Putih, Untuk Kesehatan

Biji Sawi Putih, sebagai obat untuk mengeluarkan angin dari perut dan usus, dahak, merangsang peluh, digunakan sebagai diuretik, emetik, peradang dan stimulan. Infus diminum untuk merawat bronkithis, batuk, reumatisme, sakit kerongkongan dan bengkak anak tekak. Minyak dari biji bawang putih digunakan sebagai obat luar dan dalam untuk merawat tumor. Juga digunakan sebagai obat luar untuk merawat neuralgia [5].  Neuralgia adalah gangguan rasa sakit disebabkan oleh masalah pada sinyal saraf di sistem saraf. Gangguan ini bukan suatu penyakit melainkan suatu gejala dari kelainan ataupun cedera. [8]  

Berbagai manfaat Sawi Putih melengkapi manfaat [3.2. MANFAAT SAWI] (tiga lagi), sebagai berikut: 1. Baik Untuk Pasien Ginjal, 2. Membuat Mata Lebih Sehat dan 3. Cocok Untuk Yang Sedang Berdiet.  Penjelasan (ringkas) sebagai berikut:

1. Baik untuk pasien ginjal. Sebagian besar sayur mengandung kalium dalam jumlah tinggi. Padahal, penderita penyakit ginjal umumnya disarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi kalium, karena dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.  Kabar baik, sawi putih adalah satu dari beberapa sayur dengan kandungan kalium terendah.  Seratus gram sawi putih mengandung 95 miligram kalium, atau hanya sekitar 2 persen dari kebutuhan kalium harian. Jumlah ini bahkan lebih rendah dari kol, terung, mentimun dan bayam.

2. Membuat mata lebih sehat.  Sawi Putih bermanfaat bagi kesehatan mata. Anda mungkin telah akrab dengan beta-karoten dan vitamin A. Alfa-karoten ternyata sama pentingnya dengan beta-karoten karena keduanya merupakan bahan baku dari vitamin A, penting untuk memelihara kesehatan mata. Sumber alfa-karoten terbaik lain diperoleh dari labu, wortel, ubi, sawi putih dan alpukat.

3. Cocok untuk yang sedang berdiet.  Lembar sayur sawi putih mengandung beragam nutrisi rendah kalori. Sayur ini juga tinggi kadar air dan serat, sehingga dapat membuat merasa kenyang lebih lama. Keunggulan inilah yang membuat sawi putih memiliki manfaat bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

4.4 SAWI PENDEK (Brassicaceae)

Sawi Pendek [9] lebih familiar dengan nama Pok Choy, memiliki daun yang pendek dan kecil. Rasa daunnya nikmat. Biasanya ditumis langsung, atau dibuat sawi asin. Pakchoy sebutan lain Bokchoy, dikenal dengan nama lainnya “Sawi Sendok“, karena bentuk daun bulat seperti sendok. Pak choy dikenal dengan bentuk daun dan batang yang montok dan bulat. Pak choy punya bentuk versi kecil (mini) yaitu “Baby Pak choy”.

4.4.1 Sejarah Bok Choy [Asal Usul]

Sejarah ringkas Bok Choy.  Bok choy berkembang di Tiongkok, dimana Bok Choy  dibudidayakan sejak abad ke-5 Masehi. [9]

4.4.2 Manfaat Bok Choy

Dalam pengobatan kuno, Bok Choy (Pok Choi) digunakan menyembuhkan batuk, demam dan penyakit-penyakit serupa. Tekstur renyah saat dikunyah, Bok Choy diminati sebagai hidangan tambahan.

Sebagai tambahan dari [3.2. MANFAAT SAWI] Manfaat kesehatan dari Bok Choy (Pakchoy) sebagaimana dilansir Boldsky [10].  1. Meningkatkan Kekuatan Tulang, 2. Mengurangi Tekanan Darah, 3. Meningkatkan Kesehatan Jantung, 4. Menghilangkan Radikal Bebas, 5. Mengobati Anemia, 6. Meningkatkan Kesehatan Mata, 7. Mengobati Diabetes.  Penjelasan sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kekuatan Tulang.  Bok Choy (Pakchoy) kaya kandungan mineral seperti magnesium, zat besi, kalsium dan zinc berdampak langsung pada peningkatan kekuatan tulang. Hal itu membantu mencegah timbulnya osteoporosis, membatasi penyakit tulang berkaitan dengan usia. Kombinasi vitamin K dan kandungan kalsium Bok Choy sama-sama bermanfaat, karena menurunkan resiko patah tulang, juga mempromosikan pengembangan matriks tulang yang seimbang. Dalam biologi, matriks (jamak: matriks) adalah bahan (atau jaringan) diantara sel – sel organisme eukariotik.

Matriks tulang memungkinkan garam mineral seperti kalsium disimpan dan memberikan perlindungan untuk organ dalam dan dukungan untuk penggerak. Organ adalah kumpulan jaringan yang memiliki satu fungsi atau lebih.  Eukariotik secara umum adalah sel eukariotik lebih kompleks.

2. Mengurangi Tekanan Darah.  Kandungan kalium, kalsium dan magnesium yang tinggi dalam Bok Choy, membantu menurunkan secara alami tingkat tekanan darah yang tinggi. Kalium dalam sayur berfungsi sebagai vasodilator sehingga mengurangi ketegangan dalam pembuluh darah. Vasodilator adalah golongan obat yang digunakan untuk melebarkan pembuluh darah, agar darah dapat mengalir dengan lebih lancar. Aliran darah yang lancar akan membantu mengurangi beban kerja jantung dalam memompa darah.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung.  Kombinasi fosfor, magnesium dan serat dalam Bok Choy membantu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, kandungan folat, potasium, vitamin C, dan vitamin B6 berkontribusi untuk menjaganya. Mineral dalam daun bekerja dengan membersihkan racun dan kolesterol dari arteri serta mengurangi kadar homocysteine dalam darah yang dapat menyebabkan berbagai masalah kardiovaskular.  Mengonsumsi Bok Choy secara teratur dapat membantu mengelola fungsi jantung, membatasi serangan stroke, serangan jantung serta aterosklerosis.

4. Menghilangkan Radikal Bebas.  Senyawa berbasis sulfur seperti isotiosianat yang hadir dalam Bok Choy, berubah menjadi glukosinolat saat dikonsumsi dan mempromosikan penghapusan radikal bebas penyebab kanker.

Sayur ini dikenal memiliki sifat antikanker.  Penelitian mengungkapkan bahwa Bok Choy dapat mengurangi resiko kanker paru-paru, prostat dan kanker usus besar. Kandungan folat dalam Bok Choy mencegah kerusakan sel dan memperbaiki DNA. Selenium dalam Bok Choy berguna untuk membatasi perkembangan tumor.

5. Mengobati Anemia.  Kandungan folat yang tinggi dalam Bok Choy membantu menyerap zat besi, sehingga meningkatkan produksi sel darah merah. Bok choy juga memiliki kandungan zat besi yang baik, dapat menjaga kadar hemoglobin agar tetap stabil.

6. Meningkatkan Kesehatan Mata.  Beta-karoten, selenium, vitamin K, dan vitamin C dalam Bok Choy bekerja untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan mata. Karotenoid dalam daun hijau bertindak sebagai pelindung pada saluran koroner mata. Kandungan vitamin A dalam Bok Choy membantu mencegah perkembangan stres oksidatif di retina dan degenerasi makula. Ini juga membantu mencegah mata dari katarak dan glaukoma.

7. Mengobati Diabetes.  Penelitian mengungkapkan bahwa Pok Choi memiliki dampak positif pada diabetes. Artinya, Bok Choy (Pak Choi) membantu dalam menjaga kadar gula dan tidak meningkat. Ini terbukti bermanfaat bagi seseorang yang menderita diabetes tipe 2. [10]

8.  Jangan berlebihan mengonsumsi sayuran keluarga kubis ini (bok choy). Karena enzim dalam sayuran tersebut bisa menurunkan serapan iodium ke tiroid yang bisa membuat hipotiroid (kekurangan tiroid). (detikHealth)

4.5 SAWI KAILAN (Brassica oleraceae var. acephala)

Kailan bukan kalian, hati – hati jangan salah sebut atau tulis. Kailan (Brassica oleraceae var. acephala).  Di Indonesia Kailan tidak begitu familiar.  Biasanya banyak ditemukan di Restoran China dan Katon.  Kailan disebut juga Gai-lan, pelafalan dalam bahasa Kanton.  Kailan, kembangnya memiliki warna lebih gelap dari Kol dan Brokoli. Bagian batang mirip kangkung. Batang memiliki ukuran yang pendek dan daun lebar.

Kailan juga disebut sebagai “Chinese Broccoli”, sayur dengan bentuk daun dan batang yang datar dan tebal. Warna daunnya hijau mengilap dan mempunyai sejumlah (kecil) kepala bunga berukuran kecil. 

4.5.1. Asal Usul Kailan

Kailan berasal dari Negeri Cina. Di Indonesia Kailan merupakan jenis sayuran baru, tetapi telah menjadi kegemaran keluarga.

4.5.2. Kandungan Kailan

Kailan mengandung begitu banyak nutrisi [11].  Dalam setiap 100 gramnya terdapat:  Energi: 117 kj;  Air: 91,2 gram;  Karbohidrat: 5,63 gram;  Gula: 1,25 gram;  Protein: 2,8 gram;  Lemak: 0,4 gram;  Serat: 2 gram;  Vitamin A: 681 mikrogram;  Beta-karoten: 8.173;  Lutein: 18.246 mikrogram;  Vitamin B1: 0,053 miligram;  Vitamin B2: 0,07 miligram;  Vitamin B3: 0,5 miligram;  Vitamin B6: 0,138 miligram;  Folat: 13 mikrogram; Kolin: 0,4 miligram;  Vitamin C: 41 miligram;  Vitamin E: 0,85 miligram;  Vitamin K: 817 mikrogram;  Kalsium: 72 miligram;  Kalium: 228 miligram;  Sodium: 23 miligram;  Magnesium: 18 miligram;  Zat besi: 0,9 miligram;  Zinc: 0,24 miligram;  Selenium: 0,88  mikrogram; Tembaga: 0,11 miligram; Mangan: 0,416 miligram. 

Catatan:  Sayur Kailan dapat dikonsumsi dengan cara direbus dan diolah menjadi sop. Selain itu, sayur sawi hijau nikmat disantap dengan ditumis terlebih dahulu.

4.5.3 Manfaat Kailan Untuk Kesehatan

Anda saat ini bisa menjumpai masakan sayur Kailan di berbagai restoran. Bahkan, Bila Anda ingin/mau Kailan bisa membelinya dengan mudah di supermarket. Apa saja manfaat sayur Kailan untuk kesehatan? [11] Sebagai tambahan dari [3.2. MANFAAT SAWI], terdapat 12 manfaat:   1. Mencegah Kanker, 2. Mencegah Penyakit Stroke dan Jantung. 3. Melancarkan Pencernaan,   4. Menurunkan Berat Badan, 5. Menjaga Kesehatan Mata, 6. Merawat Kulit,7. Mengurangi Risiko Diabetes, 8. Menjaga Kesehatan Otak, 9. Merawat Tulang dan Gigi, 10. Meningkatkan Produksi ASI, 11. Mencegah Peradangan, 12. Bantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh. Penjelasan secara terperinci [11] sebagai berikut:

1. Mencegah kanker. Kandungan vitamin K, zat sulfur dan antioksidan dalam sayur Kailan berfungsi melawan pertumbuhan sel-sel kanker, termasuk kanker payudara. Ketiga senyawa ini juga mampu mengontrol hormon estrogen dalam tubuh.

2. Mencegah Penyakit Stroke Dan Jantung.  Manfaat lainnya dari sayur Kailan adalah mencegah penyakit stroke dan jantung. Kandungan serat yang cukup tinggi di dalam sayur ini berguna untuk mengurangi kadar kolesterol jahat, yang meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung.

Selain itu, sayur Kailan mengandung senyawa zinc yang lebih tinggi ketimbang daging. Senyawa ini berfungsi mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, meregenerasi sel dan membantu fungsi jantung. Tak hanya itu, senyawa zinc juga berfungsi memproduksi hemoglobin dan enzim, sehingga mengurangi risiko anemia.

3. Melancarkan Pencernaan.  Tak hanya itu, sayur Kailan memiliki kandungan serat tinggi dan rendah kalori, berfungsi melancarkan pencernaan.

4. Menurunkan Berat Badan.  Sayur Kailan tinggi serat, sehingga mampu membantu menurunkan berat badan.  Karena kandungan serat tinggi, sayur Kailan dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, serat sayur Kailan berfungsi untuk mempercepat proses penyerapan kalsium di dalam tubuh.  

5. Menjaga Kesehatan Mata.  Kandungan vitamin A, karotenoid, lutein, dan zeaxanthin dalam sayur Kailan berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Sederetan kandungan ini dapat mencegah terjadinya katarak, retinitis pigmentosa (kelainan genetik langka yang mengakibatkan kerusakan sel retina) serta gangguan penglihatan di malam hari.

6. Merawat Kulit.  Antioksidan alami seperti vitamin C dan E dalam sayur Kailan berfungsi menjaga kesehatan kulit. Kedua antioksidan tersebut juga mendukung proses pembentukan kolagen yang mencegah adanya tanda-tanda penuaan, seperti keriput pada kulit.

7. Mengurangi Risiko Diabetes.  Kandungan asam omega 3 sayur Kailan dapat mengurangi kadar gula dalam darah dan mencegah terjadinya diabetes.

8. Menjaga Kesehatan Otak.  Selain itu, kandungan asam Omega3 dan vitamin K dalam sayur Kailan bisa menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko gangguan otak seperti Alzheimer.

9. Merawat Tulang dan Gigi.  Sayur Kailan mengandung kalsium yang lebih tinggi ketimbang susu. Kalsium berfungsi untuk menjaga kesehatan gigi, tulang dan menghindari terjadinya osteoporosis.

10. Meningkatkan Produksi ASI.  Sayur Kailan sangat baik dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Kandungan kalsium dan zinc dalam sayur Kailan dapat membantu pertumbuhan janin dan meningkatkan produksi ASI. Selain itu, kandungan asam folat dalam sayur Kailan juga bermanfaat dalam pembentukan saraf bayi.

11. Mencegah Peradangan. Sayur Kailan mengandung senyawa anti radang yang berfungsi untuk melindungi organ dalam tubuh dari berbagai risiko peradangan.

12. Bantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh.  Sayur Kailan mengandung vitamin E dapat membantu meningkatkan fungsi sistem imun dan mencegah infeksi virus maupun bakteri.

4.6. Sawi Liman

Terdapat jenis sawi lain yang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia yaitu Sawi Liman. Sawi Liman [12] sama seperti jenis sawi lain, daun Sawi Liman dapat diolah dengan ditumis, oseng-oseng, urap, pecel, lodeh, karedok, dan lainnya.

4.6.1 Manfaat Sawi Liman

Seluruh tubuh tanaman Sawi Liman [12] kaya getah berwarna putih susu, yang mengalir bebas bila luka. Getah ini (Lactucarium) memiliki efek mirip opium lemah, tetapi tanpa menyebabkan gangguan pencernaan, meskipun tidak adiktif. Oleh karena itu sawi ini (Sawi Liman) seringkali digunakan untuk pengobatan insomonia, kecemasan, neurosis, hiperaktif pada anak-anak, batuk kering, batuk rejan, pegel linu dan herbal obat penenang.

Daun muda Sawi Liman dimasak untuk sayur; batang (herbal) jika dibuat bubuk kopi.

Tulang daun Sawi Liman yang berwarna ungu pertanda mengandung antosianin yang bermanfaat untuk kesehatan. Antosianin mempunyai aktivitas antioksidan tinggi. Antosianin mempunyai peranan penting untuk kesehatan manusia, antara lain bila dikonsumsi secara teratur, dapat menurunkan risiko terjadi jantung koroner.  Antosianin juga dapat mencegah terjadi beberapa jenis kanker. Banyak penelitian membuktikan bahwa ekstrak antosianin dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker. [12]

V. SAYUR SAWI (TUMIS SAWI)

Daun sawi dimakan dalam berbagai bentuk, seperti:  Tumis Sawi putih, wortel dan telur; Tumis Sawi Hijau Tahu Putih; Tumis Sawi Putih Tahu; Sawi Hijau Ca Bawang Putih; Tumis Sawi Putih; Tumis Sawi Putih Jagung Manis; Tumis Sawi Buncis; Sawi Hijau Tumis Pedas; Tumis Sawi Putih Jagung Manis dan lain – lain.

Berlanjut pada bagian ke dua [SAWI (Biji Sawi) dan Dzarrah, SATUAN UKURAN]

https://lizenhs.wordpress.com/2021/01/19/sawi-biji-sawi-dan-dzarrah-satuan-ukuran/#more-5093. Pustaka bagian kedua.

Semoga bermanfaat.  Terimakasih kunjungan anda ke Bukik Ranah Ilmu https://lizenhs.wordpress.com/, bila anda suka beritahu temannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: