Posted by: lizenhs | July 4, 2017

A N G K E T

A  N  G  K  E  T

 Oleh: Haslizen Hoesin

KATA PENGANTAR

Tulisan ini kelanjutan dari ALAT UKUR PENELITIAN, sebaiknya sebelum membaca tulisan Angket bacalah terlebih dahulu ALAT UKUR PENELITIAN  https://lizenhs.wordpress.com/2017/06/08/alat-ukur-penelitian/. Bahan penulisan Angket dikutip dari “Angket, Survei, Wawancara dan Observasi ”.  Makalah pada seminar sehari “Cepat dan Tepat Dalam Penulisan Skripsi” Himpunan Mahasiswa Manajemen Keuangan, FMK – IKOPIN. Jatinangor 19 Mei  2004 dan dari bahan ajar (diktat) Metoda Penelitian di IKOPIN dan Universitas ARS Internasional. Berikut kutipan tersebut, sebagaimana yang akan anda baca.  Selamat membaca semoga bermanfaat.

  1. PENDAHULUAN

Tulisan angket secara garis besar berisikan: Pengertian Angket; Dasar Penyusunan Angket; Fungsi, Ciri Dan Tujuan Angket; Mutu Angket Dan Mutu Data; Membuat Angket Yang Baik; Pembagian Angket; Pertanyaan; Contoh Menyusun Angket

  1. PENGERTIAN ANGKET

Angket, adalah terjemahan questionnaire (bahasa Inggris), diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi kuesioner.  Angket (kuesioner) merupakan kumpulan pertanyaan, tapi bukan sekedar pertanyaan.  Jadi angket adalah:

1]. Alat untuk pengumpulkan data, yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang diteliti.  Masalah harus dirumuskan dengan jelas, dianalisis menjadi sub-masalah.  Tiap variabel yang diperoleh dari konsep dalam rumusan masalah didefinisikan sampai pada tingkat operasional yaitu indikator, sehingga jelas kaitannya dengan kelakuan atau fenomena dalam duania empiris serta dapat diamati (lihat kembali definisi variabel dan operasionalisasi variabel).

2].Selain untuk pengumpul data, angket adalah alat pemandu wawancara, karena angket memberikan kerangka terhadap yang akan ditanyakan pada responden, sedangkan pewawancara mencatat jawabanresponden pada pemandu wawancara.  Tanpa angket, wawancara tidak akan terartur

  1. DASAR PENYUSUNAN ANGKET

Angket merupakan pertanyaan terhadap indikator dari operasionalisasi variabel.  Jadi angket dibuat/disusun berdasarkan indikator variabel.  Bila indikator tidak dapat menjelaskan variabel, maka angket juga tidak akan dapat mengukur variabel.  Pekerjaan mengoperasionalisasi variabel merupakan pekerjaan yang mendasar dalam membuat angket.  Bila variabel tidak operasional, indikator tidak akan menggambarkan variabel.  Setelah diporoleh indikator, pekerjaan selanjunya adalah membuat angket yang menggambarkan indikator variabel tersebut.

  1. FUNGSI, CIRI DAN TUJUAN ANGKET

Sebagai mana dikemukakan di atas bahwa angket itu adalah alat pengumpul data dan pemandu wawancara.  Untuk memahami angket lebih jauh, maka terlebih dahulu harus dipahami fungsi, ciri dan tujuan angket.

Fungsi. Angket sebenarnya berfungsi sebagai alat pengumpul data atau alat pengukur variabel.  Khusus dalam penelitian sosial, angketlah yang lazim digunakan untuk  mengumpulkan data, meskipun terdapat beberapa teknik-teknik tertentu yang sesuai (relevan).  Selain angket sebagai cara/teknik pengumpul data, juga sebagai alat pengumpul data dan/atau alat ukur terhadap variabel yang menjadi lingkup penelitian.  Angket sebagai alat dan pengumpul data, mempunyai ciri khas, yaitu yang membedakannya dengan alat pengumpul/pengukur data lain.

Ciri. Angket menurut Sanapiah (1981, 2) memiliki ciri khas terletak pada cara pengumpulan data, yaitu melalui daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan kepada responden untuk mendapatkan keterangan dan/atau data/informasi.

Tujuan. Angket selain mempunyai fungsi dan ciri, juga mempunyai beberapa tujuan, diantaranya:

  • Tujuan utama angket adalah untuk memperoleh data dan informasi yang akurat dari responen.
  • Angket bertujuan memberikan format baku (standar) untuk mencatat data, komentar, pendapat dan sikap responden,
  • Angket bertujuan untuk memberi sruktur pada pewawancara, sehingga wawancara dapat berjalan lancar dan akurat. Catatan-catatan pewawancara sangat diperlukan.  Bila tidak ada catatan angket (pemandu), maka pokok persoalan dapat melenceng.  Jadi jelas sekali, bahwa angket merupakan alat mengarahkan diskusi.
  • Angkat bertujuan untuk memudahkan mengelola data. Tanpa angket, catatan dan hasil wawancara sangat sulit diproses/diolah.

Angket adalah urutan pertanyaan yang diharapkan dapat dijawab oleh responden.  Responden dapat memberi jawaban penuh dan betul/tepat terhadap pertanyaan yang ada pada angket, hanya jika angket itu sendiri dibentuk/disusun dengan hati-hati dan perkataan yang jelas.  Pertimbangan hati-hati ditujukan/diperhatikan dalam bentuk-bentuk:

1]. Tipe/struktur angket, apakah angket terbuka, tertutup, terbuka-tertutup atau tabel

2]. Ungkapan perkataan angket, adalah angket yang jelas dan mudah dimengerti,

3]. Tata-letak angket, maksudnya cukup ruang untuk menuliskan nama dan identitas,menulis jawaban, tanda ( √  ) dan ( O ) dan ruang untuk catatan,

4]. Membantu responden, yaitu mempertimbangkan faktor pura-pura/dibuat-buat responden untuk menjawab dengan tepat,

5]. Membantu dan mengajar, mengingatkan pewawancara, bahwa dia memiliki kata dan bekerja pada tingkat yang berbeda dengan responden.

  1. MUTU ANGKET DAN MUTU DATA

Mutu dari data/informasi yang didapat, ditentukan oleh mutu alat ukur, di sini adalah angket.  Alat ukur (angket) dikatakan bermutu paling tidak memiliki hal-hal berikut:

1]. Ketepatan memilih sampel/contoh,

2]. Kesesuaian indikator variabel dengan skala pengukuran,

3]. Kesesuaian (konsistensi) skala pengukuran setiap pertanyaan,

4]. Bentuk kata dan kalimat angket,

5]. Keterampilan, dapat diperoleh dari latihan/pendidikan.

Untuk menunjang agar angket bermutu, maka bila membuat angket, pada dasarnya angket tidak berdiri sendiri. Angket berhubungan erat dengan Pertanyaan, proses tabulasi, pengolahan dan analisis.  Jadi angket itu menyangkut empat hal itu yaitu:

1]. Pertanyaan, yaitu suatu yang ingin diketahui dari responden,

2]. Proses tabulasi, yaitu pengolahan tahap awal dari data yang diperoleh,

3]. Pengolahan,yaitu meringkas data mentah kebentuk data, bila untuk diolah lagi.

4]. Analisis, rancangan angket harus diikuti dengan rancangan analisis.

6. MEMBUAT ANGKET YANG BAIK

Proses untuk sampai pada angket yang dapat bekerja dengan baik dan sempurna, umumnya berasal dari perbaikan yang terus menerus.  Yaitu mengedit angket menjadi mudah dipahami responden, sehingga diperlukan pengolahan kata dan kalimat yang mungkin frase dihapus atau disisipkan.  Pekerjaan ini berkaitan dengan bagaimana menyusun kata dalam kalimat yang baik dan benar.

Artinya adalah suatu keadaan yang normal/wajar, bila memperbaiki/merefisi dapat terjadi 3 (tiga) kali atau lebih sebuah konsep angket sampai pembuat yakin bahwa konsep tersebut telah siap digunakan di lapangan.  Setiap membuat suatu konsep dan penyusun angket sebaiknya memulai masing-masing pertanyaan secara kritis dan mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

1). Apakah jawaban pertanyaan ini akan membantu mencapai sasaran studi,

2). Apakah pertanyaan ini betul-betul perlu,

3). Apakah pertanyaan akan dimengerti seperti apa yang dimaksud,

4). Apakah cara yang lebih baik untuk menanyakan pertanyaan

5). Apakah semua pertanyaan sudah termuat atau adakah sesuatu yang terlewat bila dikaitkan dengan operasionalisasi variabel (indikator),

6). Apakah sudah jelas apa yang harus dilakukan pewawancara dan urutan pertanyaan yang harus diikuti.

  1. PEMBAGIAN ANGKET

1]. Skedul (Schedule). Adalah suatu bentuk daftar isian yang di dalamnya tidak dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan, yang ada hanya baris-baris dan kolom-kolom. Jadi berbentuk tabel.

2]. Angket (Kuesioner). Adalah daftar isian, di dalamnya tercantum pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab responden.

3]. Skedul-angket. Adalah bentuk daftar isian gabungan antara skedul dengan angket.  Jadi tabel yang diselingi pertanyaan-pertanyaan atau sebaliknya.

7.1. Tipe-Tipe Skedul

Skedul adalah suatu bentuk daftar isian atau form yang didalamnya tidak tercantum pertanyaan-pertanyaan atau kalaupun ada, pertanyaan tersebut hanya untuk mangarahkan saja.  Di dalam skedul hanya ada baris-baris dan kolom-kolom.

Skedul dapat dibedakan dalam beberapa bentuk

1). Skedul dokumen (Dokumen Schedule).  Sifatnya statis, sering digunakan di-kantor-kantor, misal kantor polisi,

2).  Skedul institusi (Istitusional Skedul).  Sifatnya tidak statis.  Contoh. Daftar tentang dosen mengajar di perguruan tinggi,

3].  Skedul pengamatan (Oservasi Skedul).  Skedul yang digunalan sebagai pegangan untuk pengamatan

4].  Sekdul wawancara (Interview Skedule).  Daftar isian yang berbentuk skedul, diisi oleh pewawancara dalam wawancara langsung.

7.2.    Tipe-Tipe Angket

Angket bila dihubungkan dengan bentuk pertanyaan yang terkandung di dalamnya dapat dibedakan sebagai berikut;

1]. Angket terstuktur (Struktured Questuoner), adalah angket, di dalamnya berisi pertanyaan-pertanyaan saja, apakah pertanyaan tersebut terbuka, tertutup atau kontigensi.  Pewawancara saat mewawncara sama sekali tidak boleh mengubah kata-kata yang ada dalam pertanyaan.

2]. Angket yang tak terstruktur (Un Structured Questioner), adalah angket dengan pewawancara mempunyai kesempatan/leluasa mengubah (menambah atau mengurangi) pertanyaan sampai pada batas-batas tertentu.

3]. Angket semi struktural, yaitu angket di dalamnya gabungan angket terstrutur dan tak terstruktur,

4]. Angket gambar (Piktorial Questioner), angket yang didalamnya selain pertanyaan, juga berisi gambar-gambar,

5]. Daftar nama pemeriksaan (Check List), angket yang digunakan untuk melihat tanggapan/perasaan seseorang,

6]. Grid, angket yang sering digunakan oleh kedokteran, seperti pengguna obat

7]. Angket diisi sendiri (Self Administrated Questioner), angket yang diisi sendiri oleh responden, ditempat itu juga dan setelah selesai diserahkan pada waktu itu juga kepada pewawancara.

8]. Angket Surat (Mail Questioner) adalah angket yang diisi sendiri oleh responden yang diterima oleh responden melalui pos. Apabila responden rate sangat tinggi ( 20%), Double sampling perlu dilakukan/diadakan.

Catatan: Bila membayar angket 1000 eksemplar kembali 800 eksemplar berarti perlu diadakan “double sampling”.

8.  PERTANYAAN

Pertanyaan pada angket dirumuskan secara tertulis dalam bahasa dan berkaitan dengan indikator variabel (atau identifikasi masalah).  Bahasa sebagai alat komunikasi pada angket dapat menimbulkan bermacam-macam tafsiran.  Kesalahan pahaman dalam menafsirkan pertanyaan bisa disebabkan oleh kesalahan dalam cara merumuskan kalimat.  Menyadari akan hal tersebut, maka setiap pertanyaan harus dipikirkan secara mendalam dan ditinjau dari berbagai segi untuk menemukan berbagai kemungkinan jawaban.  Atas dasar pemikiran itulah harus memperluas dan mempertajam rumusan pertanyaan.  Hal inipun belum cukup, karena tiap pertanyaan pun masih perlu diuji-coba.

Jadi pertanyaan pada angket harus bertalian dan relevan dengan masalah penelitian, serta dirumuskan dengan tajam dan jelas agar tidak menimbulkan berbagai tafsiran.  Untuk itu harus dikenal tipe dan bentuk pertanyaan, urutan pertanyaan dan apa yang sebaiknya dan yang dihindari pada bahasa/kalimat angket.

8.1. Tipe pertanyaan

Pada angket yang terstruktur dan semi terstruktur, tersusun dari beberapa tipe pertanyaan, tergantung pada jenis data/imformasi yang dibutuhkan, yaitu peri-laku, sikap, klasifikasi dan kegiatan.  Dalam bentuk tabel menunjukkan data/in-formasi yang dicari dan tipe survei (lihat tabel 1), bila dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:

(1). Pertanyaan Perilaku; (2).  Pertanyaan Sikap; (3)  Pertanyaan Kegiatan/usaha; (4). Pertanyaan Klasifikasi;

1]. Pertanyaan Perilaku

Pertanyaan perilaku bertujuan/berusaha untuk mengetahui apa yang dilakukan orang (atau perusahaan).  Pertanyaan perilaku menggali tindakan/ kegiatan orang/perusahaan tentang sesuatu hal, jadi bukan pendapat.

Awal kata pada pertanyaan untuk perilaku diantaranya:

Apakah pernah ……………..,Siapa yang diketahui ……………….,

Kapan terjadi ………………,            Mana yang paling sering……………,

Berapa banyak ……………..,            Dengan cara bagaimana ……………,

Dimasa depan apakah akan .., Dll.

Jawaban pertanyaan perilaku dapat dianggap benar (kecuali sengaja berbohong).

2]. Pertanyaan Sikap

Sikap adalah pendapat atau keyakinan orang atas sesuatu (misal terhadap suatu produk).  Sikap inilah yang mendorong seseorang dalam bertindak dan sikap yang dianut seseorang akan mengarahkan dia dalam bertindak.  Selain pengertian diatas sikap adalah persepsi.  Orang akan bereaksi  terhadap suatu keadaan tergantung dari sikap.  Peneliti hanya mengukur sikap orang untuk mengetahui kecondongan yang ada dan bagaimana pengaruhnya terhadap sesuatu keputusan yang diambil, misal pembelian.   Pertanyaan sikap adalah pertanyaan mengenai tindakan seseorang.

Pendapat/pendirian (opini) orang dapat diketahui dengan pertanyaan terhadap sikap.  Pertanyaan-pertanyaan mengenai sikap diantaranya seperti:

Apa pendapat tentang ………,  Mengapa ……………………………,

Apakah setuju atau tidak ……,  Bagaimana menilai .…………………,

Mana yang terbaik/terburuk diambil ……………………………, Dll.

Sikap atau pendapat (opini) bisa menjadi petunjuk tentang motivasi atau kebiasaan, sedangkan jawaban pertanyaan sikap memerlukan penafsiran.

Pertanyaan sikap harus ditulis dalam kalimat yang mudah dimengerti oleh responden.  Hal ini akan menentukan bagaimana suatu pertanyaan diajukan apakah menggunakan skala kata-kata atau angka (penilaian numerik) atau diminta untuk membanding.

3]. Pertanyaan Kegiatan/usaha

Pertanyaan kegitan/usaha, bertujuan untuk mengetahui kegiatan seseorang atau usaha seseorang (perusahaan).  Pertanyaan kegiatan/usaha menggali kegiatan/usaha yang dilakukkan, meliputi jumlah dan harga bahan utama dan penunjang, jumlah dan harga peralatan yang digunakan, gaji dan jumlah tenaga kerja, pendidikan dan keterampilan pekerja, waktu kerja, kapasitas produksi, proses produksi, produk yang dihasilkan, energi yang dipergunakan dan jumlah yang terpakai dalam kegiatan usaha.

 4].  Pertanyaan Klasifikasi

Pertanyaan klasifikasi diperlukan untuk suatu pemeriksaan.  Pertanyaan digunakan untuk membandingkan jawaban yang berbeda dari suatu kelompok responden.  Pertanyaan klasifikasi biasanya berkisar untuk mencatat usia, jenis kelamin, kelas sosial, tempat tinggal/lingkungan, jumlah anggota, tingkat produksi, tingkat keterampikan pekerja karena pengalaman, dll.  Peneliti harus hati-hati dalam pertanyaan klasifikasi, karena tujuan pertanyaan klasifikasi mungkin tidak dimengerti responden, sehingga kemudian mereka menolak untuk menjawabnya. Sebaliknya pertanyaan klasifikasi jangan banyak, tetapi yang penting-penting saja atau yang benar-benar diperlukan.

8.2. Bentuk Pertanyaan

Bentuk bentuk pertnyaan adalah sebagai berikut: (1). Bentuk angket pertanyaan terbuka (Open Questioner), (2). Bentuk angket pertanyaan tertutup (Closed Questioner).  (3). Angket kontigensi (Questioner Contigency)

1). Bentuk angket pertanyaan terbuka (Open Questioner), responden diberi peluang (bebas) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan angket apa yang diinginkan dengan kalimat sendiri.

Keuntungan,

Kemungkinan responden untuk memikirkan jawaban yang lebih otentik dari pada pemilihan dan menetapkan jawaban yang telah ditentukan berdasarkan pemikiran peneliti,

Kesulitan,

Teletak pada analisis jawaban, karena bervariasinya jawaban yang diper-oleh dari responden.

2). Bentuk angket pertanyaan tertutup (Closed Questioner).  Angket ini cocok untuk keadaan di mana peneliti ingin mengetahui secara penuh kemungkinan jawaban dari pertanyaan.  Artinya, di dalam angket, selain terdapat  pertanyaan-pertanyaan juga disediakan jawaban-jawabannya.  Angket ini cocok untuk keadaan di mana peneliti mengetahui secara penuh kemungkinan jawaban dari pertanyaan.  Jawaban-jawaban satu sama lain tersendiri/terpisah (mutually exlcusive) dan lengkap (exhaustive)

1).Mutually exclusive, adalah bila menilai suatu obyek/peristiwa harus dimasukkan kedalam 1 (satu) klasifikasi/kategori, atautumpang tindih yaitu memasukkan data/obyek kedalam lebih darisatu ketegori/klasifikasi.

2).Exhaustive adalah bila menyediakan klasifikasi secukupnya.

Keuntungan

1). Menghemat waktu wawancara, karena hanya tinggal melingkari angka-angka jawaban pada pertanyaan angket

2). Membantu responden, karena jawaban telah tersedia,

3). Pengolahan data menjadi lebih mudah, karena tidak perlu membuat banyak pengkodean seperti pertanyanan terbuka,

Kelemahan

1). Jawaban terbatas

2). Jawaban bisa tidak otentik

Contoh

Contoh angket terbuka dan tertutup adalah sbb.

Angket terbuka

Apakah anda mempunyai kebiasaan makan buah?  …………………………………………………….

Angket tertutup

Apakah anda menyukai kegiatan olah raga panjat tebing?

(1)  Sangat suka,

(2)  Suka,

(3)  Biasa-biasa saja,

(4)  Tidak suka,

(5)  Sangat tidak suka

3). Angket kontigensi (Questioner Contigency)

Adalah urutan pertanyaan yang jawaban berikutnya berkaitan dengan pertanyaan terdahulu/sebelumnya.  Di tengah-tengah antara pertanyaan terdahulu dengan berikutnya diselipkan informasi/keterangan.

Contoh: Apabila bapak/ibu/sdr. menyatakan tidak berkenan (jawaban pertanyaan ke 4 maka bapak/ibu/sdr. langsung menjawab pertanyaan ke 8)

8.3.  Pertanyaan yang ditabulasikan

Pertanyaan yang ditabulasikan adalah

(1)  Pertanyaan berarti ganda (Ambiguaus questioner), pertanyaan dapat diinterpretasikan lebih dari satu tafsiran (interpretasi)

Contoh:  Pernahkan ibu/bapak membelisepeda?

(2)  Angket seolah-olah memojokkan (Leading questioner/Unbalanced questioner). Pertanyaan yang seolah-olah memojokkan responden untuk mejawab pertanyaan.

Contoh:  Kalau begitu Bapak/ibu sering memukul anak.

(3)  Angket menggunakan dua topik (Double Barrelled Questioner). Pertanyaan  yang menggunakan dua topik dalam satu pertanyaan.

Contoh:  Pernahkah bapak/ibu sakit batuk/pilek.

(4)  Angket bersifat emosional (Loaded Questioner).  Pertanyaan yang didahului oleh pertanyaan yang bersifat emosional.

Bapak/ibu Anu bersifat …………(yang bagus-bagus semua), setujukah bapak/ibu bila dia diangkat jadi ketua?

(5)  Angket mengenai martabat (Sensitive/Embarrassing questioner).  Pertanyaan yang berhubungan dengan martabat sesorang

Contoh:  Bapak sekarang sebagai ………., kenapa bapak mekakukan ……..

8.4.   Menyusun Urutan pertanyaan

Dalam menyusun pertanyaan terdapat beberapa cara diantaranya adalah

(1)  Menuju pada suatu arah (Funnel Plane).  Rentetan pertanyaan yang menuju pada suatu topik, dimulai dengan rentetan-rentetan yang bersifat umum.  Teknik ini digunakan untuk mencari pola pikir (framed thingking)

(2)  Menuju pada beberapa topik (Inverted).  Susunan pertanyaan lawan dari menuju pada suatu arah, yaitu memperlihatkan rentetan pertanyaan yang menuju pada beberapa topik.

Contoh:

Perusahaan anda telah mengahasilkan produk olahan tempe.  Dibawah ini diurutkan pasangan-pasangan produk tersebut. Dalam setiap pasangan produk, mana yang paling disukai oleh bapak/ibu beri tanda  √  di depan nama Produk (nomor).

  1. Bacang tempe               Opor tempe
  2. Opor tempe                  Sumur tempe
  3. Sumur tempe               Bacang tempe

(3)  Susunan terbuka tertutup

1].  Pertanyaan terbuka.

Ditujukan untuk melihat/mengecek apakah responden tahu tentang topik tertentu dan/atau bagaimana perasaan responden mengenai topik tersebut.

2].  Pertanyaan tertutup.

Pertanyaan diarahkan kepada aya yang sebenarnya diinginkan oleh peneliti.

8.5.  Apa yang Sebaiknya dan Dihindari

Dalam membuat angket, terdapat yang sebaiknya diikuti dan dihindari, petunjuk dibawah ini sangat membantu dalam menyusun angket yaitu: (1). Pertanyaan yang diajukan sebaiknya diikuti berbentuk; (2). Pertanyaan berikut sebaiknya dihindari;

(1)  Pertanyaan yang diajukan sebaiknya diikuti berbentuk

1].  Pertanyaan dibuat sependek mungkin.  Pertanyaan yang panjang dapat membingung kan responden

2].  Pertanyaan dibuat sesederhana mungkin.  Selain pertanyaan itu pendek tetapi juga harus sederhana.  Pertanyaan yang banyak gagasan akan membingungkan responden dan tidak akan dipahami, sehingga jawaban yang diberikan tidak bertele-tele.

3].  Pertanyaan dibuat yang sangat spesifik.  Selain pendek, diperlukan pula pertanyaan ditambah dengan petunjuk pengingat. Misal:  Pernahkan anda, anda sendiri yang membeli produk A dalam dua bulan tewrachir.

4].  Pertanyaan dan jawaban pastikan tidak bertentangan.  Maksudnya membuat pertanyaan  yang jelas dan tidak membingungkan responden.

5].  Batasi kata-kata pertanyaan.  Pertanyaan yang memuat banyak kata-kata dapat menyesatkan.

6].  Jadikan reponden menjawab secara mudah.  Misal, responden lebih mudah menjawab pertanyaan numerik dalam interval dari pada menjawab dengan angka khusus.

7].  Perhalus pertanyaan tentang pengetahuan responden atas dasar sesuatu.  Misal ingin menanyakan apakah responden tahu tentang sesuatu.  Perhalus pertanyaan dengan memakai frase seperti ini.  Dapatkah anda mengingat ……………………

8].  Gunakan pertanyaan proyeksi jika subyek peka atau sulit.  Ada situasi di mana orang tidak suka mengakui bahwa mereka bertindak dalam cara tertentu.  Untuk situasi seperti ini, di sinilah saatnya mengalihkan pertanyaan dalam keadaan yang lebih luas.  Misal:  Sebelum menanyakan pada perusahaan tentang penetapan harga produk yang ditetapkan, lebih ba-ik harga yang dibayar pasar (konsumen) terhadap produktersebut.

(2)  Pertanyaan berikut sebaiknya dihindari.

Bentuk pertanyaantipe pertama” adalah:  Hindari pertanyaan yang menimbulkan bias. Maksud dari menimbulkan bias adalah,  suatu pertanyaan yang mengarahkan responden pada suatu jawaban, misalnya. Apakah anda setuju bahwa perusahaan anda mempunyai produk yang sangat bagus.

Pertanyaan seperti itu akan menjadi lebih tak memihak (netral) jika diberikan   kata-kata pengimbang ditambahkan seperti berikut. Apakah anda setuju atau tidak, bahwa  anda mempunyai produk yang bagus.

Bentuk pertanyaantipe kedua masih saja bias, karena produk perusahaan anda bagus tertanam dalam pikiran produsen.  Untuk mengurangi bias sebaiknya.

Apakah menurut anda mutu produk perusahaan

[1]. Sangat bagus              skor 5

[2]. Bagus                           skor 4

[3]. Biasa saja                    skor 3

[4]. Buruk                           skor 2

[5]. Sangat buruk              skor 1

1]. Hindari singkatan atau jargon, yaitu kata-kata yang mungkin tidak dimengerti responden.  Meskipun menurut peneliti telah umum, mungkin hanya umum dalam lingkungan tertentu saja.  Misal: Apakah ISO diterapkan pada perusahaan bapak?

3]. Hindari kata-kata asing, maksud kata asing adalah jaga/gunakan bahasa tetap sederhana.  Gunakan bahasa sehari-hari yang memang lebih tepat artinya.  Misal:

Menurut anda apakah si Polan termasuk manusia tipe introsvert?

4]. Hindari kata-kata mendua, maksud dari mendua adalah Anda mungkin tahu apa yang dimaksud biasanya, atau Apakah anda tahu juga?

5]. Hindari pertanyaan negatif. Pertanyaan negatif sulit dimengerti. Lebih baik mengatakan:

Apakah anda ingin membeli X dalam tiga bulan kedepan? dari pada Apakah anda tidak akan membeli X?

Apakan anda merasa kecewa dengan pelayanan mereka ini? dari pada Apakah anda tidak akan merasa kecewa dengan peleyanan mereka ini?

6]. Hindari penggunaan kata-kata yang dapat salah dengar. Kata-kata ini muncul khusus pada wawancara telepon.  Biasanya dalam menyebut lima belas sebaiknya satu lima.

7]. Jangan berikan pilihan/alternaif terbatas yang keduanya bisa benar.  Keadaan ini terjadi pada pertanyaan sikap, di mana responden merasa dipaksa memberi jawaban tidak sesuai dengan kenyataan.  Misal mengenai rasa buah. Buah tersebut bisanya terasa manis dan pahit.  Pertanyaan  diajukan seperti brikut. Apakah menurut anda buah tersebut terasa asam atau pahit.

8]. Hindari pertanyaan diluar kemampuan responden.  Misal, pertanyaan diajukan pada seorang kulakan sayur mengenai penjualan pertahun.  Pertanyaan ini akan diperoleh jawaban yang buruk, sebab kulakan akan lebih mengingat angka penjualan perpekan atau perbulan ketimbang pertahun.

9]. Kurangi kepekaan pertanyaan.  Maksud kepekaan adalah yang dirahasiakan atau menyinggung seseorang atau responden kadang-kadang tidak bersedia mrengatakan satu, misal menanyakan umur seorang wanita atau atau pendapatan atau omset perusahaan.  Sebaiknya digunakan selang antara, dengan hal ini responden akan merasa yakin kerahasiaan terjamin.

10]. Pastikan pilihan jawaban tertutup tidak membingungkan responden.  Kategori yang digunakan dalam tanggapan responden secara tertutup sebaiknya berurutan dan tidak tumpang tindih, sehingga tidak akan terjadi kebingungan.

8.6. Ungkapan perkataan, tata letak dan Format angket

Angket yang baik terlihat dari ungkapan, perkataan dan tataletak angket. Untuk itu pembahasan berikut ini tertuju pada bagiaman angket yang baik.

1]   Ungkapan perkataan

Bila angket dilihat dari ugkapan perkataan, maka aturan yang dapat membantu dalam menyusun angket sebagaimana dikemukakan pada apa yang seharusnya dan dihindari ternyata paling tidak harus

1. Pertanyaan pendek, angket spesifik,

2. Sederhana, dalam kata-kata sehari-hari

3. Satu angket pada satu waktu.

2]   Tata Letak Angket

Tata letak angket sangat penting, karena apabila angket baik, maka angket akan:

1. Menjadikan/membuat angket mudah digunakan,

2. Memberikan panduan dan mengingatkan pewawancara

3. Mencegah kebingungan, sebagaimana yang terlihat/ditunjukkan oleh tanggapan pertanyaan,

4. Membuat tidak sebanyak mungkin pertanyaan , jawaban-jawaban atau perintah (instruksi) yang akan menjadikan lupa initi             peretanyaan.

5. Membuat angket mudah pada tahap analisis, pengorganisasian, interpretasi jawaban.

3]   Format angket

Format angket meliputi: ukuran angket, kertas, apa yang harus ditulis pada halaman pertama dan apa yang harus ditulis pada halaman terakhir.  Penjelasannya sebagai berikut

1).  Ukuran angketTidak ada satupun aturan yang mengatakan harus berapa ukuran kertas angket.  Menurut pengalaman, sebaiknya ukuran kertan angket adalah kuarto.

2).  Kertas. Kertas yang digunakan harus yang baik, apalagi bila pengolahan secara manual.

3).  Halaman pertama. Pada halaman pertama yang ditulis adalah:

1]. Di pojok kanan ditulis rahasisa/kovidensi,

2].  Bentuk formulir diberi sandi (kode),

3].  Judul penelitian,

4].  Lembaga yang melaksanakan penelitian,

5].  Sponsor, bila dana diperoleh dari luar.

4).  Halaman terakhir. Pada halaman terakhir yang ditulis adalah:

1]. Bila merupakan wawancara, angket harus ada tanggal dan tandatangan pencatat,

2]. Bila merupakan angket, maka harus ada tandatangan responden

8.7. Pengujian dan Memperbaiki Angket

Sebelum angket disebar ke responden, sebaiknya diuji terlebih dahulu.  Uji-coba dimaksudkan untuk mengetahui aspek-aspek angket yang tidak bekerja dengan baik.  Hal-hal yang perlu diperiksa pada tahap uji-coba adalah.

[1]. Apakah istilah-istilah sudah dimengerti dan tidak membingungkan responden.

[2]. Apakah rumusan-rumusan sudah jelas atau membingungkan.

[3]. Apakah bahasa sudah sesuai.

[4]. Apakah butir-butir pertanyaan cenderung mengundang jawaban yang kurang obyektif.

[5]. Apakah butir-butir pertanyaan terlalu banyak sehingga cendrung dijawab seenaknya.

[6]. Apakah diperlukan penjelasan/petunjuk pengisian sehingga cenderung melahirkan kesalahan dalam pengisian,

[7]. Apakah susunan (konstruksi) terlampau asing sehingga cenderung membingungkan,

[8]. Perintah (instruksi) bagi pewawancara apakah sudah jelas.  Apa yang harus dibaca dan apa yang tidak.

[9]. Urutan pertanyaan apakah sudah diketahui perawancara.

Uji-coba angket dilakukan pada sejumlah responden uji-coba atau mereka yang dapat digolongkan dalam kategori calon responden.  Mereka tidak saja diminta untuk mengisi, tapi mengomentari baik mengenai isi maupun bahasa/redaksi kalimatnya.  Hasil ujicoba angket perlu pula diolah (sandi jawaban, cara mentabelkan, penggunaan tabel dan interpretasi.  Interpretasi berguna untuk melihat hingga mana hasilnya dapat menjawab permasalahan penelitian.  kesemuanya dilakukan untuk memperbaiki (merevisi) angket.  Pada tahap ini ada baiknya dikonsultasikan dengan para ahlinya sehingga hasil perbaikan/revisi benar-benar menghasilkan angket yang berguna, akurat, bisa bicara sendiri, tegas dan dimengerti oleh responden sebagaimana yang dimaksudkan peneliti/ penyusun angket.  Bila angket telah direvisi, barulah pekerjaan menyusun angket selesai.  Berikutnya disebar kerensponden yang sebenarnya.

8.8. Edit dan Tabulasi Data

Bila angket sudah diedarkan dan dikembalikan atau sudah di isi para responden, maka diperlukan untuk di edit dan tabulasi

[1]  Edit data.

1).  Dilakukan apabila ada kekeliruan pencatatan dengan cara:

Tanyakan pada pewawancara,  Tanyakan kembali pada responden, Sesudah itu langsung diperbaiki.

2).  Ditujukan pada catatan yang tidak lengkap, biasanya berasal dari pertanyaan terbuka

3).  Ditujukan pada jawaban yang tidak selaras/sesuai dengan urutan (konsisten) diantara dua atau tiga pertanyaan.

[2]  Tabulasi

Setelah data di edit maka pekerjaan selanjutnya adalah pentabulasian.  Proses pentabulasian tidak dapat dilepaskan dari angket, karena struktur angket yang baik akan memudahkan dalam pengolahan data.  Terdapat dua macam proses tabulasi.

1).  Proses tabulasi yang ditujukan untuk menyusun tabel, memudahkan melihat data secara keseluruhan dan mengolah data (tabel penyajian data) sering juga disebut tabel induk,

2).  Proses tabulasi yang ditujukan untuk analisis, biasanya dilakukan setelah data diolah.  Dari tabulasi ini kemudian dilakukan interpretasi.

Pentabulasian yang paling banyak dilakukan dalam penelitian ilmu sosial adalah tabel kontigensi.  Mengapa tabel kontigensi?  Karena tabel tersebut menggambarkan hubungan bersyarat (kontigen) artinya variabel y terjadi dengan syarat x.

  1. CONTOH MENYUSUN ANGKET

Sebagai contoh; Dalam penyusunan Angket, yang perlu diperhatikan adalah susunannya yaitu terdiri dari: Topik, Masalah, Tujuan, Skedul dan Pertanyaan,

 TopikDisiplin Pengengudi Berlalulintas di Jalan Raya

 MasalahMengapa Pengemudi Memiliki Kesadaran Berdisiplin Lalulintas Rendah

TujuanUntuk memperoleh gambaran tentang

  1. Apakah sarana dan prasarana lalulintas telah memadai,
  2. Apakah penyebab kesadaran penegemudi berlalulintas yang baik masih rendah
  3. Apakah peraturan lalulintas dan sanksinya telah ditegakkan secara tegas.

 Skedul

  1. Nama Lengkap :  ………………………
  2. Jenis Kelamin :  ………………………
  3. Umur :  ………………………
  4. Agama :  ………………………
  5. Pendidikan :  ……………………….
  6. Pekerjaan :  ……………………….
  7. Jenis Kendaraan yang dipakai: …………  umum,   ……………  pribadi
  8. Alamat Rumah :  ……………………….
  9. Alamat Kantor :  ……………………….

Pertanyaan

  1. Anda sebagai seorang pengemudi, apakah yang anda persiapkan sebelum berangkat ………………………………………………………..
  2. Dari mana anda mendapat informasi berlalulintas yang baik …………..………..…
  3. Menurut pendapat anda pelanggan jenis apa yang sering anda temui di jalan raya………………………………………………………
  4. Apakah anda selama mengemudi satu tahu terkhir, pernah melakukan pelanggaran ………………
  1. Kalau ya, pelanggaran jenis apa yang pernah dilakukan………… …………..
  2. Berapa kali pelanggang tersebut dilakukan …………………
  3. Sepengetahuan anda, pada setiap pelanggaran aparat memberi sanksi yang tegas.

Apakah sangsi itu ………………………………………..

  1. Apakah petunjuk/rambu-rambu lululintas yang ada serangan sudah memadai.

Apa alasan ……………………………………………….

  1. Dalam menambah pengetahuan anda tentang berlalulintas yang baik, apakah mudah memperoleh informasi tersebut? ………………………………………..
  2. Kalau ada aparat di tempat, apakah anda ada kecendrungan melanggar ……………

Apa alasan anda ………………………………………………………

Tulisan ini terkait dengan;

ALAT UKUR PENELITIAN https://lizenhs.wordpress.com/2017/06/08/alat-ukur-penelitian/#more-3632

Skala Pengukuran  https://lizenhs.wordpress.com/2017/06/01/skala-pengukuran/#more-3615  dan
EDITING, KODING DAN TABULASI https://lizenhs.wordpress.com/2017/04/27/editing-koding-dan-tabulasi/#more-3564.

PENGOLAHAN, ANALISIS DATA dan INTERPRETASI https://lizenhs.wordpress.com/2020/05/06/pengolahan-analisis-data-dan-interpretasi/#more-4608Tentu sebaiknya keempat tulisan tersebut dibaca, agar lebih lengkap.
Semoga bermanfaat.  Bila anda suka, beritahu teman yaaaa….. !!! Terima kasih atas kunjungan Anda (sahabat) ke Bukik Ranah Ilmu  https://lizenhs.wordpress.com/.


Responses

  1. Reblogged this on Bukik Ranah Ilmu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: