Posted by: lizenhs | April 27, 2017

EDITING, KODING DAN TABULASI

EDITING, KODING DAN TABULASI

Oleh:  Haslizen Hoesin

Pengantar

Para pembaca Bukik Ranah Ilmu yang terhormat, sewaktu saya merapikan tumpukan fotokopi di perpus pribadi, ditemukan tulisan saya berjudul EDITING, KODING DAN TABULASI yang disampaikan pada Pelatihan Analisis Data Penelitian Bagi Tenaga Peneliti Puslitbang Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi. 3 – 9 Januari 1996.  Tulisan ini mungkin (InsyaAllah) bermanfaat juga bagi anda/sahabat pembaca Bukik Ranah Ilmu, apakah yang akan meneliti (sedang mempersiapkan penelitian) atau sedang dilapangan (melakukan/pengambilan/mengumpulkan data).

Jadi tulisan ini ditujukan kepada anda/sahabat Bukik Ranah Ilmu yang mau akan/ sedang melakukan penelitian (atau sedang dilapangan mengambil data).  Mungkin juga yang membaca tulisan ini, orang tua, kakak/adik mahasiswa, sahabat mahasiswa yang akan/sedang mempersiapkan penelitian atau sedang dilapangan.  Beritahulah mereka, siapa tahu dapat membantu/ memperlancar/ memudahkan dalam mengumpulkan, mengolah/analisis data/informasi (mudah-mudahan).  Untuk menambah wawasan tentang data, sebainya baca juga  Mutu Penelitian pada tulisan MENGUKUR PENELITIAN ILMIAH klik disini https://lizenhs.wordpress.com/2013/02/09/mengukur-penelitian-ilmiah/ juga AYO……. CA-LIS-TUNG, BELAJAR DAN MENELITI https://lizenhs.wordpress.com/2008/12/23/ayo-ca-lis-tung-belajar-dan-meneliti/.  Selamat membaca semoga bermanfaat.

Pendahuluan

Apkah anda akan meneliti? atau sedang meneliti? atau sedang mengumpulkan data?  Setelah fase pengumpulan data selesai dilakukan , maka fase selanjutnya adalah fase pengolahan dan interpretasi.  Pada fase ini data/informasi yang telah dikumpulkan melalui observasi,wawancara dan pengisian kuesioner dan/atau pengukuran, diolah dan diinterpretasikan atau ditafsirkan. Pegangan untuk melakukan pengolahan ini tentu telah dirancang sebelumnya, yaitu bab Metoda Penelitian, pada Rancangan Uji Hipotesis atau rumus-rumus matematika (statistika) berdasarkan teori yang digunakan.  Namun sebelum dilakukan analisis data, terdapat beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan .  Secara teknis, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada fase pengolahan dan interpretasi data ini adalah: 1). Pemeriksaan (editing).  2). Pengkodean (Coding) dan 3). Pentabelan (Tabulating).

Ketiga pekerjaan tersebut dilakukan secara berurut sesuai dengan urutan diatas.  Penjelasan setiap pekerjaan itu, uraianya sebagaimana paparan berikut (dibawah) ini.

  1. Pemeriksaan (editing)

Pekerjaan pertama pada fase pengolahan data ialah melakukan  pemeriksaan (editing) terhadap catatan-catatan hasil observasi, wawancara dan pengisian kuesioner.  Yang diperiksa itu ialah kelengkapan materi, kesempurnaan tulisan-tulisan, kejelasan angka-angka, keteptan satuan-satuan dan sebagainya, yang mungkin pada waktu pengumpulan data dilakukan tergesa-gesa.  Pengisian kuesioner tersebut dilakukan oleh peneliti langsung dan/atau pencacah (enumerator), terutama yang harus diperhatikan jika dilakukan oleh responden/informan, atau oleh sumber data lain (bukan oleh peneliti langsung).

Sebaiknya pekerjaan memeriksa (editing) ini dilakukan pada waktu masih dilapangan, (ditempat pengukuran/laboratorium) baik oleh peneliti maupun oleh pencacah (enumerator). Maksudnya, jika ternyata masih terdapat ketidaklengkapan, ketidaksempurnaan, ketidak jelasan atau ketidaktepatan.  Hal itu akan lebih mudah menghubungi responden/informan atau sumber data, untuk memperbaikinya atau melakukan pengukuran ulang. Coba bayangkan jika pekerjaan pemeriksaan itu tidak dilakukan ditempat penelitian.  Bila kemudian terdapat hal-hal yang belum sempurna, terpaksa harus kembali lagi ketempat penelitian (berarti data yang telah dikumpulkan itu, tersebut tidak lengkap tidak bisa digunakan. tidak ikut diolah/ analisis,  terpaksa dibuang). Berarti tenaga dan dana habis, tak berguna/ bermanfaat karena data tidak lengkap atau tidak baik. Lebih parah lagi bila data yang akan diolah itu ditetapkan jumlahnya misal 30 unit (satuan pengukuran). Bila dibuang satu atau dua unit/satuan, berati harus/wajib dilakukan pengukuran lagi kelapangan (karena tak boleh dikarang/ditulis/dikira-kira sendiri). Bila dikarang/ditulis sendiri mutu penelitian akan turun (rendah). baca juga  Mutu Penelitian pada  MENGUKUR PENELITIAN ILMIAH klik disini https://lizenhs.wordpress.com/2013/02/09/mengukur-penelitian-ilmiah/

Jelaslah sekarang bahwa pemeriksaan (editing) terhadap semua hasil pekerjaan lapangan ini mutlak dilakukan, sehingga semua data/informasi  benar-benar siap untuk dilakukan pengolahan (analisis), yaitu sudah tidak terdapat lagi ketidakseragaman  yang sekiranya akan menyulitkan pengolahan dan/atau interpretasi selanjutnya.  Ingat dan camkan baik-baik, bahwa kelengkapan dan kesempurnaan data yang peroleh menentukan mutu penelitian Anda (peneliti). Walaupun kelemahan data Anda (peneliti) itu Anda sendiri yang mengetahui [Anda (peneliti) sendiri menyembunyikan kelengkapan/tak memberi tahu].  Artinya anda memulai kebiasaan buruk yaitu berbohong dan/atau tak bertanggung jawab.  Kebiasaan ini akan terbawa-bawa di kemudian hari saat sudah bekerja.  Apa yang akan terjadi ditempat (perusahan) anda bekerja? Bila data dan hasil pengolahan data itu untuk membuat kebijakan.  Apalagi perusahaan tempat anda bekerja adalah perusahaan sendiri atau perusahaan anda sendiri. Jawabannya , Anda sendirilah menjawabnya dengan jujur.

  1. Pengkodean (Coding)

Pengkodean (coding) adalah memberikan kode-kode  atau tanda-tanda terhadap catatan–catatan observasi, wawancara dan kuesioner beserta isi/jawaban- nya.  Kode itu dapat berupa huruf, angka-angka untuk nomor ataupun untuk nilai, lambang-lambang dan sebagainya.  Maksud pengkodean ini adalah untuk mempermudah pengolahan (analisis) data, terutama  jika data/informasi itu dianalisis melalui table-tabel (analisis).

Terdapat dua pekerjaan pemberian kode:  Pertama, pemberian kode pada catatan dan/atau  isi kuesioner; Kedua, pemberian kode pada isi catatan-catatan dan/atau  isi kuesioner (pada informasi).  Kedua cara ini secara terperinci, penjelasannya sebagai berikut:

3.1. Pemberian kode pada Catatan/Kuesioner

Catatan-catatan atau kuesioner yang berasal dari sejumlah responden/informan atau  sumber data lain, perlu disusun untuk kepentingan analisis.  Susunan ini perlu diberi tanda untuk menyatakan urutan susunan.  Tanda-tanda yang biasanya digunakan untuk maksud tersebut, ialah angka-angka nomor dan disertai tanda-tanda lain untuk menyatakan golongan/kategori/klasifikasi sumber data, tempat dan bentuk catatan  data/informasi (observasi, wawancara dan kuesiner). Biasanya tanda-tanda ini sudah disediakan pada sampul catatan.

3.2.  Pemberian Kode pada Data/Informasi

Selain bentuk/kuesioner yang diberi kode-kode dengan penomoran  data/informasi (isi catatan kuesioner) biasanya diberi kode-kode tertentu.  Seperti alternatif –alternatif pada bangunan pertanyaan terbuka, baik singkat maupun terurai diberi kode.

Untuk memberi kode-kode terhadap data/informasi berupa jawaban singkat atau terurai, maka terlebih dahulu jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang sama, baik kualitatif maupun kuantitatif, dari seluruh sumber data pada setiap macamnya, disemua tempat penelian, dirumuskan menurut macam, golongan atau klasifikasi jawaban.  Kemudian setiap macam, golongan atau klasifikasi jawaban dari pertanyaan yang sama itu diberi kode-kode tertentu.  Macam kodenya untuk macam data atau golongan  jawaban, biasanya dengan abjad (huruf cetak), sedangkan  untuk klasifikasi jawaban  dengan angka (baik angka Arab maupun Rumawi).  Boleh juga dalam bentuk lain, asalkan  konsisten.

Berkenaan dengan pemberian kode dengan angka harus waspada, sebab angka ada dapat berfungsi sebagai petunjuk nomor susunan (nomor urut), sebagai petunjuk nilai (perbandingan) dan sebagai petunjuk pangkat atau tingkatan (rank).  Kewaspadaan  dalam analisis, adalah: bahwa hanya angka petunjuk nilai (perbandingan) saja, yang dapat  diperhitungkan, sedangkan angka bila sebagai petunjuk susunan (nomor urut) dan pangkat (rank), tidak dapat diperhitungkan.

Ranking hanya diperhitungkan dalam analisis korelasi non-parametrik pada analisis uji hipotesis ordinal.  Oleh karena itu perlu diperhatikan agar tidak membingungkan pada analisis nanti, sebaiknya kode angka untuk menunjukkan  pangkat (rank) dibedakan dengan untuk menunjukkan nilai (perbandingan), misalnya dengan angka Romawi.

  1. Pentabelan (Tabulating)

Jika pemeriksaan (editing) dan pengkodean (coding) merupakan langkah-langkah dalam mempersiapkan data/informasi yang akan diolag/dianalisis, maka pentabelan (tabulating) merupakan langkah mempersiapkan alat untuk mengolah/menhanalisis data/informasi yang telah diperiksa dan diberi kode-kode.  Dilihat dari segi pekerjaannya terdapat dua fase pekerjaan, yaitu: pertama, merancang tabel atau analisis dan kedua, mengisi (entry) atau memindahkan (transfer) data/informasi dari catatan-catatan observasi/interview dan kuesioner kedalam tabel analisis yang telah  dipersiapkan.

Sebenarnya bila diperhatikan dengan saksama, terdapat dua macam tabel analisis yang perlu dirancang, yaitu: Tabel induk (Main Table) dan Tabel Kerja (Working Table).  Tabel Induk adalah tabel  analisis untuk data/informasi yang diperoleh langsung dari sumbernya (Responden dan/atau informan dari lapangan) menurut kesatuan unit analisis.  Hasil analisisnya berupa deskripsiDeskripsi dan generalisasi-generalisasi setiap kesatuan unit analisis.

Tabel Kerja adalah table analisis deskripsi-deskripsi dan generalisasi setiap kesatuan  unit analisis.  Hasil analisisnya berupa deskripsi-deskripsi dan generalisasi generalisasi setiap kesatuan analisis itu.  Hasil analisisnya berupa deskripsi-deskripsi dan generalisasi-generalisasi suatu univer yang dibangun oleh kesatuan-kesatuan unit.

Jadi perbedaan tabel induk dan tabel kerja sebenarnya tidak ada kecuali pada fungsi baris tabel.  Jika tabel induk, baris tabel berfungsi untuk sumber data (Responden/ Informan) satu kesatuan unit analisis, sedangkan baris tabel kerja berfungsi untuk kesatuan unit analisis satu universal.  Tabel induk, baris tabel berfungsi untuk pengolahan/analisis data/informasi dari setiap sumber data, sedangkan Tabel kerja  berfungsi untuk interpretasi dan pembahasan pada laporan penelitian, oleh karena itu Tabel kerja disebut juga tabel teks.

Setelah diketahui kedua pengertian table-tabel analisis tersebut dengan fungsi-fungsinya.  Pekerjaan selanjutnya adalah membuat tabel-tabel dan mengisi (entry) atau memindahkan (transfer) data/informasi ke table analisis tersebut (yang telah dibuat).

Semoga bermanfaat.  Bila anda suka, beritahu teman yaaaa !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: