Posted by: lizenhs | January 13, 2017

MENGAPA MUTU dan BERMUTU ITU PENTING BAGI PERUSAHAAN ?

MENGAPA MUTU dan BERMUTU ITU PENTING BAGI PERUSAHAAN ?

oleh: Haslizen Hoesin

  1. PENGANTAR

Ya …… MENGAPA MUTU dan BERMUTU ITU PENTING BAGI PERUSAHAAN ? Apakah  itu bisnis/usaha Makanan, Pakaian, Mebel, Percetakan, Produk-produk Pertanian (buah-buahan, umbi-umbian dll) Toko/warung kelontong maupun Usaha-usaha lainnya.  Ingat, bahwa  mutu menentukan maju – mundur  suatu bisnis/usaha.  Jangan buat (jadikan) konsumen kecewa, agar usaha tidak hancur di suatu hari nanti. Supaya  konsumen tidak kecewa, perlu dipahami bagaimana “pengalaman” konsumen tentang produk artinya memahami persepsi konsumen terhadap (mutu) produk (barang dan jasa) yang diterimanya. Bila konsumen kecawa, mereka akan meninggalkan produk usaha anda. Mereka (pelanggan) juga akan memberi tahu tetangga dan teman-temannya tentang kekecewaan itu.  Juga sebaliknya bila pelanggan puas, mereka juga memberitahu kepada tetangga dan teman-temannya tentang produk tersebut.

Sebagai awal pemahaman tentang Konsumen dan Produk, baca: PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP MUTU PRODUK https://lizenhs.wordpress.com/2014/12/20/persepsi-konsumen-terhadap-mutu-produk/#more-2461

Para sahabat pengunjung/pembaca BRI yang terhomat.  Tulisan yang sedang sahabat BRI baca ini ditulis berdasarkan pengamatan terhadap beberapa teman/sahabat pengusaha/pebisnis yang saya (lizen) temui, membaca Tugas, Skripsi mahasiswa IKOPIN dan buku Manajemen (Produksi, Mutu, Pemasaran, Keuangan, Sumberdaya Manusia, Wirausaha, Koperasi dll).  Selamat membaca, semoga bermancaat.

  1. ORGANISASI/PERUSAHAAN HARUS BERMUTU KARENA

“MUTU” atau “BERMUTU” sesuatu hal yang sangat penting bagi suatu Organisasi atau Perusahaan.  Organisasi atau perusahan harus bermutu, karena: 1. Merupakan Citra (Reputasi)  Perusahaan;  2. Penurunan Biaya;  3. Peningkatan Pasar dan  4. Pertanggung Jawaban Produk.  Mengenai  Mutu dan Bermutu, sebagai pemahaman awal  baca APAKAH MUTU Dan BERMUTU ITU? https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/apakah-mutu-dan-bermutu-itu , kemudian mengenai mutu produk petanian baca: Manajemen Mutu: Sortasi, Grading dan Simplisia https://lizenhs.wordpress.com/2015/10/24/manajemen-mutu-sortasi-grading-dan-simplisia/ dan PENERAPAN SORTASI, GRADING dan SIMPLISIA untuk PRODUK PERTANIAN https://lizenhs.wordpress.com/2015/11/14/penerapan-sortasi-grading-dan-simplisia-untuk-produk-pertanian/

2.1. REPUTASI (CITRA) PERUSAHAAN
Sebelum membahas Reputasi dan Citra Perusahaan. Dipahami terlebih dahulu Reputasi atau Citra.

Secara umum Reputasi itu berarti sama dengan citra. Citra dan Reputasi didefinisikan sebagai a picture of mind, yaitu suatu gambaran yang ada di dalam benak seseorang.  Secara terperinci baca dibawah tulisan ini pada PENJELASAN (5.1. CITRA dan REPUTASI)

Dari pengertian diatas, reputasi (citra) diartikan sebagai nama baikNama baik tersebut disematkan oleh orang lain yaitu sipemberi nilai.  Dengan kata lain, “reputasi baik atau buruk” bukan dari pembuat kegiatan tapi orang lain diluar organisasi atau perusahaan, yaitu yang menilai setelah melihat hasil perbuatan. Sekarang apakah yang dimaksud reputasi (citra) suatu perusahaan/organisasi.

Perusahaan atau organisasi penghasil suatu produk (barang atau jasa) yang bermutu (berkualitas) akan mendapat predikat sebagai organisasi yang mengutamakan mutu.  Oleh karena itu, perusahaan atau organisasi yang bermutu, dikenal oleh masyarakat luas dan mendapat nilai “LEBIH” dimata masyarakat.  Karena nilai LEBIH itulah maka perusahaan atau organisasi mendapat kepercayaan  masyarakat, sebagai Reputasi atau Citra.

2.2. PENURUNAN BIAYA
Biaya adalah suatu komponen yang berperan dalam membuat produk. Selain Biaya Produksi, sekarang dikenal Biaya Mutu. Mengenai Biaya Mutu sebagai pengetahuan awal baca: Biaya Mutu (Cost of Quality): PENGERTIAN DASAR BIAYA MUTU. https://lizenhs.wordpress.com/2016/12/27/biaya-mutu-cost-of-quality-pengertian-dasar-biaya-mutu/#more-3357

Mengenai Biaya dapat ditinjau dari dua Paradigma yaitu Lama dan Baru.

Apa itu ParadigmaParadigma adalah kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subjektif seseorang – mengenai realita – dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu. Penjelasan lebih luas tentang Paradigma baca dibagian bawah tulisan ini pada Penjelasan. (5.2.  PARADIGMA)

2.2.1. Paradigma Lama

Bila ingin menghasilkan produk yang bermutu, maka selalu membawa dampak pada biaya (peningkatan).  Suatu produk yang bermutu selalu identik dengan harga mahal.  Padahal pada era saat ini, tuntutan pasar sudah berbeda, masyarakat hanya akan membeli produk yang memang sesuai dengan kebutuhan dan berharga murah, namun tidak mengurangi mutu.

2.2.2. Paradigma Baru
Produk (barang atau jasa) yang dihasilkan tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi, tetapi dapat menghasilkan produk yang bermutu, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut sudah berorientasi pada ”CUSTOMER  SATISFACTION” produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.  Apa yang dimaksud dengan CUSTOMER  SATISFACTION . Yaitu berorientasi pada pelanggan yang mengacu pada:  ”Focus pada pelanggan, baik internal maupun external

Tujuan utamanya adalah : 1).  Komitmen terhadap mutu dalam jangka panjang;  2).  Mengadakan perbaikan terus menerus dan berkesinambungan.

Mutu mencakup semua segi dalam bisnis, termasuk mutu pelayanan, jadi bukan pada mutu produk (barang/jasa) saja.

Sedangkan mutu pelayanan  sasarannya adalah kepuasan pelanggan mencakup pelanggan luar [(ultimate users) disebut juga pelanggan eksternal] dan pelanggan dalam [(next process) disebut juga pelanggan internal], sebab tidak dapat diharapkan pelanggan dalam yang tidak puas secara berkelanjutan, untuk memuaskan pelanggan luar.  Untuk mencapai sasaran tersebut, pembinaan pelayanan diberikan pada karyawan (pelanggan Internal) baik yang berhubungan langsung dengan pelanggan (Customer service) maupun yang melaksanakan proses (jajaran karyawan) dan pimpinan.  Mereka perlu pembinaan dengan tujuan agar “mutu pelayanan antar bagian/karyawan” akan menunjang “pelayanan keluar”.  Sasaran pelayanan tidak sekedar meniadakan keluhan (complaint) atau memuaskan pelanggan, bahkan lebih dari itu (beyond customer satisfaction), oleh karena itu upaya perusahaan untuk memuaskan tidak semudah seperti yang diperkirakan.

Pencapaian hal tersebut diatas perlu komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan untuk membangun budaya pelayanan (service culture) dalam organisasi dengan pendekatan yang lebih, dari pada sekedar pelatihan bagi customer service.

Dengan demikian tidak ada pemborosan yang terjadi yang harus dibayar mahal oleh perusahaan.  Sehingga pendapat “Quality Has No Cost” dapat dicapai dengan tidak menghasilkan produk yang tidak dibutuhkan oleh pelanggan.

2.3. PENINGKATAN PASAR
Peningkatan pasar artinya Pangsa Pasar (Market share) meningkat, bila minimasi biaya tercapai, artinya harga dapat ditekan, dengan mutu tetap menjadi yang utama. Hal inilah yang mendorong konsumen untuk “membeli” dan “membeli lagi produk” tersebut dan mengajak teman-teman konsumen yang lain membeli. Itulah penyebab pangsa pasar meningkat.

Apa itu Pangsa Pasar (Market share)?  Pangsa Pasar (Market share) yaitu: Besarnya bagian pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan dari seluruh potensi jual; biasanya dinyatakan dalam pensentase.   Dengan kata lain penguasaan suatu produk terhadap pasar atau besarnya jumlah produk yang diminta  di hasilkan oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan jumlah permintaan di pasar.

2.4. PERTANGGUNG JAWABAN PRODUK
Dengan selalu menjaga minimasi biaya dengan mutu yang tetap terjaga, maka perusahaan akan tampak semakin bertanggung jawab terhadap proses dan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.  Pelanggan akan menaruh rasa percaya dan semakin menanti produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

  1. DAMPAK DARI MUTU PRODUK YANG BAIK

1). Meningkatkan laba perusahaan.  2). Meningkatkan market share dan mempercepat tingkat pengembalian  investasi.  3). Memberi dampak terhadap penghematan luas lantai persedian.

Hambatan keberhasilan suatu kegiatan/usaha dapat dilalui. Intinya adalah berani dan jangan takut mencoba yang terbaik.  Artinyajangan buat produk murah bermutu jelek”. Mutu menentukan kemajuan dan kemunduran suatu bisnis/usaha. Jangan buat konsumen kecewa, agar usaha tidak hancur di suatu hari nanti. Agar konsumen tidak kecewa perlu dipahami  bagaimana  “pengalaman” konsumen tentang produk. Dalam bentuk lain dikatakan  Persepsi Konsumen Terhadap Mutu Produk. Mengenai pengalaman konsumen tentang produk sebagai awal pemahaman, baca: PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP MUTU PRODUK https://lizenhs.wordpress.com/2014/12/20/persepsi-konsumen-terhadap-mutu-produk/#more-2461

Selain mutu dan bermutu,  Manajemen  juga penting bagi  Organisasi atau Perusahaan, berikut Fungsi-fungsi Manajmen untuk menjalankan kegiatan  Organisasi atau Perusahaan.  Mengenai Manajemen baca pada https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/23/manajemen/  dilanjutkan dengan Fungsi–Fungsi Manajemen  https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/23/fungsi-fungsi-manajemen/

4. PENUTUP

Jika sebuah perusahaan ingin tetap eksis dan terus berkembang, maka harus menganut “New Paradigma”, yaitu Customer Satisfaction yang berorientasi pada pelanggan yang mengacu pada: ” Focus pada pelanggan, baik internal maupun external ”   Tujuan utamanya adalah :  1). Komitmen terhadap mutu dalam jangka panjang;  2). Mengadakan perbaikan terus menerus dan berkesinambungan.
Mutu mencakup semua segi dalam bisnis, termasuk mutu pelayanan, jadi bukan hanya pada mutu produk (barang/jasa) saja.
Sedangkan mutu pelayanan  dengan sasarannya adalah kepuasan pelanggan, yang mencakup pelanggan luar [(ultimate users) disebut juga pelanggan eksternal] dan pelanggan dalam [(next process) disebut juga pelanggan internal], sebab tidak dapat diharapkan dari pelanggan dalam yang tidak puas secara berkelanjutan untuk memuaskan pelanggan luar.  Untuk mencapai sasaran tersebut, pembinaan pelayanan diberikan pada karyawan (pelanggan Internal) baik yang berhubungan langsung dengan pelanggan (Customer service) maupun yang melaksanakan proses (jajaran karyawan) dan pimpinan.  Mereka perlu pembinaan dengan tujuan agar “mutu pelayanan antar bagian/karyawan akan menunjang pelayanan keluar“.  Sasaran pelayanan tidak sekedar meniadakan keluhan (complaint) atau memuaskan pelanggan, melainkan lebih dari itu (beyond customer satisfaction), oleh karena itu upaya perusahaan untuk memuaskan tidak semudah seperti yang diperkirakan.

Pencapaian hal tersebut perlu komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan untuk pembangun budaya pelayanan (service culture) dalam organisasi dengan pendekatan yang lebih dari pada sekedar pelatihan bagi customer service.

5. PENJELASAN

5.1. CITRA dan REPUTASI

5.1.1. Citra

Citra atau reputasi didefinisikan sebagai “a picture of mind”,  yaitu suatu gambaran yang ada di dalam benak seseorang.

Menurut KBBI, citra/cit•ra/ kl n 1, rupa; gambar; gambaran; 2 Man. gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk;

Citra dapat berubah menjadi buruk atau negatif, apabila kemudian ternyata tidak didukung oleh kemampuan atau keadaan yang sebenarnya.

Pengertian umum dari citra adalah hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan dan disimpan dalam benak seseorang.

Citra itu dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.

Citra dapat berjalan stabil dari waktu ke waktu tapi sebaliknya bisa berubah secara dinamis, karena diperkaya oleh jutaan pengalaman dan berbagai jalan pikiran asosiatif.

Setiap orang melihat citra dari satu objek berbeda-beda, tergantung pada persepsi yang ada pada dirinya mengenai objek tersebut atau sebaliknya citra bisa diterima relatif sama pada setiap anggota masyarakat, ini yang biasa disebut opini publik.

5.1.2. Reputasi

Reputasi menurut KBBI, reputasi/re•pu•ta•si/ /réputasi/ n perbuatan dan sebagainya, sebagai sebab mendapat nama baik; nama baik: — nya dalam gelanggang bulu tangkis dikenal di seluruh dunia; — nya sebagai pemain tinju cukup membanggakan hati penggemarnya. Bila diringkas  Reputasi adalah nama baik.  (KBBI, terbitan Dept. Pendidikan dan Kebudayaan  bersama Balai Pustaka, 1994). Dalam kamus tersebut dijelaskan, bahwa untuk mendapatkan nama baik maka harus melakukan perbuatan yang baik dan positif.

Lebih terperinci: Apa yang dimaksud dengan reputasi? Seperti apa definisi reputasi?  Dari buku, pengertian dan definisi tentang reputasi, banyak sekali. Contoh: Reputation: the opinion that people in general have about what samebody/something is alike. (OXFORD Advanced Learner’s Dictionary, 1995) Terjemahan bebasnya: Pendapat orang-orang pada umumnya tentang apa atau bagaimana seseorang/sesuatu diserupakan atau disamakan.

Berdasarkan kamus  dan buku, reputasi diartikan sebagai nama baik.  Nama baik tersebut disematkan oleh orang lain yaitu yang memberikan penilaian. Dengan kata lain, ‘reputasi baik’ bukan dari yang membuat kegiatan, tapi dari orang lain yang menilai setelah melihat perbuatan/hasil pekerjaan. Sekarang kembali ke REPUTASI (CITRA) PERUSAHAAN.

5.2.  PARADIGMA

5.2.1. Pengertian/Definisi Paradigma

Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.

Paradigma adalah kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangan sehingga akan membentuk citra subjektif seseorangmengenai realita” dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu.

Secara etimologis paradigma berarti model teori ilmu pengetahuan atau kerangka berpikir. Sedangkan secara terminologis paradigma berarti pandangan mendasar para ilmuan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan.  Jadi, paradigma ilmu pengetahuan adalah model atau kerangka berpikir beberapa komunitas ilmuan tentang gejala-gejala dengan pendekatan fragmentarisme yang cenderung terspesialisasi berdasarkan langkah-langkah ilmiah menurut bidangnya masing-masing.  Sekarang kembali ke Paradigma Lama dan ParadigmaBaru

Tulisan ini terkait dengan Tiga Keahlian + Satu Memahami Harus Ada Bagi Pebisnis/Pengusaha  https://lizenhs.wordpress.com/2017/01/13/tiga-keahlian-satu-memahami-harus-ada-bagi-pebisnispengusaha/

Terimakasih atas kunjungan anda semoga bermanfaat.  Bila anda suka beritahu yang lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: