Posted by: lizenhs | December 29, 2016

Biaya Mutu (Cost of Quality): PETA KENDALI, BIAYA PRODUKASI DAN BIAYA MUTU

Biaya Mutu (Cost of Quality):

PETA KENDALI, BIAYA PRODUKASI DAN BIAYA MUTU

Oleh: Haslizen Hoesin

  1. KATA PENGANTAR

Pada suatu diskusi (ngobrol santai) kelompok kecil (beberapa teman), diketahui bahwa penafiran teman-teman tercampur antara biaya membuat  produk dengan biaya memperbaiki produk yang sudah jadi/terjual (karena  tak sesuai dengan mutu harapan konsumen).

Tulisan PETA KENDALI, BIAYA PRODUKASI DAN BIAYA MUTU ini adalah satu dari lima tulisan tentang Biaya Mutu (Cost of Quality) sebagai jawaban pertanyaan teman-teman secara tertulis dari diskusi kelompok kecil (ngobrol santai) mengenai biaya membuat/menghasilkan produk untuk suatu mutu tertentu dari kegiatan USAHA.  Semua yang dibahas pada kelompok kecil tersebut sudah pernah saya tulis dalam bentuk modul, sebanyak delapan (8), yang disampaikan pada suatu pelatihan Biaya Mutu (Cost of Quality) 31 Juli – 3 Agustus 2006.  Sebelum melanjutkan membaca PETA KENDALI, BIAYA PRODUKASI DAN BIAYA MUTU baik dibaca terlebih dahulu PENGERTIAN DASAR BIAYA MUTU  https://lizenhs.wordpress.com/2016/12/27/biaya-mutu-cost-of-quality-pengertian-dasar-biaya-mutu/#more-3357

Untuk Bukik Ranah Ilmu (BRI), paparan mengenai Biaya Mutu lima (5) tulisan, yaitu: Pengertian dasar biaya Mutu; Penetapan Sasaran Perbaikan Mutu;  Strutur Biaya mutu;  Mengukur Biaya Mutu dan  Peta Kendali, Biaya Produkasi dan Biaya Mutu.  Selamat membaca.  Semoga bermanfaat.

  1. PENDAHULUAN

Dalam biaya mutu, dibahas juga Peta Kendali, dari peta kedali dapat diketahui bila dikatakan termasuk Biaya Produksi (proses produksi) dan/atau Biaya mutu.  Pengertian mengenai biaya ini sering rancu, untuk itulah pemaparan dibawah ini ditulis.

  1. APAKAH PETA KENDALI?

Dari sekelompok data ingin diketahui lebih banyak tentang sifat perubahan data yang terjadi selama perioda tertentu dalam bentuk dinamis.  Ini berarti: 1). Bahwa tidak hanya melihat apa yang berubah selama perioda tersebut, dan 2). Mempelajari dampak berbagai faktor dalam proses yang berubah dalam waktu tersebut.

Jadi bila bahan, pekerjaan atau metoda kerja atau peralatan  berubah selama perioda waktu tersebut, dapat diketahui  melalui produk yang dihasilkan proses, yaitu dengan pencacatan.   Beberapa cara yang ada, untuk mengetahui bagaimana  proses berjalan dalam satu perioda waktu  tertentu, satu diantara beberapa cara adalah dengan menggunakan grafik.

  1. PENYAJIAN DATA DAN TIPE PETA KENDALI

Dari sekumpulan data, bila ingin mendapatkan informasi mutu produk, terdapat beberapa cara dapat dilakukan.  Cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan memetakan (ploting) data dalam arah waktu, histogram, poligon frekuensi atau polygon yang dimuluskan.  Menampilkan kumpulan (set) data dalam histogram atau polygon memberikan informasi mengenai identifikasi lingkungan permasalahan , bukan dalam bentuk pergerakan.  Peta pencar meskipun dapat memberikan informasi pergerakan data, tapi tidak memperlihatkan titik-titik apakah dalam pergerakan  normal atau tidak atau apakah berada dalam suatu batas tertentu.

Menyajikan sekumpulan pergerakan data apakah dalam keadaan normal atau tidak, satu diantara dari berbagai cara yang dilakukan adalah dengan bantuan statistika: dalam bentuk angka statistik (rata-rata dan simpangan baku).  Bila data itu adalah dari suatu produk hasil proses produksi, maka:

Pertama angka statistik rata-rata dapat dijadikan garis tengah dan simpangan baku untuk garis batas.

Kedua data statistik dapat digambarkanGambar itu disebut disebut Peta Kendali.

Peta Kendali, pada pengendalian mutu proses produksi, memiliki garis-garis yang mengambarkan  keadaan proses dalam pergerakan waktu.  Garis-garis tersebut pada peta Kendali terdiri dari tiga garis datar (horizontal) yaitu Garis Tengah atau Pusat (rata-rata) dan dua garis batas ( ± tiga simpangan baku) yang disebut Batas Kendali Atas – BKA (Upper Control Limit – UCL) dan Batas Kendali Bawah – BKB (Lower Control Limit – LCL).  Garis-garis batas-batas tersebut , disebut batas kendali.

Pada peta kendali, kumpulan data yang diperoleh dari pengamatan/pengukuran dilapangan, disusun ke dalam suatu kelompok data yang disebut subgroup.  Pada peta setiap titik mewakil subgroup.  Setiap titik pada  grafik akan mengidentifikasikan  dengan tepat dari proses di mana data diambil.

Tujuan menggambakan peta kendali adalah untuk menetapkan  apakah setiap titik pada grafik bersifat normal atu tidak, sehingga diketahui perubahan yang terjadi pada/dalam proses.

  1. MENGUKUR DAN MENGHITUNG

Untuk membuat peta kendali dilakukan pengukuran dan menghitung. Apa definisi/pengertian menghitung dan mengukur? Apa perbedaannya?

1). Mengukur adalah kegiatan yang bertujuan untuk mendapat gambaran tentang dimensi/bentuk suatu objek.

Contoh sebuah lemari :” panjang, lebar , tinggi berat, tahun pembuatan, atau ukurlah berapa lama dibuat atau sampai bila diantarkan dari produsen ke konsumen!”

2). Menghitung adalah kegiatan untuk menghubungkan data – data hasil pengukuran. out put dari perhitungan,  bisa dipakai untuk pengukuran karakteristik suatu objek, contoh : Panjang dan lebar suatu objek persegi panjang, diperoleh Panjang 12 cm dan lebar 7 cm.  Ini hasil mengukurBila luas adalah  hasil menghitungang.  Luas = 12 x 7 cm^2 = 84 cm^2.

Menghitung juga dilakukan pada suatu objek, misal pada pisang yang sudah matang terdapat bintik-bintik hitam, untuk mengetahui jumlah bintik-bintik hitam pada pisang, dilakukan dengan menghitung.

Dari data panjang dan lebar dan mengetahui luas, maka dapat dibayangkan atau dibandingkan bentuk besarnya objek tersebut.  Disini hasil perhitungan adalah pengukuran.

Jadi.  Menghitung berdasarkan bilangan asli : mulai dari 1, 2, 3, dst., sedangkan  Mengukur berdasarkan bilangan cacah: mulai dari angka 0, 0.1, 0.2, dst. Misalnya mengukur panjang 1 cm, maka ditambah dengan mulai dari angka 0 sampai angka 1.  Misal 1.05 cm atau 1.5 cm dll.  Hasil mengukur dan/atau menghitung disebut data.

  1. TIPE PETA KENDALI

Peta kendali terdiri atas beberapa bentuk/model, sesuai dengan macam data yang dikumpulkan.  Data yang dikumpulkan dibedakan dalam dua kategori yaitu:  diukur dan dihitung. 1).   Hasil pengukuran, seperti panjang, berat, tekanan, persentase dll. yang disebut data berkesinambungan  (kontinyu – kontinu). Data Ukur disebut juga Variabel  (variable). 2).   Hasil menghitung, seperti jumlah rusak atau cela/cacat, yang disebut data hitung (terputus-putus – diskrit) disebut juga bilangan asliData hitung disebut juga Atribut (attribute).

Peta kendali didasarkan pada kedua kategori data tersebut tentu berbeda.  Peta kendali disebut juga “analisis proses”.

  1. Tipe data dan peta kendali

Tipe data dan peta kendali adalah sebagai berikut:

1].  Tipe data Kontinyu,  peta kendalinya adalah: 1). Peta  x – R (rata-rata dan rentang); 2). Peta R dan 3). Peta  x.

2]. Tipe data Diskrit, peta kendalinya adalah: 1). peta p dan np (ketidaksesuaian tolak dan rusak).  2).  Peta c dan u (ketidaksesuaian  atau  cacat terima).

Dari beberapa peta kendali yang dikemukakan diatas yang dibahas pada paparan ini beberapa saja, yaitu peta x – R, p, np, u dan c.

1). Peta kendali x – R, peta kendali ini digunakan untuk mengendalikan proses  dengan data bersifat kontinyu (seperti panjang, berat, konsentrasi, tekanan dll).

2).  Peta x, Peta kendali ini digunakan untuk data selang waktu lama atau subgroup data yang tidak efektif dengan data bersifat kontinyu.  Bila tidak terdapat subgroup, nilai rentang R tidak dapat dihitung, diganti dengan rentang Rs

3).  Peta p dan np, Peta kendali ini digunakan bila data dengan jumlah satuan (unit) rusak, data bersifat diskritRusak kadang-kadng disebut juga cacat tolak.

4).  Peta c dan u, Peta kendali ini didunakan bila data ketidaksesuaian  produk seperi gores dll, data bersifat diskrit. Ketidaksesuaian  ini sering dikatakan cacat terima.

  1. BENTUK PETA KENDALI

Peta kendali terdiri dari sumbu datar dan sumbu tegak.  Sumbu datar menyatakan waktu (jaraknya sama) dan sumbu tegak menyatakan nilai dan terdapat tiga garis sejajar dengan sumbu sumbu datar yaitu garis tengah dan dua garis batas kendali (batas kendali atas dan batas kendali bawah).  Baca kembali  4. PENYAJIAN DATA DAN TIPE PETA KENDALI

  1. MEMBUAT PETA KENDALI

Secara umum membuat peta kendali terdiri dari beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut berkisar antara sembilan sampai sepuluh.  Pada paparan ini hanya lima (5):

1).  Kumpulkan data, susun dalam berkelompok-kelompok kecil (subgroup), dengan ukuran sampel n ( n menyatakan ukuran subgroup, gunakan ganjil) pada lembar data.

2).  Subgrup minimal 20, banyak sugkrup dinyatakan dengan k. ( k menyatakan ukuran subgroup, gunakan ganjil) pada lembar data.

3).  Hitung rata-rata mengikuti rumus untuk masing-masing Peta Kendali nisbah p, atau rata-rata np, u, c. ,

4).  Hitung batas kendali atas dan bawah.

5).  Lakukan langkah berikutnya mengikuti rumus masing-masing peta kendali.  Jumlah langkah selanjutnya tergantung pada rumus yang dipakai, sehingga didapat garis tengah, batas atas dan batas bawah.

Setelah didapat garis tengah, batas atas dan batas bawah , buat peta kendali.  Langkah-langkah tersebut dapat sampai sembilan atau sepuluh.  Baca kembali  4. PENYAJIAN DATA DAN TIPE PETA KENDALI

  1. Menggunakan Peta Kendali, Pengertian Biaya mutu dan Biaya Produksi

Langkah-langkag dasar yang harus diambil dalam menggunakan peta kendali proses produksi adalah:

1).  Pilih item yang akan dikendalikanTentukan permasalahan apa yang akan dibahas dan apa tujuannya.  Berdasarkan pada ketentuan permasalahan , data dan peta kendali apa yang diperlukan. Apakah peta kendali x – R, x, p, np, c atau u, untuk menganalisis proses.

2).  Putuskan peta kendali yang akan digunakan, didasarkan pada permasalahan  dan data (butir 1). Peta kendali apa yang cocok dengan permasalahan.  Apakah peta kendali x – R, x, p, np, c atau u.

3).  Setalah dilakukan pemilihan, ambil data  ambil data untuk selang waktu tertentu atau data masa lalu bila ada.  Olah data dan buat peta kendali, kemudian perhatikan peta kendali.  Apakah sebaran titi-titik (data) pada peta kendali normal atau tidak normal, meskipun berada dalam batas kendali atas dan bawah, atau apakah berada diatas dan/atau dibawah batas kendali.  Bila terdapat titik-titik (data) yang tidak normal atau berada dikeluar batas kendali, selidiki penyababnya dan ambil tindakan.  Gunakan Diagram Sebab-akibat untuk  mengetahui penyebab ketidak normalan atau berada diluar batas kendali.

4).  Lihat hasil pemetaan, apakah produk memenuhi kriteria (standard) yang telah ditetapkan.  Lakukan tindakan untuk mengendalikan proses produksi dan buat kesimpulan.  Berdasarkan kesimpulan tersebut, susun atau standardkan metoda kerja atau ubah bila diperlukan atau susun metoda baru, sehingga diperoleh standard metoda kerja baru.

5). Ambil data baru berdasarkan standard metoda kerja yang ditetapkan.  Buat peta kendali yang baru, lakukan perbandingan sejauh mana perbaikan  yang terjadi berdasarkan standard kerja baru tersebut.  Bila terjadi ketidak normalan, selidiki penyebabnya sesegera mungkin dan ambil tindakan yang tepat.

6). Semua kegiatan untuk mengendalikan proses produksi  ke kriteria (mutu) produk yang sesuai dengan harapan konsumen akan terjadi pengeluaran biaya. disebut Biaya Proses produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi keinginan konsumen  bila terjadi ketidaksesuaian dengan keinginan konsumen disebut biaya mutu.

7). Biaya yang terjadi (muncul) karena proses produksi  berjalan tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.  Biaya yang dikeluarkan membuat produk sesuai dengan  kriteria (mutu) yang diharapkan  konsumen/pelanggan disebut biaya produksi.

8). Pahami dengan baik mana biaya produksi dan mana biaya mutu dalam membuat produk yang sesuai dengan kriteria konsumen.  Coba lakukan pemisahan.

9).  Bila dilakukan pemahaman penyebab proses tidak normal dan tidak terkendali, maka peta kendali yang dibuat memberikan manfaat atau tidak sia-sia.

  1. Penutup

Menghilangkan biaya mutu

Berdasarkan paparan diatas maka upaya untuk menghilangkan biaya mutu. Urutannya dalam bentuk langkah-langkah sebagai berikut: 1).  Menyusun prosedur-prosedur untuk menentukan bagaimana tugas-tugas dilaksanakan; 2).  Pengendalian proses produksi;  3).  Penyesuaian  perlengkapan uji untuk memastikan bahwa produk sesuai dengan spesifikasi  yang dirancang sesuai dengan kriteria/keinginan konsumen; 4).  Pelatihan dan pendidikan para pegawai/pekerja sehingga mereka memahami tugas-tugas yang harus dilaksanakan;  5).  Merawat peralatan proses produksi; 6).  Merencanakan proses untuk menjamin mutu;  7).  Bekerja sama dengan pemasok untuk memperbaiki mutu barang yang dipasok

  1. Pustaka

Hoesin, Haslizen (1994). “Petunjuk Praktikum Pengendalian Mutu”. Laboratorium Manajemen Produksi. Fakultas Manajemen Produksi dan Pemasaran, IKOPIN.

Kume. Hitoshi (1989). “Metode Statisik Untuk Peningkatan Mutu.”  (alih bahasa Ir. Cornel Naibaho dan Ir. Nawolo Widodo). Mediyatama Srana Perkasa.  Jakarta.

Beberapa Pustaka tidak ditampilkan

Terima kasih atas kunjungan dan perhatian anda, bila anda suka beritahu yang lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: