Posted by: lizenhs | November 16, 2016

WISATA EKOLOGI: Apa Ituuu…..u?

WISATA EKOLOGI: Apa Ituuu…..u?

Oleh: Haslizen Hoesin

Kata Pengantar

Para Pembaca Bukik Ranah Ilmu, tulisan ini untuk sahabat yang suka bepergian (jalan-jalan) dan/atau pengusaha Pariwisata, khusus Pariwisata Ekologi.

Masa depan pariwisata di Indonesia yang mengusung konsep wisata ekologis (ecotou-rism) sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kedepan.

Benarkah itu?? Baca baparan dibawah ini sebagai  jawabannya.

Semula tulisan ini berjudul WISATA EKOLOGI yang merupakan Memperkenalkan Wisata Ekologi, karena panjang, maka dijadikan dua judul, Pertama: WISATA EKOLOGI, Apa Ituuu…..u?  dan KeduaWISATA EKOLOGI:  Destinasi Wisata (Daya Tarik Wisata).  WISATA EKOLOGI disebut juga EKOLOGI WISATA (EKOWISATA). Selamat membaca,  semoga bermanfaat

PENDAHULUAN

Paparan Wisawa Ekologi (Ekowisata) meliputi: 1) Alam, Masyarakat, Binaan dan Minat Khusus; 2). Komponen Lingkungan, Prinsip dan Konsep Dasar Ekologi; 3). Ekologi; 4). Proses Ekologi; 5). Daya Dukung; 6). Latar Belakang Kelahiran Wisata Ekologi; 7). Pengertian Pariwisata dan wisatawan;  8). Wisata Menurut Islam;  9).Visi Ekowisata Indonesia; 10). Prinsip Utama Wisata Ekologi;  11). Peran Wisata Ekologi;  12). Unsur yang menjadi daya Tarik Wisata Ekologi;  13). Profil Wisata Ekologi; 14). Prinsip Utama Wisata Ekologi;  15). Syarat Pariwisata yang Berhubungan Dengan Pesona Pariwisata 16). Fasilitas yang dibutuhkan bagi Wisatawan (Muslim); 18). Destinasi Wisata; 19). Daya Tarik Wisata 20). Manajemen Sarana Pariwisata.  21). Perkembangan Usaha Wisata Ekologi.  Selamat membaca semoga bermanfaat.

ALAM, MASYARAKAT, BINAAN DAN MINAT KHUSUS

Apapun yang terdapat di alam, baik hayati, maupun nonhayati, selalu memiliki latar belakang runtutan terjadi, serta bentuk dan ukuran sesuai dengan matra ruang dan waktu.

[matra /mat•ra/ n menurut KBBI. Ukuran (dimensi): tinggi, panjang, atau lebar].

Mengacu pada Matra ruang dan waktu, maka setiap bentuk alam, walaupun sejenis,  terbentuk atau tumbuh berkembang ditempat yang berbeda, berbeda pula mutu dan kuantitas daya tariknyaDaya tarik ini tidak selalu wisata, tetapi dapat juga daya tarik dalam sudut pandang lainnya, dengan nilai iptek (Ilmu pengeethuan dan teknologi)nya berbeda.  Memang banyak bentukan alam, memiliki yang dapat dimanfaatkan beberapa cabang iptek.  Apabila bentukan alam masih tumbuh berkembang sesuai dengan matra ruang dan waktu yang tidak menunjang dan justru sebaliknya, hal ini ikut mematikan perkembangan setapak demi setapak menyusut sebelum musnah.  Runtutan penyusutan ini berlangsung amat lambat hingga memberikan kesan seolah-olah tidak terjadi perubahan sedikitpun.  Ada kalanya berlangsung cepat, hal itu jarang terjadi.  Demikian pula runtutan terjadi pembentukan alam, baik hayati maupun nonhayati.  Tetapi dengan kehadiran perambah dan mengubah tata alam, itu berarti pemusnahan terjadi, dipercepat oleh matra baru, yaitu matra perilaku budaya/mengalaman manusia (disingakat matra budaya).

Perlu diketahui bahwa jika tata alami mengalami kerusakan, hal ini tidak dapat dipugar karena runtutan pembentukannya mengacu kepada matra ruang dan waktu. Apalagi pembentukan alam itu musnah atau mati, tidak mungkin terbentuk kembali alam untuk kedua kali.  Jelaslah bahwa tidak mungkin pembentukan alam yang rusak dapat dipugar.

Perekayasaan dalam penciptaan pembentukan alam, umumnya berlangsung amat lambat dan runtutan terjadi mengcu pada hukum alam. Sementara tata masyarakat yang dibentuk oleh kelompok manusia melalui runtutan yang dimulai oleh matra sosial, kemudian matra ekonomi dan terakhir matra budaya, juga tidak terlepas dari matra ruang atau tata lingkungan dan matra waktu atau zaman.

Kehidupan Social, Ekonomi dan Budaya yang terpadu dalam suatu masyarakat, yang makin mantap dan seimbang, akan ikut mendorong budaya masyarakat terus berkembang untuk merambah dan memanfaatkan berbagai sumberdaya alam yang ada disekitarnya.  Perambahan yang dipicu oleh suatu masyarakat, yang mulai berkembang tata social, ekonomi dan budayanya, umumnya akan mengubah tata alam yang masih murni menjadi tata alam binaanTata alam binaan sepanjang masih mengacu pada azas pencagaran, kemungkinan terjadi kerusakan tata lingkungan boleh dikatakan  amat kecil dan ada kalanya justru dapat dicegah.  Umumnya, pengubahan tata alam yang dilakukan di daerah daratan yang subur dan cukup air dapat menunjang kesejahteraan kehidupan masyarakatnya.  Daerah yang subur umumnya ada di daerah sebaran gunung api baik di dataran tinggi maupun dataran rendah.  Dataran ini umumnya mudah dan murah pengelolaannya, yaitu pemukiman petani atau lainnya dengan kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masih menyatu dengan ekosistem tata alam binaannya.

KOMPONEN LINGKUNGAN, PRINSIP DAN KONSEP DASAR EKOLOGI

Di alam ini terdapat dua komponen yang tidak mungkin dipisahkan antara satu sama lainnya, yaitu komponen Biotis (materi hidup) dan Abiotis (materi tidak hidup), karena keduanya saling berintegrasi.  Itulah yang menjadikan makna istilah Lingkungan dan Lingkungan Hidup berarti sama.  Oleh karena itu dalam konsep pengelolaan lingkungan tetap memiliki dasar yang sama.

Definisi Lingkungan yang dinilai memadai di Indonesia adalah yang tertuang dalam UU no; 23 tahun 1997, yaitu kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia serta makhluk hidup lainnya.

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa komponen utama pembentuk lingkungan adalah komponen Biotis dan Abiotis.  Contoh komponen Biotis adalah tumbuhan, manusia, hewan, jamur dll., sedangkan komponen Abiotis adalah udara, tanah, air, batu, mineral dll. Hubungan timbal-balik atau sistem interaksi antara komponen biotis dan abiotis dikenal dengan istilah ekosistem. Ilmu yang mempeljari hubungan antara organisme (komponen biotis) dengan komponen abiotis dengan lingkungannya disebut Ekologi.  Pemahaman yang menyeluruh tentang interaksi atau hubungan antara komponen biotis dan abiotis, juga berbagai prinsip dan/atau konsep dasarnya menjadi penting diketahui agar interaksi dalam lingkungan dapat dimengerti/dipahami dengan baik.

EKOLOGI

Beberapa prinsip dan/atau konsep dasar dalam ekologi pada umumnya terkait dengan srtuktur dan fungsi organisma; metabolisma; hukum kekekalan energi; konservasi materi dan faktor pembatas.

Dari pengertian diatas maka Ekologi adalah ilmu mengenai hubungan timbal-balik antar unsur hayati dengan tata alam disekitarnya (Erast Haeckal, 1865).  Habungan timbal balik ini merupakan irama kehidupan alami, yang disebut ekosistem.

Ekosistem ini juga terdapat di dalam tubuh manusia, baik rohani maupun  jasmani.  Juga terdapat di angkasa luar.  Seandainya ekosistem dalan tubuh manusia terganggu, terganggu pula kesehatan manusia.  Demikian pula dengan alam, jika ekosistem alam terganggu, terganggu pula tata alaminya.  Hal ini akan meluas sehingga mengganggu kehidupan manusia, termasuk unsur hayati lain.

Berdasarkan hukum alam, ekosistem di bumi selalu mengacu pada matra ruang dan waktu, sesuai dengan daya dukung lingkungan membentuk tata alam dibawah dan di atas permukaan bumi. Ketiga unsur pembentuk tata alam ini terpadu dalam satu ekosistem dengan mutu dan kuantitas yang sebanding.

Ekologi dengan Ekonomi mempunyai kesamaan. Pada ekonomi yang dipergunakan sebagai transaksi adalah mata uang (Dolar, Euro, Rupiah dll), sedangkan pada ekologi yang digunakan sebagai transaksi adalah materi, energi dan informasi.  Pengelolaan lingkungan yang dilakukan sampai saat ini, permasalahan hanya dilihat dari sudut kepentingan manusia sendiri, bahkan tidak memperhatikan proses ekologi.

Bila pengolahan lingkungan tempat manusia hidup tidak memperhatikan proses ekologi yang menopang kehidupan.  Maka Rusaklah proses ekologi, ini akan membahayakan kehidupan dibumi.

PROSES EKOLOGI

Apakah proses ekologi itu? Berikut dipaparannya.  Dari  sekian proses ekologi, maka proses ekologi yang terpenting yaitu:  1). Fotosintasis;  2). Penambatan Nitrogen;  3). Pengendalian Populasi ; 4). Penyerbukan ; 5).  Kemampuan Memperbaharui Diri;  6). Fungsi Hidro-orologi.  Berikut penjelasan ringkas terhadap poses ekologi.

1). Fotosintasis. Proses yang menjaga kelangsungan hidup di bumi, Fotosintesis dilakukan oleh tumbuhan hijau. Fotosintesis menghasilkan gas Oksigen (O2) yang sangat penting bagi makhluk hidup termasuk manusia;  2). Penambatan Nitrogen.  Udara mengandung gas Nitrogen sekitar 80%. Gas ini kurang bermanfaat bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup.  Untunglah terdapat makhluk hidup yang dapat menambat Nitrogen diudara, seperti bakteri dan ganggang hijau.  Penambahan Nitrogen angat memegang peranan yang penting bagi kesuburan tanah dan perairan.  Tanpa makhluk hidup penambat Nitrogen maka dipastikan hutan, padang rumput akan merana bahkan mati. 3). Pengendalian Populasi.  Dalam rantai makanan, makhluk hidup memangsa makhluk hidup lain dan seterusnya. Pengendalian populasi yang alami akan terjadi dengan baik apabila dipelihara proses ekologi. 4). Penyerbukan. Penyerbukan merupakan proses awal pembiakan.  Tumbuhan seperti tanaman buah-buahan dan tubuh-tumbuhan melakukan penyerbukan didalam pengembang biakan.  5).  Kemampuan Memperbaharui Diri.  Sumberdaya yang ada di alam ini terbagi dua, yaitu yang diperbarui dan tidak dapat diperbarui.  Untuk yang dapat diperbarui contohnya air, ikan, hutan dan tanah.  Sifat diperbaharui mempunyai kemampuan yeng terbatas, sehingga apabila terlampaui batas tersebut ekologi akan terganggu6). Fungsi Hidro-orologi.  Tanah dan air merupakan sumber yang dapat diperbaharui dan sangat penting dalam keidupan bersama.  Fungsi hidro-orologi hutan dan vegetasi lain bebar-benar harus diperhatikan/dijaga.  Kerusakan fungsi itu akan merusak banyak hasil pembangunan yang telah dicapai dan membahayakan terlanjutkannya pembangnan.

DAYA DUKUNG

Kemampuan lingkungan untuk menopang kehidupan organisme secara normal pada suatu waktu dan ruang tertentu dikenal sebagai daya dukung.  Contoh: Pada suatu padang rumput seluas 100 ha yang memiliki produksi rumput sekitar 1 kg/ha/2hari.  bila seekor rusa memerlukan rumput 1 kg/hari, maka daya dukung padang rumput terhadap rusa adalah sebanyak 50 ekor.  Bila kedalam padang rumput iu dipaksakan untuk dihuni lebih dari 50 ekor rusa, maka padang rumput tersebut akan rusak karena diekploitasi melebihi kapasitas regenerasinya yang akhirnya sebagian rusa akan mati karena kelaparan.

Daya dukung bisa juga diartikan sebagai batas kemampuan lingkungan dalam memulihkan kondisi yang terkontaminasi atau terganggu, untuk kembali kepada kondisi seperti semula atau normal.  Contoh: Perairan sungai, bila mengalami pencemaran di suatu titik dibagian hulu, maka sampai pada jarak tertentu dibagian hilir pencemaran tersebut akan pulih kembali.  Hal ini terjadi karena di perairan bahan pencemar itu akan ter-degratasi baik secara biologi (karena organisme) atau secara fisik (terareorasi).  Namun bila beban bahan pencemar tersebut melebihi kemampuan degradasi oleh organisme secara fisik, maka sampai ke hilirpun perairan sungai tersebut tetap tercemar tidak dapat pulih kembali.  Batas konsentrasi tertinggi dari suatu bahan pencemar yang dapat terpulihkan tersebut merupakan nilai daya dukung lingkungan sungai terhadap suatu bahan pencemar.

LATAR BELAKANG KELAHIRAN WISATA EKOLOGI

Seiring dengan perkembangan Industri pariwisata yang makin pesat, pelaku bisnis di bidang pariwisata juga semakin ketat, sehingga pengembangan Industri Wisata menjadi sangat eksploitatif terhadap: 1). Sumber Daya Manusia dan 2). Sumber Daya Alam.

1). Sumber Daya Manusia, khusus masyarakat setempat sehingga menimbulkan dampak-dampak negative, antara lain:  1). Nilai-nilai moral dan social budaya, 2). Peningkatan prostitusi, 3). Penggusuran penduduk dengan semena-mena.  4). Kesenjangan antara yang kaya dan miskin semakin melenar.

2). Sumber Daya Alam, dimaksud Sumber Daya Alam (disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.  Berkenaan dengan SDA yang harus jadi perhatian adalah terjadi pencemaran serta kerusakan linkungan dan ekosistem.

Dari paparan diatas terlihat (dampak negative), muncul rumusan (definisi) Pariwisata Alternatif (Alternative Tourism) yang dikemukakan  pada lokakarya di Chiangmai, Thailand, pada tanggal 26 April – 8 Mei 1984 oleh para Rohaniawan dan Cendikiawan Asia.  Para Rohaniawan dan Cendikiawan Asia prihatin akan dampak-dampak negative sebagai berikut:

Alternative Tourism is a process wich promotes a just form of travel between mambers of different communities.  It seeks to achieve mutual understanding, solidarity among participants.

Satu dari beberapa bentuk pariwisata alternaif itu adalah Wisata Ekologi (Ekologi Wisata).  Semula Wisata Ekologi masih diidentikkan dengan Natural Tourism seperti yang tercermin dari definisi yang dirumuskan oleh  Hector Ceballos-Lascurain, pada tahun 1987, yaitu:

Nature or ecotourism is tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objective of studying, admiring and enjoying the scenery and its wild plants and animals, as well as any existing and cultural manifestations (both past and present) found in these areas.

Para pakar menyadari bahwa seluruh kegiatan wisata (termasuk wisata ekologi) membutuhkan lingkungan yang baik dan pada saat bersamaan menimbulkan dampak negative.  Yang membedakannya adalah derajat kerusakan yang ditimbulkan apakah melebihi Daya Dukung (Carrying Capacity) atau tidak.  Sehubungan dengan itu, maka timbullah berbagai konsep seperti: responsible tourism, acceptable tourism, community based tourism, sustainable tourisms dan sebagainya, yang semuanya mengacu pada jenis pariwisata yang menunjang upaya-upaya perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat  setempat.

PENGERTIAN PARIWISATA DAN WISATAWAN

Pengertian Pariwisata. secara etimologis, istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu “pari dan “wisata”. Pari berarti berulang-ulang atau berkali-kali, berputar-putar sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Sedangkan kata wisata, berati perjalan, berpergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata travel dalam bahasa Inggris, atas dasar ini, maka  kata pariwisata seharusnya di artikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari suatu tempat ketempat  lain, yang dalam bahasa Inggris di sebut dengan kata tour. Untuk pengertian kepariwisataan digunakan kata tourisme atau tourism.

Didalam K.B.B.I.  Pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat lain meninggalkan tempat semula, dengan suatu perencanaan atau bukan maksud mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata mata untuk menikmati kegiataan pertamasyaan atau reakreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Wisatawan menurut definisi Internaitonal adalah: 1. Visitor (pengunjung); 2. Tourist (wisatawan) dan 3. Excursionist (pelancong).  Secara terperinci, sebagai berikut:

  1. Visitor atau pengunjung adalah sesorang yang melakukan perjalanan kesuatu negara yang bukan tempat negara yang mereka tinggal, karena suatu alasan yang bukan pekerjaannya sehari-hari.
  2. Tourist atau wisatawan adalah pengunjung yang tinggal sementara disuatu tempat paling sedikit 24 jam di negara yang dikunjungi dengan motivasi perjalanannya yang berhubungan dengan berlibur, berdagang, kunjungan keluarga, misi dan pertemuan-pertemuan.
  3. Excursionist atau pelancong adalah pengunjung sementara di suatu negara tanpa menginap.

Definisi Pariwisata menurut Organisasi Pariwisata Dunia bahwa Pariwisata (Turisme) adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk berekreasi atau berlibur, juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas itu.

Pengertin lain adalah tentang Wisatawan atau Turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi atau berlibur.

Definisi lain Turisme sebagai Industri Jasa adalah mereka yang menangani jasa mulai dari jasa transportasi, jasa keramahan, jasa tempat tinggal, jasa makanan dan minuman, juga jasa tentang yang bersangkutan seperti bank, asuransi, keamanan dll., juga menawarkan tempat istirahat, budaya, lari-lari, petualangan, pengalaman baru dan kegiatan lain yang menyegarkan/ menyenangkan.

Wisata Menurut Islam

Pengertian wisata dalam Islam adalah  Safar (bepergian), untuk merenungi keindahan ciptaan Allah Ta’la, menikmati keindahan alam nan agung sebagai pendorong jiwa untuk menguatkan ke Imanan terhadap ke Esaan Allah dan memotivasi menunaikan kewajiban hidup.  Bepergian akan me-refreshing jiwa, untuk memulai semangat kerja baru. (Refreshing adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghibur diri dan dilakukan dengan cara bersenang-senang supaya diri merasa senang dan dapat mengembalikan semua inspirasi serta dapat menghilangkan semua rasa lelah dalam tubuh).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Katakanlah: Berjalanlah kamu di (muka) bumi, lalu perhatikanlah, bagaimana Allah memulai kejadian, kemudian Allah mengadakan kejadian yang akhir. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Ankabut: 20).

Wisatawan atau Turis

Wisatawan atau Turis adalah seseorang (orang) yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi atau berlibur.

VISI EKOWISATA INDONESIA

Melihat potensi yang dimiliki Indonesia, maka disusun Visi Ekowisata  Indonesia yaitu Untuk menciptakan pengembangan pariwisata melalui penyelenggaraan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat dan menguntungkan secara komersial. Dengan visi ini, Ekowisata memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, regional, nasional maupun lokal.

Penetapan Visi Ekowisata tersebut di dasarkan pada beberapa unsur utama, karena:

  1. Ekowisata sangat tergantung pada mutu sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya.
  2. Melibatkan Masyarakat, masyarakat yang menetap disuatu tempat (tujuan wisata)
  3. Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
  4. Pertumbuhan pasar ekowisata di tingkat internasional, regional dan nasional.
  5. Ekowisata sebagai sarana mewujudkan ekonomi berkelanjutan.

PRINSIP UTAMA WISATA EKOLOGI

  1. Lingkungan, 2. Masyarakat, 3. Pendidikan dan Pengalaman, 4. Keberlanjutan dan 5. Manajemen.

PERAN WISATA EKOLOGI

Kegiatan Wisata Ekologi berperan dalam:  1. Mendidik Wisatawan tentang fungsi dan manfaat lingkungan alam dan budaya, 2. Meningkatkan kesadaran dan penghargaan akan lingkungan dan budaya dan 3. Menyumbang langsung pada perlindungan dan keberlanjutan manajemen lingkungan alam dan budaya  di tempat berlangsung kegiatan wisata ekologi.

UNSUR YANG MENJADI DAYA TARIK WISATA EKOLOGI

  1. Keindahan alam (natural beauty), ruang dan bentang Alam, 2. Keaslian (original Beauty), 3. Kelangkaan (Scarcity) dan 4. Keutuhan (wholesomeness), kekayaan budaya, flora, fauna, ekosistem serta gejala alam.

PROFIL WISATA EKOLOGI

  1. Meningkatkan pengalaman yang asli dan mendalam, 2. Mencari tantangan fisik dan mental, 3. Mengharapkan pengalaman berintegrasi social dengan masyarakat setempat, 4. Mau mempelajari kebudayaan masyarakat setempat, 5. Mudah menyesuaikan diri, 6. Toleransi terhadap ketidaknyamanan, 7. Ingin ikut terlibat, tidak bersifat pasif dan 8. Lebih suka membayar untuk petualangan daripada untuk kenyamanan.

SYARAT PARIWISATA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PESONA PARIWISATA

Hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata hendaknya dipenuhi beberapa syarat, disebut Sapta Pesona Pariwisata, yaitu: 1. Aman, 2. Tertib, 3. Bersih, 4. Sejuk, 5. Indah, 6. Ramah Tamah, 7. Kenangan.

Aman. Wisatawan akan senang berkunjung apabila merasa aman, tenteram, tidak takut da dan terlindungi

Tertib. Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh wisatawan. Bersih. Bersih merupakan suatu keadaan/kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat.

Indah. Keadaan atau suasana yang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedap dipandang disebut indah.

Ramah Tamah. Ramah tamah merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati. Kenangan. Kenangan adalah kesan yang melekat kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperoleh.

Penjelasan lebih terperinci tentang PESONA PARIWISATA baca pada: TUJUAN WISATA TALAGO SONSANG (TIRTASARI). https://lizenhs.wordpress.com/2016/08/17/tujuan-wisata-talago-sonsang-tirtasari/#more-3198

FASILITAS YANG DIBUTUHKAN BAGI WISATAWAN (WISATAWAN MUSLIM).

Berdasarkan prinsip-prinsip Islam maka diwilayah wisata menurut Global Muslim

Travel Index (GMTI), yang dimuat dalam Laporan GMTI 2016, Master Cards mengklasifikasi kebutuhan bagi Wisatawan Muslim dalam 3 tingkat, yaitu: Need to have (Harus dipenuhi), Good to have (Baik jika dipenuhi) dan Nice to have (Sangat bagus jika dipenuhi). Uraian secata terperici adalah sebagai berikut:

        1.Harus dipenuhi, yaitu: 1). Pelayanan makanan & minuman halal, 2). Fasilitas           Shalat.  Mengenai halal baca pada: Mutu Produk: HALAL dan ASUH. https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/.  Mengenai fasilitas Shalat baca pada: MASJID, MUSAJIK, SURAU, MUSHALLA, LANGGAR DAN MEUNASAH. https://lizenhs.wordpress.com/2009/08/26/masjid-musajik-surau-mushalla-langgar-dan-meunasah/

  1. Baik jika dipenuhi, yaitu: 1). Air untuk membersihkan diri di WC, 2). Fasilitas & pelayanan pada saat bulan Ramadhan.
  1. Sangat bagus jika dipenuhi, yaitu: 1). Tidak ada aktifitas non-halal di suatu destinasi, 2). Pelayanan & fasilitas rekreasi yang terpisah antara pria dan wanita.

DESTINASI WISATA

Pada kegiatan Pariwisata dikenal istilah Destinasi Wisata.  Dalam K.B.B.I  Destinasi diartikan “tempat atau daerah tujuan”, bila gabungkan dengan wisata, berarti Daerah Tujuan Wisata. Pengertian lain “destinasi wisata adalah suatu kawasan spesifik yang dipilih oleh seseorang pengunjung, dia dapat tinggal selama waktu tertentu”.

Istilah lain Destinasi Wisata adalah Daya Tarik WisataDaya Tarik Wisata sebenarnya adalah kata lain dari Objek Wisata.

DAYA TARIK WISATA

Apa Itu Daya Tarik Wisata? Daya Tarik Wisata adalah:  Sebagai segala sesuatu yang mempunyai keunikan, kemudahan dan nilai yang berwujud keanekaragaman, kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan. Daya Tarik Wisata atau Tourist Attraction adalah istilah yang lebih sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah tertentu.  Atau bisa sebagai segala sesuatu yang menarik dan mempunyai nilai untuk dikunjungi dan dilihat.

Daya Tarik Wisata adalah suatu yang menjadi sasaran wisata, terdiri dari beberapa hal:

Daya tarik ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang terdiri dari keadaan alam, flora dan fauna.  Daya tarik wisata hasil karya manusia yang terdiri dari museum, peninggalan sejarah, seni dan budaya, wisata agro, wisata berburu, wisata petualangan alam, taman rekreasi dan kompleks hiburan.

Dari paparan diatas dapat dikatakan bahwa suatu kawasan wisata dapat disebut Destinasi Wisata, yaitu kawasan memiliki ciri khas atau keunikan dan memberikan pesona (daya tarik) para pengunjung selama kunjungannya dan bahkan dapat memikat lebih lama dengan berkunjung kembali pada lokasi tersebut.

Unsur-unsur destinasi yang harus dimiliki suatu objek wisata agar memiliki daya tarik ternyata berhubungan dengan mutu jasa dalam hal ini, meliputi: 1. Atraksi, 2. Budaya, 3. Tenaga Kerja, 4. Sarana dan Prasarana, 5. Transportasi, 6. Jasa pendukung, 7. Akomodasi dan 8. Pelayanan.

Bila daya tarik itu menganai alam, masyarakat , alam dan lingkungan  garis besarnya meliputi:  Ekologi Memiliki Daya Tarik;  Daya Tarik Wisata Alam; Daya Tarik Wisata Masyarakat; Daya Tarik Wisata Binaan dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.  Secara terperinci adalah sebagai berikut:

 Ekologi Memiliki Daya Tarik

Petualangan kelompok manusia dimuka bumi, umumnya dirangsang oleh daya tarik yang lebih kuat dari tempatnya bermukim dan bermasyarakat.  Selain bertualang, banyak pula kelompok manusia berkelana di alam bebas untuk melihat dan menyaksikan sesuatu yang belum pernah dijumpainya.

Daya Tarik Wisata Alam

Di dalam tata alam terdapat berbagai bentuk nonhayati dan hayati dan satu dengan yang lainya terjalin dalam satu ekosistem hingga membentuk daya dukung lingkungan mantap.  Masing-masing unsur yang terpadu memang memiliki daya tahan yang tidak sama besarnya, tetapi dapat saling mengisi seandainya satu diantaranya  rusak atau musnah.  Kegiatan ini seluruhnya berlangsung secara alamiah sasuai dengan matra ruang dan waktu dan hal ini dapat  dipelajari.

Daya Tarik Wisata Masyarakat

Dimana saja masyarakat ditemukan, unsur sosial, ekonomi dan budaya selalu menjadi  muatannya.  Melalui ketiga unsur itulah manusia bermukim, bermasyarakat dan berlindung di dalam tata alam.  Tatalakasana manusia Indonesia bermasyarakat dengan tata alamnya merupakan  warisan budaya bangsa yang dapat diperkenalkan sebagai daya tarik wisata.  Daya tarik wisata ini dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian atau sebagai sarana wisata yang menarik untuk dihayati dan dipahami.

Daya Tarik Wisata Binaan

Jenis daya tarik wisata binaan amat banyak dan sudah ada sejak ratusan tahun, bahkan ribuan tahun yang lalu.  Seperti bangunan atau hasil binaan tersebut pada saat dibangun tidak untuk kepentingan pariwisata, namun keberadaannya sangat menarik.  Daya tarik tersebut antara lain keunikan penampilan, latarbelakang sejarah dan fungsinya yang jauh berbeda dengan selera manusia masa kini.  Bangunan atau hasil binaan manusia masa lalu tersebut jenisnya banyak, tetapi jumlahnya sudah amat menyusut hingga berubah menjadi warisan yang langka.  Kelangkaan inilah yang perlu diperhatikan keberadaannya yang sekarang sudah menjadi data dan informasi ilmiah untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan dapat dibina menjadi daya tarik wisata.

Daya Tarik Wisata Minat Khusus

Sasaran daya tarikwisata minat khusus sangat banyak, tetapi memerlukan perekyasaan agar diperoleh pasar yang bermutu walaupun jumlahnya kecil.  Arti bermutu disini adalah wisatawan yang akan hadir umumnya, akan lama disuatu tempat dan pengeluarannya cukup banyak

Mengenai daya tarik ini lebih terperinci baca pada:  WISATA EKOLOGI:  Destinasi Wisata (Daya Tarik Wisata) https://lizenhs.wordpress.com/2016/11/24/wisata-ekologi-destinasi-wisata-daya-tarik-wisata/

Manajemen Sarana Pariwisata.

Secara umum yang dimaksud sarana pariwisata adalah transportasi dengan jaringan penunjangnya, restorasi dan akomodasi disediakan , atau lainnya yang dapat dimanfaatkan  untuk sarana pariwisata.  Walaupun secara kasat mata ketiga unsur diatas penampilannya kadang kala tidak berbeda dengan yang lainnya, tetapi secara psikis dapat dirasakan nuansa pariwisatanya bagi para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.  Nuansa pariwisata perlu sekali diciptakan, agar dapat meningkatkan gairah dan suasana kegiatan pariwisata, hingga mudah untuk melaksanakan manajemennya. Jika manajemen pariwisata mudah dilaksanakan, baik mengenai transportasi, restorasi, akomodasi, maupun sarana penunjangnya, maka pengendalian para wisatanya juga mudah dilakukan.

Apakah itu  Transportasi, Restorasi dan Akomodasi? Berikut penjelasan ringkasnya,

Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Restorasi (n) berarti, Menurut K.B.B.I: Pengembalian atau pemulihan terhadap keadaan semula (tt. gedung bersejarah, kedudukan raja, negara); atau berarti pemugaran. Jadi merestorasi itu berarti (v). melakukan restorasi; mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula; memugar; Pemerintah akan merestorasi bangunan bersejarah.

Akomodasi dapat mengacu kepada beberapa hal berikut: Fasilitas penginapan bagi orang sedang berpergian, seperti hotel dan losmen.

Konsep Pengembangan Ekowisata

Untuk mengembangkan ekowisata dilaksanakan dengan cara pengembangan pariwisata pada umumnya. Terdapat dua aspek yang perlu dipikirkan pada kegiatan Ekowisata. Pertama, aspek destinasi, Kedua adalah aspek market.

Untuk pengembangan ekowisata dilaksanakan dengan konsep product driven. Aspek market perlu dipertimbangkan.  Namun macam, sifat, perilaku obyek dan daya tarik wisata alam dan budaya masyarakat, yang perlu dan penting diperhatikan/diusahakan adalah menjaga kelestarian dan keberadaan lokasi/tempat wisata tersebut.

Mengingatkan kepada pelaku bisnis yang terbiasa berpikir product-driven (misalnya bikin produk kemudian di iklankan lantas baru mikir bagaimana menjualnya agar laku keras) sebaiknya segera mengubah ke berpikir market-driven, yakni buat produk iklan yang jelas-jelas diminati pasar karena mampu menjawab kebutuhan pembeli. Berikut adalagi istilah

Product Driven Activity dan Customer Driven Activity.  1. Product Driven Activity; adalah aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan merancang dan memproduksi suatu produk. 2. Customer Driven Activity; adalah aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan penawaran, pelayanan, serta dukungan terhadap pelanggan atau pasar perusahaan.

PENUTUP

Dari paparan diatas maka dapat disusun pengertian Ekowisata. Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi. Bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi. Dengan demikian ekowisata sangat tepat dan berdayaguna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami. Bahkan dengan ekowisata pelestarian alam dapat ditingkatkan mutunya karena desakan dan tuntutan dari para eco-traveler.

Secara konseptul ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penge-lolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Sementara ditinjau dari segi pengelolaanya, ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempat.

Visi Ekowisata  Indonesia yaitu Menciptakan pengembangan pariwisata melalui penyelenggaraan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat, serta menguntungkan secara komersial.

Tulisan ini bersambung/berlanjut dengan WISATA EKOLOGI:  Destinasi Wisata (Daya Tarik Wisata). https://lizenhs.wordpress.com/2016/11/24/wisata-ekologi-destinasi-wisata-daya-tarik-wisata/

 Tulisan terkait dengan Wisata:

KIKTINGGI KOTA WISATA JANJANG.  https://lizenhs.wordpress.com/2011/10/28/kiktinggi-kota-wisata-janjang/

KIKTINGGI KOTA WISATA SEJARAH. https://lizenhs.wordpress.com/2008/11/22/kiktinggi-kota-wisata-sejarah/

Tarusankamang: Wisata Alam dan Ilmiah, Lindungi Biota air dan Ekologi Danau. https://lizenhs.wordpress.com/2014/03/15/tarusankamang-wisata-alam-dan-ilmiah-lindungi-biota-air-dan-ekologi-danau/

SIAPA DIBELAKANG “GREAT WALL of KOTO GADANG” (GWoKG). https://lizenhs.wordpress.com/2013/04/26/siapa-dibelakang-great-wall-of-koto-gadang-gwokg/

TUJUAN WISATA TALAGO SONSANG (TIRTASARI). https://lizenhs.wordpress.com/2016/08/17/tujuan-wisata-talago-sonsang-tirtasari/#more-3198

SEKILAS PENDIDIKAN MENENGAH DI BUKITTINGGI. https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/31/sekilas-pendidikan-menengah-di-bukittinggi/

Sir Thomas Stamford Raffles Di Pedalaman Minangkabau: Kincir Air, Bercocoktanam dan Penggilingan Tebu.  https://lizenhs.wordpress.com/2013/09/11/sir-t-s-raffles-di-peralaman-minangkabau-kincir-air-bercocoktanam-dan-penggilingan-tebu/

RIWAYAT RINGKAS GEDUNG WANITA JAKARTA. https://lizenhs.wordpress.com/2012/03/19/riwayat-ringkas-gedung-wanita-jakarta-3/

 Pustaka

Amidjaya, D. A. Tisna. (tanpa tahun).  Prinsip-prisip Dasar dan konsep-konsep Ekologi.  Bahan ajar.

Ev. (2003).  Mengenal Wisata Ekologi.  Majalah  Link (Lembar Informasi Kampus) Pari Wisata.  No: 1/April 2003. STMP ARS Internasional.  Bandung

Darsoprajitno, Soewarno (2002). EKOLOGI PARIWISATA: Tata Laksana Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata.  Cetakan Pertama.  Penerbit Angkasa.  Bandung.

Darsoprajitno, Soewarno, Ahman Sya (2007). GEOLOGI PARIWISATA: Promosi Studi Untuk Obyek dan Daya Tarik Wisata.  Penerbit Univ ARS Internasional Bandung.

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (tanpa tahun) Informasi Pariwiata Nusantara.

Hoesin, Haslizen (2005). Pengantar Pengetahuan Lingkungan dan ANDAL. (diktat Kuliah).  Program Studi Manajemen Produksi.  Fakultas Manajemen Produksi dan Pemasaran. Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN)

Mill, Robert Chistie (2000). Turism the International Business. (Alih bahasa, Tri Budi Sastrio). Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Beberapa pustaka tidak ditampilkan.

Bila anda suka beritahu yang lain.  Terima kasih atas kunjungannya (lizen)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: