Posted by: lizenhs | October 4, 2016

BENCANA ADALAH KEGAGALAN BANGUNAN (BUILDING FAILURE)

BENCANA ADALAH KEGAGALAN BANGUNAN (BUILDING FAILURE)

oleh: Haslizen Hoesin

 

KATA PENGANTAR

Assalamua’alaikum pengunjung Bukik Ranah Ilmu (BRI), tulisan berikut ini judul selengkapnya adalah Bencana Dalam Kerangka Perumusan Model Sistem Pengaturan Keselamatan Bangunan Umum.  Dipresentasikan di LAPI-ITB, tgl. 22 Maret 1980, dihadapan Gugus Tugas P.B.S.  Judul tersebut bila dicermati memuat dua judul, yaitu:  1). Bencana adalah Kegagalan Bangunan  (Building Failure). dan 2). Bencana adalah Gangguan/Ancaman Terhadap Keselamatan Bangunan  (Umum).  Selamat membaca, semoga bermanfaat.  Sebelum membaca judul ini sebaiknya dibaca terlebih dahulu BENCANA: ARTI KATA (DISASTERS: THE MEANING OF WORDS). https://lizenhs.wordpress.com/2015/09/04/bencana-arti-kata-disasters-the-meaning-of-words/  sebagai pembuka wawasan awal tentang ke-bencana -an

Tulisan dengan judul BENCANA ADALAH KEGAGALAN BANGUNAN (BUILDING FAILURE).  Ditulis, karena tergerak hati, akhir-akhir ini sering terdengar berita bencana (bangunan) di media elektronik maupun ditulis pada media cetak.  Manusia jualah sebagai korbannya (luka-luka, patah tulang bahkan meninggal), berikut kerugian-kerugian lainnya.  Selain itu isinya masih up to date, maka ambo (saya) kutip dan di muat Bukik Ranah Ilmu (BRI) untuk para pembaca BRI sebagai penambah wawasan.

Para pembaca BRI, tulisan ini akan lebih lengkap dipahami bila dibaca juga Bencana adalah Gangguan/Ancaman Terhadap Keselamatan Bangunan  (Umum).

PENDAHULUAN

Menurut Asian Disaster Reduction Center (2003), bencana adalah suatu gangguan serius terhadap masyarakat yang menimbulkan kerugian secara meluas dan dirasakan baik oleh masyarakat, berbagai material dan lingkungan (alam) dimana dampak yang ditimbulkan melebihi kemampuan manusia guna mengatasinya dengan sumber daya yang ada.

Menurut Parker (1992), bencana ialah sebuah kejadian yang tidak biasa terjadi disebabkan oleh alam maupun ulah manusia, termasuk pula di dalamnya merupakan imbas dari kesalahan teknologi yang memicu respon dari masyarakat, komunitas, individu maupun lingkungan untuk memberikan antusiasme yang bersifat luas.

Apa konsep Islam terhadap bencana?? Hal ini dapat dibaca pada surat Al Baqarah (2) ayat 11 dan 12.

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. 2:11)

 “Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”. (QS. 2:12)

Kerusakan itu dapat ditafsirkan bermacam-macam, pada tulisan ini kerusakan adalah sesuatu yang tidak mengikuti ketentuan telah ditetapkan, atau pelaksanaan yang tidak mengikuti perencanaan, atau perencanaan yang tak memperhatikan lingkungan sekitar, sehingga menghasilkan  bencana. Pembahasan bencana pada tulisan ini hanya untuk Bangunan.

Bencana Adalah Kegagalan Bangunan (Building Failure) merupakan  bagian pertama dari tulisan Bencana Dalam Kerangka Perumusan Model Sistem Pengaturan Keselamatan Bangunan Umum. Kenapa demikian?? Karena bila membahas bencana pada bangunan, dapat ditinjau dari dua hal yaitu:

1). Bencana adalah Kegagalan Bangunan  (Building Failure) dan 2). Bencana adalah Gangguan/Ancaman Terhadap Keselamatan Bangunan  (Umum).  Pada tulisan ini hanya mengemukakan Bencana adalah kegagalan bangunan  (Building Failure) dan tulisan berikutnya: Bencana Adalah Gangguan/Ancaman Terhadap Keselamatan Bangunan  (Umum).  Selamat membaca, semoga bermanfaat.  Tentu kedua judul tersebut sebaiknya dibaca agar pemahaman lebih lengkap/sempurna.

  1. BENCANA ADALAH KEGAGALAN BANGUNAN (BUILDING FAILURE)

Pengertian bencana didalam kerangka perumusan model sistem pengaturan keselamatan bangunan umum, yakni:  Kerusakan /keruntuhan bangunan umum baik karena bencana alam maupun oleh ulah manusia yang mengakibatkan tidak efisiennya investasi untuk bangunan  tersebut dan biaya eksploitasi serta pemeliharaan menjadi sangat tinggi.   Kerusakan/keruntuhan bangunan jelas merupakan manifestasi dari kegagalan  bangunan  (building failure) sehingga bencana dapat diartikan  sebagai kegagalan bangunan.   Sebaliknya kegagalan bangunan merupakan bencana bila akibat dari kegagalan tersebut  menyebabkan investasi bangunan tidak efisien serta tingginya biaya eksploitasi dan Pemeliharaan.

1.1 Waktu terjadi bencana dan macam-macam akibat bencana

Dari segi waktu  maka terjadinya bencana/kegagalan bangunan dapat disimpulkan menjadi  2 kelompok yaitu: 1). Bencana yang terjadi dalam waktu pelaksanan pembangunan.  2). Bencana yang terjadi setelah bangunan  selesai atau setelah bangunan dipakai/ dihuni.

Oleh karena itu masalah keselamatan bangunan tidak terbatas setelah banunan itu jadi, tetapi juga mencakup keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Akibat yang ditimbulkan bencana bisa berbeda-beda, dalam hal ini bencana dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam diantaranya:

1). Bencana yang akibatnya  dapat mengurangi atau mengganggu kestabilan/kenyamanan  pemakai.  Bencana semacam ini tidak sampai membahayakan jiwa, tetapi dapat menimbulkan  kerugian, misalnya berupa biaya pemeliharaan menjadi lebih tinggi, bisa  juga berakibat bangunan tidak berfungsi sebagaimana yang direncanakan,  misalnya reservoir atau menara air yang tidak dapat diisi penuh.  Ada juga yang akibatnya mengganggu pandangan dengan perkataan lain segi-segi estetikanya tidak  tidak seperti yang diharapkan.

2) Bencana yang akibatnya, sebagian atau keseluruh bangunan  tidak dapat dipakai dalam jangka waktu yang terbatas.  Kerugian pada kegagalan /bencana bangunan semacam ini umumnya akan lebih besar daripada kerugian pada kegagalan macam pertama, hanya bangunannya masih dapat diperbaiki  dan dipakai lagi walaupun mungkin saja tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya  seperti rencana semula.

3). Bencana yang berakibat sebagian  atau seluruh gedung/bangunan runtuh. Jelas disini kerugian yang ditimbulkan besar sekali dan kemungkinan terdapat korban  jiwa.

1.2. Jenis Kelompok bencana/kegagalan bangunan. 

Kegagalan bangunan  (building failure) diartikan  sebagai kegagalan yang terjadi pada satu atau beberapa unsur bangunan sehingga elemen/unsur bangunan tersebut menjadi tidak/kurang berfungsi/rusak yang menyebabkan kerugian biaya/harta benda serta dapat mengancam keselamatan pemakai bangunan.  Ditinjau dari segi kegagalan  (fungsi unsur bangunan)  yang terjadi pada suatu  bangunan, maka  kegagalan (fungsi unsur bangunan) yang terjadi pada suatu bangunan , maka dapat dikelompokkan kedalam pembagian sebagai berikut:  1) Kegagalan struktur  (Struktural failure),  2)   Kegagalan instalasi (Installation failure), 3) Kegagalan arsitektur  (Arsitectural failure) Dapat pula dikombinasikan dari 2 atau lebih unsur jenis kegagalan tersebut.

Sebagai contoh:

  1. Keruntuhan akibat balok lantai yang patah, karena tidak kuat menahan beban, dapat disebut sebagai arsitectural failure. Bila beban yang bekerja itu menjadi besar Karene misalnya perubahan fungsi ruang (ruang tamu menjadi ruang arsip),  maka kegagalan tersebut merupakan kombinasi kegagalan strutur dan arsitektur yang berkaitan.
  2. Bangunan runtuh pada saat terjadi kebakaran, dimana instalasi fire-sprinkler yang dipasang tidak berfungsi untuk mencegah kebakaran, itu merupakan kegagalan instalasi yang berkaitan dengan kegagalan struktur.
  3. Penerangan yang buruk didalam ruang-ruang yang direncanakan menggunakan day-light sistem, meskipun jendela lebar-lebar , sedangkan bila digunakan penerangan buatan (artificial lighting) akan menimbulkan efek penyilauan, merupakan kegagalan arsitektur.

Ketiga jenis kegagalan bangunan tersebut diatas dapat secara langsung maupun  tidak langsung menimbulkan atau ditimbulkan  oleh berbagai kejadian  seperti uraian berikut: Struktural Failure, Instaltion Failure dan  Architectural Failure

I. Struktural Failure

Yang termasuk  Struktural failure adalah sebagai berikut:

1). Kerusakan Fondasi:  (1). Kondisi tak stabil;  (2). Kerusakan kondisi tanah (kadar air tanah, perembesan air, air permukaan, air tanah, tanah miring, pasang surut,banjir);  (3). Gerakan-gerakan tanah  (akibat kesalahan geologis, vibrasi, unequal settlement: akar tanaman, retak-retak tanah liat, endapan mineral), (4). Reaksi kimia.

2). Kerusakan Lantai: (1) Perembean air, (2). Reaksi kimia, (3). Effluorescence atau  kristalisasi garam-garam tanah dekat permukaan. (4). Retak-retak didalam akibat gerakan tanah.

3). Kerusakan Atap: (1). defective roof covering.  (2). Defective metal roof covering.  (3). Retak-retak/surface shringnkeage creacks.  (4). chemical attack

4). Kerusakan Dinding:  (1). Retak-retak dinding,  (2). Pengkerutan/shrinkage.  (3). Jamur/effuorescence.  (4).  Spalling/Lepas-lepas beton.  (5). Dampness.  (6). Permukaan dinding berparut-parut/scarred surface.

5). Kerusakan Rangka Baja: (1). Kerusakan kerangka baja yang tidak ditopang (spacel) dengan baik, terkena tekanan  berat (misal Angin keras)

6). Kebakaran Dalam Bangunan. Karena:(1) Fire-sprinkler tidak berfungsi, (2) Konsleting listrik.

II. Installation Failure

Yang termasuk Installation failure adalah sebagai berikut:

  1. Kerusakan pada sistem sanitasi/plambing: `(1). Pecah pipa: (akar pohon; Settlemen; Lack of concrete support; Sambungan yang kurang baik).  (2). Bocor pipa penyalur.  (3). Pipa gas bocor. (4). Penyumbatan pada pipa.
  2. Kerusakan pada sistem instalasi listrik: (1). Penurunan tegngan listrik; (2). Konsleting listrik; (3). Kerusakan pada Peralatan Listrik.
  3. Kerusakan pada sistem Lif & escalator: (1). Lif Macet/Tidak Dapat Bergerak;  (2).  Kerusakan Pada Peralatan Listrik.
  4. Kerusakan pada sistem Proteksi Kebakaran
  5. Kerusakan pada sistem AC.
  6. Kerusakan pada sistem instalasi lainnya.

beberapa kegagalan instalasi dapat mengakibatkan kebakaran bangunan.

III. Architectural Failure

Yang termasuk Arsitectural failure adalah sebagi berikut:

  • Penerangan yang Buruk
  • Noise Pollution: Motor vehicle noise, Air traffic noise, Industrial noise.
  • Akustik yang Buruk
  • Kegagalan Fungsi Bangunan
  • Radiasi Matahari (tidak memperhatikan orientasi bangunan terhadap lintasan matahari).
  • Penempatan Ventilasi slah (tidak memperhatikan orientari bangunan terhadap arah Angin).
  • Penempatan Ventilasi Salah dalam ruangan.

1.3. Indonesia

Di Indonesia belum pernah diadakan survey/penyelidikan menyeluruh mengenai segala jenis bencana bangunan yang pernah terjadi.  Karena itu record menyeluruh mengenai segala jenis bencanapun belum ada, terkecuali bencana kebakaran dan jenis bebcana lain yang kebetulan akibat kejadiannya sangat fatal dan/atau  yang kebetulan menjadi bahan studi.  Sebagai contoh dapat diberikan:  Penelitian terhadap akibat gempa bumi yang menimpa rumah-rumah penduduk (di Lombok, Bali Jawa Barat dan  Sumatera dll.) serta penelitian kasus atap ruang kuliah fakultas Kedokteran UNDIP roboh oleh Team DPMB

Tulisan ini berkait erat tulisan Bencana adalah Gangguan/Ancaman Terhadap Keselamatan Bangunan  (Umum). Klik disini

Sumber:  Makalah yang diajukan pada Gugus Tugas P B S (22 Maret 1980).

Beberapa sumber lain tidak ditampilkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: