Posted by: lizenhs | August 17, 2016

TUJUAN WISATA TALAGO SONSANG (TIRTASARI)

TUJUAN WISATA TALAGO SONSANG (TIRTASARI)

Oleh: Haslizen Hoesin

Kata pengantar

Digahayu Republik Indonesia ke 71, mudah-mudahan di hari-hari kedepan Indonesia jadi negara produsen, artinya penduduk Indonesia suka membuat dan suka memakai (membeli) produk buatan sendiri, bukan penduduk yang bangga membeli (memakai) produk buatan dari manca negara.  Penduduk yang suka menikmati tujuan wisata alam Indonesia, dari pada tujuan wisata negara lain.  Dengan kata lain bangga bercerita atas kunjungan dinegara sendiri dari pada tujuan wisata manca negara, bukan mahir menceritakan negara lain secara terperinci, tapi tak bisa menceritakan keindahan negara sendiri kepada baik kepada orang-orang mancanegara, keluarga maupun sahabat bila bertemu.  Bahkan sekarang sering terjadi keidahan Indonesia secara terperinci diketahui dari orang-orang manca negara dalam bentuk tulisan/buku.  Bila anda memakai prdoduk buatan penduduk Indonesia anda mengerakkan ekonomi bangsa, demikian juga halnya dengan produk Tujuan Wisata Indonesia anda berkunjung ketempat itu.

Para pembaca Bukik Ranah Ilmu (BRI) yang terhomat. Anda membaca tulisan tentang produk Wisata Alam yaitu Talago Sonsang.  Paparan dimulai mengenai Genangan air; Pariwisata (pengertian Pariwisata, Destinasi Wisata, Wisata Menurut Islam dan Fasilitas Wisatawan Muslim).  Dilanjutkan tentang Sonsang (cerita masyarakat, keadaan lingkungan, nama, kemungkinan Talago Sonsang mengering, ikan dan burung, jalan disekitar talago dan Tirtasasi). Diakhiri dengan jalan menuju Sonsang. Tulisan ini tentu pengetahuan awal, silakan anda (para pembaca BRI) mendalami dengan bacaan-bacaan lain.

Tulisan ini disusun/ditulis berdasarkan pengalaman Lizen di masa Sekolah (SR dan SMP), cerita: Damuar, Rina Permadi, ibu Rosna dan Media SH; Al Qur’an, Hadits dan Buku (yaitu: Ekologi Pariwisata, Kamus Pariwista) dan beberapa bacaan lain sebagai penunjang. Selamat membaca. Semoga bermanfaat (Lizen).

PENDAHULUAN

Untuk mengendalikan air agar bermanfaat dan tidak terbuang percuma, sungai-sungai di empang atau di bendung, sehingga air tergenang.  Bentuk genangan air antara lain adalah Embung, Waduk, Danau dan Telaga.  Apa genangan itu? Untuk apa genangan digunakan. Kenapa disebut Sonsang dan Tirtasari.  Sonsang dikembangkan jadi destinasi wisata. Apakah pariwisata, Destinasi Wisata dan Pariwisata Islami/Halal.

Bendung, Bendungan, Dam, Waduk, Embung, Talago dan Danau

Bendung adalah suatu konstruksi bangunan untuk menghalangi aliran sungai agar permukaan air naik sampai pada ketinggian bendung. Bendung tidak dilengkapi dengan pintu air. Bangunan ini membiarkan air meluap melewati bagian atas atau punggung bendung.  Umumnya bendung dibuat untuk menaikkan muka air agar bisa mengalir ke saluran irigasi. Pada mulut saluran irigasi biasanya dibuat pintu air. Selain untuk keperluan irigasi, bendung juga berguna untuk mengurangi kecepatan arus sungai dan mengukur debit air.  Ciri bendung adalah tanpa dilengkapi pintu air. Bendungan adalah konstruksi bangunan untuk menghalangi aliran sungai.  Bendung bangunannya kecil; Bendungan bangunannya besar.  Bila Penampungan (air) raksasa, disebut Waduk. Bendungan dilengkapi dengan pintu air untuk mengendalikan air. Jadi Bendungan ukurannya raksasa dan dilengkapi dengan bangunan dam.

Dam. Bangunan dam ukurannya kecil.  Bangunan dam berfungsi menghalangi air, sehingga tinggi permukaan air terjaga. Bangunan dam selalu dilengkapi dengan pintu air untuk mengendalikan ketinggian permukaan air misal di telaga. Dam lain disebut Dam parit. Dam Parit adalah suatu bangunan konservasi air berupa bendung kecil pada parit – parit alamiah atau sungai – sungai kecil yang dapat menahan air dan meningkatkan tinggi muka air untuk disalurkan (irigasi).

Waduk. Bendungan merupakan konstruksi bangunan pada waduk.  Waduk adalah tempat penampungan air yang sangat besar, dibuat dengan cara membendung aliran sungai. Jadi bendungan berarti juga menghambat aliran sungai sehingga terbentuk sebuah genangan raksasa. Air yang sudah ditampung dalam waduk dimanfaatkan untuk: bahan baku air minum, irigasi pertanian, pembangkit listrik dan budidaya perikanan.  Bila tempat sekitar indah dimanfaatkan juga untuk kegiatan pariwisata.

Embung adalah kolam buatan untuk menampung air hujan.  Air Embung dimanfaatkan pada saat musim kemarau untuk air minum, irigasi pertanian dan budidaya perikanan.  Embung bisanya dibuat di daerah pegunungan.  Pengertian lain dari Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung air: dari hujan, parit (sungai kecil), mata air serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian pangan/hortikultura), perkebunan dan peternakan.

Telaga (Talago) [(dibeberapa daerah disebut situ)] adalah genangan air semacam danau kecil yang terbentuk karena aliran air, apakah air itu berasal (keluar) dari bukit atau aliran sungai, yang mengisi atau memenuhi sebuah cekungan dan keluar lagi ke sungai.  Telaga (situ) terbentuk secara alamiah. Sekitar telaga indah, dimanfaatkan untuk tujuan wisata

Danau adalah cekungan besar yang digenangi oleh air, dimana seluruh cekungan dikeliling oleh pebukitan.  Air danau berasal dari sungai-sungai di didaerah sekitar danau. Danau terbentuk secara alamiah. Air danau mengalir keluar danau ke sungai. Sekitar danau indah, dimanfaatkan untuk tujuan wisata.

Pariwisata

Definisi Pariwisata menurut Organisasi Pariwisata Dunia bahwa Pariwisata (Turisme) adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk berekreasi atau berlibur, juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas itu. Wisatawan atau Turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi atau berlibur.

Definisi lain adalah Turisme sebagai Industri Jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman dan jasa lain, juga bersangkutan dengan yang lain seperti bank, asuransi, keamanan dll. dan juga menawarkan tempat istirahat, budaya, lari-lari, petualangan, pengalaman baru dan kegiatan lain yang menyegarkan/menyenangkan.

Destinasi Wisata

Dalam Kamus B.B. Indonesia destinasi diartikan “tempat atau daerah tujuan”, bila digabungkan dengan wisata, berarti Daerah Tujuan Wisata. Pengertian lain “destinasi wisata adalah suatu kawasan spesifik yang dipilih oleh seseorang pengunjung, dia dapat tinggal selama waktu tertentu”.

Istilah lain adalah Daya Tarik WisataDaya Tarik Wisata sebenarnya adalah kata lain dari Objek Wisata. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) pada tahun 2009, kata Objek Wisata selanjutnya tidak lagi digunakan untuk menyebut suatu Daerah Tujuan Wisatawan. Untuk menggantikan kata Objek Wisata adalah dengan Daya Tarik Wisata. Agar bisa memahami pengertian dan makna dari kata Daya Tarik Wisata, perhatikan paparan berikut:

1). Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009. Daya Tarik Wisata adalah:  Sebagai segala sesuatu yang mempunyai keunikan, kemudahan dan nilai yang berwujud keanekaragaman, kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan. Bahwa Daya Tarik Wisata atau Tourist Attraction adalah istilah yang lebih sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah tertentu.  Atau bisa sebagai segala sesuatu yang menarik dan mempunyai nilai untuk dikunjungi dan dilihat.

2). Dalam undang-undang nomor 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, disebutkan bahwa Daya Tarik Wisata adalah suatu yang menjadi sasaran wisata, yang terdiri dari beberapa hal, sebagai berikut:

Daya tarik ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang terdiri dari keadaan alam, flora dan fauna.

Daya tarik wisata hasil karya manusia yang terdiri dari museum, peninggalan sejarah, seni dan budaya, wisata agro, wisata berburu, wisata petualangan alam, taman rekreasi, dan kompleks hiburan.

Dari paparan diatas dapat dikatakan bahwa suatu kawasan wisata dapat disebut Destinasi Wisata. Yaitu kawasan memiliki ciri khas atau keunikan dan memberikan pesona (daya tarik) para pengunjung selama kunjungannya dan bahkan dapat memikat lebih lama dengan berkunjung kembali pada lokasi tersebut.

Unsur-unsur destinasi yang harus dimiliki suatu objek wisata agar memiliki daya tarik ternyata berhubungan dengan mutu jasa dalam hal ini, meliputi: 1. Atraksi, 2. Budaya, 3. Tenaga Kerja, 4. Sarana dan Prasarana, 5. Transportasi dan Jasa pendukung, 6. Akomodasi dan 7. Pelayanan.

Syarat Pariwisata yang Berhubungan Dengan Pesona Pariwisata

Hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata hendaknya dipenuhi beberapa syarat, disebut Sapta Pesona Pariwisata, yaitu: 1. Aman, 2. Tertib, 3. Bersih, 4. Sejuk, 5. Indah, 6. Ramah Tamah, 7. Kenangan.

  1. Aman. Wisatawan akan senang berkunjung apabila merasa aman, tenteram, tidak takut, terlindungi dan bebas dari: 1). Tindak kejahatan, kekerasan, ancaman, seperti kecopetan, pemerasan, penodongan, penipuan dan lain sebagainya. 2). Terserang penyakit menular dan penyakit berbahaya la innya 3). Kecelakaan yang disebabkan oleh alat perlengkapan dan fasilitas yang kurang baik. 4). Gangguan oleh masyarakat, antara lain berupa pemaksaan oleh pedagang asongan, tangan jail, ucapan dan tindakan serta perilaku yang tidak bersahabat dan lain sebagainya. Jadi, aman berarti tejamin keselamatan jiwa dan fisik, termasuk milik (barang) wisatawan
  2. Tertib. Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh wisatawan. Kondisi tersebut tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar serta menunjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat, misalnya: 1). Lalu lintas tertib, teratur dan lancar, alat angkutan datang dan berangkat tepat pada waktunya. 2). Tidak nampak orang yang berdesakan atau berebutan. 3). Bangunan dan lingkungan ditata teratur dan rapi. 4). Pelayanan dilakukan secara baik dan tepat. 5). Informasi yang benar dan tidak membingungkan
  3. Bersih. Bersih merupakan suatu keadaan/kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat. Lebih terperinci adalah: 1). Lingkungan yang bersih baik di rumah maupun di tempat-tempat umum, seperti di hotel, restoran, angkutan umum, tempat rekreasi, tempat buangair kecil/besar dan lain sebagainya. Bersih dari sampah, kotoran, corat-coret dan lain sebagainya. 2). Sajian makanan dan minuman bersih dan sehat. 3). Penggunaan dan penyajian alat perlengkapan yang bersih seperti sendok, piring, tempat tidur, alat olah raga dan lain sebagainya. 4). Pakaian dan penampilan petugas bersih, rapi dan tidak bau tidak
  4. Sejuk. Lingkungan yang serba hijau, segar, rapi, memberi suasana atau keadaan sejuk, nyaman dan tenteram. Untuk itu hendaklah kita semua: 1). Turut serta aktif memelihara kelestarian lingkungan dan penghijaun yang telah dilakukan masyarakat maupun pemerintah.  2). Berperan secara aktif untuk menganjurkan dan memelopori agar masyarakat setempat melaksanakan kegiatan penghijauan dan memelihara kebersihan, menanam berbagai tanaman di halaman rumah masing-masing baik untuk hiasan maupun tanaman yang bermanfaat bagi rumah tangga, melakukan penanaman poho/tanaman rindang di sepanjang jalan di lingkungan masing-masing di halaman sekolah dan lain sebagainya. 3). Membentuk perkumpulan yang memelihara kelestarian lingkungan.  4). Menghiasi ruang belajar/kerja, ruang tamu, ruang tidur dan tempat lainnya dengan aneka tanaman penghias atau penyejuk.  5). Memprakarsai berbagai kegiatan yang dapat membuat lingkungan hidup menjadi sejuk, bersih, segar dan nyaman
  5. Indah. Keadaan atau suasana yang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedap dipandang disebut indah. Indah dapat dilihat dari berbagai segi, seperti dari segi tata warna, tata letak, tata ruang bentuk ataupun gaya dan gerak yang serasi dan selaras, sehingga memberi kesan yang enak dan cantik untuk dilihat. Indah selalu sejalan dengan bersih dan tertib, serta tidak terpisahkan dari lingkungan hidup baik berupa ciptaan Tuhan, maupun hasil karya manusia. Karena itu masyarakat wajib memelihara lingkungan hidup agar lestari dan dapat dinikmati umat manusia.
  6. Ramah Tamah. Ramah tamah merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati. Ramah tamah tidaklah berarti bahwa kita harus kehilangan kepribadian ataupun tidak tegas dalam menentukan sesuatu keputusan atau sikap. Ramah, merupakan watak dan budaya bangsa Indonesia, yang selalu menghormati tamu dan dapat menjadi tuan rumah yang baik. Sikap ramah tamah ini merupakan satu daya tarik bagi wisatawan, oleh karena itu harus dipelihara terus.
  7. Kenangan. Kenangan adalah kesan yang melekat kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperoleh. Kenangan dapat berupa indah dan menyenangkan, akan tetapi dapat pula yang tidak menyenangkan. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berpariwisata dilokasi tujuan wisata (di Indonesia).  Tentu yang indah dan menyenangkan. Kenangan yang indah ini dapat pula diciptakan/dibuat.

Wisata Menurut Islam

Pengertian wisata dalam Islam adalah  Safar (bepergian), untuk merenungi keindahan ciptaan Allah Ta’la, menikmati keindahan alam nan agung sebagai pendorong jiwa untuk menguatkan ke Imanan terhadap keesaan Allah dan memotivasi menunaikan kewajiban hidup.  Bepergian akan me-refreshing jiwa, untuk memulai semangat kerja baru. (Refreshing adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghibur diri dan dilakukan dengan cara bersenang-senang supaya diri merasa senang dan dapat mengembalikan semua inspirasi serta dapat menghilangkan semua rasa lelah dalam tubuh).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Katakanlah: “Berjalanlah kamu di (muka) bumi, lalu perhatikanlah, bagaimana Allah memulai kejadian, kemudian Allah mengadakan kejadian yang akhir”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Ankabut: 20)

Fasilitas yang dibutuhkan bagi Wisatawan Muslim. 

Berdasarkan prinsip-prinsip Islam maka diwilayah wisata menurut Global Muslim
Travel Index (GMTI), yang dimuat dalam Laporan GMTI 2016, Master Cards mengklasifikasi kebutuhan bagi Wisatawan Muslim dalam 3 tingkat, yaitu: Need to have (Harus dipenuhi), Good to have (Baik jika dipenuhi) dan Nice to have (Sangat bagus jika dipenuhi). Uraian secata terperici adalah sebagai berikut:

1.Harus dipenuhi, yaitu: 1). Pelayanan makanan & minuman halal, 2). Fasilitas Shalat.  Mengenai halal baca pada: Mutu Produk: HALAL dan ASUH. https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/.  Mengenai fasilitas Shalat baca pada: MASJID, MUSAJIK, SURAU, MUSHALLA, LANGGAR DAN MEUNASAH. https://lizenhs.wordpress.com/2009/08/26/masjid-musajik-surau-mushalla-langgar-dan-meunasah/

2. Baik jika dipenuhi, yaitu: 1). Air untuk membersihkan diri di WC, 2). Fasilitas & pelayanan pada saat bulan Ramadhan.

3. Sangat bagus jika dipenuhi, yaitu: 1). Tidak ada aktifitas non-halal di suatu destinasi, 2). Pelayanan & fasilitas rekreasi yang terpisah antara pria dan wanita.

Jadi lokasi wisata dikatakan wisata Muslim terdapat beberapa hal yang Harus Dipenuhi, kemudian meningkat kepada Baik Dipenuhi dan Sangat Bagus DipenuhiHarus atau keharusan dipenuhi ini tak boleh ditawar-tawar, meningkat dengan Baik Jika Dipenuhi dan selanjutnya Sangat Bagus Dipenuhi.  Bila 1, 2 dan 3 dipenuhi, maka level daerah wisata  sesuai dengan ketentuan Internasional dari sisi Wisata Muslim.  Hal tersebut jelas sejalan dengan pepatah adat “Adat bersandi Syarak, Syarak bersandikan Kitabullah”.

Talago Sonsang dan Jorong Sonsang

Berdasarkan pengertian genangan air, maka genangan air Sonsang masuk kategori Telaga. Sonsang adalah sebutan masyarakat Tujuahnagari, (bahasa Indonesia disebut Songsang). Telaga dalam bahasa Minang disebut Talago.

Apakah yang dimaksud dengan Songsang?  Bila berpegang pada ilmu Kebidanan hal itu berkaitan dengan melahirkan bayi (dilahirkan terbalik).

Genangan air yang terlatak dikaki Bukit Panji dari arah jorong Kaluang dan Bukit Tasia dari arah Jorong Sonsang, dikenal dengan sebutan Sonsang.  Air talago berasal dari lubang/ trowongan/ lekuk batu (atau dari dalam bukit batu). Bukit batu bergua disebut Karst.

Di dalam lekuk batu terdapat gua, digenangi air.  Di genangan air dalam gua banyak ikan rayo sirah (ikan mas merah) dan hitam. Air Gua sangat jernih, sehingga terlihat ikan berenang dan dasar gua.

Dahulu air keluar dari lubang batu/ gua itu banyak.  Menurut informasi belakangan ini sedikit, karena dialiahkan penduduk ke arah Pincuran untuk mengairi sawah. Oleh karena itu perlu kerja sama dan kesepakatan antara dua jorong mengatur air.  Kalau tidak ada pengaturan air, air Talago akan sedikit, bahkan bisa tidak ada (kering).  Untuk hal ini Wali Nagari dan/atau Camat harus berperan, karena keduanya sama-sama untuk kepentingan penduduk.

Kenapa Disebut Sonsang

Tidak ada bacaan (literatur) menjelaskan mengapa disebut genangan air itu Sonsang, di Tujuah Nagari – Kototangah, Kec. Tilatangkamang.  Paparan ini mencoba menjelaskan kenapa disebut Sonsang, menggunakan penjelasan Damuar (penduduk Jorong Sonsang).

Penjelasan Damuar (15 – 10 – 2015). Menurut Damuar di pinggir (dikaki) bukik diujung Talago terdapat gua (trowongan/ lubang batu). Gua (terowongan/lubang) adalah tempat air keluar dari bukit mengisi Talago.  Air keluar dari bukit saat musim hujan di pebukitan dan musim kering air masuk kedalam bukit melalui terowongan. Jadi terowongan adalah tempat keluar dan masuk air dari/ke bukit. Karena air balik/kembali kedalam bukit melalui terowongan (lubang) yang sama itulah yang menjadi dasar disebut Sonsang. Jadi kata Sonsang artinya berbalik atau terbalik. Itulah asalmula sebutan Sonsang. Sebutan Sonsang kemudian melekat kepada jorong didekat Talago tersebut.

Gua (trowongan batu) itu menurut Damuar, berpenghuni: yaitu Ular Guluang Bidai dan Rajo Awa.  Rajo Awa bila berbunyi (bersuara): mari-mari lawuik, bertanda bakal ada penduduk yang akan meninggal, suara terdengar malam-malam (tengah malam) sekitar pukul satu malam, berdasarkan pengamatan penduduk/Damuar paling lama satu hari kemudian ada yang meninggal. Itulah cerita/paparan pendek Damuar mengenai asal mula sebutan (dinamai) Sonsang dan penghuninya.

Sonsang, terdiri dari bukaan (permukaan) air terbuka dan rawa-rawa. Rawa-rawa ditumbuhi rumput berdaun halus/kecil, penduduk menyebut rumput Banto, juga tumbuh rumput yang panjang/tinggi bahkan sampai satu meter atau lebih, penduduk menyebut mansiro lawuik (berwarna hijau dan kuning).  Mansiro dijadikan bahan dasar anyaman untuk: tikar, tikar tempat Shalat (sajadah), karuang, tas dan kibang.  Dibagian talago terbuka terdapat tanaman air seperti rumput rambat dan lumutTanaman/rumput rambatakarnya didasar talago, beberapa pucuk dapat mencapai permukaan air.

Di rawa-rawa talago yang ditumbuhi banto tebal, dapat dilewati. Bila berjalan/dilewati, terjadi riak/bergelombang (baroyak istilah penduduk), anak-anak remaja senang bermain lompat lompatan. Di tempat-tempat tertentu dan tidak dapat diperkirakan rumput banto menipis, bila dilewati atau berjalan diatasnya bisa terperosok. Istilah penduduk luluih.  Bagi yang terperosok setiap melakukan gerakan, akan tambah luluih (terbenam).

Rina Permadi Menjelaskan

Rina Permadi menjelaskan bahwa di Talago Sonsang banyak terdapat ikan. Ikan yang terkenal adalah Sapek (Sepat) Siam, Paweh dan ikan Rayo Sirah (Mas Merah) dan Abu-abu.  Gua batu (digenangi air) banyak ikan Rayo Sirah (Mas Merah) dan Abu-abu, sapek (sepat) Siam dan Paweh. Ikan yang paling dikenal adalah sapek (sepat) Siam dan Paweh. Bila musim hujan (air melimpah) maka air di lakuak (mulut gua) berbusa, itu tandanya ikan Sapet Siam dengan Paweh kaluar lakuak (gua). Penduduk Jorong Sonsang dan sekitar menangkap ikan beramai-ramai.  Ikan ditangkap dengan cara menggulung, dengan rumput banto dan rumput rambat. Perlakuan seperti itu membuat ikan terperangkap. Begitu ikan sudah tergulung (terperangkap) di pinggir talago, ditangguak masyarakat beramai-ramai. [Tangguk + man-…. = manangguk.  (Contoh Adiak manangguak ikan di banda)]

Menangguk kata dasarnya tangguak. Kata tangguak dalam bahasa Indonesia tangguk. Tangguk berarti keranjang/bakul dari rotan atau jaring dari benang kapas/nilon dan berbingkai. Kata manangguak dalam bahasa Indonesia ialah menangguk, yang mempunyai arti menangkap dengan tangguk atau jaring benang/nilon.

Ikan lain yang ditemukan di rawa-rawa talago adalah Rutiang (Gabus). Ikan Rutiang biasanya dipapeh (dipancing) pakai tangkai panjang dari batuang malaua disebut galah (bambu yang lentur bagian ujung).  Umpan dipakai koncek (katak) sawah, yang kecil.

Di Talago Sonsang, banyak terdapat burung: Balibih, Pujuah, Bangau, Ruak-Ruak, Tiuang, Sisinta dll.  Di pohon, burung: Balam, Tampuo, Murai, Pipik Pinang, Kalalawa dll.  Dipinggir talago/ditanah dan pohon terdapat semut.  Semut di tanah (kaki bukit) disebut Salimbado dan dipohon disebut Kararanggo. Bila digigit semut terasa sakit yang cukup lama, bengkak-bengkak dan gatal. Binatang lain adalah lintah dan acek (lintah kecil didarat)

Dahulu Sonsang mirip dengan Tarusankamang, musim hujan air malimpah dan musim kemarau surut/balik kedalam bukit.  Mengenai Tarusankamang, baca: Tarusankamang: Wisata Alam dan Ilmiah, Lindungi Biota air dan Ekologi Danau. https://lizenhs.wordpress.com/2014/03/15/tarusankamang-wisata-alam-dan-ilmiah-lindungi-biota-air-dan-ekologi-danau/.

Dahulu air keluar dari lubang batu (gua) banyak, tapi menurut informasi belakangan ini sedikit atau bahkan kadang-kadang tidak ada, karena dialiahkan penduduk ke arah jorong Pincuran untuk mengairi sawah. Bila informai itu benar, perlu ada kerja sama dan kesepakatan antara kedua jorong mengenai air.  Kalau tidak ada kerjasama, air talago bisa akan sedikit, bahkan tidak ada air (kering), atau sawah yang kering. Bila demikian akan terjadi perselisihan antar jorong, karena sama-sama butuh air. Untuk mengantisipasi hal ini, Walinagari dan/atau Camat harus terlibat mengatur supaya saling menguntungkan kedua Jorong. Sebagai bahan perbandingan baik juga dipelajari/diterapkan pengaturan air seperti Subak di Bali.

Cerita Rima Primadi Saat Bagolak 

Waktu bagolak orang tua (papa) Rima pernah masuk ke rongga (gua) batu untuk bersembunyi. Di dalam tebing batu, terdapat gua yang luas dan genangan/kolam air yang sangat jernih. Papa Rima dapat melihat ikan emas besar yang berenang-renang dalam air. Di tembak dengan senapan yang disandang waktu itu. Karena ikan itu jauh, tidak kena. Air di dalam Gua benar-benar jernih cerita bapak Rima. Siapa yang berani masuk???  Ayoooo uji nyali.

Selain keindahan pemandangan, masih ada yang lebih berharga yaitu sejarah. Di SD Sonsang dapat dilihat peta bekas markas Kompi Beruang, di zaman Belanda sampai bagolak (PRRI).  Sekarang di Jorong Sonsang penduduknya mempunyai usaha kerajinan gagang cincin batu mulia.  Cincin batu mulia tentu dapat dijadik souvenir, bukti telah berkunjung ke Talago Sonsang.

Tirtasari

Sonsang dijadikan untuk pariwisata pada waktu camat Tilatang Kamang Hasrul Datuak Rangkayo Basa (tahun 1985 -1960). Nama Sonsang diganti Tirtasari, saat diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri oleh Ipik Gandamana Menteri Dalam Negeri Jaman itu (Orla).  Saat peresmian Tirtasari datuak-datuak makan bersama-bajamba.

Pada tahun 1958 agar pengunjung banyak datang ke Talago Sonsang, jalan menuju Sonsang mulai dari Jambatanbasi sampai Kaluang dilebarkan. Jalan itu melintasi Jorong Paraklaweh dan Ngungun.  Tanah pelebaran jalan diambil dari sawah di tepi jalan.  Menurut cerita penduduk sebelum jalan dilebarkan, jalan itu dahulu memang lebar, bisa dilewati bendi.  Kemudian menjadi kecil (jalan setapak) hanya bisa dilewati dengan sepeda atau garabak atau pejalan kaki. Bila sepeda berpapasan harus dicari yang agak lebar.  Di pinggir jalan Jambatanbasi-Paraklaweh terdapat batang aia (air) namanya batang Agam (sesebutan lain Tinagam). Jalan dari Paraklaweh menuju Kaluang melintasi Ngungun juga diperlebar ditempat-tempat yang mengecil. Disisi jalan yang diperlebar terdapat pula Banda (saluran sekunder).

Apa itu Tirtasari?

Bila Ditinjau dari kosa kata, kosakata Titasari terdiri dari Tirta dan Sari.  Kata tersebut diambil dari bahasa daerah lain. Tirta (Tirtha) bahasa Bali, berarti air suci atau holy water melalui mantra weda yang mampu menumbuhkan perasaan dan/atau pikiran suci dari kekotoran fisik dan spiritual, sehingga merupakan simbolis pembersihan Tri Pramana (bayu, sabda, dan iděp), pada pemujaan.  Tirta dari bahasa Jawa artinya air.

Sari artinya adalah bunga. Sari atau Saree atau Shari adalah jenis kain yang dipakai wanita di negara India.

Sari bila dikaitkan dengan bunga disebut benangsari. Sari bila dikaitkan dengan buah disebut saribuah. Saribuah atau jus (bahasa Inggris disebut juice, namun lebih tepatnya fruit juice) adalah cairan yang terdapat secara alami dalam buah-buahan. Sari dalam bahasa Sunda, artinya bunga, juga berarti Indah. Sari dalam bahasa Indonesia, artinya inti bunga.

Agar Tujuan wisata Sonsang lebih menarik pelancong (wisatawan) dibuat jalan selingkar genangan air, jalan kecil (pejalan kaki) dan jalan besar (kendaraan roda empat) menuju gua/lubang/lakuak.  Jadi pengunjung dapat menuju gua/lakuak dari dua arah, yaitu jalan dikaki bukit Panji dan dikaki bukit Tasia.

Jalan dikaki bukit Panji (dari arah Kaluang) kecil, lebar sekitar satu meter, dibagian yang cukup rata, naik turun melintasi batu besar dan bahkan ada yang sempit. Jalan ini disenangi pengunjung muda-muda.  Bahkan yang muda-muda berjalan/bermain-main diatas rawa-rawa rumput banto talago.

Jalan dikaki bukit Tasia (dari Jorong Songsang), cukup lebar dapat dilalui kendaraan roda empat.  Kedua ujung jalan bertemu di mulut gua. Untuk melintasi mulut gua dibuat jematan bambu bertiang batang kelapa atau menaiki batu diatas gua. Saat melewati jembatan terasa dingin karena hembusan angin lembab dari gua. Dari atas jembatan bisa melihat ikan berenang, apalagi bila dijatuhkan sisa bekal/makanan  yang dibawa (pengunjung), ikan terlihat berdatangan, ini bukti bahwa air yang keluar dari gua itu jernih.

Cerita Rima Primadi berikutnya adalah “mandi dengan sabun batangan sampai habis di dalam air talago”, popular saat Sonsang dikembangkan jadi tujuan wisata dikerjakan, itu adalah bentuk hukuman bila penduduk terlambat sampai ditempat gotong royong.

Dekat gua/lakuak  disebut bukit bulek, dibuat pasenggrahan sehingga dapat melihat jauh kearah ujung lain: talago, kandang itiak, bukit Durian (pembuatan kapur/semen putih) dan sebagian Nagari Tujuahnagari.  Dikaki bukit Bulek dipinggir talago terdapat bagian yang rata dijadikan tempat kegiatan sandiwara rakyat (Randai), Silat, Saluang-rabab, Tari-tarian dan lain-lain).  Tirtasari ramai dikunjungi setiap hari Akad (Minggu).

Kandang Itiak (bebek)

Agar lebih menarik bagi wisatawan dan partisipasi masyarakat Tujuahnagari, di Tirtasari dibuat kandang itiak (bebek) sebanyak 7 (tujuh) buah oleh masing jorong. Kandang seperti rumah panggung berada agak ketengah talago, jadi kotoran itiak (tinja) jatuh keair menjadi makanan ikan. Kandang-kandang itiak diurus oleh jorong.  Yang menarik dari pemeliharaan itiak ini adalah saat itiak keluar kandang dipagi dan pulang sore hari.  Itiak berbaris dan dipimpin oleh seekor itiak menuju masing-masing kandang. Itulah daya tarik lain dari Tirtasasi saat itu. Pengujung datang melihat perilaku itiak dan menjadi buah bibir masyarakat untuk dicontoh.

Pengunjung juga dapat mengarungi talago dengan Rakik Batuang (Rakit Bambu). Pertengahan tahun 60-an, rakit yang ditumpangi beberapa remaja yang tengah asyik bercengkrama, tiba-tiba tabaliak menurut penduduk terbalik karena duduk tak seimbang ada juga yang mengatakan muatan berlebih. Dua orang penumpang rakit jatuh dan terjerat tanaman air sehingga tidak dapat muncul kepermukaan air, kemudaian dicari penduduk dan diangkat kepermukaan sudah tak bernyawa. Sejak saat itu, Tirtasari jadi sepi pengunjung (tak ada pengunjung), lalu kegiatan wisata mati.

Waktu Tirtasari bagus/bersih dan sebelum ada rakit terbalik. Pelancong/wisatawan ramai berjalan kaki dan bersepeda. Di dipinggir jalan menuju Sonsang (Tirtasari) yaitu jorong Paraklaweh dan Ngungun, banyak penduduk menjual makanan kecil/ringan, buah-buahan dan minuman. Itulah efek Tirtasari yang dirasakan penduduk sekitar jalan menuju Tirtasari.

Cerita lain dari Rima, bahwa mamanya ikut dalam rombongan penari, yang dipimpin lansung Pak Camat Nyiak Datuak Rangkayo Basa.  Menurut Rima ada satu lagu yang dikarang waktu itu judulnya Bebek Berenang, kalimat–kalimatnya sudah tidak diingat lagi oleh mama Rina, bahkan sampai bertanya kepada kawan-kawan beliau sewaktu menyanyi dulu, sayangnya tidak satupun kata-kata yang ingat lagi.

Bupati Kabupaten Agam waktu itu sering datang ke Tirtasari. Bagaimana tidak, talago menyimpan beragam jenis ikan yang amat gurih rasa dagingnya. Setiap orang boleh saja menangkap ikan tanpa dipungut bayaran. Sambil memancing, dapat pula berakit-rakit bergembira ria.

Salain ke indahan alam talago Sonsang, masih ada yang lebih berharga, silakan dilihat di peta SD Sonsang (sekarang jadi SDN 49),  dulunya adalah markas KOMPI BIRUANG di zaman Belanda sampai zaman PRRI, masih banyak carita yang belum terungkap, mudah-mudahan seiring bajalan waktu bisa dijelaskan.

Talago Sonsang Kedepan

Dikatakan camat, pada 2013 dan 2014 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah membantu penge-dam-an kolam di objek wisata Sonsang dan Bupati Agam, Indra Catri membantu bibit ikan sebanyak 35.000 ekor yang langsung ditebar ke kolam (Maret  2015)

Untuk meramaikan tujuan Wisata Talago Sonsang kembali, HASEMPE Pakan Kamih mengadakan reuni, Reuni Besar Alumni SMP I Pakankamihtanggal 19 July, 2015.

Selain keindahan Talago, di Jorong Sonsang juga terdapat perajin perak, dengan Aneka perhiasan dari perak.

Hal yang menggembirakan adalah, dimana hari Sabtu (27/2/2016), Kawasan Tujuan Wisata Talago Sonsang Tujuh Nagari, Kenagarian Koto Tanggah-Kec. Tilkam, diresmikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Agam Marga Indra Putra S.Pd.

Acara peresmian sekaligus Louncing Sepeda air dan pelepasan bibit ikan. Hadir juga Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Camat Tilatang Kamang, Walinagari Koto Tangah, Sekretaris Kehutanan Kabupaten Agam, tokoh-tokoh masyarakat, ibuk-ibuk BKMT dan pemuda-pemudi Jorong Songsang.

Ketua panitia Nasratul Asnah dalam sambutan mengatakan bahwa menghidupkan kembali kawasan wisata yang pernah menjadi tujuan wisata di tahun 1958. Telah tiga tahun dibenahi dan dihidupkan kembali, dibantu oleh PU Pusat dan swadaya masyarakat.

Marga Indra Putra mengatakan bahwa sebuah pariwisata akan maju, bila dikelola dengan serius.  Juga perlu dukungan dari Ninik mamak dan pemuda.  “Diharapkan dengan dibuka kembali Talago Sonsang sebagai kawasan wisata akan mengulang sejarah lama, tentu diharapkan lebih bagus.”

Diharap pula agar kawasan wisata Talago Sonsang, adalah tujuan wisata yang relijius (berbasis Islam). Untuk itu diingatkan kepada Pemuda untuk memperhatikan semua tamu yang datang. “Mereka harus menjaga norma-norma adat dan budaya Minang. Jangan nanti generasi kedepan terpanguruh dengan budaya luar yang dibawa oleh pengunjung.” Untuk mendukung, yang perlu menjadi prioritas di objek Wisata Talago Sonsang dalam waktu dekat, dibangun tempat ibadah (Surau-surau kecil), Tondeh/Jamban/kakus (WC) yang higienis.  Ucapan Ketua DPRD Kab. Agam sesuai dengan prinsip-prinsip Global Muslim Travel Index (GMTI).  Dalam laporan GMTI 2016 Master Cards.  Klasifikasi kebutuhan bagi Wisatawan Muslim. Tentu minimal kategori pertama Need to have (Harus dipenuhi), harus terlaksana/diadakan.

Penutup

Wahai para Pelancong (Wisatawan) atau dunsanak perantau yang pulang kampung, bila Anda ke Bukittinggi, berkunjunglah ke Talago Sonsang di Tujuah Nagari-Kototangah-Tilatang Kamang, antara tahun 50-an sampai 60-an popular disebut Tirtasari.  Bila anda berkunjung jagalah kebersihan Talago Sonsang, jangan buang sampah dimana-mana dan jangan pula mencoretkan (mencat) sesuka hati sehingga merusak keindahan pemandangan.

Untuk menuju Talago Sonsang dapat melalui dua jalan. Yaitu: 1). Melalui jalan arah ke Medan, melewati Bukik Ambacang, Gaduik, Pasadama, Pincuran dan Kaluang, di Kaluang belok kiri sebelum masjid. 2). Melalui jalan arah ke Payokumbuah, belok kiri di Simpang Limau (Kampuang/Jorong Sanjai), terus menuju Pakankamih (disebut jln Raya Pakankamih), sampai Sipangampek.  Di SimpangAmpek belok kiri arak ke Pincuran melewati Jorong Patangahan dan Jambatanbasi terus ke Situmbuak sampai Pincuran, dari sini ke Kaluang.  Atau tepat sesudah Jambatanbasi belok kanan, melewati Paraklaweh terus Ngungun sampai Kaluang, belok kanan kemudian belok kiri sebelum masjid.

Sebagai informasi tambahan, bahwa sebutan Sonsang bukan hanya di Tujuahnagari-Kototangah-Tilkam-kab. Agam, tetapi terdapat juga di Payakumbuh di Nagari Taeh Bukit, disebut penduduk Danau Aia Sonsang. Danau Aia Sonsang merupakan batang aia (sungai kecil) yang dibendung airnya, jadi merupakan sebuah Dam atau Bendungan untuk mengaliri sawah. Keunikan dam/bendungan di Nagari Taeh Bukit adalah air mengalir berbalik melawan arus (sonsang). Sekitar dam memiliki pemandangan yang indah dan sejuk. Batang air itu adalah Batang Sinamar, tujuan wisata genangan air buatan.

NARA SUMBER/PUSTAKA

Wawancara dengan Damuar (2015)

Wawancara dengan ibu Rosna, Mantan guru SR (SD) Batumandi (2015).

Rina Permadi , https://groups.google.com/forum/#!topic/rantaunet/_-PWU3_vuks

Media SH, pegawai kantor Camat Tilkam (1916). Komunikasi Pribadi.

Yunus, H. Mahmud (1979 M – 1399 H). Tafsir Qur’an Karim, Cetakan ke Sembilan Belas. Hidarika Agung. Jakarta.

Eliya, Geni (1995) “Kamus Pariwista”, Citra Harta Prima. Jakarta.

Darsoprajitno, Soewarno (2002) “EKOLOGI PARIWISATA: Tata laksana Penglolaan Objek dan Daya tarik Wisata”.  Angkasa.  Bandung

Beberapa bahan tulisan tidak ditampilkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: