Posted by: lizenhs | April 25, 2016

PRINSIP PENGAWASAN MUTU PRODUK PERTANIAN

PRINSIP PENGAWASAN MUTU PRODUK PERTANIAN
oleh Haslizen Hoesin

Pengantar

Halo para sahabat/pengusaha petani, Tentu Anda telah membaca beberapa tulisan di Bukik Ranah Ilmu tentang mutu. Sekarang mengenai pengawasan mutu untuk melengkapi tulisan-tulisan terdahulu. Tulisan ini melengkapi pengetahuan Anda tentang Mutu terutama produk pertanian. Mudah-mudahan tulisan ini dapat penambah wawasan anda, tentu harapan Lizen hasil membaca tersebut untuk diterapkan bukan hanya sebagai bacaan saja. Anda juga dapat membaca beberapa tulisan lain tentang pengendalian mutu pada blog Bukik Ranah Ilmu, silakan baca. Selamat menerapkan hasli membaca tulisan-tulisan mengenai mutu dan semoga bermanfaat (lizen).

Pendahuluan
Apakah yang dimaksud dengan Pengawasan dan Pengendalian? Menurut KBBI
Peng-awas-an (n) penilikan dan penjagaan; (adm) penilik dan pengarahan kebijakan jalannya perusahaan. Awas (v) dapat melihat baik-baik
Pengendalian (n) proses, cara, perbuatan mengendalikan dan menguasai kendali. Kendali (n) tali kekang. Contoh pada bendi/delman/gokar.
Kata pengendalian umumnya ditemuka pada buku-buku produk manufaktur, sedangkan pengawasan pada buku produk pertanian dengan kata lain kata pengendalian diganti dengan pengawasan. Jadi pada produk pertanian digunakan kata pengawasan. Artinya prinsip-prinsip pengawasan sama saja dengan pengengalian.

PENGAWASAN MUTU PRODUK (PERTANIAN)
Mutu suatu bahan atau produk (barang) dapat didefinisikan sebagai gabungan sifat-sifat khas yang dapat membedakan suatu bahan atau barang dari bahan atau barang jang lain dan mempunyai pengaruh nyata dalam menentukan derajat penerimaan konsumen atau pembeli terhadap bahan atau barang tersebut. Apakah mutu itu? baca pada APAKAH MUTU Dan BERMUTU ITU? https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/apakah-mutu-dan-bermutu-itu/
Dalam suatu pengertian yang luas, mutu mungkin dapat dipandang sebagai suatu spesifikasi yang dapat dijumpai produk dalam batas-batas atau toleransi yang diberikan. Dengan demikian taraf mutu yang digunakan dapat dianggap sebagai rata-rata mutu yang dijumpai dipasar dan tidak perlu evaluasi mutu tertinggi yang dicapai tanpa memperhatikan biaya.
Ditijau dari pengertian di atas, maka pengawasan mutu dapat didefinisikan sebagai suatu pemeliharaan bahan atau barang pada taraf dan toleransi (mutu) yang dapat diterima oleh pembeli pada tingkat biaya yang rendah. Mutu pada taraf tersebut harus diawasi mulai dari benih atau bahan mentah, pekerja, alat-alat proses sampai pada hasil akhir. Dengan perkataan lain, teknik pengawasan mutu seharusnya diterapkan seefisien mungkin pada kegiatan usaha-usaha dalam bidang produksi, pengolahan dan pemasaran untuk mendapatkan keuntungang yang optimal. Pengawasan mutu terakhir ditentukan oleh konsumen/pembeli, yaitu apakah mereka membeli produk tersebut.
Pengawasan mutu seharusnya didasarkan atas spesifikasi dari konsumen. Oleh karena itu, siklus pengawasan mutu harus dimulai dari spesifikasi dari konsumen dan diakhiri dengan spesifikasi para konsumen seperti yang dilukiskan dalam tahap-tahap pengawasan Mutu, dapat juga dinyatakan dalam bentuk Siklus. Bila siklus artinya kegiatan tahap pertama sampai tahap keenam selesai, disebut satu siklus, mulai lagi tahap pertama. Paparan berikut disampaikan dalam bentuk tahap:
Tahap pertama. menentukan mutu adalah menentukan seteliti mungkin suatu spesifikasi yang tepat seperti yang dikehendaki oleh konsumen dengan kata lain Spesifikasi Konsumen untuk Setiap faktor mutu.
Tahap kedua. adalah mempersiapkan atau mengadakan peralatan-peralatan dan tatacara pengujian sehingga spesifikasi yang diinginkan konsumen dapat diukur.
Tahap ketiga. metoda pengujian harus setepat dan seteliti mungkin, cepat, sederhana dan tidak mahal. Selain itu juga metoda yang digunakan harus objektif.
Tahap keempat. Jika suatu metoda sudah dipilih, maka kegiatan pengambilan contoh (sampel) harus berjalan sebaik-baiknya sehingga dapat mewakili produk dan memberikan keterangan sebanyak-banyaknya tentang produk dengan biaya yang serendah-rendahnya. Kegiatan ini disebut juga pengawasan mutu.
Tahap kelima. Buat tabel kegiatan pemeriksaan sampel, kemudain laporkan kepengawas.
Tahap keenam. Lakukan aksi/tindakan jika dibutuhkan dari hasil pengawasan/catatan.
Pusat kegiatan pengawasan mutu sebaiknya terletak dekat pusat kegiatan usaha dijalankan. Hasil pengawasan/pemeriksaan dicatat dalam bentuk table/matrik.
Setelah selesai tahap keenam kembali lagi melakukan tahap pertama, berarti satu siklus telah diselesaikan, hal ini dilakukan bila spesifikasi konsemen belum terpenuhi.
Lanjut/kembali ke Tahap pertama. Spesifikasi Konsumen untuk Setiap faktor mutu
Jadi pekerjaan mulai tahap pertama sampai tahap ke enam dan kemudian kembali ke tahap pertama disebut satu siklus pengawaan mutu.
Hasil yang didapat di tempat pengawasan harus dicatat kemudian dievaluasi agar suatu tindakan/aksi dapat segera dilakukan terhadap mutu hasil pemeriksaan (pengawasan) yang menyimpang dari ketentuan baku.
Pemeriksaan terakhir dari suatu hasil (produk), terletak pada konsumen yang akan memberikan ukuran terhadap berhasil tidaknya pengawasan mutu, yaitu apakah dibeli atau tidak.

Pustaka
Arpah, Muhammad (1993) Pengawasan Mutu Pangan. Tarsito Bandung
Hoesin, Haslizen (1994). “Petunjuk Praktikum Pengendalian Mutu”. Laboratorium Manajemen Produksi. Fakultas Manajemen Produksi dan Pemasaran, IKOPIN.
Karatsu Hajime (1990) Gerbang Menuju Pengendalian Mutu Tantangan dan Manfaatnya. Cetakan Pertama. Alih bahasa PQMConst. Jakarta
Wijanti, Soesarsono dan Dedi Fardiaz (1974). Dasar-dasar Pengawasan Mutu Hasil Pertanian. Fatemata – IPB Bogor.
Beberapa pustaka tidak ditampilkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: