Posted by: lizenhs | September 4, 2015

BENCANA: ARTI KATA (DISASTERS: THE MEANING OF WORDS)

BENCANA: ARTI KATA
(DISASTERS: THE MEANING OF WORDS)
oleh: Haslizen Hoesin

Pengantar
Bencana selalu saja datang berulang baik bencana alam dan/atau bencana akibat ulah manusia. Sebelum membahas permasalahan bencana, sebaiknya disepakati dulu apa itu bencana, bila tidak ada kesepakatan maka terjadi diskusi/perdebatan yang tak akan berkesudahan, bahkan bisa terjadi saling mau sendiri-sendiri. Berarti tidak akan menghasilkan suatu kesepakatan diakhir diskusi/perdebatan. Itu berarti buang-buang waktu alias buang-buang umur. Berikut ini anda akan membaca sebagai pengetahuan awal tentang arti kata BENCANA, selamat membaca semoga bermanfaat (Haslizen Hoesin)

Pengertian Becana dari Berbagai Sumber
1.Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh WJS Purwadarminta, Pusat Penembangan & Pembinaan Bahasa, Dep P & K , 1976:
Bencana: – Kecelakaan, malapetaka, – Gangguan, kesusahan
Contoh: bencana Alam, kecelakaan ya ng disebabkan oleh alam, missal: Gempa bumi, Banjir, Longsor dll.

2.Kamus Modern Bahasa Indonesia, oleh St. Mohamad Zain, Grafica Jakarta 1960
Bencana: penipuan, pengkhianatan, huru-hara, keributan, kerusakan besar.

3.The Pocket Oxford Dictionary of Current English, Oxford 1957, Oxford University Press. Amen House, London, E.C.4.
Dicaster: Calamity, Sudden or great misfortune.

4.Kamus Umum Indonesia-Inggeris, Woyowasito – WJS Purwadarminta, Cyprass, Jakarta, 1970.
Bencana: Disaster, calamity, catastrophe, accident.

5.Webster, New American Dictionary. 1958, Books, Ins. New York.
Disaster: sudden misfortune

6.Americam Everyday Dictionary, Random House, New York, 1961, page 130
Disaster: any unfortunate event especially sudden misfortune.

7.Oxford Illustrated Dictionary, Oxford University Press, Ely House, London W-1, 1962.
Disaster: sudden or great misfortune, calamity.

8.Webster’s third New International Dictionary, Messrs G. Bell & Sons Ltd, 1966, page 643.
Disaster
1). – an unpropitous or baleful aspect of a planet or star. – malevolent influence of a heavenly body.
2). A sudden calamitous event produsing great material damage, loss and distress. (Flood disaster, a mine disaster ect. A war would be the final & supreme disaster to the world).
3). A sudden or great misfortune.
4). A complete Failure.
Note: Calamity rafer to emotion, grief. Catastrophe tend to be stronger than disaster. or calamity (malapetaka)

9.The heritage illustrated Dictionary of the English language, International Edition, American Heritage Publishing Co, Inc, 1973.
Disaster: 1). An occurence inflicting widespread destruction and distress
2). A total failure
3). Obolute.

Synonims: Disaster: calamity, cataclysm, debacle, holocaust.
Disaster: generally implies great destruction, hardship or loss of life.
Calamity: emphasize distress, grief and the sense of loss more than widespread destruction.
Catastrophe: stresses the sense of tragic outcome with irreparable.
Cataclysm: refer to a sudden upheaval that brings an earth shaking change, physical, as an earthquake or social as revolution.
Debacle: unusually implies overwhelming defect or sudden, chaotic collapse.
Holocaust: refer in strict usage, to widespread destruction and loss of life caused by fire.

10.Advance learner’s Dictionary of current English, AS Hornby, London, Oxford University Press, 1974 hal 246 – 247.
Disaster: 1). A great or sudden misfortune, terrible accident e. g a great flood or fire, an earthquake, the loss of a large sum of money. 2). A great misfortune or suffering.

11.Cassel’s English Dictionary, cassel company Ltd, London, 1975.
Disaster: – a sudden misfortune, calamity, misfortune. – The influence of an un favourable planet (astrology)

12.Longman of Contemporary English, Pitman Press, Batn, 1978, 1st Eiditon, page 308 – 309.
Disaster: A great misfortune (The loss of the ship wos a disaster. The election result will bring political disaster).

13.Office of The United Nations Disaster relief co-ordination, Guidliness for disaster prevention Vol. I, 1976

Disasters
Disasters are the consequence of two different kinds of phenomena:
-Events induced by natural physical processes
-Events induced by human activities and habitation.
The natural of both kinds of phenomena have been detailed and described fully elsewhere; a summary listing is given here.

Natural Disasters
-River flooding (caused by rainfall, melting snow, dam failure, ice jams, mud flows etc.).
-Tsunami and coastel flooding (caused respectively by seismic activity and tropical cyclones).
-High winds (caused by tropical cyclones, typhoons, hurricanes and tornadoes).
Earthquake (of tectonic or volcanic origin).
-Slides, slips and avalanche (of land, rock or snow).
-Fire and conflagration.
-Volcanic eruption.
-Drought.

Man-made Disasters
-Fire
-Explosions
-Mining catastrophes and damage.
-Contamination of air, water and soil.
-Large-scale traffic accidents.
-Radiation.

14. Kepmen No. 17/kep/Menko/Kesra/x/95 Bencan adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia, dan atau keduanya yang mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat.

15. Menurut Departemen Kesehatan RI (2001), Bencana adalah peristiwa atau kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia, serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar.

16. Menurut WHO (2002) Bencana adalah setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia, atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena.

17. Pada tahun 2007 keluarlah Undang-Undang No.24 tentang Penanggulangan Bencana. Pada BAB I Pasal 1, disebutkan definisi bencana, yaitu:

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Penggolongan bencana dalam Undang-Undang No.24 tentang Penanggulangan Bencana disebutkan   sebagai berikut:

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor.

Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit.

Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat dan teror.

Chain’s of Events
It is seldom that only one kind of natural disaster hits e settlement and its population. In the majority of cases, a chain of events develops and the final disastrous outcome is a cumulative effect of sequential phenomena and forces. Further, when a catastrophe is a combination of various actions of natural forces and elements, often an action in progress may not only “open the door” to what follows, but may make the latter more destructive than when it occurs by itself.

Examples of the most common chains of disastrous events are as follows:

rainstorm : flood-contamination of potable water – and as a final result, a plague
earthquake : landslide – flood
earthquake : fire – conflagration
earthquake : tsunami – floods in distant locations – contamination of water.
cyclone : flood – contamination – plague.

Nearly every natural catastrophe, by destroying existing structures, installations and storage areas may cause dangerous of water and air.
Original damage caused by natural forces affects human being not only physically but mentally. Some people’s actions tend to be careless, spontaneous or unco-ordinated, which leads to further man-made catastrophes. The chain-reaction in many catastrophes is common and dramatic one. Two kinds of inter-action develop between various kinds of disasters and elemental forces and secondary disasters of human origin.

Impact of disasters
Occurrences of extreme natural phenomena and associated elemental forces are not in themselves disasters. A disaster occurs when one or more of these phenomena strikes a human settlement or an area of cultivation.

Penutup

Dari paparan diatas terlihat bahwa “BENCANA” :
– menimbulkan kerusakan besar,
– mengakibat korban jiwa/harta benda,
– membawa kehancurkan total,
– terjadi tiba-tiba/mendadak,
– mengakibatkan kesengsaraan & penderitaan,
– diakibatkan oleh proses-proses alam dan ulah manusia,
– terjadi ditempat pemukiman manusia dan daerah-daerah yang diusahakan untuk hidup (area of cultivation).

Maka secara umum BENCANA adalah suatu atau serangkaian kejadian yang menimbulkan kerusakan besar/kehancuran pada “tempat pemukiman manusia” atau “daerah yang menyangkut kehidupan manusia” secara luas sehingga mengakibatkan kerugian harta-benda dan/atau jiwa manusia, baik langsung maupun secaa tidak langsung. kejadian tersebut biasanya terjadi tiba-tiba dan prosdesnya berlangsung dalam waktu yang relative singkat.

Yang dimaksud dengan tempat pemukiman manusia disini adalah tempat manusia bermukim atau tinggal dengan baik dalam arti luas (wilayah pemukiman) maupun dalam arti sempit (gedung-gedung, bangunan-bangunan dll). Sedangkan daerah yang menyangkut kehidupan manusia dimaksudkan sebagai daerah-daerah yang diusahakan/dikelola untuk keperluan atau kelangsungan hidup manusia seperti dareah-daerah pertanian, perkebunan, peternakan dan industri.

Dalam hal bencana karena proses-proses alam, tidak dapat terlepas dari faktor manusia (hidup dan kehidupan), oleh karena hanya proses-proses alam yang menimpa daerah atau tempat pemukiman manusia sajalah yang dapat menimbulkan/ mengakibatkan bencana yang merugikan kehidupan manusia secara langsung dan inilah yang paling sering disebut sebagai BENCANA.

Sember:
Makalah yang diajukan gugus Tugas P.B.B. Disampaikan pada tgl 22 Maret 1980 dihadapan semua gugus tugas Keselamatan Bangunan

Beberapa sumber tidak ditampilkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: