Posted by: lizenhs | July 25, 2015

Kadang-kadang, Lantas Tersenyum

KADANG-KADANG, LANTAS TERSENYUM

Kepada mereka, orang-orang terdekat, sahabat terdekat dan seseorang, kepada mereka semuanya, saya buat tulisan [pantun (sajak)].

Sebelum anda membaca Pantun (sajak), Lizen mengucapkan terimakaih atas kunjungan Anda (Bapak-bapak, ibuk-ibuk, sahabat-sahabat, adik-adik dan kakak-kakak) ke Bukik Ranah Ilmu (BRI).

Pada kesempatan ini Lizen mengucapkan selamat berhari raya Idul Fitri 1436 H, maaf Lahir batin, sehat selalu dan lancer semua kegiatan/usaha. Semoga amal-ibadah Ramadhan  di terima Allah dan Ramadhan kali ini berbauh peningkatan ketaqwaan bagi pembaca/sahabat yang melaksanakan ibadah Ramadhan (muslim), Aamiin.  Juga salam sejahtera untuk semua dan pembaca non muslim.  Semoga hasil membaca tulisan di BRI menambah wawasan, memunculkan Ide, gagasan dan semangat baru. (Haslizen Hoesin).

Pantun (sajak) saya (lizen) tulis semata-mata karena Allah SWT. Sebagai rasa syukur atas Rahmat dan Hidayah-Nya; Sebagai Bakti kepada kedua orang tua dan keluarga  atas kasih sayang, pengorbanan dan doa restu; Hal yang sama saya tujukan kepada nenek, mamak (paman), mak tuo abang-abang dan uni-uni; Tuo-tuo, inyiak-inyiak, adang-adang, etek-etek, mamak-mamak; tuan-tuan dan uni-uni; uda-uda/kakak, adik-adik dan dunsanak.  Juga kepada sahabat-sahabat sama sama sekolah di SR (SD), SLTP, SLTA dan Perg. Tinggi, sekerja dan sekantor (tidak dapat disebutkan nama satu persatu).

 

KADANG-KADANG, LANTAS TERSENYUM

Oleh: Haslizen Hoesin

Kadang-kadang ………………………

Awalnya melihat dan merasakan,

berdiskusi dengan diri sendiri atau dengan sahabat terdekat,

Merenung, kemudian ditulis

Lantas tersenyum.

Kadang-kadang …………………….

Awalnya seseorang berbicara kepada ambo (saya),

kami berdiskusi dan mempelajari masalah.

Merenung, kemudian menuliskan gagasan,

Lantas senyum.

Kadang-kadang ……………………

Awalnya hanya coba-coba membuat sesuatu,

hasil yang dibuat berdiskusi dengan diri sendiri, atau dengan sahabat terdekat.

Merenung, kemudian menuliskan hasil mencoba-coba itu.

Lantas tersenyum.

Kadang-kadang ……………………

Awalnya hanya membaca-baca,

membaca yang tertulis dan/atau tersirat,

berdiskusi dengan diri sendiri, atau dengan sahabat terdekat.

Merenung, kemudian menuliskan hasil diskusi.

Lantas tersenyum.

Kadang-kadang ………………………

Di awali melihat sesuatu dan

membaca tulisan tentang yang dilihat

mencoba-coba mengerjakan/membuatnya,

berdiskusi dengan diri sendiri dan dengan seseorang,

Merenung, kemudian ditulis yang dikerjakan/dibuat.

Lantas tersenyum.

Ya, ………..  setiap kadang-kadang dan diakhiri tersenyum,

langsung terucap kata Alhamdulillah” sebagai pentutup,

kadang-kadang ucapan “Alhamulillah” hanya dalam hati,

kadang-kadang dimulut secara lemah (desah) dan/atau

kadang-kadang cukup kuat, bahkan kuat dan diikuti lompat-lompat kecil,

Oooooo …………… begitu toh

Lantas tersenyum 

Bandung. Di awal Syawal 1436 H (Juli 2015 M)

mengenai membaca-baca, baca selengkapnya pada Ayo ….. Calistung belajar dan meneliti https://lizenhs.wordpress.com/2008/12/23/ayo-ca-lis-tung-belajar-dan-meneliti/ dan Hidup Ini Indah dengan Membaca Kemudian Buat dan Sampaikan. https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/27/hidup-ini-indah-dengan-membaca-kemudian-buat-dan-sampaikan/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: