Posted by: lizenhs | May 4, 2015

Nama Tempat (“Kampuang” dan “Kota”) Ambo: Lucu, Aneh, Takberaturan, Merubah Arti dan Sejarah (Bagian kedua)

Nama Tempat (“Kampuang” dan “Kota”) Ambo:
Lucu, Aneh, Takberaturan, Merubah Arti dan Sejarah
(Bagian kedua)

oleh: Haslizen Hoesin

Pengantar
Tulisan ini sambungan tulisan bagian pertama. Bagian pertama klik disini https://lizenhs.wordpress.com/2015/05/04/nama-tempat-kampuang-dan-kota-ambo-lucu-aneh-takberaturan-merubah-arti-dan-sejarah-bagian-pertama/ Bila dicermati memang Nama “Kampuang” dan “Kota” Ambo jo Dunsanak Minang, Lucu, Aneh, Takberaturan, Merubah Arti dan Sejarah Penulisan dan Penuturannya di Minang (Sumbar). Perhatikanlah dengan pikiran yang tenang dan sistematis, dunsanak. Sebagai bahan awal, tulisan berikut ini dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran. Mudah-mudahan bermanfaat. Selamat membaca.

Ketentuan Penamaan
Ketentuan UNGEGN, Bakosurtanal, SKP no 50 dan EYD, bila diterapkan untuk menetapkan nama-nama tempat di Minangkabau, maka:

Pertama: Nama geografis, Danau Maninjau, Gunung Marapi (bukan Merapi), Batang Agam (bukan sungai Batang Agam), Taluak Bayua (bukan Teluk Bayur).

Kedua: Nama tempat, Bukit Tinggi jadi Bukittinggi, Padang Panjang jadi Padangpanjang. Taluak Bayua menjadi Taluakbayua, Bukik Ambacang menjadi Bukikambacang, dll.

Ketiga: Perubahan merubah arti, bahkan bisa berarti “buruk”, perhatikan berikut ini: Sungaijaring seharusnya Sungaijariang (Jariang adalah nama pohon/buah, jaring adalah alat penangkap ikan, burung dan binatang, kadang kadang jarring disebut juga jala. Jadi berubah arti). Pandaisikat seharusnya Pandaisikek (Pandai berati pintar, Sikek berasal dari nama orang yaitu Si Ikek. Sikat berarti pukul, hantam sampai habis dan binasa. Jadi berubah arti). Alanglawas seharusnya Alanglaweh (Alang nama tumbuhan sebutan lain ilalang. Laweh berarti luas, lawas berati lusuh sudah tua. Alanglaweh mungkin berarti hamparan tumbuhan ilalang yang luas. Jadi berubah arti bila Alang lawas). Kampungjuar seharusnya Kampungjua (Jua sama dengan jual. Apa yang dimaksud dengan juar? Jadi berubah arti), Sungailaras seharusnya Sungailareh (Lareh itu jatuh sendiri, laras adalah besi tempat jalan keluar peluru pada senjata. Jadi berubah arti bila Sungailaras), Kotatengah seharusnya Kototangah (koto adalah kumpulan beberapa dusun yang berawal dari beberapa taratak. Jadi berubah arti). Sungaisarik, seharusnya Sungaisariak (Sariak adalah tanaman, sarik artinya sulit atau susah, arti lain pencuri atau maling. Jadi berubah arti). Airmancur seharusnya Aiamancua (Mancua berasal dari mancucua, satu “cu” dihilangkan. Mancucua adalah air yang mencucur (terjun) dari atas kebawah pada tempat tertentu. Mancur, berati air yang menyemprot dari bawah ke atas. Jadi merubah arti. Nama lain air terjun di Minangkanau, sarasah). Goa Jepang seharusnya Lubang Japang (Goa terjadi secara alamiah, lubang di buat manusia. Japang sebutan Jepang menurut bahasa Minang, Jadi berbeda arti).

Keempat: Perubahan berpotensi menghilangkan nilai sejarah dan sistem penataan wilayah, seperti, Goan Hoat nama Pasa, pernah dipakai menjadi nama terminal, karena teminal dipindah nama itu menghilang. Goan Hoat, adalah seorang kapten keturunan Cina yang ditugaskan menelola dan mengembangkan daerah tersebut. Kampuang Jao hilang, berubah menjadi Pasar Raya. Kampuang jao adalah wilayah tempat tinggal suku asal jawa. Janjang Kampuangcino di ubah menjadi Pasenggrahan dll.

Kelima: Angka, angka digunakan dalam peta untuk menunjukan ketinggian suatu tempat, koordinat atau hal lainnya, jadi tidak boleh menggunakan angka. Contoh, 4 Angkat seharusnya Ampekangkek. 50 Kota seharusnya Limopuluahkoto. 4 Koto seharusnya Empatkoto. Jenjang 40 seharusnya Janjangampekpuluah. Jawi-jawi II seharusnya Jawijawiduo. Cengkeh Nan XX seharusnya Cengkehnanduopuluah. Aro IV Korong seharusnya Aroampekkorong. Malai V Suku seharusnya Malailimosuku. Kelok 44 seharusnya Kelokampekpuluahampek, dll.

Asal Usul Nama Tempat
Asal usul nama tempat di Minangkabau, bila dicermati dan direnugkan dengan hati yang jernih ternyata didasarkan pada: Topografis, Keadaan permukaan bumi, Nama Tumbuh-tumbuhan, Nama Binatang, Bentuk atau Posisi Daerah, Sejarah, Suku penduduk, Gabungan Topografi dan Sifat Manusia, Fungsi Daerah dan Profesi Penduduk. Perhatikan berikut ini.

Nama Orang dan Sejarah
Pertama, Nama Orang (keahlian). Seperti Pandaisikek berasal dari pandai dan si Ikek, Pandai berati pintar, Ikek nama orang yang pandai membuat kerajinan tangan dari kayu di Kotobaru. Ikek yang di awali dengan kata penunjuk Si di abadikan menjadi nama tempat dengan menggabungkan Si dan Ikek menjadi siikek, kemudian “i” dihilangkan sehingga menjadi Sikek. (www.saudiamracoworld.com/issue/199104/the.carvers.of.bukittinggi.htm)

Kedua. Sejarah, Seperti, Biaro berasal dari Biara, Kubu, Kamang, Padangsibusuak, Gunuangpangilun, Benteang, Lubangjapang, Piobang, Gaduik, Katapaiang, Minangkabau, Halaban, Manggopoh, Pandaisikek, Bukikkuliriak dll.

Keadaan Tempat Topografi
Pertama, Mata Air. Kata sungai tidak digunakan untuk nama aliran air, tapi untuk mata air, sedangkan Sungai disebut batang. Sungai yang diartikan sebagai mata air diantaranya Sungai Tanang, Sungai Janiah (Kab. Agam). Apakah Sungai Angek, Sungai Tambang dan Sungai Gantuang merupakan mata air? Ditempat lain mata air disebut tabik dan mato aia. Batangtabik (Payokumbuah), Matoair (Agam). Lubuak Matokuciang (Padangpanjang). Sebutan didepan nama sungai ditulis batang. Batang Sianok, Batang Kuranji, Batang Anai, Batang Sinamar dll. Bila ditulis sungai Batang Sianok itu salah. Cabang aliran air yang kecil disebut banda (bukan Bandar) seperti Banda Rusuang, Banda Tangah. Perhatikan penulisan berikut ini, Sungaitengan, Sungaijernih, Sungaihangat, Sungaitambang, Sungaigantung, Batangterbit, Lubukmatakucing, Anakair, Mataair, Bandarusung, Bandartengah, dll. Tuturan tersebut tidak dikenal di daerah local dan lucu didengar.

Kedua, Buah. Jambuaia, Marapalam, Pauahkamba, Durian, Cubadak dll. Bila di ubah menjadi Jambuair, Mempelam, Pauhkambar, Duren, Cempedak. Lucukan?

Ketiga, Binatang. Lubuakbuayo, dll diubah menjadi Lubukbuaya

Keempat, Bukit dan Gunung. Bukittinggi, Bukitapit, Gunungpangilun (tidak ada perubahan), Labuhgunung, Bukitbatabuh, Bikitkulirik, Bukitbulat, seharusnya Bukiktinggi, Bukikapik, Gunuangpangilun, Labuahgunuang, Bukikbatabuah, Bukikkuliriak, Bukikbulek

Kelima. Batu. Batuampa, Batutaba dirubah menjadi Batuhampa, Batutebal.lucukan?

Keenam Keadaan dan Posisi Tempat. Kotopanjang, Kototangah, Ikuakoto, Kototuo dirubah menjadi, Kotapanjang, Kotatengah, Ekorkota, Kotatua, Sawahlunto (berasal dari sawah dan banda atau batang Lunto mengaliri air sawah).

Ketujuh Pulau dan Teluk. Angsoduo, pulau Cingkuak, Taluak Bayua dll dirubah menjadi Angsa Dua, Pulau Cingkuk, Telukbayur

Penggabungan
Digabungkan, disatukan dan beberapa huruf dihilangkan, seperti Sianok (berasal dari Si dan Anok, si adalah kata penunjuk. Bukareh (berasal dari buah kareh, disatukan buahkareh, “ah” dihilangkan, sehingga menjadi bukareh). Pandaisikek (berasal dari pandai, si dan ikek. Digabungkan menjadi Sikek, “i” dihilangkan satu). Aiamancua (berasal dari aia mancucua, “cu” dihilangkan satu menjadi Aiamancua). Tiakar (berasal dari titian aka, di disatukan menjadi titianakar, “tian” dihilangkan). Kamang (berasal dari kama ang, disatukan kamaang, “a” dihilangkan menjadi Kamang). Apakah Antokan berasal dari “antok” dan “kan” atau “an”?

Tidak jelas Aturan Perubahan
Pertama, Lucu, janggal dan bahan tertawaan, membingungkan dan asing bagi penduduk setempat. Seperti Pelupuh (bila di Indonesiakan dari Palupuah, perhatikan selanjutnya) Lubukbegalung dari Lubuakbagaluang, Lubukbasung dari Lubuakbasuang, Kamang menjadi Kemang, Kapau menjadi Kepau, Balingka menjadi Belingka ( seharusnya Berlingkar). Tabiang menjadi Tebing, Karupuak Sanjai menjadi kerupuk atau Keripik Sanjai, Karupuak Jangek menjadi Kerupuk Jengat atau Kerupuk Kulit, Dadiah menjadi Dadih, Kalio Ati menjadi Kalia Hati, Randang kalio atau kalio randang menjadi kalia rendang, Pasa Akad menjadi Pasar Ahad. Pakanlabuah menjadi Pakanlabuh (pakan tempat jual beli, labuah itu jalan), Baruahbukik menjadi Baruh Bukit.

Kedua. Apakah Begini , seperti Kuok, Batarak, Piobang, Tambunijuak, Magek, Taratak, Ampiangparak, Saoklaweh, Batumanjulua, Siguntua, Tigojangko, Tabek, Galugua, Balingka, Harimau Nan Salapan, Kotokaciak, Suraubalengek dll. Bila dirubah Di Indonesiakan) apakah begini? Kuap, Betarak, Piabang, Tembunijuk, Megat, Teratak, Empingparak, Saoklawas atau Tutuplawas?, Batumenjulur, Siguntur, Tigajangkar, Tebat, Gelugur, Balingkar atau Melingkar?, Harimau yang Delapan, Kotakacik. Masjid Bertingkat. Lucukan?.

Ketiga, Apa adanya, tidak ada perubahan (tetap) apa adanya seperti Kurai, Sianok, Solok, Singkarak, Sicincin, Tiku, Sonsang, Tarusan, Solok, Manggopoh, Mandiangin, Tiakar, Gurunpanjang, Painan, Sisawah, Tambangan, Sasak, Sitalang, Suliki, Kajai, Talu, Kuturai, Matobe, Jatibaru, Batangarau, Suraugadang, Suraubalengek, Ngalau, dll.

Keempat. Tidak di lakukan Perubahan, seperti Koto Gadang, Maninjau, Sungai Tanang, Sungai Dareh, [bila diubah (di Indonesiakan) menjadi Kota Gedang atau Koto Gedang, Meninjau, Sungai Tenang dan Sungai Deras]. Ternyata nama tersebut tetap tidak diubah dari dulu sampai sekarang, Orang-orang yang berasal dari daerah tersebut tidak risih, tidak kaku, malu dan tidak berusaha merubah. Kenapa demikian? Silakan dunsanak menebak jawabnya. Apa mereka ….. Atau…..… Atau begini. Mereka semua banggga dengan nama tersebut atau ada sesuatu yang tersimpan pada nama tersebut sehingga tidak terniat untuk merubah dan dipertahankannya demikian. Bila jawaban demikian, sikap tersebut perlu ditiru dan disosialisasikan di Sumbar.

Bagaimana nama tempat menggunakan nama asing, misal Carolin, Difficultwater, The Hill dll, sebaiknya hindari (tidak digunakan) karena tidak menunjukan identitas dan kekhasan Minangkabau, kecuali ada dasar sejarahnya.

Upayalahkan Mempopulerkan Nama Lokal
Upaya mempopulerkan Minangkabau, ditingkat nasional dan mancanegara, yang membanggakan adalah Bandara (Bandar Udara) Internasional Minangkabau (BIM). Nama tersebut jelas-jelas nama mencirikan Ranah Minang, pilihan ini sangat tepat diantara beberapa nama yang diajukan, meskipun terpat pro-kontra. Sayang, rupanya ada yang mengganjal, mengurangi identitas Ranah Minang yaitu Ketaping, seharusnya Katapiang sebutan akrap masyarakat setempat. Katapiang memberikan arti dan mempopulerkan a) nama janis tanaman (buahnya enak dimakan dan serat kayu yang bagus, ringan dan harus dijaga dari kepunahan, karena ditebang tidak ditanam kembali), b) nama kampung c) mengingatkan kita pada nama landasan udara perintis selain Gaduik dan Piobang.

Mudah-mudahan sebutan orang Minangkabau dapat menggantikan panggilan orang Padang bagi perantau Sumbar (Minang). Selama ini sebutan padang merupakan pembenaran yang salah. Bahkan ada pula yang memanggil. Anda suku Padang ya kata seorang teman bertanya pada saya (Lizen) (apakah sebutan suku ini dapat dibenarkan?).

Kejadian yang Lucu dan tidak mengenakan
Suatu nama tempat diubah penyebutannya (tidak perlu disebut nama tempat tersebut), kejadian seperti ini. Seorang datang dari rantau ke Ranah Minang mencari seseorang, berbahasa Indonesia (logat Minang masik kentara) menyebut nama tempat (di Indonesia kan). Sebutan nama tempat itu dirubah (di Indoneiakan), sebutan tersebut ditertawakan penduduk setempat atau mereka menyatakan tidak dikenal. Hasilnya penanya atau orang yang dicari dirugikan, karena penduduk setempat tidak memberi tahu. Menyedihkan lagi bila orang itu turis mancanegara yang bertanya, bagaimana jadinya? Tentu akan merusak citra Minangkabau.

Pembanding
Bila diperhatikan dan dicermati daerah lain, mereka menggunakan nama tempat mengukuti budaya dan fonetik mereka, perhatikan berikut ini. Kebon Kalapa, Astanaanyar, Ciumbueluit, Purwakarta, Tegallega, Citarum, Tangkupan Parahu, dll pasti tempat tersebut di Jawa Barat. Purwokwerto, Tegal, Banyuwagi, Tegalrejo, Wonogiri, Kali Brantas dll., pasti Jawa Tengah dan Timur. Lhokseumawe, Meolaboh, Pulau Simeulu, Krueng Peureulak, pasti Nangro Acah Darussalam. Seblat, Ipuh, Manna, Airdikit dll., pasti Bengkulu. Gedonghaji, Bukitkemuning, Wai Seputih dll., pasti Lampung. Makasar – Ujung Pandang – Sekarang kembali Makassar, pasti Sulawesi Selatan. Apa yang mendasari perubahan yang dilakukan masyarakat Sulawesi Selatan kembali ke Makassar?
Apakah di Sumarta Barat Parakkambia atau Parakkerambil, Sarasah dan Aiamancua atau Serasah dan Airmancur, Sungai Janiah atau Sungaijernih, Ustano atau Istana, Gunung Marapi atau Merapi, Batang Ombilin atau Sungai Batang Ombilin dll

Penutup
Bahwa nama-nama tempat di Minangkabau: menunjukkan identitas, mengandung banyak informasi, mengandung arti sejarah, menggambarkan potensi dan kekayaan daerah.

Nama-nama tempat: Bukan sembarang nama. Ternyata merupakan kebanggaan. Jadi sesuatu yang harus dilestarian, dipertahankan, dan disosialisasikan

Panduan menetapkan nama tempat ternyata telah ada, sebaiknya digunakan agar konsisten dan tidak terjadi permasalahn di kemudian hari. Terdapat beberapa pertanyaan seperti ini sering muncul. Apakah nama daerah Minangkabau di “Indonesia” kan? Apakah nama tempat yang menunjukkan identitas, kekhasan atau informasi harus ganti dan/atau dikaburkan artinya? Apakah masyarakat Minang akan mempopulerkan nama tempat yang mencirikan Minangkabau?

Jawaban terletak pada kesepakatan Niniak-mamak, Cadiak-pandai, masyarakat Minang di Sumbar, masyarakat minang rantau, masyarakat perguruan tinggi (UNAND, UNP, Univ Bung Hatta, Aski dll), Pemda Sumbar, Dinas Pariwisata, Pemkab dan Pemkot

Sebelum dilakukan menetapkan/merubah nama tempat sebaiknya di survei dan diteliti dulu asal muasalnya, sehingga tidak terjadi permasalah dibelakang hari. Kemudian dibukukan, sehingga dapat dimiliki perorangan dan disimpan di perpustakaan (sekolah, perguruan tinggi dan umum, nagari, kecamatan dan pemda) dll. dalam rangka sosialisasi.

Penetapan nama tempat hasil kesepakan tersebut diusulkan sebagai masukan kepada Bakosurtanal dalam pemetaan dan disampaikan kepada UNCSGN-PBB.

Pustaka
Lihat pada bagian pertama


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: