Posted by: lizenhs | May 30, 2014

BEBERAPA FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KOPERASI/KUD

BEBERAPA FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KOPERASI/KUD

Pengantar
Tulisan ini diambil dari makalah yang disampaikan pada Koperative Manajemen Consultant Workshop, FAO di Baladkop 30 Oktober 1984. Judul Makalah adalah Beberapa Faktor Penentu Keberhasilan Koperasi/Kud Di Indonesia. Disebar luaskan kembali melalui Bukik Ranah Ilmu dalam bentuk ringkas dengan judul Beberapa Faktor Penentu Keberhasilan Koperasi/KUD, agar diketahui pembaca Bukik Ranah Ilmu dan masyarakat, khususnya masyarakat Koperasi. Tulisan ini melengkapi tulisan-tulisan sebelumnya mengenai koperasi yaitu koperasi Produsen https://lizenhs.wordpress.com/2009/09/02/koperasi-produsen-apa-itu%E2%80%A6%E2%80%A6/ dan koperasi Produksi (industri) https://lizenhs.wordpress.com/2009/11/11/koperasi-produksi-industri/ . Mudah-mudahan bermanfaat dan diamalkan. Selamat membaca.

BEBERAPA FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KOPERASI/KUD DI INDONESIA
Oleh: Haslizen Hoesin

1. Pendahuluan
Koperasi (Kop)/Koperasi Unit Desa (KUD), merupakan wahana ekonomi masyarakat pedesaan. Maju-mundur Koperasi ternyata harus didukung oleh lingkungan, baik lingkungan alam maupun social budaya selain kepengurusan Kopersai/KUD. Koperasi baik maka ekonomi masyarakat pedesaan baik, perpindahan masyarakat pedesaan mencari pekeerjaan ke perkotaan dapat dikurangi (ditekan).
Untuk membahas keberhasilan Kop/KUD perlu dikemukakan model, model alir energi, materi dan informasi. Model ini dapat membantu menjelaskan faktor-faktor penunjang bila ditinjau dari segi lingkungan dan sumber daya Petanian.
Berkenaan dengan pengurus, tampaknya tidak dapat terlepas dari sikap, mental dan keadaan lingkungan sosial budaya. Untuk menjelaskan hubungan tersebut dibuat matrik hubungan antara faktor keberhasilan dengan Kop/KUD. Factor-faktgor keberhasilan yang digunakan sebagai indikator keberhasian Kop/KUD diperoleh dari faktor yang menyebabkan Kop/KUD itu berhasil.
Kop/KUD yang dijadikan sebagai model adalah KUD Nugroho Purwosari, Kop Setia Kawan, KUD Bebanden dan KUD Pasir jambu.

2. Diagram Alir Energi, Materi dan Informasi
Dalam kehidupan masyarakat tani di pedesaan untuk menghasilkan produk pertanian, sebenarnya melibatkan beberapa factor yang saling beritegrasi. Hal ini lebih jelas terlihat apabila dibuat suatu sistem petani dalam bentuk Diagram Alir Energi, Materi dan Informasi (Odum) dan menguraikan factor-faktor tersebut dalam masukan dan keluaran.
Faktor-faktor yang bertintegrasi itu adalah:
1. Matahari (dalam bentuk radiasi/sinar),
2. Hujan (akibat interaksi radiasi matahari dengan kandungan air dia atmosfir, dipermukaan bumi (kolam, sungai, danau dan laut) dan tumbuhan (dedaunan),
3. Sumber daya tenaga kerja (manusia, hewan dan mesin) dan informasi,
4. Unsur hara yang tersimpan dalam tanah,
5. Produksi, akibat dari berbagai interaksi,
6. Materi/energi yang hilang atau terbuang

Matahari, hujan (air singai, danau, telaga/situ), pupuk buatan dan sumberdaya tenaga kerja adalah faktor luar (eksternal) sistem (dapat juga disebut sebagai sumber informasi), disebut juga komponen masukan, sedangkan materi (produk yang dihasilkan) dan energi yang hilang atau terbuang merupakan faktor keluaran akibat proses produksi disebut juga komponen keluaran. Unsur hara di tanah dan proses produksi adalah faktor (dalam) internal dari sistem.
Bila sistem lebih rinci, maka pada proses produksi (terjadi interaksi), ternyata melibatkan: gudang, jalan, lahan, ternak, skedul, bibit, pengendalian (kontrol) dll.
Interaksi semua factor internal dan eksternal inilah yang menentukan naik turun produksi, atau dengan kata lain fluktuasi aliran keluaran berupa energi dan materi serta informasi. Jadi bila berkurang satu saja dari beberapa faktor yang diperlukan dalam proses akan berakibat menurun produksi. Produksi yang didapat dijual, sedangkan para petani akan membayar informasi dan tenaga kerja. Selisih penjualan dan pembayaran inilah yang menaikkan taraf hidup petani.
Kalau dikaitkan dengan koperasi maka factor-faktor internal dan eksternal pada sistem petani merupakan factor penentu apakah unit usaha koperasi dapat berkembang dengan baik atau buruk dan tentu selisih hasil penjualan dan membayar tenaga dan informasi dari/ke Kop/KUD yang diinginkan para anggota selain pembagian SHU.

3. Keadaan Koperasi/KUD
3.1. Koperasi/KUD
Gambaran mengenai keadaan Koperasi/KUD terdiri dari: tanggal berdiri, keanggotaan Unit usaha (jumlah unit usaha yang dikelola), wilayah kerja [meliputi penduduk Laki-laki dan perempuan, desa (jumlah desa) dan luas wilayah (ha) meliputi: Sawah, tegalan, rumput dan Darat (hutan lindung)]

3.2. Unit Usaha
KUD Nugroho Purwosari, 16 unit usaha [14 aktif, dari 14 unit usaha yang aktif, berhasil 4 dan 2 tidak aktif ]. Koperasi Setia Kawan 2 unit usaha [dari 2 unit usaha yang aktif, 1 berhasil].
KUD Bebanden, 7 unit usaha [ dari 7 unit yang aktif, 2 berhasil].
KUD Pasir Jambu, 6 unit usaha [dari 6 unit usaha 2 tidak aktif, 4 berhasil].

3.3. Prestasi Kopersi/KUD
Prestasi yang dicapai Kop/KUD merupakan gambaran keberhasilan. Prestasi yang diperoleh Kop/KUD:
KUD Nugrogo Purwosari [KUD terbaik nomor 1 (nasional)], KUD Model, KUD Teladan I (nasional), KUD Teladan II (nasional), KUD teladan III (nasional)]
Koperasi Setia Kawan [Kop terbaik (nasional), Kop teladan (nasional)],
KUD Bebanden [KUD model, KUD terbaik (nasional)],
KUD Pasir jambu [KUD Model, memperoleh surat izin usaha perdagangan Dep perhubungan dan Koperasi].

4. Faktor-faktor Keberhasilan
Kriteria yang dipergunakan/dipakai dalam penentuan keberhasilan Kop/KUD di ambil dari penyebab keberhasilan Kop/KUD dirturunkan dari Diagram Alir Energi, Materi dan Informasi. Factor-faktor keberhasilan Kop/KUD dikelompokkan, di dapat 4 (empat) factor utama yaitu: faktor lingkungan, faktor internal, factor eksternal dan factor sosial budaya. Uraian lengkap adalah sebagai berikut:
Faktor Lingkungan: Sumber daya alam dan Sumber daya Manusia (tenaga kerja).
Faktor Internal: Partisipasi/rasa memiliki, Kelompok tani/kerja, Ketua kelompok (orang terpandang & berpengaruh), Jujur & disiplin (terbuka), Pembagian kerja, kontrol (pengendalian), Penempatan yang sesuai (cocok), Kerja sama antar pengurus dan manejer.
Faktor Eksternal: Komunikasi, Kerjasama dengan (desa/camat), Perhatian, Kebijakan dan Keseriusan Pemerintah mengembangkan ekonomi masyarakat lemah, Kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga (bimbingan dan latihan), sedikit saingan (ada tapi tak berarti).
Faktor Sosial Budaya: Pengalaman (Petani atau perajin), Adat kebiasaan masyarakat.
Kesemua faktor ini, ditabelkan dalam bentuk matrik untuk melihat korelasinya disetiap Kop/KUD.

5. Pembahasan dan kesimpulan
Memperhatikan matrik faktor keberhasilan, unit usaha dan kadaan koperasi berdasarkan Model Aliran Energi, Materi dan Informasi. Jelas terlihat bahwa potensi daerah memegang peranan yang besar. Demikian pula factor pengalaman (sosial budaya), partisipasi/rasa memiliki dan pengalaman hidup. Partisipasi yang tinggi dari anggota dan pengurus menghasilkan kreasi-kreasi baru. Ini akan menyebabkan SHU anggota naik. Table keberhasilan jelas sekali memperlihatkan bahwa faktor penunjang utama keberhasilan Kop/KUD itu adalah:
Sumber daya: lingkungan, alam dan tenaga kerja.
Internal: 1). Jujur, disiplin dan tanggungjawab, 2). Pembagian kerja, penempatan yang cocok dan kerjasama, 3). Pengendalian dan skedul.
Eksternal: 1). Komunikasi, 2). Kebijakan, Perhatian dan Keseriusan Pemerintah.
Sosial budaya: Pengalaman.
Dari keempat factor penunjang utama dari Koperasi/KUD yang diteliti jelas terlihat fahwa factor-faktor yang dikemukakan diatas dapat dijadikan “patokan” sebagai faktor utama keberhasilan Kop/KUD yang merupakan kesimpulan koperasi/KUD yang diamati.

Pustaka
Dulfer, Eberhard. (1974). Operational Efficiency of Agricultural Cooperatives in Develping Countries. FAO. Printed in Italy.
Helm, Franz C. (1968). The Economics of Co-operative Enterprise. University of London Press LTD.
Odum, Howard T and Elisabeth C. Odum. (1981). Energy Basis for Man and Nature (Second Edition). McGraw-hill Book Company. New York.
Roy, Ewell Paul (1981). Cooperatives: Development, Principles and Practices. Fourth Edition. The interstate Printers & Publishers Inc. Danville, Illinois.
Beberapa pustaka lain tidak ditampilkan
Terima kasih atas kunjungan anda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: