Posted by: lizenhs | April 16, 2014

PERLU DIBACA PARA PENULIS Artikel

PERLU DIBACA PARA PENULIS Artikel

Tulisan yang akan anda baca berikut adalah tulisan Aldy Anwar (Bang Aldy Alm.), bahan ceramah pada Pekan Pendidikan Pers Tahap II IPMI Bandung. Judul asli tulisan adalah:  Teknik Menulis Artikel dan Feature.  Diterbitkan dan diperbanyak oleh Majalah Science Technology “SCIENTIAE”. Tulisan tersebut, bagus dibaca pembaca Bukik Ranah Ilmu walaupun ditulis tahun 1971, sebagai penambah wawasan terutama bagi para penulis dan pembicara.

Tulisan lain bagus juga dibaca adalah “Bagaimana Mempersiapkan Suatu Pembicaraan”, https://lizenhs.wordpress.com/2013/03/08/bagaimana-mempersiapkan-suatu-pembicaraan/ Pengantar Strategi Dan Taktik Dalam Pengembangan Dakwah, Menurut Deliar Noer” https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/30/pengatar-strategi-dan-taktik-dalam-pengembangan-dakwah/ dan AYO……. CA-LIS-TUNG, BELAJAR DAN MENELITI. https://lizenhs.wordpress.com/2008/12/23/ayo-ca-lis-tung-belajar-dan-meneliti/   Ketiga tulisan tersebut juga pada blog Bukik Ranah Ilmu.  Selamat membaca ketiga tulisan tersebut. Semoga bermanfaat (Haslizen Hoesin)

TEKNIK MENULIS ARTIKEL DAN FEATURE.

Oleh: Aldy Anwar.

Pendahuluan

Judul ceramah ini ialah “Teknik Penulisan Artikel dan Feature”.  Dengan kata lain, yang diharapkan ialah uraian tentang bagaimana cara menulis artikel dan feature.  Sebelum kita mempelajari bagaimana (how) cara menulis artikel dan feature itu, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu siapa (who) yang akan menulis dan membaca artikel itu, apa (what) yang akan ditulis sebagai artikel atau feature, kapan (when) atrikel dan feature itu ditulis, disiarkan dan dibaca orang, dimana  (where) tempat dan lingkungan artikel atau feature itu disiarkan dan dibaca dan tidak kurang pentingnya ialah mengapa (why) artikel dan feature itu ditulis, disiarkan dan dibaca orang.

Oleh karena feature banyak persamaannya dengan artikel biasa, maka titik berat ceramah ini ialah tentang artikel biasa.  Seperlunya akan dijelaskan kekhususan dan keistimewaan feature dibanding artikel biasa.

Siapa

Dalam setiap proses komunikasi selalu ada dua subyek.  Yaitu (1) pihak pengirim pesan dan (2) pihak penerima pesan.  Dalam hal ini maka pihak pertama ialah penulis artikel atau feature dan pihak kedua ialah pembaca artikel atau feature itu.  Tergantung pada kedua subyek, penulis maupun pembaca yang dituju, itulah apa isi dan bentuk serta gaya tulisan itu.  Penulis artikel dan feature yang baik terlebih dahulu memilih dan mempelajari sising pembacanya.  Yaitu tingkat pengetahuan dan pendidikannya, minat dan perhatiannya, serta sikap – nilai dan perilakunya. Sesuaikanlah isi, bentuk dan gaya tulisan dengan sidang pembaca sasarannya.

Artikel biasanya ditujukan kepada sidang pembaca yang seluas mungkin, oleh karena itu memiliki pengetahuan, minat dan sikap yang serbaneka.  Feature terutama dimaksudkan untuk kelompok pembaca tertentu. Misalnya peminat olahraga, sastera, humor, hal yang serba aneh, pengetahuan praktis seperti memelihara kesehatan, perawatan kecantikan, teknik radio dan bercocok tanam atau peminat ilmu pengetahuan popular dan lain-lainnya.

Agar dapat mencapai sasaran, pengikat perhatian dan dibaca oleh sebanyak mungkin pembaca, maka penulis artikel memerlukan pemikiran dan persiapan yang lebih matang, sehingga lebih sulit.  Lebih-lebih dalam keadaan dengan bacaan yang semakin banyak, sehingga para pembaca dapat memilih diantara berbagai penerbitan berupa harian, mingguan atau bulanan yang masing-masing memuat pula serbaneka tulisan disamping jenis artikel, maka teknik penulisan artikel yang efektif betul-betul perlu diperhatikan.

Apa

Dalam proses komunikasi yang menjadi obyek ialah pesan yang dikirimkan oleh pihak pertama dan diterima oleh pihak kedua.  Pesan ini berupa informasi yang dapat dibedakan dalam tiga jenis.  Yaitu (1) fakta, (2) opini dan (3) penyimpulan.  Feature pada dasarnya berisikan fakta  tanpa dicampuri opini dan penyimpulan penulis, sedangkan Artikel berisikan kombinasi fakta, opini dan penyimpulan.

Fakta ialah informasi yang telah diperoleh sebagai hasil pengamatan dan dapat dibuktikan.  Sesuatu yang dapat diamati dan dibuktikan itulah fakta.  Fakta atau kenyataan itu cukup dilaporkan seadanya, lengkap dengan datanya.  Untuk itu digunakan kata-kata yang terang artinya, tunggal maknanya dan tepat maksudnya.  Nama-nama dan angka-angka banyak digunakan untuk menerangkannya.

Opini ialah informasi yang diperoleh sebagai hasil penilaian (value-judgement).  Penilaian itu berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma yang dapat diterima atau ditolak.  Contoh nilai-nilai dan norma-norma ini ialah nilai-nilai agama yang dapat saja diterima atau ditolak oleh seseorang berdasarkan keyakinannya.  Titik-tolak keyakinan akan nilai-nilai yang berbeda tentu saja menghasilkan opini yang berbeda-beda pula.  Pernyataan tentang baik atau buruk, bagus atau jelek, setuju atau tidak setuju, itu merupakan merupakan contoh-contoh opini,

Penyimpulan ialah informasi yang diperoleh melalui penurunan atau inferensi yang dapat dipertanggungjawabkan.  Penurunan ini bertitik tolak pada fakta yang diamati.  Penyimpulan yang masuk akal belum tentu benar.  Yang diusahakan adalah  memperoleh yang benar meskipun belum dibuktikan secara langsung.

Artikel yang baik ialah yang banyak menggunakan fakta dan sedikit opini, serta melakukan pembahasan dengan analisis, argumentasi, dan inferensi deduktif maupun induktif secara yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga sampai kepada kesimpulan yang benar, jadi dapat dibuktikan atau yang meyakinkan, jadi dapat diterima.

Artikel yang baik ialah: terutama menggugah pikiran pembaca, membuka akal pembaca dan menyentuh segi intelektual sipembaca.

Feature yang baik ialah: menggugah perasaan, menggetarkan hati dan menyentuh segi emosional pembaca.  Feature dapat bertitik tolak dari satu segi laporan berita yang memiliki “human interest” dan berkisar pada emosi, misalnya hal cinta, benci, humor, takut, harapan, hasrat ingin tahu dan sebagainya.  Feature memuat hal-hal yang biasa dan sehari-hari menjadi menarik, menonjol dan istimewa.

Kalau laporan berita mengutamakan kebaharuan, maka feature mengutamakan segi-segi yang nilainya tidak tergantung pada waktu.  Misalnya kalau laporan berita menekankan pada jalannya peristiwa yang baru saja terjadi, maka feature pada tokoh dalam peristiwa itu, tentang pribadinya, prestasi dan penderitaannya, keistimewaannya, dsb.

Feature dapat pula menguraikan latarbelakang suatu peristiwa atau masalah dalam masyarakat, baik sosial, ekonomi, politik maupun yang menyangkut kehidupan sehari-hari.  Feature dapat pula tentang olahraga, sastra, yang aneh-aneh, pengetahuan praktis, ilmu pengetahuan popular dan sebagainya.

Feature terutama berfungsi (1) menghibur, (2) memberitahu, tapi juga (3) mendidik. Sedangkan artikel ialah untuk (1) memberitahu, (2) mendidik dan juga (3) menggerakkan.

Inti suatu artikel ialah suatu idea  atau gagasan yang menjadi tema dasar artikel itu.  Ide atau gagasan itu didukung oleh informasi berupa fakta, tercermin dalam opini, serta diperkuat dengan analisis, argumentasi dan inferensi.  Idea atau gagasan itu dapat dijadikan titik-tolak penyusunan artikel yang uraiannya berlangsung secara deduktif, maupun sebagai kesimpulan akhir artikel yang uraiannya berlangsung disusun secara induktif.

Pada artikel dan feature, judul tulisan harus dapat mencerminkan isi tulisan yang sebenarnya. Judul dapat dibuat agar lebih menarik perhatian pembaca, asalkan tidak sampai menyimpang dari isi sebenarnya tulisan itu.

Kapan

Feature yang disusun bertitik-tolak pada satu segi laporan berita, misalnya mengenai tokoh pada suatu peristiwa yang menjadi berita hangat, sebaiknya disiarkan segera atau tidak lama setelah peristiwa itu diberitakan.  Yaitu guna memanfaatkan keadaan ketika umum masih terpikat, tertarik atau ingat akan peristiwa itu. Contoh: misalnya tulisan-tulisan tentang peroketan, penerbangan angkasa, astronaut dan bulan disekitar hari-hari pendaratan manusia di bulan.

Tulisan-tulisan feature dapat disiarkan kapan saja dan sewaktu-waktu dapat diperbaharui atau dilengkapi dengan informasi baru sebelum disiarkan pada waktu yang tepat.  Misalnya feature olahraga sepakbola disiarkan pada hari-hari menjelang, bertepatan atau sesudah berlangsungnya suatu pertandingan besar sepakbola.  Feature diperlukan untuk dapat dimuat sewaktu-waktu, apabila ada kelebihan ruang dalam nomor penerbitan tertentu.  Atau untuk menjaga keseimbangan isi agar jangan terlalu berat sebelah, misalnya oleh artikel-artikel yang terlalu memeras otak.

Penulisan feature tentang suatu segi peristiwa atau masalah yang menjadi berita itu sebaiknya dilakukan segera pada saat ingatan semua pihak masih segar.  Makin lama suatu peristiwa telah terjadi, makin sukar pula mengumpulkan bahan-bahan informasi yang diperlukan, apalagi untuk mengecek kebenarannya pada berbagai sumber.  Tidak perlu dipikirkan dahulu kapan kira-kira tulisan itu akan disiarkan.  Apabila ada bahan, kesempatan dan semangat, sebaiknya langsung saja menulis, sama halnya dengan seorang penyair yang kebetulan mendapat ilham bagi suatu sajak.  Hal ini terutama berlaku bagi feature yang tidak dikaitkan dengan suatu peristiwa, misalnya feature olah raga, humor, pengetahuan praktis, ilmu pengetahuan popular dan sebagainya.

Lain halnya dengan penulisan artikel:  Suatu artikel lebih mudah menjadi basi.  Oleh karena itu pada penulisannya harus memandang kedepan dan memperhitungkan kapan waktu tersiarnya artikel itu.  Hal ini lebih sulit pada bulanan dibandingkan mingguan dan lebih-lebih lagi pada triwulan.  Suatu artikel yang membahas perkiraan hasil pemilihan umum tentu akan basi apabila sampai ketangan pembaca pada saat hasil sebenarnya pemilihan umum itu telah tersiar dan diketahui luas.

Suatu artikel juga akan menjadi basi apabila telah kedahuluan oleh artikel serupa yang ditulis oleh orang lain.  Dalam hal ini yang dapat dilaksanakan ialah menarik kembali dan merivisi artikel semula menjadi tanggapan, bandingan atau sanggahan terhadap artikel yang mendahului.  Penyiaran tanggapan ini sebaiknya dilakukan secepat mungkin, yaitu pada saat pembaca pada umumnya masih ingat segar akan isi artikel yang mendahului.

DIMANA

Jenis penerbitan dan lingkungan peredarannya menentukan sidang pembaca yang dapat dicapai, oleh karena itu mungkin saja suatu artikel telah dimuat dan disiarkan dalam sebuah mingguan atau bulanan, tetapi ternyata kurang mendapat perhatian, kurang memperoleh tanggapan, kurang mencapai sasaran.

Misalnya artikel tentang suatu masalah nasional atau masalah daerah yang dituju dari segi kepentingan nasional, sebaiknya dimuat disuatu penerbitan yang memiliki peredaran nasional.  Sedangkan artikel tentang masalah daerah atau masalah nasional yang ditinjau dari segi kepentingan daerah, sebaiknya dimuat dalam penerbitan yang terutama beredar didaerah yang bersangkutan.

Feature umumnya lebih singkat dan ringan, itu merupakan bacaan di waktu beristirahat atau di selang-seling kesibukan sehari-hari. Sedangkan artikel yang biasanya lebih panjang dan berat isinya itu lebih banyak dibaca di waktu senggang atau di waktu yang sengaja atau yang biasa disediakan bagi membaca.  Karena membaca artikel lebih memerlukan perhatian dan pemusatan pikiran.

MENGAPA

Mengapa artikel dan feature itu ditulis dan dibaca orang?  Artikel sebagai suatu bentuk ungkapan pikiran seseorang secara tertulis merupakan satu dari beberapa manifestasi kebutuhan asasi manusia untuk menyatakan diri, untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.  Di lain pihak setiap orang memiliki hasrat ingin tahu akan keadaan sekitarnya, keadaan sesamanya dan lingkungannya.  Hasrat ini banyak dapat dipenuhi oleh berbagai jenis feature.

Semakin terbuka masyarakat dan meningkat taraf  kecerdasannya, semakin besar kebutuhan akan bacaan.  Semakin banyak pula kesempatan menyiarkan artikel dan feature.  Tetapi juga semakin tinggi syarat-syarat yang dituntut bagi penulisan artikel dan feature, terutama tentang taraf isinya dan juga gaya bahasa dan teknik penulisannya.  Karena sidang pembaca semakin tinggi pengetahuannya dan halus seleranya, sehingga semakin kritis terhadap bacaannya.  Ini merupakan tantangan bagi setiap penulis artikel dan feature, terutama bagi mereka yang ingin menjadi professional dan mempertahankan reputasinya.

BAGAIMANA 

Banyak orang yang mengeluh dan bertanya bagaimana cara menulis artikel atau feature itu?  Ada yang tidak tahu apa yang akan ditulisnya. Ada yang tidak mengerti bagaimana memulainya.  Ada lagi yang bingung kepada siapa tulisannya akan ditujukan.  Ada pula yang ragu-ragu tentang manfaat tulisannya dan penyiarannya.  Akhirnya ada yang tidak pernah puas dengan karya tulisnya dan segan-segan mengirimkannya untuk dimuat di satu dari beberapa penerbitan.

Kecakapan menulis, sama halnya dengan berbagai kecakapan lain seperti berbicara dan bentuk-bentuk mengungkapkan dari lainnya, memang sedikit banyak memerlukan bakat.  Tetapi sebagaimana halnya dengan kecakapan-kecakapan lain, kecakapan menulis itupun dapat dikuasai melalui belajar dan berlatih seperlunya.  Apabila ada kebutuhan atau dalam keadaan terpaksa banyak orang telah menuliskan bibit-bibit artikel dan feature yang baik.  Terutama dalam tulisan yang berbentuk surat.

Surat seorang mahasiswa kepada orang tuanya yang menceritakan kesibukan belajar dan kesulitan hidupnya, kepada kekasinya yang mencurahkan isi hati dan membayangkan masa depannya, kepada instansi tempatnya melamar kerja melaporkan kemajuan studi dan pengalaman prakteknya dan kepada redaksi surat kabar harian memprotes keadaan tertentu dalam masyarakat atau sesuatu yang baru dialaminya, itu semua telah mengandung beberapa syarat yang perlu bagi penulis artikel dan feature.

Syarat pertama ialah adanya pesan pokok. Suatu idea atau gagasan, yang akan disampaikan kepada pembaca.  Idea atau gagasan ini bukan saja penting bagi penulis artikel, tetapi terutama dipandang layak, perlu dan bermanfaat diketahui oleh umum.

Idea dan gagasan itu perlu didukung oleh informasi secukupnya, terutama yang berbentuk fakta.  Bahan informasi yang dikumpulkan dan dipilih itu, disusun dalam rangkaian yang masuk akal, logis dan sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang benar dan meyakinkan.  Pada dasarnya tulisan dapat dibagi dalam tiga bagian (1). pendahuluan (pengantar), (2). isi (batang tubuh) dan (3). kesimpulan (penutup).

Kemudian tulisan yang tersusun itu disempurnakan gaya bahasanya dan disesuaikan menurut tata bahasa yang lazim.

Tulisan itu, setelah direvisi dan dikoreksi seperlunya, akhirnya ditulis tangan atau diketik secara baik dan bersih, dikoreksi lagi terhadap kemungkinan-kemungkinan kekeliruan menulis atau mengetik.

APA YANG AKAN DITULIS

Setiap orang mempunyai bahan percakapan, terutama dengan orang-orang yang dikenalnya dekat.  Banyak juga orang mempunyai bahan percakapan dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenalnya dan baru sekali itu bertemu. Hal ini diajak berbicara dan yang penting, berbicara hanya tentang hal benar-benar diketahui, dialami dan dihayatinya.

Hal yang sama berlaku pada penulisan artikel. Tulislah tentang sesuatu yang betul-betul diketahui.  Lebih baik lagi apa yang telah dialami sendiri, bahkan telah dihayati sepenuhnya.  Ini permulaan yang baik dalam melatih diri menulis artikel.  Selanjutnya dapat ditulis tentang apa saja, berdasarkan pengalaman, pengamatan, pendengaran, bacaan dan sebagainya.  Asalkan selalu ditekankan pada informasi yang memerlukan fakta dan penyimpulan-penyimpulan yang benar dan meyakinkan.  Hindarkan sejauh mungkin pemakaian opini pada penulisan artikel-artikel permulaan, apalagi kalau belum dapat disertai pembahasan dengan analisis, argumantasi dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang benar dan mayakinkan.

Menulis atrikel jangan sekedar karena ingin mengeluarkan isi hati atau “isi perut” saja.  Tetapi harus disertai pertimbangan kepentingan umum, manfaat bagi orang banyak.  Ini erat hubungannya dengan prinsip tanggungjawab sosial pers seiring dengan prinsip kebebasan pers.

MEMULAI

Ada dua cara memulai menulis artikel.  Yaitu: (1) langsung saja menulis mengikuti arus pikiran dan (2) terlebih dahulu menyusun kerangka atau “outline” artikel.  Cara pertama yang termudah, tetapi belum tentu dapat menghasilkan tulisan yang terbaik dan dianjurkan. Untuk yang belum terlatih, kombinasi kedua cara itu dapat digunakan sementara.

Cara menulis langsung mengikuti arus pikiran ialah seperti waktu menulis surat biasa.  Hanya kemudian perlu disusun kembali, ditambah dan dikurangi, diperbaiki dan ditulis kembali. Kerugian cara menulis ini ialah kadang-kadang arah tulisan tidak dijelaskan dan berubah-ubah, hal-hal penting dapat terlupakan dan yang kurang penting disebut-sebut.  Ini terutama menyukarkan pada penulisan artikel yang agak panjang.

Dengan menyusun kerangka atau “outline” terlebih dahulu kita melakukan perencanaan dan persiapan menulis artikel.  Ruang lingkup artikel dapat ditentukan dan dibatasi. Idea atau gagasan pokok dan gagasan-gagasan pendukungnya dapat ditentukan pula.  Banah-bahan informasi yang diperlukan dalam uraian dan pembahasan dapat diketahui apa yang sudah atau belum ada.  Urutan artikel bagian demi bagian dan paragrap demi paragrap dapat diketahui.

Dalam menulis artikel dan feature, sama halnya dengan dalam menulis laporan berita, dipegang prinsip bahwa hanya yang penting, perlu dan tidak dapat ditinggalkan itulah yang dimuat.  Sebaliknya mana yang tidak penting, tidak perlu dan dapat ditinggalkan itu tidak usah dimasukkan.  Pemuatan hal-hal yang tidak bersangkut-paut atau tidak relevan itu hanya mengalihkan perhatian dan mengganggu kelancaran artikel.

Susunan tulisan dapat dibagi dalam pendahuluan, isi dan kesimpulan.  Pada tulisan yang ringkas, pendahuluan merupakan satu paragrap tersendiri, begitu pula kesimpilan/penutup.  Bagian tengah dapat terdiri atas beberapa paragrap.  Pada tulisan yang panjang, pendahuluan dan kesimpulan itu masing-masing dapat terdiri atas lebh satu paragrap.

Bagaian pendahuluan mennebut idea atau gagasan pokok artikel atau feature.  Idea atau gagasan pokok itu dapat terkandung dalam suatu pernyataan umum ataupun melalui suatu contoh kongkrit, maka uraian dan pembahasan bacara induktif untuk sampai kepada suatu kesimpulan pada yang umum.

Bagian tengah yang berisikan uraian dan pembahasan itu, tiap paragrap berisikan gagasan-gagasan tertertu yang merupakan perincian gagasan pokok yang terkandung pada bagian pendahuluan.  Seriap paragrap menurut kebutuhan berisikan bebrapa kalimat.  Kalimat pokok pada permulaan paragrap.  Kalimat-kalimat berikutnya ialah yang menerangkan kalimat pertama.  Paragrap merupakan unit karangan.

Dari paragrap ke paragrap dan dari kalimat ke kalimat perlu berjalan secara wajar dan lancer.  Perkembangan tulisan harus logis dan masuk akal.

Sebaiknya digunakan kalimat aktif dan pernyataan-peernyataan positip.  Kalimat dibangun disekitar kata-kata benda dan kata kerja.  Kata-kata sifat dan lain-lainnya itu hanya berfungsi sebagai pendukung.  Kata-kata penghubung pakailah secara cermat.  Kata-kata yang hendak dibari tekanan dalam kalmiat diletakkan pada bagian terkhir.  Kadang-kadang  dapat diletakkan pada awal kalimat.  Perlu diperhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia  susunan kalimat dapat di ubah-ubah, tetapui dalam ucapan disertai irama kalimat dan tekanan kata-kata yang berbeda.  Sebaliknya dalam tulisan perubahan susunan kalimat dapat membingungkan karena kemungkinan perubahan artinya.

Bagian penutup menyimpulkan kembali keseluruhan ini tulisan dan menyatakan kembali idea atau gagasan pokok artikel.  Bersama bagian pendahuluan, bagian penutup merupakan bagian tulisan yang terpenting, maka harus ditulis semenarik mungkin dan harus meninggalkan kesan yang kuat.

MENYELESAIKAN

Banyak orang yang telah memulai tulisan ternyata tidak sanggup menyelesaikannya.  Diantaranya karena terlanjur memilih judul yang terlalu luas dan ternyata diperlukan uraian dan pembahasan begitu panjang, sehingga segan menuliskannya lebih lanjut.  Atau kerena penulis menghadapi begitu banyak bahan informasi dan bingung memilih mana yang kiranya perlu dimuat dan mana yang dapat ditinggalkan.  Ini sebab sipenulis masih kurang menguasai persoalan atau tidak dapat menempatkan dirinya dipihak pembaca.

Oleh karena itu sangat berguna untuk memulai menulis dengan (1) memilih judul yang terbatas, (2) menyusun kerangka atau “outline”, (3) menulis secara kasar atau garis besar dahulu, (4) melengkapi dan memperinci tulisan dan akhirnya (5) memperluas tulisan terutama mengenai gaya bahasa dan tatabahasanya.  Sekali lagi yang kurang relevan sebaiknya dibuang saja.

Setiap tulisan yang baik memerlukan penulisan berulang-ulang. Mulai dari naskah kasar sampai dengan revisi terakhir.  Tetapi akhirnya harus diselesaikan juga agar dapat dimuat pada waktunya.  Bagi seseorang yang cenderung ragu-ragu dan kurang percaya karena kemampuan sendiri, mungkin lebih baik cepat-cepat saja mengirim tulisannya, kalau perlu dapat disusulkan ralat-ralat revisinya.  Sebaiknya bagi yang cenderung terlalu yakin pada dirinya dan suka gegabah, sebaiknya letakkan dahulu tulisan tersebut beberapa waktu dan kemudian periksa kembali dan revisi seperlunya.

Kesimpulan

Pada dasarnya artikel adalah hasil pemikiran, bukan sekedar cetusan perasaan. Isinya harus dapat diterima akal. Penyajiannya harus dapat menggugah pikiran pembaca.  Artikel perintisan suatu idea atau gagasan, didukung oleh informasi yang terutama merupakan fakta, dilengkapi dengan opini sehemat mungkin dan memakai uraian, pembahasan dan penyimpulan yang sampai kepada  kesimpulan yang benar dan meyakinkan.  Fungsi artikel adalah memberitahu, mendidik dan menggugah dan mengutamakan kepentingan umum.

Feature berisikan fakta saja, berfungsi menghibur, memberitahu dan mendidik.  Feature dapat dimuat kapan saja dan berguna untuk menjaga keseimbangan isi suatu penerbitan.

Pakailah selalu bahasa yang sederhana dan lazim.  Tulislah seringkas mungkin.  Hindari kata-kata yang tidak perlu, kalimat-kalimat yang tidak berfungsi dan paragrap-paragrap yang tidak penting.  Buang informasi yang tidak relevan.  Setiap paragrap, kalimat dan kata yang ditulis itu hendaknya berarti.  Semua informasi yang disampaikan hendaknya dapat dipertanggungjawabkan dan idea yang dikemukakan bermanfaat bagi kepentingan umum.

Bandung, 23 Juli 1971

Aldy Anwar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: