Posted by: lizenhs | June 11, 2013

Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen: Kasus PELAKSANAAN QURBAN

Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen: Kasus PELAKSANAAN QURBAN

Oleh: Haslizen Hoesin

Qurban adalah ujian bagi kaum muslim. Tiap tahun Idul Adha (hari raya qurban) datang dan pergi.   Mudah-mudahan pada tahun ini pelaksanaan kegiatan penyembelihan hewan Qurban lebih baik dari tahun kemaren. Tidak terjadi desak-desakan sehingga menimbulkan korban dan pelaksana qurban tidak pesta-pora dengan daging Qurban. Daging Qurban adalah hak penerima yaitu para Mustahiq.  Paparan ini dapat menjadi bahan pemikiran untuk pelaksanaan kegiatan penyembelihan hewan qurban dan pelaksanaan kegiatan Qurban betul-betul terlaksana dengan baik dan daging itu sampai ke penerima tanpa desak-dasakan dan tidak ada kericuhan. Aamiin.

Pada paparan ini kata Pemotongan Hewan Qurban diganti dengan Penyembelih-an Hewan Qurban.  Sebab pengertian peyembelihan lebih tepat daripada pemotongan.  Paparan ini adalah penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen: kasus pada pelaksanaan penyembelihan hewan Qurban (Idul Adha).  Untuk menambah wawasan mengenai manajemen. Baja juga: 
Fungsi-Fungsi Manajemen https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/23/fungsi-fungsi-manajemen/ dan
Manajemen https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/23/manajemen/  Selamat membaca mudah-mudahan bermanfaat.

1.      Persiapan Pelaksana Penyembelihan Hewan Qurban

Pelaksana kegiatan Penyembelihan Hewan Qurban [terdiri dari Pequrban itu sendiri (tentu ini yang paling utama), DKM dan masyarakat] disebut “Palaksana Inti”. Dibentuk karena pada kegiatan penyembelihan hewan Qurban tidak ada Amil Qurban”. Selain itu hewan yang disembelih disuatu lokasi lebih dari satu dan bahkan daging dikirim ke daerah sekitar RT, RW, Desa, Kampung atau Jorong.  Daging sering terjadi dikirim ke kabupaten atau propinsi lain. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan yang baik. Pelaksana Inti, membentuk seksi-seksi, kemudian menyusun Tugas dan Tanggung-jawab seksi-seksi pelaksanaan kegiatan Qurban yang lebih lengkap dan rinci, bersifat teknis dalam bentuk tertulis. Tugas dan tanggungjawab seksi-seksi diturunkan (dijabarkan) dari ayat-ayat Al Qur’an dan hadist-hadist Nabi tentang Qurban dan ilmu pengetahuan yang mendukung/terkait dengan kegiatan pelaksanaan Qurban.

Pelaksana inti (baru) sebaiknya dibentuk sebulan sesudah hari H pelaksanaan Qurban, yang akan melaksanakan tugas untuk pelaksanaan Qurban berikutnya.  Pelaksana  inti (lama) harus telah menyelesaikan laporan kegiatan Qurban sepekan setelah pelaksanaan penyembelihan Hewan Qurban mengenai semua kegiatan, apakah hal-hal yang baik maupun yang tak menyenangkan, hal-hal yang baik untuk diteruskan, malahan yang tidak menyenangkan (kritikan) inilah termasuk yang paling utama untuk dilaporkan akan dijadikan bahan perbaikan kegiatan kedepan (Pelaksana Inti yang baru).  Pelaksana inti  yang baru mempersiapkan program kegiatan pelaksana qurban tahun depan, seperti:

  1. Mengadakan ceramah atau memberikan pengetahuan tentang tatacara berqurban dan manfaat berqurban kepada masyarakat sesuai syaria’ah mulai dari pengadaan hewan qurban, menyembelih dan seterusnya sampai kepada penerima daging pada bulan Ramadhan yang diselenggarakan sesudah Magrib sebelum Isya atau sesudah isya sebelum tarawih, merupakan satu dari beberapa materi (bahan) ceramah Ramadhan. Atau pada pengajian-pengajian  rutin sambil menunggu penceramah utama atau sesudah ceramah utama selesai sebelum tanya jawab dari ceramah utama dilakukan atau cara lain yang paling tepat berdasarkan kesepakan dengan penceramah
  2. Menawarkan kepada masysrakat untuk ikut berqurban melalui program menabung.

Tahap berikutnya sebulan sebelum hari H “pelaksana inti” mempersiapkan sarana dan prasarana, memperkirakan pequrban yang akan ikut berqurban dan jumlah hewan qurban (sapi dan/atau domba/kambing) yang akan disembelih dan perkiraan penerima daging qurban (Mustahik) baik secara langsung maupun dengan koordinasi antar DKM.

Satu hari sebelum hari H, pelaksanaan kegiatan qurban mengadakan Briefing/evaluasi terhadap perkiraan jumlah pequrban atau perkiraan jumlah daging yang akan dibagikan dan/atau dikirimkan ketempat lain yang lebih riil.  Hubungan antar pelaksana qurban Dewan Keluarga Masjid (DKM) berdekatan dilakukan dengan telpon dan sistem pesan pendek (SMS) bisa juga dengan e-mail atau surat, tidak boleh hanya lewat telepon atau secara lisan saja jadi harus tertulis, tercatat dan diarsipkan.

2.      Prasarana

Prasarana penyembelihan hewan qurban diantaranya tempat penampungan hewan sementara, penyembelih, gantungan tubuh hewan, pemotongan, tempat limbah, tempat penyembelih dll.

1)  Tempat Penampungan Hewan Sementara

Tempat penampungan sementara hewan qurban dirancang tidak berdekatan dengan tempat penyembelihan.  Hewan sebelum disembelih diperiksa kesehatan oleh dokter hewan atau yang berwenang.  Perlakuan pemeriksaan ini disebut Antemortem.

2)   Tempat Penyembelihan

Tempat penyembelihan disediakan tempat limbah (darah), sehingga darah dan kototan hewan tertampung dengan baik.  Limbah jeroan  direncanakan untuk diolah menjadi pupuk atau dibagikan (dimakan), sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

Apakah yang dimaksud dengan jeroan?  Jeroan adalah bagian-bagian dalam tubuh (hewan) yang sudah dijagal. Biasanya yang disebut jeroan adalah semua bagian kecuali otot dan tulang. Jeroan tergantung dari budaya setempat, berbagai bagian jeroan dapat dianggap sebagai sampah atau makanan mahal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) jeroan/je·ro·an/ n  Adalah isi perut (babat, usus, limpa, dan sebagainya); Bagian dalam dari hewan yang telah disembelih.  Jadi jeroan adalah istilah dari organ organ dalam tubuh hewan yang disembelih, diantaranya yang populer dan sering dikonsumsi adalah hati, otak, usus, babat, lidah dan paru paru.

Apakah yang dimaksud dengan Jagal?  Jagal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang bertugas menyembelih (memotong) binatang ternak (seperti lembu, kambing, kerbau) di rumah pemotongan hewan atau penembelih bukan dirumah potong

3)   Tempat Gantungan Tubuh Hewan

Tempat penggantung diperbanyak supaya penyelesaian dapat lebih cepat.

4)   Tempat Pemotongan Daging

Tempat pemotongan daging, harus bersih.

5)   Pembersihan Jeroan

Pembersihan Jeroan dilakukan di saluran air mengalir.

6)   Penyembelih dan Pengiriman

Penyembelih hewan Qurban, Dianjurkan dilakukan oleh pequrban sendiri atau dilakukan oleh orang yang ahli dan didampingi oleh pequrban dengan membaca taqbir.  Bagi pequban, tentu pequrban yang mampu (ahli menyembelih) menyembelih hewan qurbannya sendiri, itulah yang terbaik, afdhal dan sesuai syari’ahDiharapkan ada peminat (penyembelih baru) tiap tahun yang akan dilatih.

Pada ‘Idul Adha, bila tidak ada penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban, maka syariat ‘Idul Adha (qurban) akan terasa kurang bahkan tidak akan ada (atau tidak) semarak dan hilang syi’ar agama. Istilah lain, akan sepi dari takbir (menyebut nama Allah), ditempat pelaksanaan Shalat ‘Idul Adha.  Jadi  jangan sampai tidak ada penyembelihan hewan qurban ditempat pelaksanaan Shalat, kerena dipindahkan ketempat penerima Qurban.  Hal (kejadian) ini pernah terjadi dibeberapa tempat pelaksanaan ‘Idul Adha. Astagfirullahal ‘azim, Allahu Akbar.

Pengiriman daging, Bila daging berlebih dari kebutuhan masyarakat setempat, kirimlah daging tersebut dengan cara daging beku (karena jaraknya jauh, lebih dari satu hari perjalanan), bukan dalam bentuk siap saji.  Kalau dikirim daging yang telah dibekukan maka penerima akan mengolahnya sesuai dengan kebutuhan dan kesukaan mereka (penerima).  Malah menurut kesehatan mengirim daging dalam bentuk beku itu lebih sehat dan dapat diolah sesuai kehendak penerima.  Setelah sampai ketangan penerima mau dijadikan apa, itu terserah, adalah hak mereka/penerima [apakah akan diolah jadi gulai, rendang, sate, dikeringkan seperti dendeng, abon, kornet dll. agar lebih tahan lama (awet)], itu terserah mereka [apa yang disukai penerima], inilah cara yang sesuai dengan syari’ah.  Jadi jangan dikirim kepada penerima telah jadi abon, kornet, rendang, sosis, daging dalam kaleng (siap saji) dll., karena itu belum tentu disukai/dimakan penerima, nanti bila sampai kepenerima bisa saja dibuang karena  tidak disukai.  Bila dibuang maka niat pequrban tidak sampai, mungkin berubah seperti sedekah saja atau bahkan tidak bermanfaat apa-apa atau sia-sia.  Oleh karena itu kirimlah dalam bentuk daging mentah atau dalam bentuk dibekukan [terutama bila jaraknya jauh, lebih satu hari], supaya tetap dalam keadaan Halal dan ASUH [baca juga, Mutu Produk Halal dan Asuh  https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/ ].

Bila anda (pequrban) tidak mau mengirim daging beku atau bentuk-bentuk lain yang tak sesuai syari’ah, sebaiknya anda (pequrban) pergi ke tempat dimana daging itu dikirim (akan disembelih), anda pergi kesitu/kesana, misal: ke kampung sendiri, ke kampung orang tua anda, ke kampung istri, ke kampung sahabat anda atau ke daerah yang anda sukai (dimana saja, terserah), ini dilakukan selain berqurban juga bersilaturahim bersama keluarga atau hanya anda sendiri, bila keluarga tidak mau.  Beli hewan qurban disitu/disana langsung kepeternak, pimpin atau ikut kegiatan berqurban (menyembelih) dan taqbir disitu/disana sesuai syari’ah.  Anda pasti akan merasakan manfaat dan nikmah lebih dari pada anda berqurban dimana anda dan keluarga  anda berada, atau dimana anda berada tapi tidak menyaksikan penyembelihan hewan qurban dan taqbir, karena anda pergi ke Mall atau berlibur/berekreasi ketempat lain secara sendiri atau bersama keluarga.

Kegiatan ini tentu dirancang dengan matang (baik) sehingga manfaat yang akan dialami memang akan memuaskan anda. Berqurban ditempat lain, berarti anda juga  berlibur/berekreasi dan bahkan lebih dari itu yaitu bersilaturahim bersama keluarga/sahabat dekat dan jauh, bersama andai-taulan dll. InsyaAllah cara inilah, barangkali yang terbaik, ternikmat dan meningkatkan ketaqwaan anda bersama keluarga kepada Allah SWT. Tentu banyak lagi manfaat dan nikmah lain yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, hanya anda dan keluarga anda saja yang tahu.  Maha besar allah, banyak sekali kenikmatan yang anda (pequrban) peroleh dari Allah dari kegiatan berqurban ini.  Aamiin, aamiin, aamiin ya rabbal ‘alamin.  Alhamdulillah ya Allah

7)   Kegiatan ‘Idul Adha

Kegiatan ‘Idul Adha dibedakan atas:

  • Shalat ‘Idul Adha.
  • Penyembelih hewan Qurban yaitu: Penerimaan hewan, pemeliharaan, penyembelihan, pembersihan, pencacahan sampai kepada distribusi daging qurban.

Pelengkapan Penyembelihan Hewan Qurban

Untuk pemeliharaan hewan Qurban disediakan tempat tanah kosong disekitar Masjid atau tempat yang tidak jauh dari pelaksanaan kegiatan qurban sesuai kebutuhan.  Untuk  pemotongan daging menjadi kecil-kecil sesuai ukuran yang ditetapkan, disediakan tenda secukupnya atau ruangan tertentu, agar terjaga kebersihan pengerjaan pemotongan daging.

Perlengkapan yang perlu disediakan untuk penyembelih hewan dan pemotongan daging adalah:

(1)   Buku dan/atau kertas, untuk pencatatan hasil pertemuan,

(2)   Tambang untuk Kambing ……meter, Sapi ……….meter.

(3)   Patok-patok untuk mengikat Kambing,

(4)   Balok untuk bantalan penyembelihan hewan,

(5)   Gantungan besi untuk pengulitan hewan,

(6)   Papan/landasan pencincang,

(7)   Terpal untuk alas pencincangan,

(8)   Timbangan daging kecil (beberapa buah),

(9)   Kantong plastik tembus pandang (transparan) dan hitam,

(10)  Baskom, ember dll,

(11)  Pisau untuk menguliti,

(12)  Nomor Hewan Qurban,

Perlengkapan untuk Shalat ‘Id

(1)   Tenda,

(2)   Mimbar,

(3)   Tabir atau sejenisnya (batas laki-laki & perempuan),

(4)   Rambu-rambu untuk jamaah,

(5)   Tali untuk shaf  Shalat,

(6)   Gerobak,

8)   Humas

Untuk  sosialisasi kegiatan Qurban ke Warga diperlukan sbb:

(1)   Selebaran keutamaan berqurban, cara-cara berqurban yang bermutu sesuai syariah,

(2)   Surat-surat, dilampirkan daftar harga domba/Kambing & Sapi,

(3)   Spanduk, mengenai penyelenggaraan shalat, imam dan khatib serta waktu shalat,

(4)   Dokumentasi.

9)  Pengadaan Hewan

Hewan dijamin sehat pada saat disembelih. Jika pada saat penyembelihan ada hewan yang sakit, diganti dengan hewan lain yang sehat oleh pemasok (berdasarkan kesepakan yang dibuat dengan pemasok), jadi bila terdapat hewan yang sakit, bukan dengan cara pengembalian uang.

10)  Penerimaan Hewan Qurban

Penerima hewan qurban,  Pembukuan (pencatatan hewan Qurban dan pequrban) tanda terima dan Formulir-formulir,

11)  Infak untuk penyembelih dan pemotong

Infak penyembelih Qurban sebesar Rp …………./kambing, dan/atau  Rp …………../sapi.

Uang sabun petugas Rp. ……./orang, ditambah daging Kambing 1 kg dan/atau daging Sapi 1 kg/orang (karena bukan pequrban).

12)    Pemeliharaan

Diperlukan petugas pemeliharaan ….. orang. Tugas petugas pemeliharaan adalah:  menjaga, memberi makan rumput (menyabit /mengarit rumput) dan mengejar/menangkap kambing/sapi kalau ada yang lepas.

Anggaran biaya: ….. orang x Rp. ……… x …. hari = Rp. ………….

Pada saat pemeliharaan dilakukan pemeriksahan hewan oleh dokter hewan (disebut juga Antemortem) untuk mengetahui apakah hewan sehat dan diizinkan untuk disembelih

13)   Penyembelihan

Petugas penyembelih hewan sebanyak …………orang.  Pisau penyembelih sebanyak ……… buah sudah disiapkan.  Pada saat penyembelihan diiringi dengan Takbir dan dihadiri pequrban sesuai syari’at. Daging hasil penyembelihan harus halal bermutu dan bersih.  Sesudah hewan disembelih dilakukan pemeriksaan (disebut juga Postmortem) apakah daging sehat, tidak terdapat bagian daging yang tak normal.  Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan atau orang yang ahli tentang hal itu, sehingga diperoleh daging yang bermutu.  Mengenai mutu dan halal baca juga: Mutu Produk Halal dan Asuh, https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/ dan Apakah Mutu dan Bermutu Itu? https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/apakah-mutu-dan-bermutu-itu/

14)    Distribusi (Mendistribusikan) Daging Kurban dan Pengiriman

Mustahik penerima daging Qurban dari data sekunder/primer:

(1)   Kambing sebanyak …………,   Sapi sebanyak ……………… (2)  Penyediaan kupon, Pembagian Kupon dikoordinir oleh ………….. (3) Berikanlah daging segar kepada penerima (yang berhak).  Bila tidak memungkinkan dalam bentuk segar, lakukan pengiriman dalam bentuk daging yang dibekukan. Daging segar diterima penerima dibungkus dengan kantong plastik transparan (tembus pandang), jangan dengan plastik hitam. Pendistribusian yang terbaik adalah diantarkan ke kelompok penerima yang berada pada ditempat tertentu (kelompok kecil) jangan penerima antri di tempat penyembelihan dilakukan,  Untuk hal ini perlu sekali koordinasi dengan pimpinan kelompok penerima (mustahiq).

15)    Keamanan

SATPAM …………… orang.

16)  Konsumsi

Konsumsi disediakan untuk  .…….  orang  pekerja, pelaksana dan tamu.  Konsumsi berupa nasi kotak/bungkus, makanan kecil, kopi, dll. Jadi tidak diambilkan dari daging Qurban.  Bila tetap diambil dari Qurban tentu adalah bagian (hak) pequrban, bukan yang akan dibagikan kepada penerima.

17)  Kebersihan

Kebersihan lokasi penyembelihan dikoordinir oleh Sdr.  …………..  Dalam satu hari segala sesuatunya harus sudah bersih.

18)  Dokumentasi

Dikoordinir oleh ………………….

19)  Pelaksanaan ‘Idul Adha

Dikoordinir oleh ……………….. Pelaksanaan pagi pukul ….……….  Malam taqbiran, dikoordinir oleh.……………….  Lakukan pengecekan persiapan tempat Shalat, pengeras suara dll., sore  atau malam hari.

20)  Lain-lain

Remaja Masjid dilibatkan dalam pelaksanaan Idul Qurban.  Remaja masjid dikoordinir oleh ………………..…  Briefing untuk  para pekerja (pelaksana) termasuk Remaja Masjid dilakukan dua hari sebelum hari H pada tgl …………….., waktu pkl:…………….  dan tempat ……………

 3.      Contoh Perhitungan Perkiraan Jumlah Hewan Dan Daging Hewan Qurban

Berdasarkan data  terakhir jumlah hewan qurban (sapi dan kambing), ketentuan penerima daging dan berat daging yang akan dibagikan, diketahui:

1)   Jumlah sapi sebanyak 3 ekor dan kambing/domba 12 ekor.  Karena program pemahaman tentang qurban lebih baik, masih ada yang bersedia menjadi pequrban, diperkirakan tambah satu sapi ekor dan domba/kambing  3 ekor.  Jadi jumlah  sapi 4 ekor dan kambing/domba 15 ekor,

2)   Jumlah penerima daging 563 kepala keluarga,

3)   Setiap pequrban diberi 1 kg,

4)   Setiap penerima diberi 0.5 kg,

Berat rata-rata Sapi yang dibeli pequrban 400 kg dan berat rata-rata kambing/domba 40 kg.  Perkiraan berat karkas untuk sapi dan kambing/ domba lihat table 1.

          Tabel 1.   Berat Daging Sapi Dan Kambing/Domba

Berat Hidup     Karkas (kg)  Berat Daging   Berat Terendah (kg)

Sapi 400 kg         169   –  228      147 – 170      147

Kambing 40 kg      16.4 – 19.6      12 – 15         12

Hitung perkiraan berat daging berdasarkan berat terendah yang diperoleh untuk dibagikan, menggunakan data table 1, didapat  sebagai berikut:

4 (empat) ekor sapi berat daging                           4 x 147 = 588 kg

15 (lima belas) ekor domba/kambing,                  15 x 12 = 180 kg

Masing-masing pequrban dapat satu kg  (4 x 7 x 1 + 15 x 1) =  43 kg

Daging yang dibagikan                     (588 + 180) – 43 = 725 kg

Dalam bentuk kantong per 0.5 kg                   725/0.5 =1450 kantong.

Jumlah penduduk  yang berhak dapat 563 kk, maka daging yang dibagikan ketempat lain 1450 – 563 = 897 kantong (tidak termasuk Jeroan, kepala, kaki dan kulit).  Jeroan, kepala, kaki dan kulit menurut beberapa pendapat diberikan kepada Yayasan Panti Asuhan atau DKM, bisa juga dijual oleh pelaksana qurban, uang hasil penjualan dibagikan kepada yang berhak menerima. Pada prinsipnya kaki. kulit jeroan dan kapala harus dibagikan kepada penerima Qurban. Bukan dimiliki pelaksana Qurban. Itu sesuai dengan Hadist Nabi.

Bila penerima qurban mendapat satu kg per kantong per KK, maka kelebihan yang akan diberikan ke DKM tetangga sebanyak 162 kantong. Riil jumlah daging yang dikantongkan tentu berdasarkan hasil pemotongan hari H tersebut. Perhitungan perkiraan adalah ancar-ancar yang akan mendapat daging. Meskipun berdasarkan hasil perkiraan tidak jauh berbeda dengan realisasi pemotongan daging menjadi ukuran yang telah disepakati.  Hasil pemotongan daging Pelaksana Qurban hari H ditempat pelaksanaan qurban itulah data ter aktual.  Itulah yang dijadikan patokan akhir jumlah daging yang akan dibagikan kepada penerima.

Kelebihan (897 atau 162 kantong) direncanakan untuk kampung/jorong/desa/RW/ RT/RK yang berdekatan (bersebelahan) atau kedaerah lain berdasarkan hasil pembicaraan antar DKM sebelum pelaksanaan penyembelihan qurban, karena penduduk kampung/jorong/desa/RW ini kekurangan daging sebab pequrban sedikit dan yang berhak menerima daging qurban (Mustahiq) melebihi ketersediaan daging. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca, terutama pelaksana kegiatan Qurban, aamiin, aamiin, aamiin ya rabbal’alamin.

Tulisan ini dikutip dari Buku Manajemen Qurban, Bab Manajemen dan Sistem Berqurban yang ditulis oleh Haslizen Hoesin, sedang untuk dicetak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: