Posted by: lizenhs | April 30, 2013

ENERGI MATAHARI MENCEMARKAN LINGKUNGAN ????

ENERGI MATAHARI MENCEMARKAN LINGKUNGAN ????


Pengantar
Tulisan yang “pembaca” Bukik Ranah Ilmu baca ini, adalah tulisan sahabat ambo M. Taftazani (alias Mehdi Taftazani, alias Mehdi Taf) yang dimuat pada Berkala ITB no 10 thn I, 22 Agustus 1979 hal 4. Judul asli adalah “ENERGI MATAHARI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN”. Bulletin Berkala ITB ini ditemukan diperpustakaan ambo. Tulisan ini tetap relevan sampai sekarang dan perlu disebarluaskan kepada masyarakat, terutama kepada “pengambil kebijakan” dan/atau “penasehat pengambil kebijakan,” maka untuk itu dimuat kembali pada blog “Bukik Ranah Ilmu”, dengan harapan pembangunan tidak mencemarkan lingkungan di sekitar kita (di bumi yang kita tempati ini). Bila yang terjadi adalah pencemaran, maka pembangunan yang dilaksanakan dan ditujukan mensejahterakan ummat manusia, justru menimbulkan masalah baru dan/atau menyengsarakan (malapetaka). Supaya tidak menyengsarakan perlu dipikirkan teknologi mencegah pencemaran tersebut. Selamat membaca mudah-mudahan bermanfaat (Haslizen Hoesin).

ENERGI MATAHARI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

Oleh: M. Taftazani

Matahari Sebagai Sumber Energi
Matahari yang telah banyak menjadi sumber inspirasi, baik dikalangan seniman maupun sarjana ilmu pengetahuan, adalah sumber energi yang tak habis-habisnya bagi bumi kita ini. Sumber energi tersebut berasal dari proses fusi inti atom hidrogen itu, setelah menempuh jarak sejauh 150.000.000 km dan menerobos artmosfir bumi, intensitasnya turun dan spektralnya berubah sedemikian rupa sehingga tepat untuk kehidupan dimuka bumi ini dapat berlangsung.
Prof. Maurice Marios dari Faculte de Medecine de Paris menyatakan bahwa untuk mengorganisir diri, kehidupan ini pada mulanya harus mempunyai atom-atom yang stabil, yakni yang tak radioaktif dan berada dalam lingkungan suhu serta energi tertentu untuk sintesa molekul-molekulnya. Keadaan ini dapat terpenuhi berkat jarak bumi dan matahari yang tepat serta lapisan atmosfir bumi yang dapat berfungsi sebagai penyaring radiasi matahari.

Atmosfir Bumi
Fungsi atmosfir sebagai penyaring radiasi matahari dapat diterangkan sebagai berikut: dalam atmosfit bumi banyak terdapat bermacam-macam gas diantaranya N2, O2, O3, CO2 dan gas-gas mulia, disamping partikel-partikel dan uap air. Masing-masing gas tersebut mempunyai daya serap terhadap radiasi matahari yang berbeda-beda, menurut panjang gelombang. Contoh O3 (Ozon) menyerap ultra ungu, CO2 dan H2O yang terdapat diseluruh atmosfir menyerap sinar infra merah pada panjang gelombang antara 2,6 – 4,3 mikron. Selain menyerap beberapa panjang gelombang, gas-gas serta uap air tersebut, juga menghamburkan sinar matahari, terutama pada daerah panjang gelombang pendek, sehingga langit kelihatan kebiru-biruan.
Selain diserap (diabsorsi) oleh gas-gas dan uap air, juga diserab oleh partikel-partikel yang mengambang di udara, seperti debu, asap, partikel-partikel organik (misalnya spora), awan yang beku (kristal) dan sebagainya, maka terjadi penurunan intensitas radiasi matahari. Kesemua partikel tersebut mengamburkan sebagian sinar matahari kesegala penjuru jagat raya ini dan juga menyerapnya sebagian yaitu pada panjang gelombang tertentu, terutama pada daerah ultra ungu.

Pencemaran
Kegiatan manusia di muka bumi ini selain mensejahterakan manusia, juga berakibat merusak kesejahteraan tersebut, melalui perusakan lingkungan hidupnya, satu diantara beberapa penyebab adalah berubahnya pola distribusi energi di muka bumi, baik secara kuantitatif maupun spektral.
Telah diketahui oleh pengamat bahwa kadar CO2 dalam udara semakin lama semakin bertambah. Pertambahan ini diperkirakan mencapai 20% lagi pada tahun 2000. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, separoh dari pencemaran udara ini disebabkan oleh kedndaraan bermotor. Disamping itu oleh sisa-sisa pembakaran oleh pesawat terbang yang setiap 5 tahun konsumsi energinya berlipat 2x, ini sangatlah mengkhawatirkan, terutama pesawat-pesawat supersonil yang gas-gas buangnya baru bisa hilang setelah 2 tahun.
Kesemuanya ini ditambah dengan aktifitas-aktifitas perindustrian yang terdapat diseluruh permukaan bumi, selain menghasilkan gas CO2 juga menghasilkan debu, akan semakin menambah buruknya cuaca kita dimasa-masa mendatang akibat menurunnya intensitas radiasi matahari di permukaan bumi, sehingga pola kesimbangan energinya akan berubah pula.
Disamping pencemaran udara yang mengurangnya intensitas energi matahari sampai di bumi, ada pula pencemaran lingkungan oleh radiasi itu sendiri, akibat perubahan bentuk serta sifat permukaan bumi oleh tindakan manusia. Pembangunan jalan-jalan raya, tempat-tempat parkir, gedung-gedung, taman-taman dan sebagainya:
Pertama, akan menyebabkan turunnya daya serap permukaan bumi akan air disamping menaiknya efek penyimpanan panas,
Kedua, akan berakibat naiknya suhu udara di dekat permukaan bumi, yang dapat menyebabkan manusia kurang betah tinggal dirumahnya atau ditempat kerja. Hal ini akan medorong meningkatnya konsumsi energi hanya untuk tujuan-tujuan kenyamanan. Penurunan daya serap bumi akan air, disamping berakibat naiknya suhu lingkungan, juga akan ikut mengakibatkan bahaya banjir, akibat peningkat jumlah air yang harus ditampung oleh sungai-sungai.
Ketiga, oleh karena itu perlu kiranya dipikirkan penggunaan teknologi yang paling tepat untuk diterapkan dalam pembangunan jalan-jalan, gedung, pelataran-pelataran dan sebagainya, Agar tidak berakibat buruk terhadap lingkungan hidup manusia. Bahkan pemanfaatan energi matahari pun harus dipikirkan akibat buruknya.
Seorang cendikiawan Prancis, M. Peyches telah mengkhawatirkan, bahwa pemasangan penadah energi matahari secara besar-besaran akan berakibat berkurangnya sebagian sinar matahari yang dipantulkan kembali ke angkasa, yang biasa di sebut albedo. Hal ini benar bila penggunaan energi matahari tidak diikuti dengan pengurangan konsumsi energi dari sumber-sumber lain. Lagi pula pemakaian penadah-penadah energi matahari tersebut diikuti dengan pemasangan kaca-kaca reflektor yang dihadapkan kelangit, maka penurunan albedo dapat dihindarkan. Namun demikian kekhawatiran tersebut perlu dipikirkan dalam pemanfaatan energy matahari.
Bila kita sadar bahwa kehidupan di bumi ini membutuhkan sejumlah energi matahari dengan spektralnya yang tertentu pula, maka setiap usaha yang cenderung untuk merubah keseimbangan serta spektral radiasi matahari akan kita hindari dan lingkungan hidup kita dapat dipertahankan kelestariannya. Perencanaan pembangunan pun akan lebih didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan ekologis, bukan nya pertimbangan-pertimbangan ekonomi belaka.

Untuk penambah wawasan tentang radiasi Matahari

Baca juga
Pertama, “Krisis Ketersediaan Energi Atau Krisis Akhlak”, https://lizenhs.wordpress.com/2010/11/04/krisis-ketersediaan-energi-atau-krisis-akhlak/
Kedua, “Energi Baru Terbarukan (Diperbaharui) Atau Energi Ramah Lingkungan, Apa Itu…..uu?” https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/07/energi-baru-terbarukan-diperbaharui-atau-energi-ramah-lingkungan-apa-itu%E2%80%A6-uu/
Ketiga, “Memahami Radiasi Matahari Dari Enam Hal, Menuju Langit Biru Dan Teknologi Pemanfaatannya”, https://lizenhs.wordpress.com/2011/04/20/memahami-radiasi-matahari-dari-enam-hal-menuju-langit-biru/
Keempat, “Energi Radiasi Matahari: Pemanfaatan Pada Pertanian, Perikanan, Bangunan dan Listrik”, https://lizenhs.wordpress.com/2010/04/24/energi-radiasi-matahari-pemanfaatan-pada-pertanian-perikanan-bangunan-dan-listrik/
Kelima, “Cahaya Tampak: “Photosynthesis” Dan Penghematan Energi Dalam Bangunan” https://lizenhs.wordpress.com/2010/04/24/cahaya-tampak-%E2%80%9Cphotosynthesis%E2%80%9D-dan-penghematan-energi/
Keenam, “Radiasi Matahari: Kandungan Atmosfir, Lingkungan Hidup Dan Spektral Radiasi Matahari.” https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/03/radiasi-matahari-kandungan-atmosfir-lingkungan-hidup-dan-spektral-radiasi-matahari/
Ketujuh, Kejelasan Status Pemilikan tanah Sangat Vital Bagi Usaha Pelestarian Lingkungan https://lizenhs.wordpress.com/2011/01/03/kejelasan-status-pemilikan-tanah-sangat-vital-bagi-usaha-pelestarian-lingkungan/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: