Posted by: lizenhs | April 3, 2013

QIRA’AH, TILAWAH DAN TADABBUR. APAA ….. ITUUUUU!!!

QIRA’AH, TILAWAH DAN TADABBUR.  APAA ….. ITUUUUU!!!

Pada tanggal 26 Maret 2013 saya  (Haslizen) bersilaturahim kerumah pak Soewarno Darsoprajitno.  Kami bercerita berbagai masalah pariwisata, perjuangan melawan Belanda dan kehidupan.  Dari pembicaraan selama dirumah beliau,  ternyata beliau adalah Veteran TNI looooo, pernah berjuang melawan Belanda di Jokja.  Beliau mengatakan meskipun Sukarno dan Hatta ditangkap saat itu, pemerintahan Indonesia tetap ada bernama PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia), Presidennya Syafruddin Prawiranegara dengan ibukota Bukittingi.  Kami tidak pernah menerima bahwa Indonesia sudah tidak ada sebagaimana yang dikatakan belanda yaitu Pemerintahan Dalam Rimba Indonesia. Pak Soewarno banyak memperoleh tanda pengahargaan dari pemerintah karena membela Indonesia dimedan perang, beliau bersyukur dapat berjuang membela negara, selamat dari desingan peluru musuh negara dan melihat Indonesia Merdeka sampai masa tua ini.

Kegiatan pak Soewarna banyak, seperti  mengajar di beberapa perguruan tinggi. Diantara perguruan tinggi itu adalah SekolahTinggi Manajemen Pariwisata ARS Internasional, mahasiswa Sekolah tersebut pasti  mengenal belau, karena beliau mengajar Ekologi Pariwisata.  Memang beliau seorang Ahli Geo-ekologi, juga ahli Geologi Wisata Ekologi. Orang yang pernah berkunjung ke Museum Geologi di jalan Diponegoro Bandung, tentu pernah mengenal nama beliau bahkan mungkin bertemu karena beliau pernah jadi direktur di Museum itu,  sekarang pensiunan dan Kurator Museum Geologi  PSG.  Selain mengajar di ARS, bedliau pernah pula mengajar UNPAD, STIE dll.  Beliau juga anggota Dewan Pimpinan Daerah Perhimpinan Obyek Wisata Indonesia “Putri” Tingkat I, Jawa Barat.  Pak Soewarno banyak menulis makalah dan buku tentang Pariwisata.  Makalah beliau dimuat di Koran lokal dan nasional. Satu dari beberapa buku yang ditulis adalah Ekologi Pariwisata diterbitkan oleh Penerbit Angkasa Bandung.

Saat saya (Haslizen) mau pulang, beliau memberikan beberapa makalah satu diantaranya berjudul Pedoman Hidup di Dunia dan di Akhirat. Sekarang tulisan yang akan anda baca bukan mengenai pariwisata tapi Pedoman Hidup di Dunia dan di Akhirat, walaupun demikian tetap saja ada satu dua kata atau satu kalimat mengenai pariwisata.  Pada tulisan tersebut terdapat kata Qira’ah, Tilawah dan Tadabbur, inilah yang diambil sebagai judul tulisan pada blog ini.   Tulisan ini baik dibaca oleh khalayak ramai, maka dimuat dan disebarluaskan melalui Blog Bukik Ranah Ilmu.  Isi tulisan beliau selengkapnya dapat anda baca dibawah ini. Selamat membaca semoga bermanfaat (Haslizen Hoesin)

Pedoman Hidup di Dunia dan di Akhirat  oleh  H. Soewarno Darsoprajitno. 

Setiap manusia dapat meningkatkan dan memelihara kesejahteraan hidupnya dengan mempelajari Al qur’anul  Karim, dengan tatalaksana  Qira’ah, Tilawah dan Tadabbur.  Sebab di dalam Al qur’an banyak acuan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa (imtaq) dan juga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek), untuk beramal ibadah baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, atau unsur tata lingkungan hidupnya.  Apalagi setiap manusia sudah dibekali modal alamiah dari Allah SWT yang tidak mungkin hilang atau dicuri, sepanjang manusia tersebut mampu memelihara ketajaman, kelincahan dan ketrampilan berpikir dan bekerja.  Pemeliharaan ini dapat ditunjang dengan memelihara kesegaran dan kesehatan rohani-jasmaninya, melalui usaha  memenuhi keperluan hidupnya akan sandang, pangan, dolan, jajan sesuai azas Tailor made, ialah tepatguna bahan, bentuk, ukuran dan perilaku budaya.  Dimaksud dengan sandang yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk melindungi rohani-jasmani, pangan yaitu segala masukan yang diperlukan untuk memelihara rohani-jasmani baik makanan halalan thayiban, maupun imtaq dan iptek.  Papan yaitu tempat tinggal dan lapangan kerja.  Dolan yaitu rekreasi dan/atau berwisata dan Jajan berarti berbelanja atau membeli sesuatu untuk keperluan hidup.

Selanjutnya apa yang dimaksud dengan modal alamiah itu? Terdapat empat modal adalah:

Pertama, yaitu kesegaran dan kesehatan rohani-jasmani sesuai dengan Surat Attin ayat 4: –Laqad khalaqnal insana fii ahsani taqwiin – Sesungguhnya manusia itu telah diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sebaik-baiknya, namun dapat terjerumus kedalam yang hina dan sengsara, jika tidak memelihara perilaku untuk kesegaran dan kesehatan rohani dan jasmani sesuai petunjuk  Al Qur’an.   Kemudian modal alamiah

Kedua, yaitu akal yang hanya diberikan kepada manusia,-wa maa yadz-dzak-karu illaaulul alba–  hanya mereka yang mau menggunakan akal pikirannya saja yang dapat memahami  Imtaq dan Iptek, Surat Al Baqarah, ayat 269,

Ketiga, untuk keperluan hidup yaitu waktu sesuai petunjuk Al Qur’an surat Ashr ayat 1 dan  2,:  -wal’ashr, in-nal Insaana lafiil khushr– Demi waktu sesungguhnya manusia betul-betul berada dalam kerugian, sebab waktu dimanfaatkan atau tidak, akan tetap berjalan dan tahu-tahu manusia yang tidak berfikir menggunakan akalnya akan rugi kehilangan kesempatan.

Keempat, tata lingkungan alam, yang penuh dengan sumber daya alam untuk memenuhi hajat hidup manusia secara berkesinambungan, seperti yang dijelaskan dalam surat Al Mulk ayat 15. –Huwal ladzii ja’ala lakumul ardha zaluulan famsyuu fii manaa kibihaa wa kuluu mir rizqih, wa ilaihi nusyuur– Dialah yang telah menjadikan bumi bumi ini serbaguna bagimu, karena itu melawatlah kesegala penjurunya dan manfaatkanlah segala rezekinya yang telah disediakanNYA agar kamu dapat hidup sejahtera.  Dalam hal ini pengertian Srt Al Mulk ayat 15: Menyatakan bahwa tata lingkungan alam dengan segala sumber dayanya sudah disediakan Allah SWT sebagai modal untuk bekal hidup dibumi dan kepada setiap insan dianjurkan agar melawat kesegala penjuru untuk mencari rezeki dan nantinya Allah SWT akan membangkitkannya. Rezeki dalam bentuk sumberdaya tersebut semuanya memiliki tiga nilai yaitu: nilai sosial untuk membuka lapangan kerja, nilai ekonomi untuk memperoleh keuntungan dan nilai budaya untuk mencerdaskan kehidupan dan semuanya ini perlu dimanfaatkan melalui organisasi dan manajemen kerja yang benar dan baik.

Untuk itulah, maka dalam memanfaatkan keempat modal diatas, perlu berperpegang pada ikrar yang telah diucapkan pada saat ruh manusia diciptakan Allah SWT sesuai Surat Al ‘Araf 172 – Alastu bi rabbikuk, qaaluu balaa sahidnaa– Bukankah Aku ini Tuhanmu:  “benar kami mengakui Engkau Tuhan kami”.  Berdasarkan ikrar ini, maka setiap manusia wajib hukumnya mematuhi perintah Allah SWT, jika tidak neraka jahanam  tempat tinggalnya yang kekal di akhirat nanti sebab sudah masuk kedalam golongan manuia kafir atau munafik.

Untuk itu mematuhinya maka setiap manusia wajib hukumnya untuk meyakini dan menggunakan sebagai pegangan hidup sura Al Baqarah ayat 2, sebab -Al Qur’an  tidak ada keraguannya sebagai petunjuk untuk beriman dan bertaqwa kepada AllahSWT. Dzalikal kitabu laa raibafii hudal lil muuttakiin–  demikian pula dengan surat Al Baqarah ayat 269, manusia diwajibkan menggunakan intelektualitas akal pikirnnya dalam berperilaku dengan budaya Islami agar dapat melaksanakan tata tertib yng benar dan baik, –wa maa yadz-dzak karuu illa ulul albaab– sebab pintar saja belum cukup kalau tidak mengerti dalam arti seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW pada surat An Nur  atay 56, – Wa aqiimush shalah wa aatuz zakat wa athiur rasuul la’ala lakum turhamuun

Bagi mereka yang mematuhi ke empat petunjuk diatas, insyaAllah hidupnya akan nikmat sejahtera di dunia dan di akhirat nanti akan hidup kekal abadi disurga, sesuai jnji Allah dalam srt Al Baqarah, ayat 82, – Wal ladziina aamanuu wa amilush shalihati, ulaaika ashhabul jannah hum fihaa khaliduuun- inilha pahala Allah SWT yang dijanjikan bagi orang yang beriman dan beramal shaleh.  Aamiin.

Catatan:

Tadabbur adalah perenungan yang menyeluruh untuk mengetahui maksud dan makna dari suatu ungkapan secara mendalam.  Mengenai tadabur Allah telah menyebutkan dalam Al-Qur’an. Seperti pada, Al-Ma’idah: 83, Al-Anfaal: 2, At-Taubah: 124. Al-Israa’:107-109, Maryam: 58,  Al-Furqan: 73, Al-Qashash: 53. Dari ayat-ayat tersebut , dapat disimpulkan bahwa tadabur adalah: Menyatukan hati dan pikiran ketika membaca Al-Qur’an, Menangis karena takut kepada Allah, Bertambahnya kekhusyu’an,  Bertambahnya iman,  Merasa Bahagia dan gembira,  Gemetar karena rasa takut kepada Allah, kemudian diikuti dengan pengharapan dan ketenangan. Bersujud sebagai bentuk pengagungan terhadap Allah.

Tilawah, Merujuk pada penggunaan kata dasarnya, tilawah pada awalnya bermakna ‘mengikuti’, tapi kemudian, maknanya beralih menjadi membaca.  Makna tilawah menjadi membaca memiliki filosofi tersendiri, disini tidak dibahas secara mendalam.

Qira’ah, Istilah qiraat yang biasa digunakan adalah dialek atau cara pengucapan,  atau jenis lagu atau semata-mata hanya seni melantunkan, tidak ada kaitannya dengan bagaimana melafadzkan ayat Al-Qur’an.  Seni seperti itulah yang seringkali diperlombakan di even musabaqah tilawatil Qur’an . Meski bukan satu-satunya jenis perlombaan, tetapi biasanya yang paling mencuat memang masalah seni membaca.

Wallahu a’lam bish-shawab.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: