Posted by: lizenhs | March 8, 2013

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN SUATU PEMBICARAAN

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN SUATU PEMBICARAAN

Banyak diantara kita yang berbicara di depan umum dalam suatu kesempatan seperti: Diskusi, ceramah, khutbah atau rapat, bahkan presentasi Tugas Akhir, Skripsi, Tesis dan Disertasi yang tidak menarik bagi audiensi.  Oleh karena itu perlu perencanaan dalam mempersiapkan suatu pembicaraan secara baik, agar tidak terjadi suatu suasana yang tidak diinginkan dan tak terarah.  Perencanaan tersebut ternyata ada aturan dan mengikuti langkah-langkah tertentu.  Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mempersiapkan pembicaraan tersebut.  Sebagai bahan,  disini diambil dari “Notebook for Public Speaking”,  A College Cource in Basic Principles, ditulis oleh Ehrensbarger dan Pogel, diterbitkan oleh Prentice-Hall, Inc, 1969.  Baca juga, bila untuk Khutbah/Ceramah sebagaimana yang dikemukakan Deliar Noer yaitu pada Pengantar Strategi dan Taktik Dalam Pengembangan Dakwah Menurut Deliar Noer, https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/30/pengatar-strategi-dan-taktik-dalam-pengembangan-dakwah/ pada kategori Yok! “Baca, Tulis, Hitung” Eeeeeeuuy.  Selamat membaca dan mencobanya, semoga bermanfaat (Haslizen Hoesin)

1. Ketahui Subjek Pembicaraan Anda

1). Pilih sebuah Topik

(1). Buat topik menarik untuk anda sendiri. Jika tidak, anda tidak mampu menguasai audiensi.  Pembicaraan yang menarik akan lebih mudah mengemukakannya dan dapat membuat suasana menjadi menarik.

(2).  Ketahui dengan baik latar belakang pembicaraan, karena hal itu sangat berguna dalam pemulihan ilustrasi, pemikiran, pengarahan dan pembahasan selagi mengutarakannya.

2). Ketahui Audiensi

Coba analisis tipe dari audiensi anda, misalnya taraf pemikiran mereka apakah mampu menyerap materi yang diberikan, dari segi mana harus dimulai dengan ilustrasi-ilustrasi yang mampu menarik perhatian mereka dan sejauh apa materi tersebut diungkapkan.  Karena suatu pembicaraan yang tidak menarik adalah terlalu enteng atau berat serta tidak menyangkut mereka. Rangsang minat dan pemikiran audiensi kearah materi pembicaraan dengan menyelipkan ilustrasi yang sesuai.

3). Perhatikan Suasana

(1). Akan berbeda halnya  dengan pembicara dalam ruangan kecil dengan ruangan besar.  Suara yang tidak bersemangat atau kurang jelas (lemah), biasanya dapat menghilangkan minat pendengar, bahkan suara yang terlalu keras dapat menghilangkan perhatian.  Untuk itu pilih waktunya dimana penekanan suara (keras) dilakukan pada topik sehingga menarik.

(2). Ketahui pula waktu pembicaraan, dimana pendengar mulai bosan atau masih menarik.  Karena hal itu pilih lebih dahulu masalah yang paling penting dan kemudian hal-hal yang kecil diselipkan diantaranya atau buat modifikasinya.

2.  Macam masalah yang dibicarakan

1). Pembicaraan yang tidak mempunyai spesifikasi tertentu, biasanya menjadi beku dan dingin.  Karena itu perlu diketahui dan  diperhatikan macam pembicaraan apa yang diutarakan/disampaikan.  Anda mungkin memberikan:

(1). Kemukakan kepada audiensi suatu proses, metoda atau teori.

(2). Beri keterangan tentang kejadian, pesan lembaga dan sebagainya.

(3). Ajak audiansi untuk mengetahui hal yang benar atau salah dari suatu permasalahan.

(4). Mencari sebab dari suatu kejadian.

(5). Menyajikan hal-hal humor dll.

2). Buat Modifikasi dari macam-macam pembicaraan sesuai dengan kondisi serta pemikiran audiensi anda.

3.  Mempersiapkan materi

1). Kumpulan materi-materi yang penting berupa ilustrasi/gambaran, rencana masalah, contoh, pendapat dan gambaran dll. Untuk dicampur dalam pembicaraan.  Dapat diambil:

(1). Pengalaman dan Pemikiran. Jangan mengambil pendapat orang lain begitu saja, pendapat anda harus dimasukkan, dilengkapi dengan data lain dari pengamatan atau sumber-sumber lain.

(2). Mungkin juga dari hasil interviu, polling dan sebagainya

(3). Dapat juga ditambahkan dari bacaan, radio dan mass media sebagai ilustrasi untuk menarik minat pendengar.

2). Pengumpulan materi tersebut dapat juga dari pendengaran sendiri.

4.  Menyusun Materi Pembicaraan

1). Pilih Satu pusat pembicaraan yang paling penting untuk diingatkan kepada pendengar.

2). Coba kembangkan pusat pembicaraan tersebut dan kemukakan yang baik, menanyakan dan langsung menjawab atau cara lain.

3). Coba juga apakah pendengar sudah dapat menyerap apa yang dikemukakan.

4). Susun materi pembicaraan lebih jauh dengan memperhitungkan satu sama lainnya, apakah tidak terjadi saling menutupi atau mengacaukan.

5).  Buat pendahuluan serta kesimpulan yang baik

(1). Pendahuluan harus segera menarik minat pendengar.

(2).  Kesimpulan harus pula dapat diambil searah dengan pendapat pendengar setelah materi pembicaraan tadi atau coba rangsang mereka untuk menerimanya.

5.   Buat Pembicaraan Dalam Bahasa Yang Sesuai

1). Hindari kata-kata yang baru bagi pendengar atau dapat diartikan lain.  Buat kalimat-kalimat yang mudah dimengerti dan tidak membosankan. Artinya Susun kalimat yang baik dan enak yaitu ada pokok, sebutan dan keterangan.

2). Cari cara yang baik, ketika dalam membahas hal yang rumit agar mudah diterima.  Misalnya kurang dapat mengemukakan suatu analisis ketika pendengar sudah tidak memperhatikan lagi.

6.  Latih Cara Mengemukakan Materi

1).  Buat pembicaraan menjadi lancar dan kembangkan suasana persahabatan, tidak kaku serta menarik.

2).  Gunakan suara dan gerakan yang dapat menolong, tapi jaga jangan sampai berlebihan

3).  Kendalikan Emosi, jangan sampai gugup atau tidak bersemangat.  Hindari hal-hal yang dapat membuat anda hilang kendali waktu membicarakan suatu masalah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: