Posted by: lizenhs | February 9, 2013

MENGUKUR PENELITIAN ILMIAH

MENGUKUR PENELITIAN ILMIAH

Oleh: Haslizen Hoesin

Beberapa Pendapat Tentang Penelitian.

Menurut Yoseph dan Yoseph (1979), penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan.  Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.

Penelitian juga diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik itu discovery maupun invention.  Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adalah penemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan Invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil Kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru. bisa juga penemuan bibit padi unggul tahan wereng. Mesin pengolah daging buah kelapa sehingga diperoleh langsung santan dan banyak lagi yang lain.

Pengertian penelitian yang lain, yaitu yang dikemukakan Kerlinger, bahwa penelitian adalah “proses penemuan yang mempunyai karakteristik, sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara”. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh Kerlinger, agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya.

Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dapat dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan, dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya.

Penelitian adalah proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif. Karakter formal dan intensif, karena terikat dengan aturan, urutan, maupun cara penyajian agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggung jawabkan, memecahkan problem malalui hubungan sebab dan akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama.

Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik suatu pengertian bahwa penelitian adalah sesuatu yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi, misalnya observasi secara sistematis, dikendalikan dan mendasarkan pada teori yang ada, diperkuat dengan fenomena (data) yang ada.  Itulah beberapa pengertian penelitian dari sekian banyak lagi pengertian yang lain dan semuanya saling menambah wasasan tentang pengertian penelitian.

Apa Yang Diketahui Dari Suatu Laporan Penelitian

Suatu penelitian sudah pasti ada laporannya.  Apakah yang dapat diketahui dari suatu laporan penelitian itu? Tentu banyak, yang dapat diketahui dari sebuah laporan penelitian, diantaranya: 1). Pola pikir, alur berpikir/urutan berpikir peneliti, 2). Cara peneliti menemukan masalah dan menyelesaikannya.  3). Cara peneliti menyelesaikan masalah; baik secara teoritis maupun pelaksanaan (data atau keadaan dilapangan).  4). Cara peneliti menyampaikan ide dalam bentuk; kalimat, grafik, gambar dll.  5). Kepatuhan peneliti terhadap aturan yang berlaku, seperti:  (1). Sistematika penelitian.  (2). Sistematika pembuatan laporan.  (3). Aturan Bahasa (EYD) seperti: aturan kata, kalimat (pokok, sebutan dan keterangan), anak kalimat dan alinia, tanda baca seperti: titik, koma, titik dua, titik koma dll., aturan bahasa ini bertujuan agar laporan mudah dipahami maksudnya dan enak dibaca oleh siapapun (masyarakat umum, yang bukan dibidangnya), meskipun  mereka tidak mengerti bidang yang diteliti itu secara mendalam.

Produk Ilmiah

Skripsi, Tugas Akhir, Tesis dan  Disertasi adalah produk ilmiah, artinya Skripsi, Tugas Akhir, Tesis dan Disertasi itu mampu mendeskripsikan sesuatu yang belum tahu/ekplanatari dan perlu diketahui, menguak kebenaran/deskriptif, menyusun kebenaran yang sudah ada (State of the Art) yang belum diatur secara sistematis.

Mutu Penelitian

Secara umum mutu suatu penelitian ditentukan oleh: Mutu alat ukur, Mutu pengorganisasian data, Mutu Mengolah data, Mutu analisis data dan Mutu interpretasi hasil olahan dan analisis.  Sebagai penambah wawasan baca juga: APAKAH MUTU Dan BERMUTU ITU? https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/apakah-mutu-dan-bermutu-itu/
Berikut mutu penelitian secara lebih jelas ditentukan oleh1).  Data, data yang diperoleh, harus/diusahakan benar dan dapat dipercaya, dikumpulkan dengan alat ukur yang shahih/valid (tidak diragukan kebenarannya) dan reliable (dapat dipercaya).  2). Alat ukur, alat ukur  yang sahih/valid dan reliable adalah alat ukur yang relevan dengan variable penelitian.  3). Meskipun data sudah baik, mutu penelitian masih ditentukan oleh kemampuan peneliti untuk pengorganisasian data, mengolah dan menganalisis data. 4). Meskipun kemampuan pengorganisasian, mengolah dan menganalisis data sudah baik, penginterpretasikan data hasil olahan dan analisis sangat menentukan kesimpulan dan saran (rekomendasi) dan 5). Seberapa banyak proses penelitian dan hasil penelitian dapat merangsang peneliti lain (yang baru) untuk melakukan penelitian, pengembangan ilmu dan penerapan.

Ingat, data yang baik, bila tidak ditangani dengan keahlian dalam pengorganisasian data, pengolahan/menganalisis dan interpretasi, akan memberikan hasil yang tak berarti atau dengan kata lain tidak akan berarti atau bermanfaat, akan buang-buang tenaga, biaya dan waktu saja, istilah lain mubazir .

Kadar Ilmiah Penelitian dan Mengukurnya

Apakah itu Penelitian Ilmiah?  Berbagai pendapat ditemukan, satu diantaranya bahwa penelitian ilmiah yaitu usaha mengungkap hubungan fenomena alami yang dilakukan secara terarah, terencana, sistematis, terkendali, empirik dan kritis.

Bila ditinjau dari kadar ilmiah, suatu penelitan akan sangat bervariasi, tergantung pada: 1). Penglaman peneliti.  2). Keterapilan (tenaga) peneliti.  3). Biaya penelitian (besar kecilnya dana penelitian) dan 4). Jangka (lama) waktu penelitian.

Untuk mengukur kadar ilmiah suatu penelitan paling tidak terdapat tiga alat/kriteria yaitu: 1). Memberikan pengertian tentang masalah, 2). Kemampuan untuk meramalkan (predictive power), maksudnya kesimpulan yang sama dapat dicari bila data yang sama ditemukan ditempat penelitian yang lain dan/atau waku lain. 3). Kemampuan daya dorong tumbuhnya gagasan-gagasan peneliti berikutnya setelah membaca konsep/teori yang dicetuskan dalam laporan penelitian (skripsi, tugas akhir, tesis dan disertasi), manfaat ilmiah dan terapan dan/atau seberapa banyak gagasan yang dapat muncul/diterapkan untuk penyelesaian masalah secara prakatis (guna laksana) baik untuk tempat penelitian maupun permasalahan yang sejenis ditempat lain.

Beberapa hal yang harus diingat: 1). Bahwa kegiatan penelitian adalah suatu proses yang terus-menerus disempurnakan dalam menjawab permasalahan. 2). Hasil penelitian bukanlah bersifat final.

Untuk meningkatkan kadar ilmiah penelitian, maka statistika makin dirasakan perannya.  Peran statistika dalam penelitian adalah: 1). Membantu merumuskan masalah penelitian dalam istilah dan pengertian yang relevan dan tidak meragukan dan 2).  Memberikan metoda yang efisien dalam mengumpulkan dan mengolah data.

Mengukur Organisasi Penelitian Ilmiah

Kegiatan penelitian terasa makin banyak dan memperoleh perhatian, mengharuskan kita untuk berhati-hati dalam berbagai hal.   Baik untuk lembaga penelitian yang dibiayai pemerintah maupun yang dilakukan mahsiswa,   maka banyak segi yang harus ditinjau.  Konsultan pemerintah dalam hal penelitian proyek-proyek penelitian semuanya menekankan perlunya menempatkan kegiatan penelitian secara tepat menuju proses aplilasi ilmu dan teknologi  untuk pembangunan. Seringkali pula dikemukakan angka-angka, semacam angka keramat, mengenai banyaknya investasi dalam dollar tiap anggota staf peneliti yang mampu, yang harus ditanam, agar penelitian dapat berjalan dengan baik.  Di Indonesia inipun sering dikemukakan bahwa persoalan biaya ada memegang peranan penting dalam kegiatan penelitian.  Angka-angka dari Negara-negara yang sudah maju menunjukkan bahwa penelitian menelan biaya yang tidak sedikit.  Misal di Australia, penelitian dan pembangunan untuk industri sudah sampai pada taraf yang menentukan, bagi kegiatan industri.  Disana dikeluarkan $ 143,-  tiap karyawan pertahun. Orang yang terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan mencapai 2% dari total tenaga kerja.

Jadi selain mahal, penelitian menyangkut juga aspek sosial dan ekonomi yang luas.  Jelaslah bahwa di Indonesia kini, kita harus hati-hati dan bijaksana dalam membelanjakan setiap rupiah yang disediakan untuk penelitian.  Disini lalu muncul bagaimana hal bijaksana itu bisa diukur.  Mereka yang menghadapi soal evaluasi proyek penelitian sedikit banyak akan berhadapan dengan konsep efisiensi.

Mudah dipahami bahwa bila efisiensi suatu lembaga penelitian bisa ditetapkan, maka hal ini akan sangat membantu administrasi penelitian.  Dari sini dapat disimpulkan pentingnya pengukuran efisiensi, terlebih-lebih dalam keadaan dana dari pemerintah yang terbatas dan sedikit jumlahnya.

Konsep Efisiensi

Kalau mau bicara tentang hasil suatu lembaga penelitian ilmiah, maka sulit akan membayangkan hasil ini dalam bentuk angka.

Orang biasanya hanya akan mengatakan bahwa kegiatan penelitian menghasilkan “pertambahan pengetahuan”atau “pertambahan keterampilan”,  itu sesuatu yang sulit diukur.  Jadi persoalan kini apakah hal ini bisa dikwantifikasikan.

Sebelumnya baiklah kita lihat apa yang terkandung dalam pengertian effisiensi.  Dalam kamus Webster, misalnya, ditemui perumusan:

Efisiensi = tindak efektif sebagaimana diukur dengan perbandingan antara produksi dengan biaya dalam energi, waktu, uang dan sebagainya”.

Bila diteliti lebih jauh, terutama kata-kata “perbandingan”, “produksi” dan “biaya”, maka perumusan itu dapat pula dinyatakan sebagai:

Efisiensi = perbandingan antara apa yang dihasilkan selama suatu selang waktu guna memenuhi kebutuhan manusia (= produksi) dengan apa yang diberikan/dibutuhkan untuk menjamin hasil itu”.

Dengan demikian definisi di atas mencakup pengertian yang umum  sekali.  Untuk bisa menerapkannya dalam praktek tertentu saja, harus tahu tempat dan lingkungan dimana konsep itu akan dipakai.  Dalam lembaga penelitian, pertama kali kita harus mengenali “produknya”. Kemudian “biaya”, harus dilihat sebagai suatu yang meliputi pula selain soal uang, juga ilmu, teknik percobaan dan lain sebagainya.

Produk Lembaga Penelitian Ilmiah

Adalah keliru untuk menyatakan bahwa hasil-hasil yang dicapai organisasi penelitian itu selalu unik dan tak dapat dibandingkan.  Disamping aspek keunikannya, yang selalu muncul, dari suatu lembaga penelitian.  Untuk mencari hal ini, dilakukan orang penyelidikan tentang apa yang terjadi dalam suatu lembaga penelitian.

Secara singkat akan ditemui bahwa di dalam lembaga penelitian selalu ada: (1) uraian, (2) definisi, (3) hipotesis, (4) penyelesaian, (5) ramalan dan (6) teknik percobaan.

Ke-enam hal inilah yang menggantikan pengertian “memenuhi kebutuhan manusia” seperti yang tercantum dalam efisiensi di atas.  Hal ini menunjukkan bahwa pada prinsipnya pengukuran  efisiensi biasa dilakukan.  Dalam proses pengukuran itu sipengukur pertama kali harus mampu mengenali apakah sesuatu (yang akan diukur) ada atau tidak.  Bila “sesuatu” sudah ditemui dalam bentuk enam komponen di atas, maka langkah selanjutnya adalah menghitung banyaknya masing-masing kompunen itu sehingga kemudian efisiensi dapat ditetapkan.

Kita tahu bahwa suatu kegiatan penelitian diakhiri dengan laporan.  Berikut tinggal persoalannya mengenali keenam “hasil” penelitian ilmiah dalam laporan itu.  Karena pada prinsipnya ke-enam hal itu dapat dikenali dan dihitung jumlahnya.

Walaupun disini tidak diungkapkan secara terperinci, namun dapatlah dikatakan, bahwa konsep efisiensi dalam lembaga penelitian itu ada artinya.  Selain itu produk yang selalu muncul dari suatu lembaga penelitian paling kurang ke-enam hal diatas.

Kegunaan pengukuran secara administratif

Di atas sudah disebutkan bahwa pengukuran efisiensi akan membantu administrasi penelitian, sekurang-kurangnya diharapkan dengan ini menambah alat analisis dalam melakukan evaluasi suat lembaga penelitian.

Penetapan angka efisiensi suatu lembaga penelitian akan membantu administrasi penelitian, sekurang-kurangnya diharapkan dengan ini menambah alat analisis dalam melakukan penelitian. Tentu saja kerena pengukuran ini sedikit banyak tergantung kepada selera sipengukur, maka pembandingan ini harus dilakukan secara hati-hati.

Selain efisiensi biaya, pengukuran ini bisa pula digunakan untuk menilai isi ilmiah dari kegiatan penelitian.  Keterangan yang diperoleh itu akan membantu  perencanaan berikutnya dari penelitian.  Jadi rencana penelitian akan didasarkan pula pada kemampuan ilmiah dan/atau kemampuan teknik percobaan yang ada di lembaga tertentu itu.

Juga administrasi penelitian yang baik mempertimbangkan kombinasi dari berbagai unsur yang enam itu.  Pilihan kombinasi yang tepat imbangannya juga akan diperjelas dengan terdapat keterangan tentang efisiensi.  Dengan demikian, merupakan tantangan untuk administrasi penelitian, mencoba mengembangkan teknik pengukuran efisiensi, khususnya efisiensi proyek penelitian pada umumnya.  Apalagi dalam keadaan yang sekarang ditemui di Indonesia, dimana penelitian dicanangkan, baik di kampus-kampus maupun dilembaga-lembaga penelitian, perlu usaha ini dikembangkan sedini mungkin, sehingga dirasakan manfaat penelitian.  Semoga tulisan ini bermanfaat.

Untuk melengkapi pemahaman tentang Penelitiam bacu juga :

AYO……. CA-LIS-TUNG, BELAJAR DAN MENELITI.  https://lizenhs.wordpress.com/2008/12/23/ayo-ca-lis-tung-belajar-dan-meneliti/ dan

HIDUP INI INDAH DENGAN MEMBACA, KEMUDIAN BUAT DAN SAMPAIKAN. https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/27/hidup-ini-indah-dengan-membaca-kemudian-buat-dan-sampaikan/

Pustaka

Hoesin, Haslizen (1989A). “Petunjuk Praktikum Statistika I (Statistika Parametrik)”.  Penerbit  IKOPIN, Jatinangor.

…………………. (1989B). “Petunjuk Praktikum Statistika II (Statistik Nonparametrik)”.  Penerbit  IKOPIN, Jatinangor.

Hoesin, Haslizen (1993). Metoda Penelitian (Diktat Kuliah).  Fakultas Manajemen Produksi dan Pemasaran. IKOPIN.

Hoesin, Haslizen (2004). “Saya mau Meneliti dan Menulis Karya Ilmiah (Diktat Kuliah).” Fakultas Teknik. Universitas ARS Internasional.

Kerlinger, Fred N (2000). Azas-azas Penelitian Behavior. (alih bahasa oleh Landung R. Simatupang dan editor H.J. Koesoemanto). Gajah Mada Unversity Press.

Nazif, Amru H. (1973).  Efisiensi Organisasi Penelitian Ilmiah.  Scientiae. Tahun V. Nomor 40. Februari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: