Posted by: lizenhs | February 4, 2013

Rumah yang Layak, Sehat dan Hemat Energi, Rumah Apa Ituuuu …..?

Rumah yang Layak, Sehat dan Hemat Energi, Rumah Apa Ituuuu …..?

Oleh: Haslizen Hoesin

Apakah itu rumah? Rumah adalah bangunan tempat berlindung dari cuaca lingkungan dimana bangunan itu berada. Rumah daerah “tropis” berbeda dengan rumah “subtropis”, di daerah “dingin” dan/atau “panas” atau di “kutub”, jadi rancangannya jangan disamakan. Sebuah rumah apapun kondisi yang dimiliki harus memiliki nilai “kebanggaan” bagi penghuninya agar betah tinggal dan tidak beranjak dari sana. Tentu saja itu adalah rumah sendiri, bukan rumah sewa atau kontrakan. Oleh karena itu boleh saja seseorang mengatakan “Rumahku istanaku”, meskipun dari segi fisik tidak bisa dianggap sehat, dindingnya dari anyaman bambu, lantai tanah dan atap jerami. Meskipun dari aspek legalitas bahwa rumah itu miliknya. Rumah harus memiliki layak huni, sehat dan hemat energi. Perlu pula di pisahkan pemakaian kosa kata toilet berasal dari bhs Prancis dan bhs Inggris (maaf saya bukan ahli bahasa hanya usul saja, tapi saya pemakai bahasa, bila tidak dilakukan penetapan ucapan, akan mengacaukan pengertian dalam pemakaian bahasa sehari-hari). Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Rumah Layak Huni
Sebuah rumah adalah kebutuhan dasar manusia. Kapan dan bagaimana sebuah rumah dapat dikatakan layak? Sebuah konsep akademis dikemukakan untuk menjawab maksud sebuah perumahan dan pemukiman. Pengertian layak boleh saja sangat suyektif, sehingga indikator layak bagi seseorang akan berbeda dengan orang lain, jalaslah bahwa layak itu bersifat relative.
Tentu saja dalam hal sebuah rumah dan pemukiman yang layak, harus tetap dibatasi oleh pemaknaan yang bisa diterima secara obyektif. Bertujuan agar bisa menjadi ukuran dalam rangka pengadaan rumah. Tidak hanya berlaku untuk yang berpenghasilan tinggi saja tapi juga bagi berpenghasilan rendah.
Rumah yang layak harus dimaknai dari beberapa segi, diantaranya: segi sosiologis, filosofis, kesehatan, legalitas maupun dari sisi pisik, apalagi dari sisi energi yaitu hemat energi. Paling tidak rumah dan pemukiman yang layak memenuhi syarat minimal bagi kebutuhan manusia untuk hidup secara manusiawi.

Indikator Layak
Secara teoritis cukup sangat mudah menemukan kriteria rumah yang layak untuk dihuni. Secara sederhana dapat dimaknai sebuah rumah dan pemukiman yang layak adalah tempat tinggal keluarga dan warga dengan dukungan fasilitas lingkungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari air bersih, penerangan, sanitasi saluran pembuangan limbah, serta aman bagi aktivitas penghunianya untuk meraih produktifitas. Indikator layak diantaranya: Filosofis, Sosiologis dan Legalitas.

Segi Filosofis, dapat dikatakan bahwa rumah merupakan kebutuhan hakiki bagi makhluk hidup, selain sandang dan pangan, untuk menjaga eksistensi dan tempat berlindung bagi penghuninya.

Segi Sosiologis, rumah harus menjadi tempat bagi penghuninya untuk beraktifitas yang produktif.

Segi Legalitas, harus ada jaminan kepastian hukum bagi penghuninya, sebagai tempat untuk berdiam, karena menyadari bahwa rumah itu miliknya secara sah. Penghuninya tidak khawatir bahwa sewaktu-waktu rumahnya akan dirampas, diusir atau digusur. Hanya bila saja rumah yang layak dari segi fisik saja, yaitu apakah cukup dengan beralaskan tanah, beratap jerami dan berdinding anyaman bambu?

Toalet dan/atau Toilet
Tulisan toilet berarti dua yaitu yang diserap dari bahasa Inggris dan/atau Prancis. Toilet (berasal bhs Prancis berati kakus atau jamban) bila di dilafalkan orang Prancis terdengar “toalet” sebaiknya untuk kakus sebutan sesuai sebutan Prancis untuk diserap sebagai bahasa Indonesia, jadi bukan toilet, bila toilet (berasal bhs Inggris) dilafalkan toilet, berarti tempat/meja meletakkan alat-alat kecantikan perempuan untuk berhias yang biasanya terletak dikamar tidur (lihat Kamus Umum bahasa Indonesia PN Blai Pustaka, Jakarta 1979), jadi toilet mempunyai beberapa arti. Mungkin lebih baik disebut “jamban” atau “kakus” atau “Kamar Kecil” sehingga memilik satu arti, seperti waktu dahulu, bila ingin mempopulerkan bahasa Indonesia.

Segi Kesehatan, terdapat beberapa prisip yaitu:

1.Maksimalkan cahaya Matahari
Cahaya matahari dapat dimanfaatkan dengan optimal bila memperhatikan:
1). Orientatasi bangunan memperhatikan lintasan matahari. Bangunan sebaiknya mengarah ke utara atau ke selatan untuk menghindari radiasi panas matahari langsung. 2). Ukuran ruangan dan bukaan jendela. Bukaan jendela yang lebar dianjurkan, lebar 2 kali tinggi ruangan, bertujuan agar cahaya/radiasi matahari maksimal masuk kedalam ruangan. Minimal intensitas cahaya di ruangan 60 lux dan tidak menyilaukan.

2.Ventilasi alami
Ventilasi bertujuan agar sirkulasi udara terjadi dalam ruangan secara alamiah. Ventilasi pada dinding minimal terdapat dibagian bawah dan atas, bagian bawah untuk masuk udara sejuk dan bagian atas untuk keluar udara hangat. Luas lubang udara (ventilasi) minimal 10% dari luas lantai. Aliran udara ini akan mendorong udara hangat dan CO2 keluar ruangan rumah.

3.Bagian-bagian ruang seperti: lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.

4.Komponen-komponen dalam ruangan seperti:
1). Lantai, kedap air dan mudah dibersihkan. 2). Dinding: (1). Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara. (2). Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan. 3). Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. 4). Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir. 5). Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak. 6). Ruang dapur harus dilengkapi lubang udara sebagai sarana pembuangan asap.

5.Manajemen limbah
Manajemen limbah bertujuan agar persediaan air bersih rumah tidak tercemar, artinya:
1). Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah. 2). Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.

6. Penampungan air hujan. Air hujan yang tertampung itu digunakan: 1). Menyiram kebun bunga, 2). Menyiram toalet (lubang kakus). 3). Pembersihan kendaraan dll. Cara ini akan mengefisienkan/menghemat air dari PDAM atau air yang diambil dari tanah (dipompa) atau sumur.

7. Lapisan permukaan tanah diluar bangunan tembus air (air dapat merembes), jadi hindari permukaan tanah sekitar rumah yang kedap air. Ini bertujuan untuk menambah persediaan air tanah dan/atau mengurangi genangan air/banjir di musim hujan.

8. Terdapat sarana penyimpanan makanan yang aman dan higienis.

9. Tidak terdapat binatang penular penyakit, seperti sarang tikus dirumah dll.

Segi Energi
Rumah sebaiknya hemat energy, bila tidak energy itu akan merupakan beban yang harus ditanggung (dibayar) selama rumah itu ditempati atau sebelum dirobohkan. Apa pula itu rumah hemat energi? Rumah hemat energi adalah rumah yang banyak memanfaatkan penerangan alami dari matahari di siang hari artinya tidak menyalakan lampu (penerangan) buatan di siang hari dalam rumah, jadi terdapat lubang kukaan cahaya (jendela) jang memadai untuk menerangi ruangan rumah. Demikian pula untuk menggerakkan udara, yaitu aliran udara alamiah bukan buatan Seperti kipas atau tata udara, artinya udara bergerak secara alami dengan memanfaatkan perbedaan tekanan udara di dalam rumah dan luar rumah, artinya rumah harus mempunyai lubang udara (ventilasi) yang memadai, sehingga udara dalam ruangan dapat bergerak leluasa masuk-keluar rumah tanpa bantuan kipas atau yang sejenisnya. Hemat energi sejalan dengan rumah sehat. Baca juga FISIKA BANGUNAN, BANGUNAN APA…….. ITUUU? https://lizenhs.wordpress.com/2011/11/26/fisika-bangunan-bangunan-apa-ituuu/

Rumah Menurut Kosep Islam
Rumah dirancang hemat energi yaitu memanfaatkan pencahayaan alamiah siang hari, maksudnya adalah lubang cahaya (jendela) yang cukup lebar dan terdapat pula lubang aliran udara (ventilasi). Rumah harus bersih (karena Allah menyukai yang besih) dan ditata dengan rapi sehingga terjadi sirkulasi udara yang baik.
Di dalam rumah disediakan pula ruang/tempat yang khusus untuk shalat sendirian dan/atau berjama’ah.  Di luar rumah terdapat pekarangan dan ditanam pohon.  Pohon yang terbaik ditanam ialah pohon yang bisa berbuah dan buahnya dapat dimakan.
Bila dalam dan/atau diluar rumah dibuat jamban (kakus). Secara umum bentuk lubang jamban adalah bulat telur, baik jamban itu apakah jongkok atau duduk, maka (bentuk bulat telur dari jamban/kakus itu) tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat.
Penempatan tempat tidur di kamar, dianjurkan posisinya mengarah kekiblat, artinya bila berdiri didepan tempat tidur bila anda menghadap ke kiblat maka “kepala” berada di sebelah kanan dan “kaki” di sebelah kiri (berarti “tidur menghadap/miring ke kanan”), ketentuan cara tidur ini bersandarkan kepada hadist Nabi.
Manfaat tidur miring kekanan baca tulisan yang terkait dengan kesehatah tidur miring kekanan.
Masuk rumah kaki kanan lebih dahulu, baru kemudian kaki kiri. Ketentuan ini bersandarkan pada hadist Nabi. Agar hal itu terjadi, maka anak tangga harus berjumlah ganjil. Artinya bila kaki pertama mengijakkan anak tangga terbawah adalah kaki kanan, maka kaki kanan pulalah yang pertama mengijak lantai rumah bila tangga itu berakhir di depan pintu.
Pemakaian energi (gas, listrik dan air) tak boleh mubazir, karena mubazir itu adalah teman syetan. Demikian pula penataan (rancangan) ruang harus efisien, tidak boleh mubazir sesuaikan dengan fungsinya.

Baca Juga:
Teknologi Tepat: Pemanfaatan Tenaga Radiasi Matahari, pemukiman dan Lingkungan Hidup, https://lizenhs.wordpress.com/2013/12/16/teknologi-tepat-pemanfaatan-tenaga-radiasi-matahari-pemukiman-dan-lingkungan-hidup/?relatedposts_exclude=1143
Radiasi Matahari, Lingkungan dan Energi Dalam Bangunan https://lizenhs.wordpress.com/2011/11/11/radiasi-matahari-lingkungan-dan-energi-dalam-bangunan/
Cahaya Tampak: “Photosynthesis” Dan Penghematan Energi Dalam Bangunan https://lizenhs.wordpress.com/2010/04/24/cahaya-tampak-%E2%80%9Cphotosynthesis%E2%80%9D-dan-penghematan-energi/
ENERGI BARU TERBARUKAN (DIPERBAHARUI) ATAU ENERGI RAMAH LINGKUNGAN, APA ITU…..UU? https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/07/energi-baru-terbarukan-diperbaharui-atau-energi-ramah-lingkungan-apa-itu%E2%80%A6-uu/
Fisika Bangunan: Tata Udara Alami, Tata Cahaya Alami dan Tata Suara Alami https://lizenhs.wordpress.com/2013/06/30/fisika-bangunan-tata-udara-alami-tata-cahaya-alami-dan-tata-suara-alami/

Pustaka
Afimarsi. (2012) “Rumah yang layak Apa batasannya?” Griya Kita Media Komunikasi Perumahan dan Pemukiman Desember Edisi 01 (22 – 23).
Hadist Shahih Bukhari dan Muslim
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.
Ditjen P2MPLM (1995), Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu Rumah.
Hoesin, Haslizen (1978), “Penelitian & Studi Energi Radiasi Matahari Yang Menimpa Bangunan Dan Pengaruhnya Terhadap Pemakaian Energi Untuk Penerangan Di Siang Hari Dalam Bangunan”. (Tugas Akhir). Departemen Fisika Teknik. Istitut Teknologi Bandung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: