Posted by: lizenhs | July 14, 2012

Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama (2)

Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama (2)

Oleh Haslizen Hoesin

Tulisan yang anda baca berikut ini membahas 5 (lima) hal yaitu: (1) Teknologi, (2) Konsep Teknologi Menurut Islam (3)Teknologi dan kehidupan manusia, (4) Teknologi dan agama dan (5) Menuju Budaya Teknologi Yang Islam. Tulisan “Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama”, diterbitkan dalam dua bagian. Ini adalah bagian ke dua. Bagian pertama klik berikut ini https://lizenhs.wordpress.com/2012/07/14/1053/ Selamat membaca, mudah-mudahan bermanfaat.

Teknologi dan kehidupan Manusia
Uraian satu persatu tentang kelima segi teknologi yang disebutkan di atas (bagian pertama) yaitu peningkatan kemampuan pribadi manusia, pemanfaatan sumber daya lingkungan, pemenuhan kebutuhan hidup manusia, peningkatan mutu kehidupan manusia dan perwujudan nilai-nilai itu terlalu panjang untuk dikemukakan dalam tulisan singkat ini. Hanya beberapa kesimpulan dan pokok pikiran yang akan dikemukakan di sini dalam hubungan dengan wawasan teknologi tepat.
Teknologi tepat adalah yang meningkatkan keseluruhan kemampuan pribadi manusia jasmani atau fisik (anatomik, fisiologis, motoric, sensorik dsb.) dan yang rohaniah atau psikologis (naluri, akal, perasaan, kemauan, keyakinan, daya cipta dsb.) bukan meningkatkan yang satu atas kerugian yang lain. Teknologi ini bukan menggantikan manusia, kemampuan pribadi sebagai modal pokok yang sudah ada, tetapi: (1) Memperkembangkan kemampuan pribadi setiap orang sampai kepuncak potensinya dan (2) Memungkinkan tercapainya jangkauan yang di luar batas kemampuan pribadi seseorang. Teknologi Tepat sering pula disebut Teknologi Tepat Guna
Teknologi tepat adalah pula yang mengutamakan sumber daya setempat, baik dari lingkungan alam (heliosfera, geosfera dan biosfera) maupun dalam lingkungan budaya (sosiosfera, ideosfera, teknosfera) dengan meningkatkan perkembangan dan keselarasan diantara keduanya. Teknologi Tepat akan: (1) Meningkatkan effisiensi pemanfaatan atau daya guna sumber daya secara keseluruhan (ruang, waktu, materi, energi dan informasi). (2) Meningkatkan kapasitas pemanfaatan atau daya tanggung sumber daya dan (3) meningkatkan laju generasi atau pembaharuan sumber daya. Ini berarti teknologi yang mengembangkan, mengendalikan pemakaian dan melestarikan sumber daya lingkungan.
Selanjutnya teknologi tepat juga mendahulukan terpenuhinya kebutuhan pokok manusia (fisiologis, psikologis dan sosial) yang menyatukan kelangsungan hidup, perkembangan kemampuan hidup dan pencapaian tujuan hidup (duniawi dan akhirat). Teknologi Tepat menjamin kebutuhan hidup: (1) Yang bersifat psikologis (menyangkut informasi) dengan cara yang padat informasi berkadar nilai, jadi bukan yang padat materi dan energi dengan memanfaatkan sumber induk informasi dan nilai (kitab suci) dan (2) Yang bersifat psikologis (menyangkut materi dan energi) dengan cara memakai materi dan energi yang tepat seperlunya saja dan dengan memanfaatkan dan meningkatkan hasil proses alamiah (ekologis).
Teknologi tepat mendukung mutu kehidupan pribadi dan masyarakat sebagai yang dicita-citakan (kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, kebudayaan, kerohanian dan sebagainya), sesuai dengan peradaban manusia yang semakin tinggi. Mengenai Teknologi khusus Teknologi Tepat Guna sebagai penambah wawasan, Baca pada Teknologi Tepat Guna: Apaaa ……..itu?????  https://lizenhs.wordpress.com/2008/12/23/teknologi-tepat-guna-apaaa-itu/
Akhirnya Teknologi Tepat dirancang, dipakai dan dikelola dengan landasan, ukuran dan tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang ber-urutan tingkatnya menurut sumber asalnya: (1) Primer (wahyu, alam) berupa nilai-nilai yang langgeng (2) Sekunder (warisan budaya, kelembagaan hukum) dan (3) Tersier (keputusan politik, proses ekonomi, rancangan teknik) berupa nilai-nilai yang serba buatan, dapat diatur dan berubah sewaktu-waktu.
Banyak orang beranggapan bahwa teknologi harus bercirikan mesin-mesin industri yang besar, seperti pesawat terbang atau komputer atau radio digital dll. Padahal pengertian teknologi adalah upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak dan lebih mudah.
Kalau begitu, bila seseorang mengupas sabut kelapa dengan gigi dan kemudian berusaha mengupas dengan mata kapak yang dibuat dari batu, berikutnya mata kapak (batu) diberi tangkai, kejadian seperti ini termasuk kedalam teknologi. Karena ada nilai pengembangan alat di situ. Sehingga membuat kehidupan lebih baik, enak dan lebih mudah.
Jadi tampak ada nilai atau terdapat pengembangan alat dan hidup menjadi lebih mudah dan menyenangkan di sini.
Teknologi adalah pengetahuan yang digunakan untuk membuat barang, menyediakan jasa serta meningkatkan cara dalam menangani sumber daya yang penting dan terbatas. Pengertian lain tentang teknologi adalah upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak dan lebih mudah. Teknologi dikembangkan untuk membuat hidup lebih baik, efisien dan mudah.
Kehidupan pribadi dan masyarakat harus dapat diperkembangkan bukanlah yang padat materi dan energi, seperti halnya dengan negara-negara industri di dunia sekarang ini. Kehidupan yang harus kita bangun adalah yang padat informasi dan nilai. Hal ini hanya mungkin apabila didukung oleh teknologi yang hemat materi dan energi. Serta padat informasi dan nilai.
Contoh teknologi yang hemat materi dan energi adalah sistem pemukiman (kota, desa) dan unit pemukiman (bangunan, rumah) yang otonom dalam pengadaan kebutuhan pokok hidup para pemukim/penghuni dengan memanfaatkan sumber daya materi dan energi lingkungan (ekosistem) setempat, termasuk radiasi (sinar) matahari, angin, hujan, tanah pekarangan, sampah pekarangan dan dapur (rumah) dan sebagainya.
Contoh teknologi yang padat materi dan nilai ialah sistem pendidikan (formil, non-formil) dan unit pendidikan sekolah, keluarga, masyarakat setempat) yang terbuka dalam pengadaan informasi berkadar nilai yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan pendidikan yang menganut nilai-nilai luhur. Sistem pendidikan ini perlu ditunjang oleh sistem teknologi informasi dan komunikasi yang memakai komputer, satelit, televisi, Internet dan sebagainya, yang memungkinkan pemanfaatan sumber informasi dan nilai menurut kitab suci agama kita Islam yaitu Al Qur’an.
Kehidupan yang bersendikan sistem pendidikan yang ditunjang oleh teknologi informasi dan komunikasi yang berjaringan global dan sistem pemukiman yang ditunjang oleh teknologi energi dan materi yang ber-otonomi lokal, merupakan kunci bagi terwujudnya suatu pola kehidupan yang hemat energi dan materi serta padat informasi dan nilai. Sistem pendidikan beserta teknologi penunjangnya dan sistem pemukiman beserta teknologinya itulah yang akan menentukan pola dasar budaya teknologi masyarakat kita. Maka pembangunan budaya teknologi (di Indonesia) sebagai yang dicita-citakan itu harus mengutamakan sistem pendidikan dan sistem pemukiman yang tepat, masing-masing dengan teknologinya yang tepat pula.

Teknologi dan Agama
Kehidupan manusia meliputi dua golongan yaitu yang erat hubungannya dengan: (1)kebutuhan hidup fisiologis, jadi padat energi dan materi dan (2) kebutuhan hidup psikologis, jadi padat informasi dan nilai. Kehidupan beragama adalah contoh utama yang termasuk golongan kedua.
Kehidupan beragama menyangkut pengetahuan, kesadaran, keyakinan, sikap, niat dan amal perbuatan manusia yang sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. Pengetahuan, kesadaran, keyakinan, sikap, niat dan perbuatan itu diperlukan pengetahuan, yaitu informasi. Sumber informasi ada bermacam-macam, misalnya: Teladan, Sikap dan Perbuatan yang ditunjukkan orang dalam masyarakat, Komunikasi berupa petunjuk dan nasehat yang diberikan orang yang lebih mengetahui, rekaman dan buku, tulisan dan sebagainya tentang pengetahuan yang bersangkutan. Semua sumber informasi ini merupakan sumber turunan kesekian. Oleh karena itu keaslian dan ketepatan atau kebenaran informasi yang bersangkutan itu telah banyak berkurang. Untuk mencegah penurunan informasi ini perlu selalu diusahakan memperoleh informasi langsung dari sumber induk informasi yang bersangkutan.
Jalan utama untuk meningkatkan kehidupan beragama dalam masyarakat yaitu mengangkat peran agama kembali sebagai pengatur kehidupan sehari-hari pribadi dan masyarakat, ialah dengan meningkatkan arus dan pemanfaatan informasi yang berakar nilai agama langsung dari sumber induk informasi agama yang bersangkutan. Teknologi yang ada diperkembangkan pemakaiannya untuk menunjang peningkatan arus dan pemanfaatan informasi itu, atau dirancang dan diperkembangkan teknologi baru khusus untuk maksud itu.
Bagaimana peran teknologi dalam memajukan kehidupan beragama Islam di masyarakat untuk mendatang? Secara ringkas agama Islam dapat diartikan sebagai berikut:
Agama Islam adalah: Tata keyakinan, tata peribadatan dan tata kehidupan atas dasar keyakinan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menurut Al Qur’an selaku sumber induk “informasi” tentang nilai, ajaran dan hukum yang berlaku bagi ummat manusia.
Sumber Informasi dalam Islam adalah: (1) Firma Allah swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, yang terhimpun dalam Kitab Suci Al Qur’an (sumber Primer), (2) Sunnah Rasulullah sebagai pelengkap, Tafsiran dan Pengamalan Al Qur’an yang diajarkan dan diteladankan kepada ummat manusia dan tercatat dalam hadits sahih (sumber sekunder), (3) Ijtihad oleh para Ulama (Mujtahidin) yang kompeten, tersedia dalam berbagai buku tafsir Al Qur’an, Fiqih, fatwa dan sebagainya (sumber tersier).
Masyarakat dewasa ini, pada umumnya lebih banyak memperoleh informasi tentang agama Islam melalui buku tafsir Al Qur’an , buku Fiqih, tulisan-tulisan tentang agama Islam dalam Koran dan majalah, khutbah Jum’at, kuliah agama, ceramah agama dan sebagainya, semua yang tergolong sumber informasi tersier. Lebih sedikit informasi yang diperoleh langsung dari kitab Suci Al Qur’an sebagai sumber informasi primer, inipun kebanyakan berupa kutipan-kutipan yang diproleh melalui sumber tersier. Satu dari beberapa pemanfaatan teknologi untuk menunjang kehidupan beragama Islam ialah untuk: (1) Meningkatkan laju dan mutu arus informasi dari sumber-sumber informasi agama Islam kepada Masyarakat. (2) Mengubah perimbangan arus informasi menjadi lebih wajar, yaitu lebih kuat yang langsung dari sumber primer, yaitu al qur’an, menyusul yang langsung dari sumber sekunder, yaitu As Sunnnah, baru terakhir yang bersumber dari tersier, yaitu ijtihad dan (3) Meningkatkan daya serap, pengolahan dan pemakaian informasi agama Islam dalam kehidupan sehari-hari pribadi dan masyarakat.
Rangkaian proses Informasi yang berlangsung dalam kehidupan beragama Islam, antara lain: (1) Menyerap informasi dari sumbernya (“membaca, memahami”), mengenai membaca sebagai bahan tambahan baca juga Ayo ….. Ca – Lis – Tung, Belajar dan Meneliti, https://lizenhs.wordpress.com/2008/12/23/ayo-ca-lis-tung-belajar-dan-meneliti/   (2). Merubah bentuk informasi (mengaji, mentranskipsi, menterjemahkan), (3) Mengolah informasi menjadi lebih praktis (menafsirkan, berijtihat), (4) Membangkitkan informasi baru (tercetusnya ilham, pemikiran kreatif), (5) Menyimpan dan menyusun informasi sebanyak-banyaknya (Qur’an, Hadits, Tafsir, Fiqih, Riwayat, Kamus, Kepustakaan dll), (6) Menyiarkan informasi secara luas (Khutbah, Tabligh, Kuliah, Dakwah dll), (7) Menilai dan menyaring informasi (menera terhadap Al Qur’an, membanding terhadap Hadits Sahih) dan (8) Memakai informasi secara praktis (menambah pengetahuan, membentuk kesadaran-keyakinan-sikap-niat-perbuatan, mengendalikan sikap-niat-perbuatan)
Berbagai hambatan terdapat dalam masyarakat dewasa ini, yang menyangkut peningkatan laju dan mutu arus informasi agama Islam dalam rangka usaha memajukan kehidupan beragama Islam. Tiga diantaranya hambatan utama, ialah: (1) Terdapat jurang bahasa, karena bahasa Al Qur’an (berbahasa Arab): a) Tidak berlaku sebagai bahasa kehidupan sehari-hari di rumah dan di masyarakat dan (b) Tidak pula diajarkan sebagai bagian kurikulum sistem pendidikan formal di sekolah, (2) Banyaknya tersembunyi sumber dan bahan informasi pokok (agama) maupun pelengkap (ilmu pengetahuan) yang bersangkutan, dan (3) Banyaknya, tersebarnya dan aneka-ragam bahasa, kebudayaan, pengetahuan dan tingkat keyakinan beragam masyarakat.
Tetapi pada umumnya telah tersedia prasarana berupa alat peralatan sistem teknologi yang diperlukan untuk mengatasi “hambatan” tersebut, yaitu: (1) Teknologi Pendidikan audiovisual pada laboratorium bahasa untuk mengatasi jurang bahasa, (2) Teknologi komputer pada pusat informasi berkomputer untuk mengatasi masalah pengumpulan dan pengolahan informasi yang banyak itu dan (3) Teknologi telekomunikasi bersatelit dengan jaringan televisi, radio, teleks, telpon dan Internet untuk mengatasi masalah penyebaran dan keaneka-ragaman masyarakat.

Menuju Budaya Teknologi yang Islam
Dalam tulisan yang singkat ini telah dicoba mengemukakan beberapa pokok pikiran yang mendasari usaha penyusunan kerangka pemikiran dasar pengembangan budaya teknologi yang menunjang kehidupan beragama Islam. Dalam tulisan yang terlalu singkat ini tidak mungkin untuk menguraikan secara lebih jelas sejumlah pokok pikiran, wawasan dan pandangan yang melandasi penyusunan kerangka pemikiran tentang Budaya Teknologi, khususnya Budaya Teknologi Yang Islami.
Mudah-mudahan tulisan pendahuluan ini dapat mengajak para pembaca (kita bersama) untuk membuka pikiran dan mengkaji secara lebih mendalam masalah hubungan timbal-balik antara teknologi, masyarakat dan agama Islam dalam kenyataannya dewasa ini dan menurut harapan kita untuk masa kedepan. Semoga dengan ikhtiar kita bersama yang diridhai Allah swt dapat dikembangkan dan manfaatkan teknologi untuk mengangkat kembali agama Islam sebagai pengatur kehidupan sehari-hari masyarakat dan mengambil agama Islam untuk mengendalikan, seterusnya teknologi sebagai penunjang kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga terciptalah hubungan timbal-balik yang wajar antara teknologi, masyarakat dan agama Islam di masa ke depan ini. Insya Allah
Baca juga: https://lizenhs.wordpress.com/2012/07/14/1053/ Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama (1)
Pustaka
Al Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill (1993). “Teknologi Dalam Sejarah Islam”. Mizan hal (82 – 83).
Anwar, Aldy (1977). Beberapa Pemikiran Tentang perkembangan teknologi, Masysrakat dan Agama Islam”. Gelora Pustaka no 4 Mei 1977, hal (24 -32).
Buchholz, Hans and Wolfgang Gmelin (editor) (1979). “Science and Technology and the Future” Proceeding and Joint Report of World Future Studies Conference and DSE- Preconference held in Berlin (West). May 1979.
Dhillon, B.S. (1987). “Engineering Management: Concepts, Procedures and Models”. Technomic Publishing Company, Lancaster, Pennsyilvania USA
Piel. E. J. and J. G. Truxal, 1918, “Man and His Technology: Problem and Issues”. Mc Graw-Hill Book Company. New York
Mahzar, Armahedi (1977). “Menuju Suatu Falsafah Teknologi Islam”. Gelora Pustaka no 4 Mei 1977, hal (2 -7).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: