Posted by: lizenhs | July 14, 2012

BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT TERHADAP AGAMA (1)

BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT TERHADAP AGAMA (1)

Oleh Haslizen Hoesin

Tulisan yang anda baca berikut ini membahas 5 (lima) hal yaitu: (1) Teknologi, (2) Konsep Teknologi Menurut Islam, (3) Teknologi dan kehidupan manusia, (4) Teknologi dan agama dan (5) Menuju Budaya Teknologi Yang Islam. Tulisan “Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama” ini diterbitkan dalam dua bagian. Ini adalah bagian pertama. Selamat Membaca, mudah-mudahan bermanfaat.

Pendahuluan

Bila kita perhatikan perkembangan kehidupan masyarakat (di Indonesia) di abad ke 20 ini, dapat disaksikan suatu pola perkembangan yang ditandai oleh meningkatnya peranan teknologi dari sekedar penunjang kehidupan menjadi pengatur kehidupan sehari-hari, dilain pihak merosotnya peranan Agama (Islam) dari pengatur menjadi hanya sebagai pelengkap kehidupan sehari-hari. Setiap orang semakin merasakan kehadiran dan pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang hari, sepanjang tahun dan sepanjang usianya. Dapatkah kita mengatakan hal yang sama tentang agama (Islam)? Apakah setiap orang ada merasakan kehadiran agama (Islam) dan pengaruh agama (Islam) dalam kehidupan sehari-hari, sehari penuh, setahun penuh dan seumur hidupnya? Itulah gejala yang terlihat sekarang. Kedua gejala itu, meningkatnya peranan teknologi dan merosotnya peran agama ditemukan seiring proses perubahan masyarakat yang lazim disebut sebagai “modernisasi”, yang sering dipersamakan dengan “kemajuan”. Banyak orang yang beranggapan bahwa kedua gejala itu merupakan konsekuwensi logis dari proses “medernisasi” atau “kemajuan”, atau merupakan harga wajar yang harus dibayar untuk mencapai “modernisasi” atau “kemajuan”, bahkan ada sementara orang yang berpendapat bahwa hal itu termasuk ciri-ciri apa yang dinamakan “modernisasi” dan “kemajuan”. Anggapan dan pendapat keliru semacam ini, selain berlandaskan kepada salah pengertian tentang makna modernisasi dan kemajuan sebenarnya, terutama bersumberkan ketiadaan pengertian tentang hakekat teknologi dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat. Usaha memajukan teknologi sebagai unsur kehidupan masyarakat kedepan(tahun tahun berikurtnya) harus dapat mengendalikan perkembangan teknologi sedemikian rupa sehingga disatu pihak kita saksikan teknologi dikembalikan keperanan yang semestinya sebagai “penunjang kehidupan” sehari-hari masyarakat dan dilain pihak kita melihat agama (Islam) terangkat kembali sebagai “pengatur kehidupan” sehari-hari masyarakat. Hal ini dapat dicapai melalui dua jalan, yaitu: (1) Mengambil agama sebagai sumber nilai, ajaran dan hukum dalam mengembangkan, memanfaatkan dan mengelola teknologi, dan (2) Memanfaatkan teknologi sebagai sumber daya penunjang bagi kehidupan beragama, seperti dalam kegiatan mengkaji, pendakwahan dan mengamalkan nilai-nilai, ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Untuk mewujudkan ini semua diperlukan suatu wawasan teknologi dan filsafah teknologi yang tepat (bagi Indonesia) sebagai landasan kebijaksanaan dasar pengembangan teknologi. Oleh karena itu kita tidak dapat begitu saja lagi mengambil alih teknologi hasil luar negeri (manca-Negara), karena teknologi yang merupakan unsur budaya asing belum tentu sesuai dengan budaya kita (Indonesia). Kita perlu memperkembangkan teknologi yang merupakan unsur budaya Indonesia. Kata perlu memperkembangkan “budaya teknologi Indonesia”.

Teknologi

Pada azasnya teknologi diciptakan oleh dan untuk manusia, dengan fungsi sebagai menunjang kehidupan di bumi ini. Teknologi dimaksudkan untuk meningkatkan kesanggupan manusia dalam menjalankan tugas pokok kehidupannya yaitu: (1) Menjalani siklus kehidupan melalui serangkaian tahap perkembangan jasmani dan rohaniah sejak saat pembuahan dan saat lahir, menjalani hidup sampai saat ajal manusia, (2) Berintekrasi dengan lingkungan kehidupan yang beraneka ragam, baik lingkungan alam maupun lingkungan budaya dan (3) Berikhtiar mencapai tujuan hidup di dunia dan di akhirat sesuai dengan pandangan hidup dan keyakinan agamanya. Maka pokok pikiran pertama yang diajukan tentang teknologi adalah bahwa: Teknologi sebagai unsur penunjang kehidupan manusia, berfungsi meningkatkan kesanggupan manusia untuk: (1) menjalani siklus perkembangan kehidupan, (2) beradaptasi dengan lingkungan kehidupannya dan (3) berikhtiar mencapai tujuan hidupnya. Rumusan ini memberikan ukuran dasar untuk menilai setiap teknologi yang telah atau akan didatangkan dari mancanegera atau perkembangan di dalam negeri, dipromosikan kepada masyarakat secara ilmiah atau secara komersil, atau dipakai untuk keperluan sendiri atau untuk kepentingan umum. Pada umumnya teknologi yang diciptakan dan berkembang di Mancanegara dan kemudian dialihkan begitu saja ke Indonesia, tentu tidak sepenuhnya sesuai karena itu lebih sesuai untuk kepentingan, beradaptasi dengan lingkungan alam asalnya yang mungkin sangat berlainan dengan yang ada di Indonesia maupun untuk kepentingan mencapai tujuan hidup menurut pandangan hidup dan keyakinan agama yang mungkin amat berbeda dengan yang umum di anut masyarakat Indonesia. Istilah teknologi yang lazim dipakai dalam berbagai pengertian yaitu: (1) sebagai suatu pengetahuan, yang merupakan perpaduan antara (a) pengetahuan ilmiah, hasil pemikiran, pengamatan dan penelitian yang memakai metoda Ilmiah dan (b) pengetahuan praktis, hasil pengalaman, percobaan dan praktek dalam kehidupan nyata sehari-hari, (2) sebagai kegiatan pengkajian atau penerapan pengetahuan tersebut, dengan memakai metoda atau teknik yang bersangkutan dan (3) sebagai hasil penerapan pengetahuan tersebut, berupa alat-peralatan, barang pakai atau keadaan yang serba buatan menurut rancangan. Pengertian teknologi adalah: (1) pengetahuan yang digunakan untuk membuat barang, menyediakan jasa serta meningkatkan cara dalam menangani sumber daya yang penting dan terbatas. (2) Upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak dan lebih mudah. Teknologi dikembangkan untuk membuat hidup lebih baik, efisien dan mudah. Bila teknologi adalah upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak dan lebih mudah. Jadi teknologi itu dan dikembangkan adalah upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak, effisien dan lebih mudah. Kalau begitu, bila seseorang mengupas sabut kelapa yaitu dengan gigi dan kemudian dengan mata kapak yang dibuat dari batu, berikutnya mata kapak (batu) diberi tangkai, kejadian seperti ini termasuk kedalam teknologi. Karena ada nilai pengembangan alat di situ. Maka satu dari beberapa rumusan teknologi yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: Teknologi adalah pengetahuan, kegiatan penerapan pengetahuan atau hasil penerapan pengetahuan, yang meningkatkan kemampuan pribadi manusia dalam memanfaatkan sumber daya lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sesuai mutu kehidupan menurut nilai-nilai yang dianut. Rumusan lain untuk teknologi, bahwa: Teknologi ialah pengetahuan, kegiatan penerapan pengetahuan, atau hasil penerapan pengetahuan, tentang pengembangan berbagai alternative dan memilih alternative tepat yang memadukan dan menyelaraskan: (1) Peningkatan kemempuan pribadi manusia, (2) Pemanfaatan sumber daya lingkungan kehidupan setempatnya, (3) Pemenuhan kebutuhan hidup pokoknya, (4) Peningkatan mutu kehidupannya dan (5) Pewujudan nilai-nilai luhur anutannya. Kehadiran teknologi yang diharapkan pada tingkat pertama, adalah: (1) Meningkatnya dan bukan melemahnya atau tergantinya kemampuan pribadi yang telah ada pada manusia, (2) Termanfaatkan, termasuk terkembangkan dan terlestarikan dan bukan bukan terkuras dan tercemar, sumber daya lingkungan setempat (3) Terpenuhi kebutuhan hidup, terutama yang terpokok dan bukan timbul kebutuhan-kebutuhan baru yang tidak habis-habisnya, (4) Tercapai mutu kehidupan yang sesuai peradaban yang makin tinggi dan bukan sebaliknya dan (5) Ierwujud nilai-nilai, teristimewa yang paling luhur, bukan hanya yang paling rendah tingkatannya dalam skala nilai ataui justru menjauhkan dari yang lebih luhur atau tinggi tingkatannya. Pada tingkat akhir adalah: Dengan pemilihan alternatif teknologi yang tepat diharapkan terdapat keseimbangan antara lima hal itu, atau suatu perpaduan yang selaras di antara lima. Inilah hakekat teknologi yang memenuhi fungsinya, yaitu yang menunjang kehidupan manusia. Sebaliknya nyata pula bahwa ada teknologi yang tidak memenuhi 5 (lima) persyaratan diatas. Terdapat teknologi yang diluar kehendak perancang dan pemakainya, justru mempersulit dan merugikan kehidupan manusia, termasuk semua teknologi yang menggantikan dan melemahkan kemampuan pribadi manusia, menguras dan mencemarkan sumber daya lingkungan, tidak memenuhi kebutuhan pokok dan menimbulkan kebutuhan-kebutuhan baru lainnya, menurunkan mutu kehidupan pada umumnya dan hanya menunjukkan nilai-nilai luhur. Jerlas bahwa teknologi semacam ini tidak dapat disebut “netral”, berakibat baik atau buruk hanya tergantung pada pemakainya. Teknologi jenis ini pada dirinya tidak mungkin memenuhi perjudan nilai-nilai luhur seperti keadilan dan kebaikan, sebagai satu dari beberapa persyaratan teknologi tepat. Disamping itu terdapat pula teknologi yang diluar kesadaran dan pengetahuan pemakainya oleh perancang, penjual atau pengelolanya, memang dimaksudkan untuk hal-hal yang sebetulnya mempersulit dan merugikan kehidupan para pemakainya. Hakekat teknologi ialah pengetahuan yang diterapkan, maka tanpa pemahaman dan penguasaan pengetahuan yang mendasari suatu teknologi, pengetahuan tentang hubungan teknologi itu dengan kemampuan pribadi manusia, sumberdaya lingkungan, kebutuhan hidup manusia dan mutu kehidupan dan nilai-nilai yang dianut. Akan gagallah pemakainya untuk mengenal manfaat dan bahaya teknologi yang dipakainya itu dan akan terbatas pula manfaat dan kebaikan yang dapat diperolehnya dan bahkan mungkin bahwa lebih banyak bahaya dan bencana yang akan diterimanya dari teknologi tersebut. Maka syarat utama bagi usaha pengembangan teknologi sebagai unsur penunjang kehidupan masyarakat adalah: peningkatan usaha pendidikan umum tentang teknologi, guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan teknologi yang telah atau akan hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Pendidikan umum tentang teknologi ini termasuk peningkatan pengetahuan umum tentang teknologi ini termasuk peningkatan umum perihal: (1) Kemampuan pribadi manusia, (2) Sumber daya lingkungan setempat, (3) Kehidupan pokok hidup manusia, (4) Mutu kehidupan manusia, (5) Nilai-nilai luhur dan (6) Hubungannya dengan teknologi. Pendidikan umum tentang teknologi seperti ini bagi seluruh lapisan masysrakat di Indonesia merupakan prasyarat bagi pengembangan suatu Budaya Teknologi Indonesia menjelang tahun era teknologi di Indonesia.

Konsep Teknologi Menurut Islam

Sikap manusia terhadap lingkungan, tercermin dalam bentuk teknologi yang dikembangkannya. Teknologi masyarakat yang berpandangan bahwa manusia harus tunduk pada alam bersifat sederhana seperti yang yang dijumpai pada masyarakat primitive, sedangkan teknologi masyarakat barat modern yang ingin menaklukkan alam semakin lama semakin bersifat kompleks, raksasa, mahal dan menguras bahkan merusak lingkungan alam. Perkembangan teknologi dalam bentuk terakhir ini, menyebabkan timbul gerakan-gerakan yang bertujuan mengganti teknologi maju yang bersifat menguras dan mencemari lingkungan hidup. Gerakan ini menyebut konsep teknologinya sebagai konsep teknologi alternartif. Untuk teknologi pembangkit tenaga, gerakan teknologi alternative, menganjurkan penggunaan tenaga-tenaga alam yang mengalir (misalnya: radiasi (sinar) matahari, aliran air dan gerakan angin) sebagai pengganti penggunaan tenaga-tenaga alam yang tersimpan (seperti: Minyak bumi, batubara dan bijih uranium). Hal terkhir ini menarik, karena jika diteliti sejarah dunia, teknologi tenaga angin yang pertama dalam sejarah lahir di masyarakat Islam pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khatab ra. Seperti yang dicatat oleh sejarawan teknologi R.J. Forbes sebagai berikut: “The first real windmill is reported from Islam. During the reign of Caliph Omar I (634-644) a certain Persian claimed to build a mill that is rotated by the wind and when he affirmed this claim on intrigation the Calph made him buil one”. (A History of Technology, volume 2, Diterbitkan Oxfort University Press 1967, diedit oleh Charles Siregar dkk., hal 615). Meskipun teknologi yang dikembangkan sama, pada teknologi Islam tentang tenaga angin ini dikembangkan atas dasar konsep teknologi yang lain daripada teknologi alternative dalam hal jiwanya, yaitu teknologi alternartiv yang bersifat reaktif, sedangkan teknologi Islam bersifat kreatif. Perhatikan berikut ini. Kincir angin pertama adalah yang diciptakan oleh muslim Islam dahulu itu adalah interpretasi kreatif dari ayat sici: “Dan diantara ayat-ayat Nya adalah bahwa, Dia mengirimkan angin pembawa kegembiraan, supaya kamu merasakan rahmatNya dan agar kapal-kapal dapay berlayar dengan izinNya dan agar kamu dapat mencari karuniaNya sehingga kamu bersyukur”. (Al Quran [30] 46). Teknologi Islam adalah realisasi pemakmuran atau pembudayaan lingkungan hidup sebagai pernyataan piji-syukur manusia akan limpahan demi limpahan rahmat yang diterimanya melalui alam lingkungannya. Pemakmuran itu dilaksanakan dengan cara menyingkapkan hikmah-hikmah yang tersembunyi, potensi-potensi yang terpendam atau fungsi-fungsi yang implisit dalam proses-proses alamiah di lingkungan hidup manusia. Dengan demikian “teknologi” menurut Islam adalah usaha manusia untuk menyalurkan dan menyebarkan limpahan rahmat Ilahi kembali kesemua makhluk sebagai maifestasi pengabdian manusia sebahgai makhluk ke Khaliqnya.
Baca Juga:Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama (2) https://lizenhs.wordpress.com/2012/07/14/beberapa-pemikiran-tentang-perkembangan-teknologi-dan-masyarakat-terhadap-agama-2/
Daftar pustaka Lihat pada “Beberapa Pemikiran Tentang Perkembangan Teknologi dan Masyarakat Terhadap Agama (2)”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: