Posted by: lizenhs | March 26, 2012

BEBERAPA PEMIKIRAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) DI INDONESIA

BEBERAPA PEMIKIRAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) DI INDONESIA

Oleh  Haslizen Hoesin

I.        BEBERAPA PENGERIAN

1.       Pembangunan Nasional.  Masalah utama yang dihadapi dalam pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah peningkatan mutu kehidupan dan perluasan Kesempatan kerja
2.       Iptek dan Pembangunan.  1) Membangun kemampuan Iptek agar tumbuh menjadi suatu sistem yang dapat menjadi penggerak dirinya sendiri.  2) Menghimpun kemampuan Iptek  untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan sosio-ekonomi Nasional.
3.       Teknologi Tepat Guna di Indonesia.  Ber-urusan dengan proses modernisasi untuk mengubah sikap mental seiring dengan usaha meningkatkan kemampuan untuk membuka diri terhadap perkembangan Iptek.
4.       Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu suatu teknologi  yang memenuhi  persyaratan:  teknis, ekomomi dan sosial budaya.

Teknis, yaitu memperhatikan dan menjaga tata kelestarian lingkungan hidup, penggunaan secara maksimal bahan baku lokal, menjamin mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi, secara teknis efektif dan efisien, mudah perawatan dan operasi, serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan.

Ekonomi, yaitu efektif menggunakan modal, keuntungan kembali kepada produsen, jenis usaha kooperatif yang mendorong timbul industri lokal.

Sosial budaya, memanfaatkan keterampilan yang sudah ada, menjamin perluasan lapangan kerja, menekan pergeseran tenaga kerja, menghidari konflik sosial budaya dan meningkatkan pendapatan yang merata.

II.      PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPATGUNA DI INDONESIA

Teknologi Tepat Guna hanya dapat tumbuh dengan wajar apabila ia merupakan jawaban terhadap tantangan pembangunan nasional.  Untuk itu berbagai azas pemerataan akan menentukan pilihan teknologi itu sendiri.   Tidak mudah bagi kita untuk membebaskan diri dari usaha menumbuhkan sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.  Yang perlu dikaji adalah keserasian antara permintaan, pengadaan dan mutu lingkungan.

Perkembangan Teknologi  Tepat Guna  akan tergantung pada berbagai  factor.  Yang terpenting adalah struktur permintaan dan pengadaan.  Sebelum  permintaan itu datang dari kebutuhan nyata (bukan produk dari ketimpangan kemakmuran misalnya) maka pilihan teknologi  belum akan menjurus ke suatu yang tepatguna.  Selain itu pengadaan teknologi  ini bersandar  pada usaha penelitian dan pengembangan Indonesia.

Penelitian dan pengembangan akan mempunyai fungsi utama:  1) Penyebar luasan teknologi yang mampu memanfaatkan sumber daya alam secara baik dan produktif.  2) Penggunaan tenaga kerja yang bermanfaat dalam tiap kegiatan ekonomi.

III.    TEKNOLOGI TEPATGUNA DI INDONESIA SAAT INI

1.    Teknologi  Tepat Guna di Indonesia merupakan gerakan yang hanya bermanfaat, bila teknologi  ini mempunyai dimensi Nasional.  Karena situasi saat ini perlu peneropongan secara cermat.

Secara umum, gejala yang ada saat ini:

a)      Gandengan dan interaksi  antar pengambil keputusan dan pelaksana dalam berbagai tingkat masih perlu penyempurnaan.

b)      Kerja sama antar berbagai unsur  belum selancar yang diinginkan.

c)       Sikap dan kebiasaan mengenai masalah pembangunan secara multi dan inter-disiplin belum mewujudkan secara jelas.  Hal ini antara lain masih menimbulkan kesan terjadinya duplikasi yang tidak perlu.

2.   Gambaran diatas ini memberi petunjuk  akan dua hal:

a)      Identifikasi  prioritas belum baik

b)      Alokasi dana  dan daya yang sub-optimal

3.    Mengingat kemampuan Iptek  selalu mempunyai dua fungsi  seperti  tertera pada I.2, maka Teknologi  Tepat  Guna menghadapi 2 tantangan:

a)      Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, yang langsung  menyangkut kehidupan rakyat banyak.  Untuk ini Teknologi Tepat Guna dapat diidentikkan dengan teknologi pedesaan.

b)      Kemampuan memenuhi kebutuhan sosio-ekonomi, yang  dalam  hal ini diartikan sebagai proses industrialisasi (termasuk industri  pedesaan sebagai satu dari beberapa mata rantainya).

4.   Pengalaman introduksi teknologi ke pedesaan akan berubah menunjukkan bahwa struktur masysrakat pedesaan akan berubah. perubahan ini  akan menjadi  awal dari rantai proses pembangunan melahirkan proses pembangunan berikutnya (development generates further development).

Dalam pemasukan benda teknologi, terselip unsur pengolahan yang akhirnya mendorong sikap masysrakat untuk bergerak maju, merubah sikap sehingga azas tolong-diri-sendiri menjadi suatu yang nyata dan bermanfaat.

Daftar Pustaka

Anwar,  Aldy  (1978), “Teknologi Tepat dan Pemanfaatan Tenaga Radiasi Matahari”.  Pustaka.  no 10 th II November ( 19 – 23).

Direktorat Penyuluhan Pertanian Tanaman pangan (1987), “Paket Alih Teknologi  Pasca panen”. Direktorat Jendral Pertanian Tanaman pangan.

Farrow, Ken and Rick Pam (1976), “Appropriate Technology Sourcebook”.  Second  edition.  Volunters  in Asia, Stanford, California. USA.

Hydari, Amru (1979).  “Pokok Pikiran Pengembangan Teknologi Tepat Guna di Indonesia”. Makalah .

Iongh, Hans De (1978),  “Pengalihan Teknologi  Medan Yang Penuh Tantangan”. Pustaka.  no 10 th II November ( 29 – 30).

Jack Part (1981), “The Wind Power Book”.   Cheshine   Books.  Palo Alto. USA

Kelompok TTG (1979), “Diskusi Panel  Teknologi  Tepat  Guna  15 – 16 Maret 1978.”  Kelompok Teknologi Tepat Guna – LIPI.

The Staff of the Mather Earth News (1974),  “Handbook  of  Homemade  Power”.   Bantam  Books. USA.

Vita (1978), “Village  Technology  Handbook”.   Mount  Rainier  Maryland. USA

//


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: