Posted by: lizenhs | January 7, 2012

MASJID: FISIKA BANGUNAN, HEMAT ENERGI DAN TANPA PERCIKAN AIR

MASJID: FISIKA BANGUNAN, HEMAT ENERGI DAN TANPA PERCIKAN AIR

Oleh Haslizen Hoesin

Masjid adalah tempat sujud, beribadah umat Islam dan kegiatan kegiatan lain (sosial) yang berkaitan dengan agama. Masjid itu harus nyaman, baik untuk penglihatan, termal (panas) maupun suara. Artinya menerapkan konsep Fisika bangunan, hemat energi dan tidak ada percikan (pantulan) air saat wudhu dan buang urin (kencing).
Kenapa demikian? Karena jamaah yang datang ke masjid (berada dalam masjid), harus betah dan nyaman selama waktu tertentu. Tidak ada was-was melakukan shalat karena kebersihan wudhu dan melakukan kegiatan lain seperti:
1. Membaca Al Qur’an dan menulis (mencatat) sesuatu (secara perorangan ).
2. Mendengar Ceramah /khutbah  Jum’at
Untuk membaca dan menulis (mencatat) harus menenuhi kritaria pencahayaan tertentu sehingga dapat melihat tulisan (bacaan) dengan baik. Maka diperlukan tingkat pencahayaan tertentu pada bidang kerja misal 100 lux. Pencahayaan terbaik adalah dari alam (secara alamiah). Berarti diperlukan lubang cahaya (jendela) pada dinding dan/atau lubang cahaya pada langit-langit untuk mendapatkan cahaya pada bidang kerja dalam ruangan. Bila cahaya alamiah masih kurang, baru ditambah dengan pencahayaan (penerangan) buatan. Ini artinya membahas Tata cahaya dalam ruangan.
Untuk mendengar khutbah/ceramah yang diperlukan adalah kejernihan dan kejelasan antara satu kata dengan kata lain (kalimat) yang diucapkan Khatib atau penceramah. Kejernihan/kejelasan antara kata (kalimat) berarti membahas tata suara (akustik) dalam ruangan. Tata suara yang baik adalah tidak ada gaung (gema), tidak terlalu keras dan tidak lemah (daerah tuli), suara terdengar merata di bidang kerja (ketinggian atau setinggi duduk sekitar 70 cm) misal 60 dB (desible).  Masjid megah, interior bagus, rasanya ada yang tidak didapat dari masjid (tidak dapat membawa apa-apa) pulang ke rumah (sesampai dirumah), karena tidak dapat mendengar dengan jelas dan jernih antara kata dengan kata, jadi sulit menangkap isi khutbah dan/atau ceramah. Ini artinya membahas Tata suara dalam ruangan
Untuk sejuk atau tidak hangat berarti ada lubang udara untuk mendorong udara hangat yang dihasilkan badan dan CO2 yang dikeluarkan  waktu pernafasan. Aliran udara yang terbaik adalah secara alamiah bukan dengan cara mekanis, berarti dibutuhkan lubang udara (ventilasi) yang cukup untuk mendorong CO2 dan udara hangat itu keluar ruang masjid yang berasal dari jamaah. Bila membahas aliran udara, itu berarti membahas Tata udara dalam ruangan.
Pencahayaan alamiah dan aliran udara alamiah karena berada di daerah Khatulistiwa, itu berarti hemat energi.
Bila berbicara mengenai tata cahaya, tata udara dan tata suara berarti berusaha/mencoba menerapkan konsep fisika bangunan untuk masjid. Bila menggunakan lubang cahaya dan udara sehingga cahaya dan udara luar bebas masuk ke dalam ruangan dan suara dari pengeras suara yang tepat (pas) jelas akan menghemat energi. Mengenai fisika bangunan dan tatasuara sebagai bacaan awal (pembuka wawasan) dapat dibaca “FISIKA BANGUNAN, BANGUNAN APA…….. ITUUU?”  https://lizenhs.wordpress.com/2011/11/26/fisika-bangunan-bangunan-apa-ituuu/  dan “Tata Suara (Akustik) Masjid: Kasus Masjid Salman ITB”  https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/22/tata-suara-akustik-masjid-kasus-masjid-salman-itb/  .

Tiada percikan (pantulan) air
Untuk tiada pantulan (percikan)air berarti bersih dari kotoran dan najis. Percikan (pantulan) terjadi saat buang urin (kencing) dan berwudhu. Ingat kencing adalah najis. Percikan air saat berwudhu akan menimbulkan keraguan akan kebersihan anggota tubuh sesudah berwudhu.
Tempat wudhu di sebagian besar tempat ibadah (masjid) sekarang yang banyak digunakan adalah air mengalir jatuh (dari kran). Berarti terjadi pantulan air, jadi untuk meniadakan pantulan, yang diperhatikan adalah: ketinggian keran dari lantai, kecepatan air jatuh, bentuk permukaan lantai tempat di mana air itu jatuh dan penghalang pantulan (kedalaman dan bentuk saluran aliran air bekas wudhu) dan air bekas wudhu di lantai. Kedalaman dan ketinggian penampung dan penutup pantulan air seni, bagi yang kencing berdiri, selain itu kehematan air untuk berwudhu, jangan berwudhu itu boros (mubazir air).
Percikan (pantulan) bekas air wudhu baik datang dari pantulan bekas wudhu sendiri ataupun dari orang lain yang sama-sama berwudhu bersebelahan, walaupun mungkin ada yang berpendapat/mengatakan tidak membatal wudhu. Terbaik tentu tidak ada pantulan air wudhu yang mengenai bagian anggota tubuh, sehingga was-was (keraguan) terhadap kesempurnaan wudhu tidak akan terjadi (muncul). Mengenai pecikan bekas air wudhu dan percikan air dari aliran air pada saluran whudu itu berarti membahas ketentuan terbaik dari rancangan tempat wudhu dan baung air seni. Dengan demikian harus merancang tempat wudhu yang terbebas dari pantulan air dan kebersihan tempat wudhu harus terwujud.  Percikan air seni yang mencemari kain/celana, berarti ada najis menempel pada kain atau bagian/kulit anggota tubuh karena pantulan (percikan). Jadi tempat wudhu dan kencing (air seni) harus ergonomis dan bersih, tidak ada percikan air (air yang memantul).

Baik permasalahan pencahayaan, aliran udara, pendengaran ataupun mengatasi percikan harus ada (dibuat) ketentuan baku (standar), yang dapat diberlakukan untuk semua tempat/rumah ibadah yaitu masjid (raya, jamik dan kecil), musalla, surau, muenasah dan langgar. Ketentuan ini nanti dapat pula dijadikan persyaratan dalam membuat/mendirikan masjid. Sehingga tempat ibadah itu nyaman, hemat energi, hemat air, tidak asal ada saja. Itulah impian yang harus direalisir untuk masjid-masjid masa depan. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Baca juga:

Masjid Impian: Tempat Sarana Ibadah, Nyaman, Hemat Energi dan Belajar-Mengajar.  https://lizenhs.wordpress.com/2010/06/23/masjid-imimpian-tempat-sarana-ibadah-hemat-energi-dan-belajar-mengajar/

Disiplin, Agama, Akal dan Merdeka ,  https://lizenhs.wordpress.com/2012/01/04/disiplin-agama-akal-dan-merdeka/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: