Posted by: lizenhs | November 11, 2011

RADIASI MATAHARI, LINGKUNGAN DAN ENERGI DALAM BANGUNAN

RADIASI MATAHARI, LINGKUNGAN DAN ENERGI DALAM BANGUNAN

Oleh Haslizen Hoesin

Tenaga radiasi matahari memberikan tiga efek terhadap kehidupan yaitu panas, cahaya dan eritermal. Pada pembahasan berikut ini yang dibahas hanya panas dan cahaya yang berkaitan langsung dengan bangunan.

Untuk memahami apa itu radiasi Matahari sebaiknya baca juga pertama Cahaya Tampak: “Photosynthesis” Dan Penghematan Energi Dalam Bangunan,  https://lizenhs.wordpress.com/2010/04/24/cahaya-tampak-%E2%80%9Cphotosynthesis%E2%80%9D-dan-penghematan-energi/ kedua Radiasi Matahari: Kandungan Atmosfir, Lingkungan Hidup Dan Spektral Radiasi Matahari. https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/03/radiasi-matahari-kandungan-atmosfir-lingkungan-hidup-dan-spektral-radiasi-matahari/ dan ketiga Memahami Radiasi Matahari Dari Enam Hal, Menuju Langit Biru Dan Teknologi Pemanfaatannya  https://lizenhs.wordpress.com/2011/04/20/memahami-radiasi-matahari-dari-enam-hal-menuju-langit-biru/  pada kategori Barukan, Hematkan “Energi”.

Pada dasarnya fungsi bangunan merubah lingkungan fisik, dengan demikian juga merubah lingkungan Tenaga radiasi matahari di dalam dan sekitar bangunan tersebut.  Di dalam bangunan dibutuhkan penerangan dan kenyamanan karena panas untuk  memenuhi persyaratan hunian yang layak.

Tenaga (energi) radiasi matahari  yang menimpa bangunan mimbulkan efek pencahayaan (penerangan alami)  dan panas dalam bangunan tidak selalu memenuhi persyaratan penghunian, apabila perencanaan orientasi bangunan dan pembukaan  (lubang cahaya dan aliran udara) tidak memperhatikan lingkungan tenaga radiasi matahari.  Sehingga pengadaan penerangan dan kenyamanan sunu lazimnya dilakukan dengan cara-cara yang banyak memakan (mengkonsumsi) energi atau tidak ekonomis.

Pengadaan energi ini dapat ditekan:

Pertama, dengan cara perencanaan bangunan & lingkungannya yang lebih memperhartikan lingkungan Tenaga radiasi Matahari, terutama untuk efek penerangan alami dan panas.

Kedua, dengan memanfaatkan lingkungan tenaga radiasi matahari sebagai sumber energy melalui proses konversi “Design” bangunan/lingkungan di Indonesia (yang menekankan persyaratan penghunian), umumnya kurang sekali memperhatikan Lingkungan Tenaga Radiasi Matahari, sehingga cenderung untuk menggunakan energi listrik dan/atau BBM dalam pengadaan penerangan dan kenyaman.

Untuk masalah ini diperlukan pengetahuan tentang, hubungan antara Lingkungan Tenaga Radiasi Matahari dengan fakor-faktor “design”,  yaitu faktor 1). Iklim Radiasi Marahari, 2). Faktor Struktur Bangunan, 3). Faktor Lingkungan Luar Bangunan, 4). Factor Lingkungan Dalam Bangunandan 5).Penyediaan Energi Dalam Bangunan.

1) Faktor Iklim radiasi Matahari, meliputi Matahari, Astronomi, Geografis, Geometris, Fisis dan Meteorologis.

Matahari yaitu matahari itu sendiri.  Astronomi meliputi Spektrum radiasai matahari antara 0.30 sampai 5.0 mikron, variasi deklinasi matahari dan sudut jam matahariGeografis meliputi latitud, longitud dan ketinggian dari peremukaan dari permukaan laut.  Geometris meliputi altitud dan azimuth matahari, kemiringan permukaan terhadap horizontal,dan azimut permukaan. Faktor fisis meliputi keadaan langit, kanungan air (water content), koefisien turbiditi dan kadar ozon. Faktor meteorologi, yaitu efek keadaan langit dan efek albedo tanah dan lingkungan

2)      Faktor struktur bangunan, meliputi dimensi bangunan, orientasi bangunan, warna cat dinding dan penahan radiasi matahari peremanen.

3)      Faktor lingkungan luar bangunan, orientasi bangunan dengan bangunan sekeliling

4)      Faktor lingkungan dalam bangunan, Desain interior (dimensi dan warna cat), penahanan radiasi (sinar) matahari tak permanen dan jenis penerangan yang dipakai dalam ruangan.

5)      Faktor penyediaan energy seperti dari PLN, dan/atau pembangkit listrik sendiri.

Kelima faktor tersebut diterjemahkan kedalam data dan/atau informasi baik berbentuk angka maupun kalimat, dengan kata lain data bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang sesuai (setara) dengan semua satuan masing-masing faktor.

Mudah-mudahan dengan keberadaan dan memahami data /informasi (kualitatif/luantitatif) tersebut akhirnya didapat suatu rancangan bangunan dimana pengadaan energi untuk penerangan (sesuai dengan ketentuan pencahayaan baku) dan kenyamanan (sesuai dengan ketentuan baku hunian) dapat ditekan. Dalam bentuk kata lain pemakaian energi yang efisien. Atau akhirnya didapat suatu rancangan bangunan di mana pengadaan energi untuk penerangan dan kenyamanan dapat ditekan, tanpa mengabaikan pengikliman ruangan untuk penghunian yang layak, sehingga tidak merupakan beban dari pemilik bangunan selama ditempati atau sebelum bangunan itu dibongkar/dirobohkan dan diganti dengan rancangan baru.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: