Posted by: lizenhs | June 23, 2011

MANAJEMEN

MANAJEMEN

Oleh: Haslizen Hoesin

Pendahuluan

Sudah sangat sering didengar kata manajemen di kehidupan sehari-hari. Apa yang dimaksud manajemen? Banyak orang mengatakan manajemen di artikan sebagai pengelolaan, mengurus, mengatur atau tatalaksana. Bila disebut manajemen sekolah, maka itu sama dengan mengelola atau mengurus, mengatur atau tatalaksana sekolah Bila manajemen masjid berarti mengelola atau mengurus masjid dari kebersihan, pengadaan air untuk wudhu, kegiatan shalat lima waktu, jum’at, Ramadhan, Idul Fitri dan Adhha, pendidikan keagamaan., perpustakaan, kegiatan sosial, kantin dll. Bila manajemen Qurban berarti mengelola pelaksanaan qurban mulai dari pengadaan hewan qurban (pequrban), proses pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sampai penyampaian kepada penerima daging.

Paparan dibawah ini memaparkan tentang Pengertian Manajemen, Prinsip Manajemen, Etika Manejerial dan Fungsi-fungsi Manajemen

Pengertian Manajemen

Istilah manajemen berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris kata “to manage” yang berarti seni mengendalikan kuda). Istilah dari Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris), turunan dari kata “ to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana atau ketata laksanaan. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara manajer (orangnya) mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha/kegiatan yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Konsep Manajemen Menurut Islam

Konsep manajemen dalam Islam didasarkan pada firman Allah, Surat Az Zukhruf [43]: “….. Kami telah meninggikan (pengetahuan dan kedudukan) sebagian dari mereka dari yang lain beberapa derajat, sebagian mereka dapat menggunakan yang lain….” (32).

Firman Allah berikut surat Al Isra’[17]: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga dekat akan haknya dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah boros (kekayaan, waktu, kesempatan, dll.) dengan berbagai cara pemborosan” (26). “Sesungguhnya pemborosan-pemborosan itu saudara setan dan setan itu tidak berterima kasih kepada Tuhannya…..” ( 27).

Surat Az Zukhruf [43], ayat (32) menegaskan bahwa seseorang di tinggikan dari yang lain dan memiliki tingkatan tertentu. Mereka yang berada pada posisi lebih tinggi mengkoordinir tingkat dibawahnya (melakukan suatu kegiatan) sedangkan surat Al Isra’ [17)] ayat (26, 27) menjelaskan masalah pemborosan dan boros itu pekerjaan setan.

Bila dianalisis ketiga ayat tersebut, dapat diketahui bahwa al Qur’an memberikan pengertian atau definisi manajemen yang mudah dipahami bahwa: “Manajemen adalah mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas kerja oleh tingkat tertentu (lebih tinggi) agar diperoleh hasil yang lebih sempurna, lebih efektif dan lebih he-mat (efisien) (tidak boros) melalui orang lain”.

Perhatikan perkataan “lebih hemat”, maksudnya menggunakan sumber-sumber yang ”pantas” dan tidak melakukan pemborosan sumber-sumber tersebut, yaitu pemborosan terhadap bahan baku, SDM, energi, pemakaian mesin atau waktu proses. Perbuatan tidak hemat (boros) akan menaikkan biaya dan berakibat penurunan keuntungan. Inilah satu dari beberapa aspek dari manajemen. Pengertian “pantas” adalah tidak lebih, tidak kurang, jadi dengan kata lain tidak mubazir.

Kosa kata mubazir memiliki arti yaitu:

1. Menjadi sia-sia atau tidak berguna; terbuang-buang (karena berlebihan): mereka khawatir gedung yang didirikan itu akan …… saja;

2. (a- ajektif) berlebih(an): penggunaan bentuk ulang seperti itu merupakan hal yg …….;

3. (a) bersifat memboroskan; berlebihan; royal: hal berlebih-lebihan yang mengarah pada sifat ….merupakan perbuatan tercela;

4. (n-noun) orang yg berlaku boros; pemboros;

me-mu-ba-zir-kan (v-verb) menjadikan mubazir: kita jangan …. energi untuk memikirkan hal-hal di luar jangkauan kita;

pe-mu-ba-zir-an (n) proses, cara, perbuatan menjadikan mubazir;

ke-mu-ba-zir-an (n) mubazir.

Bagaimana menilai kegiatan manajemen, Al Hasyr [59]: “…, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan introspeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuat menghadapi hari esok (alam akhirat)” (18). Berikut, untuk menilai berhasil atau tidak dari apa yang telah dikerjakan, rujukan yang dipakai yang disampaikan Rasulullah SAW, tercermin dalam hadis berbunyi: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemaren sesunguhnya dia telah beruntung, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka sesungguhnya ia telah merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia celaka (terlaknat)”. (HR Dailami).

Pendapat Para Pakar

Para pakar memberikan definisi manajemen, diantaranya:

Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.

G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalam kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

Selanjutnya George R. Terry memberikan definisi sebagai berikut: “ Manajemen adalah suatu proses yang memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari Mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut James A.F.Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. James A.F.Stoner mengatakan, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya James A. F. Stoner, menyatakan bahwa “Manajemen adalah seni dan ilmu untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang”.

Dari gambaran di atas, jelas menunjukkan bahwa manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line), seni dan pengetahuan mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Definisi Manajemen (Definition of Management)

Dari paparan diatas istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila dipelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

Pertama, Manajemen sebagai suatu proses,

Kedua, Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,

Ketiga, Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science).

Berikut uraian ketiga pengertian atau kandungan manajamen.

Pengertian dari yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan dan mendukung definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Pengertian dari yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Pengertian dari yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu penegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan golongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

Dari paparan di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Dalam manajemen, fungsi-fungsi manajemen paling sederhana terdapat empat (4) yaitu fungsi Perencanaan (Planning), fungsi peng-Organisasian (Organizing), fungsi Aktualisasi (Actuating) dan fungsi peng(K)endalian (Controlling) disingkat POAK (POAC). Para manajer dalam organisasi/perusahaan/bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal. Ternyata fungsi-fungsi manajemen berkembang terus menjadi melebihi empat buah (banyak).

POAK berkembang. Sampai saat ini, masih belum ada kesepakatan, baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai fungsi-fungsi manajemen. Fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Berikut disampaikan fungsi-fungsi manajemen dari beberapa pakar.

Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, bila dirangkum, bahwa manajemen pada dasarnya merupakan seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. Dalam pencapaian tujuan, terdapat tiga faktor, yaitu

1. Penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, alam, ataupun faktor produksi lainnya.

2. Proses, bertahap dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

3. Senidan ilmu dalam menyelesaikan pekerjaan. Seni merupakan bakat dan keterampilan seseorang. Ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan, membaca dan/atau pengalaman (pribadi dan/atau orang lain) dalam menyelesaikan pekerjaan.

Berdasarkan pendapat para pakar Manajemen pada pengertian dan definisi manajeman maka manajemen didefinisikan sebagi berikut “Mendapatkan sesuatu melalui kerja orang lain”. Mengikuti konsep tersebut: “Seorang manejer sekarang dikenal sebagai seseorang yang bekerja melalui orang lain”. Seorang manejer yang baik adalah seorang di mana dia tidak hanya mengetahui apa yang dikerjakan tetapi secara tepat bagaimana dia dapat menyelesaikan.

Prinsip dan Peran Manajemen Dan Etika Manejerial

1) Prisip Manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur, artinya bahwa perlu pertimbangan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Hendri Fayol, seorang dari beberapa pencetus teori manajemen yang berasal dari Prancis menyatakan bahwa prinsip-prinsip umum manajemen terdiri dari: 1) Pembagian kerja, 2) Wewenang dan tanggungjawab, 3) Disiplin, 4) Kesatuan perintah, 5) Kesatuan pengarahan, 6) Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (pribadi), 7) Penggajian, 8). Pemusatan (centralization), 9) Hirarki (tingkatan), 10) Ketertiban, 11) Keadilan dan kejujuran, 12) Stabilitas keadaan (kondisi) karyawan, 13) Prakarsa dan 14) Semangat kesatuan dan semangat korps.

2) Peran Manajemen

Manajemen diperlukan dalam suatu organisasi. Manajemen memiliki peran diantaranya adalah agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efesien. Menurut Peter F. Ducker efektif adalah mengerjakan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedangkan efesien adalah mengerjakan pekerjaan dengan benar (doing things right).

Menurut Aroef (1986), efesiensi dapat dimengerti dengan kehematan menggunakan sumber-sumber dalam kegiatan produksi atau organisasi. Efektif dapat dimengerti sebagai hasil kegiatan dengan menggunakan sumber sebanyak mungkin dan mutu sebaik mungkin.

Menurut Chapra (1992, 7-8; 2001, 59-60) efisiensi adalah perbandingan pemanfaatan keluaran (useful output) terhadap keseluruhan keluaran (total output). Pada pendefinisian efisiensi tersebut Chapra memasukkan unsur/faktor moral, artinya adalah dalam pengertian usaha untuk melakukan yang terbaik. Chapra mengatakan: “Allah telah mewajibkan kamu untuk baik (ihsan) dalam segala hal” dan bahwa: “Allah menyukai orang yang melakukan pekerjaan, dia melakukannya dengan sempurna (itqan)”.

3) Etika Manejerial

Etika manejerial adalah ketetapan baku (standar) perilaku yang memandu manejer dalam pekerjaan mereka. Terdapat tiga kategori klasifikasi etika manejerial yaitu 1) Perilaku terhadap karyawan, 2) perilaku organisasi dan 3) perilaku terhadap pelaku usaha yang terkait.

Fungsi-Fungsi Manajemen

Banyak terdapat pengertian fungsi-fungsi menejemen, walaupun demikian fungsi manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan dalam manajemen mengikuti suatu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Pendapat lain bahwa fungsi Manajemen adalah berbagai jenis tugas atau kegiatan yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam manajemen, fungsi-fungsi manajemen paling terkenal terdapat (4) empat yaitu fungsi Perencanaan (Planning), fungsi peng-Organisasian (Organizing), fungsi Aktualisasi (Actuating) dan fungsi peng(K)endalian (Controlling) disingkat POAK atau POAC. Para manajer dalam organisasi/ perusahaan/ bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sampai saat ini, masih belum ada kesepakatan, baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai fungsi-fungsi manajemen. Fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Fungsi-funngsi/unsure-unsur manajemen dari beberapa pakar, seperti

Luther Gullick: Perencanaan; Pengorganisasian; Staf (Penyusunan pegawai); Pembinaan kerja; Pengkoordinasian; Pelaporan; Pengawasan; Anggaran.

George Terry: Perencanaan; Pengorganisasian; Penggerak (Actuating); Pengawasan.

James Stone: Perencanaan; Pengorganisasian; Pimpinan; Pengawasan.

Kootz dan Donnel: Perencanaan; Pengorganisasian; Staf (Penyusunan pegawai), Pembinaan kerja; Pengawasan.

Richard Griffin: Perencanaan; Pengorganisasian; Pimpinan; Pengawasan.

Earnest Dale: Perencanaan; Pengorganisasian; Staf (penyusunan pegawai) Presentasi; Pengawasan.

Hendry Foyal: Perencanaan; Pengorganisasian; Pimpinan; Pengawasan.

Lyndall Urwick: Peramalan; Perencanaan; Pengorganisasian; Pemberikomando; Pengkoordinasian; pelaporan; Pengawasan.

Fungsi-fungsi manajemen para pakar tersebut direkapitulasi maka fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut: Peramalan; Perencanaan; Pengorganisasian; Penggerak; Pimpinan; Pemberikomando; Staf (Penyusunan pegawai); Pembinaan kerja; Pengkoordinasian; Pelaporan; Presentasi; Pengawasan; Anggaran.

Uraian ringkas Fungsi-fungsi manajemen dapat para pembaca baca pada Fungsi-Fungsi Manajemen  https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/23/fungsi-fungsi-manajemen/. Mudah-mudahan uraian ringkas ini menjadi bahan dalam menjalankan usaha/bisnis/kegiatan organisasi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: