Posted by: lizenhs | May 11, 2011

SISTEM MUTU

SISTEM MUTU

Oleh Haslizen Hoesin

Kata Pengantar

Globalisasi dewasa ini telah menjangkau berbagai aspek kehidupan. Sekarang harus berfikir secara sistem, demikian pula terhadap mutu. Pada Mutu lebih lengkap disebut Sistem Manajemen Mutu. Berfikir secara sistem dan manajemen diperlukan, sehingga poduk mengikuti harapan konsumen (pemakai akhir). Inilah yang mendorong menulis Sistem Mutu. Tulisan ini diperbaharui 16 Mei 2020.

I. PENDAHULUAN

Sistem (System). Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Atau Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Managemen (Manajement). Secara etimologis, pengertian manajemen merupakan seni untuk melaksanakan dan mengatur……   Secara umum, pengertian manajemen adalah suatu seni dalam ilmu dan pengorganisasian, seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasian, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan. …… Contoh penerapan Sitem dan Manajemen pada paparan ini adalah untuk Produk Halal (makanan).

II. PENGERTIAN SISTEM MUTU

2.1. Konsep Mutu

Menurut Hubeis (1999), konsep mutu pada bidang pangan erat kaitannya dengan era mutu, dimulai dengan inspeksi atau pengawasan. Pada tahun 1920-an yang menekankan pada pengukuran. Pada tahun 1960  mengarah  ke pengendalian mutu dengan pendekatan teknik statistika berupa grafik, histogram, tabel, diagram pencar dan perancangan percobaan.  Sedangkan tahun 1980-an berorientasi pada jaminan mutu (quality assurance) dan tahun 1990-an terfokus pada manajemen mutu total (Total Quality Management atau TQM).

2.2. Sistem (System)

Sistem (System). Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Pengertian lain sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Mutu, keseluruhan karakteristik dari entitas (entity) yang mengandung kemampuannya dalam memuaskan yang dinyatakan atau yang tersirat.  Entitas (entity), adalah sesuatu yang berwujud atau tak berwujud, dapat dijelaskan dan dipertimbangkan secara individu. Atau entitas dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.

Melengkapi pengertian Mutu diatas, MUTU adalah:  – Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuan dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat (Dari ISO 8402); – Memenuhi persyaratan pelanggan; – Sesuai dengan kegunaan; – Memuaskan pelanggan mengenai biaya yang kompetitif; – Keseluruhan gabungan karakteritik produk (barang dan jasa) dari pemasaran, rekayasa, pembuatan dan pemeliharaan yang membuat produk dan jasa, digunakan untuk memenuhi harapan pelanggan.

Bila Sistem dan Mutu digabungkan, maka terbentuklah Sistem Mutu. Pengertian Sistem Mutu  adalah mengidentifikasi seluruh tugas yang berkaitan dengan mutu, mengalokasikan tanggung jawab dan membangun hubungan kerjasama antar elemen-elemen (individu) yang berintegrasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Selengkapnya baca Audit Mutu dan Audit Kendali Mutu.  https://lizenhs.wordpress.com/2014/07/28/audit-mutu-dan-audit-kendali-mutu/#more-2313

2.3. Manajemen Sistem (Management Systems)

Dimaksud Management Systems pada tulisan ini, yaitu Management Systems ISO 9001:2008. Management Systems ISO 9001:2008 adalah prosedur terdokumentasi dan praktek–praktek standar untuk Manajemen Sistem, bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu, dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut, ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi

Sistem Mutu menurut ISO 9000 mencakup karakteristik menyeluruh produk barang atau jasa), kebijakan mutu meliputi keseluruhan maksud dan tujuan organisasi, Manajemen Mutu (seluruh aspek fungsi manajemen yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan mutu), Pengendalian Mutu (teknik dan kegiatan operasional untuk memenuhi persyaratan mutu), dan Jaminan Mutu (perencanaan dan kegiatan sistematis yang diperlukan untuk memberikan keyakinan. Sistem Mutu dimaksudkan untuk mengidentifikasi seluruh tugas yang berkaitan dengan mutu, mengalokasikan tanggung jawab dan membangun hubungan kerjasama dalam perusahaan. Sistem mutu juga dimaksudkan untuk membangun mekanisme dalam rangka memadukan semua fungsi menjadi suatu sistem yang menyeluruh.

Pada sistem standar jaminan mutu mempersyaratkan manajemen secara formal, mendokumentasikan kebijakan mutunya, memastikan kebijakan tersebut dimengerti oleh semua jajaran dan melakukan langkah-langkah tepat untuk memperlihatkan kebijakan tersebut dilaksanakan secara penuh. Manajemen yang baik dan teratur dalam membuat kebijakan, yaitu dengan memperhatikan dan mempertimbangkan peran disetiap bagian diharapkan dihasilkan kebijakan dan peraturan sehingga dapat memastikan sistem mutu yang diterapkan (Tjiptono dan Diana, 1995). Sistem tersebut terutama dilakukan pada bagian yang bertanggung jawab penuh terhadap jaminan mutu, yaitu quality conrol, quality assurance, quality manajement (TQM).

Tentu demikian pula untuk suatu kegiatan menghasilkan poduk harus mampu menghasilkan bermutu (tinggi). Hal ini berarti pelaksanaan proses produksi harus mampu mewujudkan sifat aman (tidak membahayakan), sehat dan bermanfaat bagi yang berhak menerima (konsumen). Dengan kata lain, produk bermutu atau memenuhi ketentuan standar (baku) yang ditentukan, selain halal tentu pula mengikuti SNI dan ISO.  SNI adalah standard mutu yang ditetapkan pemerintah dan berlaku di Indonesia.

ISO adalah satu dari beberapa ketentuan tentang mutu produk dalam rangka jaminan mutu yang berlaku di dunia. Sebenarnya halal itu mencakup ISO dan SNI, bukan sebaliknya.

2.3.1.Tujuan utama ISO

Tujuan utama dari ISO bila dicermati dari di paparan Hadiwiardjo [1996] adalah:

1) bahwa organisasi harus mencapai, mempertahankan dan menjamin mutu produk (barang dan/atau jasa) yang dihasilkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pemakai (penerima),

2) Organisasi harus memberikan keyakin-an kepada pihak manajemen bahwa mutu yang dimaksudkan telah dicapai dan dapat dipertahankan dan

3) Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak penerima bahwa mutu yang dimaksudkan telah atau akan dicapai dalam produk atau jasa yang dihasilkan.

2.3.2. Halal Dan ASUH

Sistem dan Manajemen mutu diaplikasikan pada pangan (daging) yaitu pada Konsep Halal. Pengertian “halal” dapat didekati dari berbagai arah, seperti: hasil (produk) dan proses, cara/teknik, alat, Ihsan, hukum dan thayyib. Kriteria mutu produk terutama makanan dalam Islam adalah Halal.

Sistem Halal untuk pangan (daging) mulai dari prosedur pemilihan hewan ternak sampai kepada penerima. Pangan halal harus diawali dengan jenis hewan, sesudah disembelih aman untuk dimakan tidak ada bahan pengawet atau bahan berbahaya pada daging.  Daging yang sehat yaitu segar dan nyaman tidak berpenyakit (mengandung bibit penyakit) dan utuh yaitu sempurna sebagaimana adanya atau sebagaimana semula.

Pengertian “halal” dapat didekati dari berbagai arah, seperti: hasil (produk) dan proses, cara/teknik, alat, Ihsan, hukum dan thayyib (maka telihat disini sebagai sistem). Selanjutnya baca Mutu Produk: HALAL dan ASUH. Mengenai Halal dan ASUH baca Mutu Produk: HALAL dan ASUH https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/

Untuk merealisir ke empat butir diatas lakukan Program Sistem Jaminan Keamanan & Mutu Pangan. Program tersebut meliputi 4 tahap yaitu: GHP/GMP, HACCP (ABTKP), Sistem Mutu (ISO) dan TQM [Hadiutomo]. {(GHP) Good Hygienic Practices/ (GMP) Good Manufacturing Practices. TQM (Totol Quality Management)}

III. SISTEM MUTU dan ASUH

Perlu disadari bahwa permasalahan mutu bukan sekedar masalah pengendalian mutu atas produk (barang dan jasa) atau standar mutu barang (product quality), tetapi sudah bergerak ke penerapan dan penguasaan TQM (Total Quality Management) [Tunner, 1992] menuju tingkatan mutu yang disepakati dunia yang dimanifestasikan dalam ISO (International Standar’s Organization). (Rothtery, 1995; Chatab, 1996).

Sistem mutu menurut ISO 9000 mencakup: 1). Mutu itu sendiri. 2) Kebijakan mutu. 3) Manajemen mutu. 4) Pengendalian mutu, teknik-teknik dan kegiatan-kegiatan operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan mutu dan 5) Jaminan mutu temasuk didalamnya terdapat ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) (bagi Umat Islam).

Dalam kontek mutu produk pangan (seperti daging hewan qurban), maka daging itu harus bermutu sesuai dengan tuntutan penerima daging konsumen akhir. Produk memenuhi keinginan penerima tentu harus memenuhi suatu ketentuan baku (misal standar SNI). Ketentuan baku itu, menghendaki diproses secara sehat (higienis), tidak mengandung/tercemar bahan kimia berbahaya, sesuai dengan keinginan (selera) penerima dengan kata lain ASUH

Banyak masyarakat menginginkan pelaksana kegiatan produksi meningkatkan mutu. Mereka mencurahkan berbagai upaya untuk melakukan perbaikan manajemen produksi. Akan tetapi upaya-upaya ini sering lebih mengarah kepada kegiatan-kegiatan inspeksi serta memperbaiki cacat dan kegagalan selama proses produksi.

Kegiatan inspeksi saja tidak dapat membangun mutu kedalam suatu produk. Mutu harus dirancang dan dibentuk kedalam produk. Kesadaran mutu harus dimulai dari tahap sangat awal yaitu gagasan/konsep produk, setelah persyaratan-persyaratan keinginan penerima diidentifikasi. Kesadaran upaya membangun mutu ini harus dilanjutkan melalui berbagai tahap kegiatan produksi, sampai setelah pengiriman produk kepada konsumen akhir untuk memperoleh umpan balik. Mengenai Kesadaran selanjutnya baca SADAR dan KESADARAN MUTU  https://lizenhs.wordpress.com/2020/05/17/sadar-dan-kesadaran-mutu/#more-4642

Bila diperhatikan secara saksama bidang-bidang fungsional dalam pelaksanaan proses produksi dan kegiatan-kegiatan yang terlibat dalam pendekatan terpadu (sistem) menunjukkan seperti lingkaran.  Dalam hal ini Sistem Mutu.

Sistem mutu dimaksudkan untuk mengidentifikasi seluruh tugas yang berkaitan dengan mutu, mengalokasikan tanggung jawab dan membangun hubungan kerjasama dalam kegiatan pelaksanaan proses produksi. Sistem mutu juga dimaksudkan untuk membangun mekanisme dalam rangka memadukan semua fungsi menjadi suatu sistem yang menyeluruh.

Oleh karena itu, didalam sistem jaminan mutu mempersyaratkan manajemen secara formal, mendokumentasikan kebijakan mutu, memastikan kebijakan tersebut, dimengerti oleh semua jajaran dan melakukan langkah-langkah tepat untuk memperlihatkan kebijakan tersebut dilaksanakan secara penuh. Pada saat menentukan kebijakan mutu, manajemen harus dengan jelas menyatakan bahwa tujuan utama produsen adalah kepuasan konsumen akhir secara penuh.

Para produsen kedepan harus berfikir Sistem Jaminan Mutu meliputi: Perencanaan, Rekayasa Dan Pengendalian Mutu, karena produk adalah sesuai keinginan konsumen akhir.

  1. Perencanaan, Rekayasa Mutu Dan Pengendalian Mutu

Seluruh fungsi yang berkaitan dengan mutu dalam suatu perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu: 1) Perencanaan dan rekayasa mutu, 2) Pengendalian mutu,

1). Perencanaan dan Rekayasa Mutu

Perencanaan dan rekayasa mutu terdiri dari fungsi-fungsi staf spesialis dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan, definisi dan perencanaan mutu pada tahap sebelum produksi.

2). Pengendalian Mutu

Kegiatan pengendalian mutu mencakup kegiatan menginterpretasikan dan mengimplementasikan rencana mutu. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari pemeriksaan/pengujian pada saat sebelum dan sesudah proses produksi yang dimaksudkan untuk memastikan kesesuaian produk terhadap persyaratan (kriteria) mutu. Mengacu, sesuai dengan standar mutu, seperti ISO 9000,

Pengendalian mutu untuk produk pangan, erat kaitannya dengan sistem pengolahan yang melibatkan bahan baku, proses, pengolahan, bahan pengawet, penyimpangan hasil akhir (produk).

Terimakasih atas kunjungan anda ke Bukik Ranah Ilmu https://lizenhs.wordpress.com/. Semoga bermanfaat.  Bila anda suka beritahu temannya, yaaaaa….. aaa.

Baca Juga:

APAKAH MUTU Dan BERMUTU ITU? https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/apakah-mutu-dan-bermutu-itu/

UPAYA MEMPERTAHANKAN MUTU PRODUK https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/11/upaya-mempertahankan-mutu-produk-3/

Pustaka

1). Chatab. Nevizond, (1996). Panduan Penerapan dan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9000”. Jakarta, PT Alex Media Komputindo.

2). Hadiwiardjo. Bambang H dan Sulistijarningasih Wibisono, (1996). “ISO 9000: Sistem Manajemen Mutu”. Jakarta, Galia Indonesia.

3). Hadiutomo. Kusno (tanpa tahun). Penanganan Pasca Panen Untuk Mempro-duksi Daging Aman, Sehat, Utuh Dan Halal (ASUH) (28 Slide). Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian – Jakarta.

4). http://pphp.deptan.go.id/xplore/view.php?file=PASCA-PANEN/Layanan/PASCAPANENDAGING.ppt

5). Tunner. Arthur. R and Irving J. Detoro (1992). “Total Quality Management; Three Steps to Continous Improvementt” Addision -Wesley Publishing Company, Printing Monlo Park.

6). Rothery. Brian, (1995). “Analisis ISO 9000”. Seri Manajemen no 144. (Cetakan ke 3). (alih bahasa Nunuk Adriani). Jakarta, Lembaga PPM.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: