Posted by: lizenhs | May 8, 2011

MANAJEMEN MUTU TERPADU (Total Quality Management)

MANAJEMEN MUTU TERPADU (Total Quality Management)

Oleh Haslizen Hoesin

Pengertian Mutu Terpadu
Menurut Crosby dalam Tunner [1992, 21] bahwa mutu itu terkandung makna kesesuaian dengan kebutuhan. Berdasarkan pendapat tersebut, mutu secara umum di definisikan sebagai berikut.
Mutu adalah paduan sifat-sifat barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat.
Panduan sifat-sifat mengandung pengertian bahwa mutu atau jasa tidak terdiri dari satu sifat saja, melainkan dari beberapa sifat yang dipadukan melalui proses tertentu. Keterpaduan yang dikemukakan inilah yang terkandung dalam arti “mutu terpadu” (“total quality”). Keterpaduan berarti Halal dan ASUH terutama untuk produk pangan. Mengenai Halal dan ASUH lebih rinci baca pada juul tersebut pada kategori ber Mutu yaaa!
“Menunjukkan kemampuan” berarti bahwa jika paduan sifat-sifat suatu barang atau jasa sesuai dengan memenuhi kebutuhan pelanggan, maka barang
atau jasa itu dikatakan bermutu.

Filosofi Manajemen Mutu menurut Islam
Dalam Islam manajemen mutu tersimpul pada beberapa ayat. Ayat-ayat yang menjadi dasar filosofi manajemen dan manajemen mutu. Perhatikan Surat An’am (6): “Sempurnakanlah takaran/timbang dengan adil. Kami tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demiki-an itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat” (152).
Mengenai manajemen mutu dalam surat al Muthffif [83] dikatakan: “Sengsaralah bagi orang-orang yang menipu dalam berdagang (1). Yaitu mereka meneriman dengan ukuran yang tepat (2). Tetapi bila memberikan terhadap orang lain mereka mengurangi (3).
Ayat Asy-Syu’araa [20]. “Dan timbanglah dengan takaran/ukuran yang benar” (182).
Pada Al-Shaff [61] ayat 2 sampai 4 menyatakan hubungan kata dan perbuatan.
Al-Shaff [61]: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (2). Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (3). Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (4). Isi ayat ini mengambarkan mutu terpadu.

Lingkaran Spiral
Aktifitas manajemen mutu menurut Islam, merupakan sesuatu yang berulang-ulang, menyerupai lingkaran (siklus) atau berbentuk seperti lingkaran ulir atau spiral maju kedepan yang selalu mengarah kepada perbaikan. Kejadian ini dikemukakan ayat-ayat dalam Al Qur’an surat Alam Nasyrah [94] ayat 5 sampai 7.
Berulang perkataan sesudah kesulitan itu ada kemudahan (ayat 5 dan 6). Ini berarti suatu siklus. Satu siklus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, kemudian dikerjakan pula siklus kedua dengan sungguh-sungguh (ayat 7). Surat Alam Nasrah dengat Ayat yang berbunyi. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8),
Pada ayat-ayat Alam Nasyrah [94] jelas terlihat penting melakukan pekerjaan dengan berulang-ulang dan sungguh-sungguh, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik dari pengalaman pekerjaan pertama begitulah seterusnya. Artinya untuk jenis produk yang sama tentu didapatkan kesulitan, kemudian dilakukan perbaikan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh diproleh hasil yang lebih baik begitulah seterusnya. Hasil perbaikan akan menghilangkan beban, memberikan kemudahan, kelapangan dan meningkatkan nama karena pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari menyelesaikan kesulitan tersebut.
Karena kegiatan berulang-ulang maka pencatatan dan/atau data kegiatan yang tepat dan rapi diperlukan.
Dalam pengendalian mutu menurut QC-Circle Headquarters [1985, 141-143] terdapat satu langkah yang disebut kendali yang terdiri dari empat langkah: Perencanaan (Plan), fungsi Lakukan/kerjakan (Do), fungsi periksa (Check) dan fungsi tindakan (Action) disingkat PLCA atau PDCA. Menurut QC-Circle Actifities, langkah-langkah tersebut merupakan sesuatu yang berulang-ulang, menyerupai lingkaran (siklus) seperti lingkaran ulir atau spiral maju kedepan yang selalu mengarah kepada perbaikan. Kejadian ini bila diperhatikan mengikuti ayat-ayat dalam Al Qur’an surat Alam Nasyrah [94] ayat 5 sampai 7 dilengkapi dengan langkah terkhir Dan hanya kepada Tuhan mulah hendaknya kamu berharap (8), langkah ini yang tidak terdapat pada QC-Circle actifities.

Penerapan Manajemen Mutu
Manajemen mutu terpadu sebaiknya harus diterapkan pada pelaksanaan
kegiatan produksi yaitu konsep perbaikan yang terus menerus (quality thinking) dikenal dengan sebutan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) [Total Quality Management (TQM) atau Integrated Quality Control (IQT)]. MMT merupakan suatu pendekatan dalam melakasanakan kegiatan proses produksi yang mencoba untuk melakukan perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya. Al Qur’an jelas-jelas telah memerintahkan, tinggal kesungguhan umat Islam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada kasus membuat barang (produk), ini tantangan.
Pendekatan mutu secara keseluruhan (total) [Heryanto, 1993] dicapai dengan memperhatikan karakteristik MMT. Karakteristik itu adalah sebagai berikut: 1) Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal (pekerja dalam proses) maupun eksternal (penerima produk) disebut juga konsumn akhir. 2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap mutu. 3) Membutuhkan kerjasama tim. 4) Memiliki komitmen jangka panjang. 5) Memperbaiki proses secara berkesinambungan, 6) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, 7) Memiliki kesatuan tujuan.
Paparan yang sederhana diatas dapat dikatakan bahwa MMT menekan-kan mutu sebagai hal yang didefinisikan oleh penerima yaitu kepuasan, dapat diartikan produsen untung, pemakai/penerima juga untung. Dalam bentuk kata lain, produsen dan pemakai (komsumen akhir) sama sama untung. Pengendalian mutu sebagai hal yang dicapai oleh manajemen (ketentuan yang dibakukan) dan pengendalian mutu itu sendiri merupakan tanggung jawab dari pimpinan baik dari level atas sampai bawah sebagai pengelola sumber daya manusia.
Keseluruhan uraian, baik konsep maupun ilustrasi, terlihat bahwa MMT berhubungan dengan seluruh proses pada organisasi (komitmen dan fokus kinerja) yang memberikan kontribusi langsung terhadap produk (barang dan jasa) ataupun perilaku terhadap mutu yang didefinisikan oleh penerima yang dijabarkan perusahaan untuk mencapai harapan konsumen.

Upaya Mencapai Mutu
Untuk mencapai tingkat mutu atau bermutu tertentu dalam upaya memuaskan penerima antara lain: setiap unit kerja (internal) memuaskan pelanggan dalam (unit kerja berikut) dan pelanggan luar (eksternal) yaitu konsumen, pelanggan (Hardjosoedarmo, 2004: 50 – 51).
Mutu yang diharapkan konsumen akhir meliputi (1) Karakteristik mutu utama. (2) Karakteristik mutu yang lainnya. (3) Keandalan: berupa kemungkinan suatu karakteristik mutu memberi manfaat. (4) Tingkat kesesuaian antara rancangan produk, proses produksi dan ketentuan baku yang ditetapkan. (5) Umur ekonomis dan teknis. (6) Pelayanan yang diberikan untuk memuaskan pelanggan. (7) Keindahan: bentuk, tampilan, rasa dan bau, (8) Persepsi mutu.
Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa mutu merupakan sifat atau ciri yang membedakan suatu produk dengan produk lain yang disebut kriteria mutu. Penyusunan kriteria mutu akan menghasilkan suatu konsep mengenai mutu. Konsep mutu harus di bakukan (standard) sebelum dilaksanakan. Bentuk-bentuk baku mutu diantaranya SNI. SII. dll.

Upaya Mempertahankan Mutu Produk
Podusen harus merancang dan mempertahankan produk sesuai dengan
yang diharapkan konsumn perantara dan/atau konsumen akhir. Secara umum untuk mempertahankan mutu dapat ditempuh upaya-upaya sebagai berikut:
1. Pengadaan bahan baku.
2. Pengendalian Produksi
3. Pengkemasan.
4. Penyimpanan dan Penanganan
5. Pemeriksaan dan Pengujian Selama Proses dan Produk Akhir …… Keamanan dan Tanggung Jawab produk.
Secara teknis dalam rangka upaya “mempertahankan mutu produk”, upaya-upaya yang dilakukan adalah: 1. Dokumentasi Sistem mutu. 2. Pengendalian Rancangan. 3. Pengendalian Dokumen. 4. Pengendalian Pembelian. 5. Pengendalian Proses. 6. Inspeksi dan Pengujian. 7. Inspeksi dan Status Pengujian. 8. Pengendalian produk yang tidak sesuai. 9. Tindakkan Koreksi. 10. Penanganan, Penyimpanan, Pengemasan dan Pengiriman. 11. Catatan-Catatan Mutu. 12. Audit Mutu Internal. 13. Pelatihan dan Motivasi

Baca juga:  
SISTEM MUTU  https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/11/sistem-mutu/
APAKAH MUTU Dan BERMUTU ITU?  https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/apakah-mutu-dan-bermutu-itu/
Mutu Produk: HALAL dan ASUH   https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/
UPAYA MEMPERTAHANKAN MUTU PRODUK   https://lizenhs.wordpress.com/2011/05/11/upaya-mempertahankan-mutu-produk-3/

Kepustakaan
Hasdjosoedarmo. Soewarso, (2004). “Bacaan Terpilih Tentang Total Quality Managenent” (edisi revisi). Yogyakarya, Andi.
Hoesin, Haslizen. (1994). “Petunjuk Praktikum Pengendalian Mutu.” Laboratorium Manajemen Produksi. Fakultas Manajemen Produksi dan Pemasaran.  IKOPIN.
Heryanto, Eko. BN Marbun, (1993). “Pengendalian Mutu Terpadu”. (Cetakan ketiga). Jakarta LPPM.
Tunner. Arthur. R. and Irving J. Detoro (1992). “Total Quality Management; Three Steps to Continous Improvementt.” Addision-Wesley Publishing Company, Printing Monlo Park.
Qaradhawi, Yusuf. (2007). “Halal Dan Haram” (alih bahasa tim Kuadran). Bandung, Penerbit, Jabal.
QC Circle Headquarters, JUSE (1985). “How To Operate QC Circle Activities”. Tokyo, Shibuya-ku.
Rudyanto, Mas Djoko (2003). “Menciptakan Idul Adha yang ASUH”. Bali Post. 11 Februari 2003. http://www.balipost.co.id/balipostcetak /2003/2/11/op2.htm.
Beberapa sumber lain tidak ditampilkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: