Posted by: lizenhs | January 3, 2011

KEJELASAN STATUS PEMILIKAN TANAH: Sangat vital bagi usaha pelestarian lingkungan

KEJELASAN STATUS PEMILIKAN TANAH: Sangat vital bagi usaha pelestarian lingkungan*)

Makalah yang akan anda baca berikut ini adalah makalah yang disusun kelompok CIPICUNG disampaikan pada PERTEMUAN OKTOBER (Pertemuan Organisasi Non Pemerintah di Bidang Lingkungan Hidup-WALHI), Jakarta, 13-15 Oktober 1980.  Alamat kelompok Cipicung saat didirikan tahun 1980 adalah Jalan Sawunggaling 13. Bandung.
Makalah ini ditulis dalam bentuk umum sebagaimana yang anda baca dan  dalam bentuk laporan penagamatan yang diikut sertakan pada Sayembara Kepekaan Pengamatan Lingkungan yang diselenggarakan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma ITB bulan November 1979 sampai juli 1980. Berkaitan dengan Hari lingkungan sedunia 1980. Alhamdulillah dapat Pemenang ke III pada Kategori II, sedangkan penemang pertama tidak ada.

Mengingat isi Makalah tentang upaya pelestarian lingkungan hidup masih sesuai dengan keadaan sekarang dalam upaya pelestarian lingkungan maka di muat kembali pada blog Bukik Ranah Ilmu sebagai upaya menyebarluaskan gagasan/konsep pelesterian lingkungan hidup dari kelompok CIPICUNG yang di tulis pada tahun 1980.

Nama CIPICUNG diambil dari nama kampung di Bandung Utara.  Kelompok Cipicung terdiri dari Haslizen Hoesin (FT- ITB), Slamet Riadi Bisri (Planologi-ITB), Syarah Siti Burdah (Planologi Unisba), Iis Suryati (FH-Unisba), Ari purwandito (Geodesi-ITB),Murnisari (FKG-Unpad) dan Hardi Nusantara (EL-ITB).

“KEJELASAN STATUS PEMILIKAN TANAH: Sangat vital bagi usaha pelestarian lingkungan”

Ditulis bersama Oleh: Slamet Riadi Bisri dan Haslizen Hoesin, kemudian dibaca dan dikoreksi oleh angota (Kelompok CIPICUNG)

Setiap usaha pelestarian lingkungan (fisik) tidak dapat dilepaskan dari masalah tanah, mengingat setiap elemen yang dilestarikan ataupun yang dipakai untuk melestarikan terletak pada sbidang tanah atau wilayah— betapapun sempitnya—. Sudah diketahui secara umum (lazim) bahwa petak-petak tanah bukanlah ruang yang bebas untuk dilakukan sekehendak hati oleh setiap orang, mengingat bahwa pada masyarakat berdadab, tanah merupakan sesuatu yang dapat dimiliki secara sah baik oleh perorangan, badan usaha, mupun negara, yang dilindungi oleh undang-undang dan hukum yang berlaku.
Dengan demikian pihak yang menguasai tanah pada akhirnya merupakan penentu utama terhadap kegiatan apa saja yang akan dilakukan di atas tanah/wilayah yang dikuasainya, lebih-lebih lagi jika perencanaan penggunaan tanah belum disusun, disahkan ataupun dipatuhi- hal ini perlu juga terhadap usaha pelestarian lingkungan hidup.

Jadi secara singkat ada 2 (dua) masalah utama yang harus dipertimbangkan dalam usaha pelestarian wiayah yaitu:
1). Jenis pelestarian lingkungan yang cocok untuk diterapkanpada lingkungan tanah, dan
2). Bagaimana agar pemilik tanah/wilayah yang sah bersedia dengan ikhlas melaksanakan usaha pelestarian.

Beberapa Jenis usaha Pelestarian Lingkungan.
Usaha penentuan jenis pelestarian lingkungan yang cocok pada sebidang tanah atau wilayah pada dasarnya hanyalah pekerjaan teknis yang perlu diawasi (dimonitor) pelaksanaannya dilapangan (bukan hanya berdasarkan laporan belaka, harus di sidak). Usaha ini akan sangat baik/tepat apabila ditangani secara inter disipliner.

Sebagai contoh beberapa jenis usaha pelesterian lingkungan adalah sebagai barikut:
– Usaha penghijauan bukit-bukit yang gundul untuk mencegah erosi, memperkecil ru off agar terjadi peresapan air permukaan agar muncul mata air.
– Perencanaan pemukiman yang poporsional, yaitu pengaturan proporsi penggunaan tanah, kepadatan perumahan, estetika tataletak pemukiman yang habitable (Nyaman, aman, dsb.).
– Pengelolaan mata air dan distribusi air, baik untuk kegiatan pertanian, keperluan sehari-hari, maupun keperluan lainnya.
– Penghijauan diperkotaan untuk mengendalikan suhu, oksigen, Carbon monoksid dan Carbon dioksid, estetika dan kenyamanan kota dan banyak lagi usaha yang biak, yang sudah sangat berkembang maupun yang baru disadari untuk dilaksanakan, yang sebenarnya temasuk usaha pelestarian lingkungan.

Pemilik tanah sebagai penentu Keberhasilan Pelerstarian lingkungan
Apabila konsep usaha plesterian untuk sebidang tanah atau wilayah sudah disusun, pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana supaya pemilik tanah bersedia untuk melaksanakan usaha pelestarian? Dalam hal ini tanah Negara relatif paling mudah untuk dilestarikan, hanya tergantung kemanuan dan usaha pelaksanaan, pengendalian (pengecekan dilapangan) dan pemerintah daerah setempat. Tanpa pengecekan semua pelaksanaan sulit di rasakan hasilnya.

Tapi perlu di ingat bahwa sebagian besar tanah adalah milik pribadi ataupun badan-badan usaha (badan-badan hukum) yang dapat dikatakan mempunyai otonomi untuk memamfaatkan tanahnya. Syukur Alhamdulillah, apabila pemilik tersebut menyadri dengan sendirinya, atau bersedia mematuhi untuk melaksanakan pelestaian lingkungan?
Inilah masalah yang yang perlu dibahas lebih mendalam (bukan selintas), yang pada akhirnya diharapkan dapat dihasilkan:

– Mekanisme penyuluhan yang tepat bagi pemilik-pemilik tanah untuk secara sadar membantu usaha plestarian,
– Menyusun Per undang-undangan yang sesuai dengan maksud-maksud di atas dan
– Pembentukan aparat-aparat yang sesuai dengan tugas di atas baik dari pihak pemerintah maupun non pemerintah untuk memonitor dan mengawasi pelaksanaan penghijauan,

Selanjutnya bagaimana apabila status tanah tidak jelas, atau masih dalam sngketa?
Usaha kearah kejelasan pemilikan tanah bagi usaha pelestarian lingkungan
Masalah sengketa pemilikan tanah selalu merupakan masalah yang sangat vital dan sensitive, baik dalam skala kampung maupun akala Negara. Sejarah sudah membuktikan bahwa masalah ini tidak selalu dapat diselesaikan lewat saluran-saluran hukum saja, saluran-saluran politik saja, maupun usaha yang beresifat ilmiah disiplin-disiplin keilmuan khusus.

Kembali kemasalahpelestarian lingkungan, akan terbukti bahwa usaha pelestarian lingkungan diatas tanah/wilayah yang tidak jelas statusnya (tanah sengketa) adalah masalah yang paling sulit. Hal ini karena penguasa tanah belum dapat berkonentrasi penuh atau masih ragu-ragu untuk memenfaatkan tanahnya.—— kalaupun ia berbuat sesuatu, maka ia akan tidak akan sepenuh hati, atau bahkan justru melakukan tindakan yang bersifat deskonstruktif terhadap apa yang telah dilakukan oleh pihak yang lain.
Dapat dibayangkan betapa sulit/rumitnya usaha pelesterian lingkungan apabila masih banyak tanah yang statusnya tidak jelas, apalagi bila wilayahnya merupakan yang kritis untuk secepatnya dilestarikan.

Untuk mengatasi hal diatas perlu usaha-usaha lembaga-lembaga penegah, yang dapat membantu mencari kejelasan statsus tanah—— toh pada kenyataannya pemilik tanah pun harus diakui sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan hidup.

Satu dari beberapa alternative, khususnya bagi lembaga konsultan yang meneliti tanah sengketa dengan pendekatan tinjauan dari berbagai aspek, seperti aspek hokum, aspek planolologis, aspek geodesi, norma-norma kemasysrakatan yang berlaku dan sejarah kepemilikan tanah. Dimana hasil akhirnya merupakan usul-usul kepada pihak yang besengkta untuk menentuksan penyelesaian yang paling baik.

Perlu diingat: sesungguhnya segala sesuatu di alam semesta ini teremasuk tanah dan manusia adalah milik Tuhan dan krembali kepada-Nya

Kesimpulan
Beberapa usaha yang harus dilakukan kearah pelestarian lingkuyngan sebidang tanah atau wilayah adalah:
– Penentuan jenis pelestarian yang tepat bagi tanah/wilayah yang bersangkutan.
– Penentuan mekanisme, aparat dan perauran untuk menunjang usaha penyadaran pemilik tanah dan
– Sebagai penengah untuk mengatasi masalah sengketa tanah dengan pendekatan interdisipliner, untuk tujuan plestarian lingkungan.
Pada akhirnya kita masing-masing dituntut untuk brpartisikasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

*) Makalah ini disusun dan disampaikan pada PERTEMUAN OKTOBER (Pertemuan Organisasi Non Pemerintah di Bidang Lingkungan Hidup), Jakarta , 13-15 oktober 1980.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: