Posted by: lizenhs | December 8, 2009

Model Organisasi Koperasi Sebagai Sistem Sosio-Produsen

Model Organisasi Koperasi Sebagai Sistem Sosio-Produsen

Oleh : Haslizen Hoesin

Bertolak dari pengertian sistem koperasi penghasil (produktif), pemikiran inovatif–kreatif (Aldy Anwar,1992: 78), Konsep sistem, Organisasi koperasi sebagai sistem sosio-ekonomi (identas ganda dan promosi anggota) (Hanel, 1992: 31), Konsep masukan-keluaran, Manajemen operasi dan Prinsip manajemen mutu terpadu, disusun/dirumuskan model sket sistem koperasi produktif.

Unsur-unsur utama sistem koperasi produsen adalah anggota (ekonomi rumah tangga/usaha), kelompok anggota, pengurus, pimpinan, perusahaan koperasi, tatacara dan faktor-faktor produksi. Unsur-unsur tersebut sekaligus merupakan pembatas sistem koperasi produsen terhadap lingkungan sekitar.

Karena koperasi produsen adalah suatu sistem, selanjutnya dapat pula sebagai sistem manufaktur/pabrik (Haslizen 2001a), maka: (1) Bila koperasi produsen sebagai suatu sistem kegiatan produksi, maka usaha anggota dan perusahaan koperasi adalah sub-sistemnya. Setiap usaha/perusahaan mempunyai hubungan dengan sub-sistem (kegiatan anggota) dan saling bergantungan/berpengaruh, (2) Bila koperasi produsen dinyatakan sebagai sistem manufaktur, maka kegiatan usaha anggota dinyatakan sebagai stasiun kerja atau unit kerja atau departe-men dari sistem koperasi produsen. Selanjutnya disebut stasiun kerja.

Meskipun koperasi produsen dapat dinyatakan sebagai sistem manufaktur, terdapat perbedaan yang mendasar dengan manufaktur. Pada koperasi produsen, sub-sistem (usaha anggota, perusahaan koperasi) berpencar/tersebar di suatu daerah atau berdekatan/berkelompok pada satu lokasi/daerah, tidak seperti pada pabrik, yang berada dalam satu atap atau pada lokasi yang berdekatan. Kegiatan menghasilkan barang (memproduksi) masing-masing sub-sistem dapat sama dan/atau berbeda atau menggunakan produk anggota lain dalam usaha meningkatkan daya guna. Itu semua tergantung dari kesepakan pada saat mendirikan koperasi.

Bila ditinjau dari masukan dan keluaran sistem, maka pada sistem koperasi produsen masing-masing sub-sistem (Haslizen 2001a) terjadi: (1) Masukan sistem pada perusahaan koperasi, keluaran sistem pada usaha anggota, (2) Masukan sistem pada usaha anggota, keluaran sistem pada perusahaan koperasi, (3) Dalam sistem terjadi, keluaran perusahaan koperasi menjadi masukan usaha anggota, keluaran anggota menjadi masukan anggota lain dan/atau perusahaan koperasi, keluaran anggota lain menjadi masukan anggota pemberi masukan itu kembali, keluaran anggota-anggota menjadi masukan perusahaan koperasi. (4) Keluaran usaha anggota-anggota menjadi masukan perusahaan koperasi, kemudian menjadi keluaran sistem, (5) Unpan balik dari luar sistem sebagai informasi adalah sebagai akibat dari cara dan hasil kerja sistem.

Dari uraian diatas fungsi utama dari perusahaan koperasi sebagai sub-sistem dapat sebagai menerima dan/atau memberikan masukan ke dan/atau dari anggota, perencanaan, pengendalian dan/atau koordinasi. Sistem yang dikemukakan di atas disebut Organisasi Koperasi Sebagai Sistem Sosio-Produsen.

Organisasi Koperasi Sebagai Sistem Sosio-Produsen bila di modelkan dalam bentuk “model sket” dapat dirumuskan dalam 3 (tiga) model (Haslizen : 2001b) yaitu: (1) Masukan dari luar sistem pada perusahaan koperasi, keluaran perusahaan koperasi menjadi masukan usaha anggota, keluaran anggota menjadi masukan anggota lain dan keluaran dari sistem melalui usaha anggota. Unpan balik dari dari luar sistem merupakan infornasi dari luar (masukan pada perusahaan koperasi) akibat dari cara dan hasil kerja sistem (sebut model I) lihat gambar 1. (2) Masukan dari luar sistem pada usaha anggota, keluaran usaha anggota menjadi masukan anggota lain dan/atau perusahaan koperasi, keluaran dari sistem melalui perusahaan koperasi. Unpan balik dari luar sistem sebagai informasi (masukan pada masing-masimg perusahaan anggota) akibat dari cara dan hasil kerja sistem (sebut model II) lihat gambar 2. (3) Masukan dari luar sistem melalui perusahaan koperasi, keluaran perusahaan koperasi menjadi masukan usaha anggota, keluaran usaha anggota menjadi masukan usaha anggota yang lain, keluaran anggota menjadi masukan perusahaan koperasi. Keluaran sistem melalui perusahaan koperasi. Unpan balik dalam dan luar sistem sebagai informasi (masukan pada perusahaan anggota dalam sistem dan perusahaan koperasi dari luar sistem) akibat dari cara dan hasil kerja sistem (sebut model III) lihat gambar 3.
Berbeda dengan model I dan II, pada model III terlihat dua perusahaan koperasi yang dihubungkan dengan (garis titik garis titik dst.). Garis tersebut menyatakan bahwa perusahaan koperasi itu merupakan satu kesatuan. Pemisahan itu hanya untuk menjelaskan bahwa ada 3 (tiga) kegiatan masukan-keluaran sistem perusahaan koperasi yaitu: a) masukan anggota melalui perusahaan koperasi sebagai masukan sistem, b) keluaran anggota melalui perusahaan koperasi sebagai keluaran sistem dan masukan dan keluaran anggota melalui perusahaan koperasi sebagai masukan dan keluaran sistem, c) Masukan dan keluaran anggota melalui perusahan koprasi sebagai masukan dankeluaran sistem.
Dengan konsep masukan-keluaran, selanjutnya dapat pula diketahui efisiensi, efektitas dan produktifitas koperasi produsen.

Baca juga: Koperasi Produsen: Apa itu https://lizenhs.wordpress.com/2009/09/02/koperasi-produsen-apa-itu%E2%80%A6%E2%80%A6/



Daftar Pustaka
A. Aldy Anwar, (1992). “Ethos Koperasi Pemukiman Tepat Nilai”. Infokop (11) IX: 75-90. (Mei)
Hanel, Alfred, (1992). Basic Aspects of Cooperative Organisations and Cooperative Self-Help Promotion in Developing Countries. Marburg: Marburg Consult fur Selbsthilfetorderung
Haslizen Hoesin, [2001a). Sistem dan Model Koperasi Produsen-Produksi. Jatinangor : FMP – IKOPIN (November)
………………….. , (2001b). Model Koperasi Produsen dan Produksi. Makalah pada “Seminar Pengkajian Dosen IKOPIN”, diseleggarakan oleh P3EM–IKOPIN (Maret)


Responses

  1. Asalammualaikum Wr Wb

    pak zein,,, kami akan membentuk sebuah koperasi, yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. apakah koperasi boleh memiliki manajer ?
    2. apabila boleh apakah manjer tersebut harus berasal dari dalam koperasi tersebut atau anggota koperasi ?
    3. apakah peran dan tanggung jawab manajer terhadap koperasi ?
    terima kasih atas masukannya

    • Aan Ekanata
      Koperasi boleh memilih manejer bisa berasal dari anggota bisa dari luar. Koperasi apa yang akan dibuat?, jelaskan pada visi dan misi atau apa tujuan dibentuknya koperasi tersebut. misal koperasi konsumsi berarti tujuan dibentuk adalah harga barang yang disediakan harus murah. Bila tujuan (harga barang tidak murah) tidak tercapai berarti koperasi itu gagal. Tangungjawab manejer adalah mencapai tujuan tersebut. Lebih lengkap baca saja tugas dan tangung jawab manejer sebagai mana pada manejer perusahaan umumnya untuk mencapai tujuan atau visi dan misi koperasi. Selamat mendirikan koperasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: