Posted by: lizenhs | August 26, 2009

MASJID, MUSAJIK, SURAU, MUSHALLA, LANGGAR DAN MEUNASAH

MASJID, MUSAJIK, SURAU, MUSHALLA, LANGGAR DAN MEUNASAH

Ditulis oleh : Haslizen Hoesin

Kita sering mendengar mana Masjid, Musajik, Masojid, Musalla, Langgar dan Meunasah, apakah perbedaan dan kesamaannya? Di mana bisa kita temukan? Inilah yang selalu dipertayakan. Paparan dibawah ini dapat membantu pembaca sebagai pengetahuan awal tentang pengertian nama-nama tersebut.

Musajik disebut di Minang, Masojid disebut di Mandailing/Tapanuli. Mesjid kalau dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Arab Masjid. Musajik, MasojidMesjid dan Masjid adalah rumah tempat melaksanakan beribadah agama Islam. Kata pokok masjid adalah “sujudan”, “fi’il sajada madinya” (ia sudah sujud). Sujud adalah ketika manusia amat dekat sekali dengan Allah dan merupakan pernyataan lahir yang sangat dalam sekali. Mungkin sujud seperti inilah yang dikatakan orang dengan khusuk

Setelah iman dimiliki jiwa, lidah mengikrarkan keyakinan, maka jasmani menyatakan keyakinan itu dengan gerak sujud (shalat atau sembahyang). Kesaksian atau pengakuan oleh lidah, di akui oleh seluruh jasmani dalam bentuk gerak lahir. Oleh karena itu Nabi menggalakkan untuk berdoa dalam sujud (Sidi Gazalba).

Sujud dalam pengertian lahir bersifat gerakan jasmani, dalam pengertian batin berarti pengabdian. Karena fungsi shalat demikian banyak tulisan dan buku membahas shalat dalam psikologi, gerakan shalat dan dalam kesehatan. Tulisan-tulisan tersebut bertujuan untuk memperlihatkan manfaat fungsi dari shalat. Buku-buku itu baik dibaca agar pemahaman terhadap shalat lebih baik. Pemahaman inilah yang menjadikan sesorang lebih baik menjalankan Shalat. Bila melakukan shalat tampa pemahaman, sebagian orang mengatakan sebagai pemaksaan.  Shalat berjama’ah jauh lebih baik dari sendirian itu yang dianjurkan dan sesuai dengan hadist, secara keilmuan dunia (“ilmu fisika”) juga memiliki manfaat yang besar. Silakan baca/cari tulisan/makalah “manfaat salat berjamah” .yaitu Rahasia ilmah dibalik shalat berjamaah. Sebagai mana disampaikan (hadist) bahwa pahala Shalat berjamaah 27 derajat lebih tinggi dari shalat sendiri. Ini dijelaskan dari penelitian oleh seorang Ahli fisika.

Tempat sujud adalah seluruh permukaan bumi. Seluruh jagat ini adalah masjid bagi muslim. Maksud dari seluruh jagat adalah bahwa sujud kepada Tuhan tidak terikat dengan tempat, yang utama adalah bersih, suci dan tidak di pekuburan.

Tempat sujud berbentuk bangunan mulai ada (dibangun) di Quba Madinah. Masjid dibangun setelah kedatangan rombongan Nabi dari Makah di Madinah. Nabi membuat secara bergotong royong (bersama) dengan kaum muslimin di sekitar masjid. Masjid dibuat untuk kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Seorang pemimpin dalam Islam selain sebagai imam (pimpinan shalat) juga pemimpin dalam berbudaya dan bertata negara. Masjid adalah pusat: ibadah, kebudayaan Islam dan kehidupan Islam pada umumnya (Sidi Gazalba). Kalau begitu jelaslah Masjid di buat untuk menyampaikan konsep Islam dan mensosialisasikannya ke masyarakat luas, ke pelosok dunia. Lebih rinci fungsi-fungsi Masjid itu adalah tempat shalat sehari-hari, tempat mengaji, belajar agama (addin), asrama bagi yang belajar (anak-anak setelah berumur sekolah), tempat merayakan hari-hari besar, upacara-upacara keagaman, tempat bertemu dan berkumpul, tempat beramah-tamah, tempat tidur bagi bujang-bujang, tempat menginap bagi yang bepergian (musyafir), tempat kesenian (berkhasidah dan bergambus). Karena fungsi masjid demikian, maka terbitlah beberapa buku dan tulisan bagaimana mengelola masjid secara baik dan benar. Buku-buku itu baik dibaca agar pemahaman terhadap agama dan shalat akan lebih baik. Pemahaman inilah yang menjadikan kita lebih banyak mengenal masjid. Bila pergi ke masjid, surau atau ke langgar tampa pemahaman, sebagian orang mengatakan sebagai pekerjaan pemaksaan.

Surau asal mulanya merupakan unsur budaya asli dalam rangka kepercayaan di Ranah Minang. Surau adalah milik kaum, suku atau induak (indu). Setelah Islam masuk, kegiatan “kepercayaan” diganti dengan islam secara pelan-pelan. Oleh karena itu fungsi masjid sebagai tempat ibadah, kebudayaan dilakukan di Surau (Sidi Gazalba, Azyumardi). Jelaslah bahwa fungsi Surau dan Masjid sama, yaitu sama-sama pusat ibadah, kebudayaan Islam dan kehidupan Islam.

Kehadiran Surau ternyata berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam pertama kali muncul di Ranah Minang menurut Mahmud Yunus adalah yang didirikan Syaik Burhanuddin di Ulakan Pariaman artinya memberikan pendidikan Islam di Surau. Surau di Minang merupakan cikal bakal Pasantren. Surau yang mirip dengan pasantren adalah di Batuampa, didirikan Syaik Abdurrahman (Inyiak dari Mohammad Hatta). Surau yang terdapat di Batuampa disebut juga pasantren ala Minangkabau (Azyumardi).

Pada perkembangan selanjutnya di Minangkabau kegiatan keagamaan diserahkan ke Masjid dan kebudayaan di Surau. Jadi Masjid itu hanya untuk shalat lima waktu, Idul Fitri, Idul Adha dan perayaan hari Besar Islam, yang pada awal di buat Masjid di Quba bukankah demikian?

Bagaimana perpaduan dan keterkaitan antara Masjid dengan Surau. Di beberapa nagari di Ranah Minang pada suatu nagari terdapat masjid dan di sekitarnya terdapat surau atau sebaliknya. Secara umum terdapat dua model penempatan masjid dan surau di Ranah Minang. Model pertama disekitar masjid terdapat surau dan surau-surau lain ditengah kaum/suku sejauh pendengaran azan. Model kedua Masjid berada di tengah nagari dan surau-surau berada dengan jarak sejauh pendengaran azan yang berada di tengah kaum/suku dan dekat mata air atau banda. Jelas sekali aturan tempat mendirikan surau saat itu yaitu sejauh pendengaran tanpa pengereras suara (elektronik). Sejenis dengan surau adalah “langgar” dan “meunasah”. Langgar di Jawa dan Meunasah di Aceh.

Mushala. Tempat shalat dan berdoa disebut juga Mushalla. Fungsi-fungsi Masjid atau Surau yang lain tidak dilaksanakan, hanya untuk shalat. Di pusat-pusat perdagangan pada lantai lantai tertentu dapat ditemukan mushalla, dalam bentuk ruang-ruang kecil, kemudian disuatu tempat tertentu terdapat masjid yang digunakan untuk jamaah yang lebih banyak seperti kegiatan Shalat Jumat, ceramah dll. Dengan demikinan dipusat-pusat perdagangan terdapat pula Masjid. Di Musalla fungsi-fungsi masjid atau Surau tidak semuanya dilakukan, hanya sebagai tempat shalat. Mushalla juga terlihat pula di pompa-pompa bensin (SPBU).

Di zaman Rasulullah yg dinamakan mushalla adalah tanah lapang yg di jadikan tempat Shalat ‘ied. Di riwayatkan bahwa Rasulullah setiap Shalat ied dengan jama’ah di MUSHALLA (yg dimaksud adalah tanah lapang itulah tempat Shalat ied) kecuali hanya sekali di Masjid sebab hujan. Oleh karna itu jumhur ulama madzhab menyunahkan Shalat Ied di tempat yang luas bukan diMasjid. Namun Imam Syafi’i berpendapat bahwa tetap sunah di Masjid. Alasannya pada waktu itu Masjid terlalu kecil, tidak muat untuk menampung jamaah hingga pelaksanaan Shalat Ied selalu di laksanakan di padang luas.

Di negara Saudi Arabia, meskipun kecil, bangunan yang dikhususkan untuk Shalat disebut Masjid. Walaupun tidak dipakai untuk Shalat Jumat. Sedangkan Masjid yang dijadikan untuk Shalat Jum’at disebut Masjid Jami‘. Penyebutan Masjid Jami di Indonesia biasanya diterapkan untuk Masjid yang besar.

Definisi musalla adalah definisi yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia, Kalau begitu Musalla adalah Masjid kecil tempat mengaji atau shalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jum’at.

Sebenarnya Mushalla itu tempat shalat yang lebih luas (“tanpa bangunan”) dibandingkan Masjid. Namun lumrahnya di Indonesia justru Mushalla adalah bangunan lebih kecil dari Masjid. Bila anda dipusat perbelanjaan ingin shalat yang ditanyakan adalah Mushalla. bukan Masjid atau Surau atau Langgar.  Bila menanyakan Masjid pelayan toko menunjukkan diluar toko,  umumnya jauh. Itulah pengertian Musalla di Indonesia beda dengan di Arab.

Penutup

Dari beberapa literature: cetak (buku, jurnal atau majalah) dan elektronik, ditemukan bahwa sebutan (disebut) Surau sebagai tempat melakukan ibadah Shalat/sujud selain di Minangkabau, juga terdapat di beberapa daerah lain meskipun hanya satu surau saja didaerah itu seperti: di Sumatera yaitu Naggroe Aceh Darussalam, Sumut (Karo, Mandailing, Pangkalan susu, Tapanuli), Sumatera Tengah (Riau, Kep Riau dan Jambi), Sumatra Selatan (Sumsel, Bengkulu, Babel dan Lampung), Palmerah (Jakarta Barat), Jawa (Timur, Tengah dan Barat),  Kalimantan (Selatan, Utara, Barat, Timur  dan Tengah), Nusa Tenggara (Barat dan Timur), Sulawesi (Selatan, Tenggara, Barat dan Utara), Maluku (Utara, Tengah) Bali, Patani (Thailand Selatan), Malaysia (Semenanjung Malaya, Serawak) dan BRUNEI DARUSSALAM. Semoga bermanfaat

Baca juga:
MASJID IMPIAN: Tempat Sarana Ibadah, Nyaman, Hemat Energi Dan Belajar-Mengajar https://lizenhs.wordpress.com/2010/06/23/masjid-imimpian-tempat-sarana-ibadah-hemat-energi-dan-belajar-mengajar/
Tata Suara (Akustik) Masjid: Kasus Masjid Salman ITB https://lizenhs.wordpress.com/2010/03/22/tata-suara-akustik-masjid-kasus-masjid-salman-itb/  dan
Riwayat Ringkas Bagian-bagian Bangunan Masjid: Dimasa Nabi, Sahabat, Khalifah dan Sekarang https://lizenhs.wordpress.com/2014/07/07/riwayat-ringkas-bagian-bagian-bangunan-masjid-dimasa-nabi-sahabat-khalifah-dan-sekarang/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: