Posted by: lizenhs | January 5, 2009

TTG: Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikro di Kampungku

TTG: Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikro di Kampungku

Ditulis oleh Haslizen Hoesin

  1. Energi Air Melimpah

Indonesia berpotensi besar mengembangkan energi listrik tenaga air mengalir, karena terdapat beda ketinggian permukaan sungai. Beda ketinggian permukaan air mengalir dapat diubah menjadi energi putar diantaranya dengan kincia-aia dan turbin kecil (mikro). Energi listrik yang dihasilkan kinciaia/turbin membantu penduduk disekitar sungai terutama untuk penerangan di malam hari. Jadi tidak perlu dari PLN, baik yang dekat ataupun jauh dari jaringan PLN. Listrik dari PLN digunakan untuk pengembangan dan pembangunan industri di perkampungan atau komplek perindustrian yang dirancang berdasarkan tataruang dan tatakota.Pernahkah anda jalan darat di kabupaten/kota dan/atau di provinsi anda dilahirkan?

Pernahkan anda jalan darat dari Namro Aceh Darussalam (anda melintasi Danau Laut Tawar, Tanah Gayo dll), Sumatera Utara (Tanah Karo, Toba, Tapanuli), terus ke Riau ke Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Menyeberang dengan feri ke pulau Jawa, jalan darat ke Banten, Jawa (Barat, Tengah, Timur). Menyeraberang dengan feri ke Bali, jalan darat kemudian menyeberang dengan feri ke NTB dan NTT kemudian jalan darat. Berlayar ke Kalimantan, jalan darat di Kalimantan (Barat, Tengah ke Selatan lanjut ke Timur). Berlayar lagi ke Sulawesi lintasi dengan jalan darat (dari Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat dan Utara) dan ke Gorontalo. Berlayar ke Maluku dan Maluku Utara lintasi melalui darat. Kemudian menyeberang lagi Irian Jaya Barat selanjutnya jalan darat di Papua.

Kalau tidak mau melalui darat, lihat saja peta kepulauan Indonesia. Anda pasti melihat sungai besar, menegah dan kecil. Anda pasti melihat mungkin beribu sungai kecil dan beratus sungai menegah yang berpotensi untuk dibuat pembangkit tenaga listrik kapasitas kecil/mikro. Bila jalan darat anda pasti dapat langsung menemukan lokasi sungai yang berpotensi sebagai pembangkit listrik. Anda akan terkejut, terpana dan menggelengkan kepala, kenapa di pedesaan malam tanpa penerangan listrik, sedangkan disitu air mengalir deras. Ya, itulah gambaran keadaan kampung dimalam hari, mungkin itu kampung anda, kampung teman atau saudara anda. Sebagai kasus dipilih bagian barat Indonesia, Ranah Minangkabau (lebih sempit lagi provinsi Sumatera Barat).

2. Keadaan Geografi

Ranah Minangkabau atau Provinsi Sumatera Barat (maifil@yahoo.com – Rantaunet), secara geografis berada di daerah tropis dan dilintasi khatulistiwa. Alam Sumatera Barat merupakan pegunungan Bukit Barisan dan dataran pantai yang sempit ditambah gugusan Kepulauan Mentawai. Tanahnya bergunung-gunung dan merupakan kawasan vulkanik dataran tinggi pertanian subur dan banyak terdapat batangaia.

Secara umum Sumbar memiliki curah hujan yang cukup tinggi, berkisar antara 1.785 mm sampai dengan 5.615 mm per tahun. (maifil@yahoo.com – Rantaunet). Air hujan yang meresap menjadi mata air sebagai hulu batangaia dan sebagai air permukaan mengalir menuju pantai barat dan timur Sumatera melalui batangaia.

Batangaia (batang aia) adalah sebutan sungai dalam bahasa Minang. Bila batangaia diberi nama, kata aia tidak digunakan. Contoh Agam, bukan batangaia Agam, tapi batang Agam. Bukan pula sungai batang Agam, karena artinya sungai sungai Agam.

Kondisi topografi Sumbar yang berbukit, bergelombang dan berlembah, terdapat; 39,03% lahan memiliki kemiringan di atas 40o, lereng dengan kemiringan antara 25-40o sebanyak 14.68% dan lereng landai dengan kemiringan 15-25o sebanyak 12,90%. Hanya 33,4% yang merupakan daratan dengan kemiringan di bawah 15o, sebagai lahan pertanian dan kawasan hutan dan daerah resapan air yang harus dilestarikan. Jadi Sumatera Barat sebagian besar memiliki lahan yang miring (maifil@yahoo.com – Rantaunet).

3. Batangaia

Bila berbicara mengenai batangaia, Sumbar memiliki 230 buah batangaia, baik yang kecil maupun yang besar. Di samping itu terdapat pula lima buah danau yaitu Danau Maninjau, Danau Singkarak, Danau Diateh, Danau Dibawah, serta Danau Talang. Batangaia dan kelima danau tersebut secara ekonomis berpotensi pembangkit tenaga listrik. Batangaia di Sumbar berdasarkan atas arah aliran dapat dibedakan yaitu ke pantai barat dan kawasan timur.

Arah pantai Barat (maifil@yahoo.com – Rantaunet) pada umumnya sungai-sungai tersebut relatif pendek dan berarus deras, sehingga tidak banyak mempunyai arti bagi lalu lintas sungai. Karena curam dan berarus deras batangaia berpotensi sebagai pembangkit tenaga listrik dan untuk keperluan pengembangan pariwisata. (www.sumbarprov.go.id/ dan http://www.indonesia.go.id)

Sedangkan di kawasan timur (maifil@yahoo.com – Rantaunet) mengalir batangaia yang merupakan hulu dari batangaia besar, bermuara ke laut Kepulauan Riau melitasi provinsi Riau dan Jambi. Karena tidak curam, berarus lebih tenang, serta memiliki kedalaman dan lebar memungkinkan, sebagian dapat dipakai untuk prasarana lalu lintas sungai. (http://www.sumbarprov.go.id dan www.indinesia.go.id).

4. Memanfaatkan Potensi Yang Terabaikan

Sumatera Barat diberi anugerah alam yang luar biasa oleh Allah, tetapi sering potensi tersebut terabaikan atau kurang disyukuri. Topografi yang berbukit dan air yang mengalir di batang aia sepanjang tahun dibiarkan begitu saja, sementara keadaan masyarakat disekitar batang aia kekurangan energi, baik untuk penerangan ataupun keperluan lain.

Tenaga putar dari aliran air telah dikenal sejak dulu di Ranah Minang, yaitu kinciaaia. Tenaga putar kincia telah digunakan dalam berbagai bentuk, diantaranya mengangkat alu, menaikkan air untuk sawah. Kinciaaia diperkirakan telah ada awal tahun 1800.

Kincia aia yang dikenal luas masyarakat mengubah energi aliran air menjadi energi putar yang telah banyak memberikan andil meningkatkan ekomomi masyarakat sekarang telah ditinggalkan, yang sebenarnya harus dikembangkan menjadi lebih efisien dan murah. Mengenai manfaat kincia baca: Beragam Manfaat, Pengembangan dan Kendala Kincia-aia.

5. Kincia Sebagai Inspirasi

Pengubah tenaga air sebagai pemutar generator, sumber inspirasi adalah kincia aia aliran tengah dan aliran bawah. Kincia aia jenis ini banyak terdapat di Sumatera Barat yang digunakan untuk penumbuk padi dan mengangkat air mengairi sawah. Rancangan kincia sangat sederhana dan bahkan cemerlang meskipun efisiensi rendah.

Bila berpikir sebagian-sebagian (parsial), betul efisiensi kincia memang rendah, tapi secara perlahan harus ditingkatkan dengan penelitian. Walaupun efisiensi kincia rendah, bila dilihat secara keseluruhan, yaitu pemanfaatan aliran air gratis, kelestarian lingkungan terjaga, dapat dibuat ditempat, maka tidak dapat disangkal efisiensi total bisa mendekati 100%. Pemanfaatan secara total dengan keberadaan kincia dapat berlipat ganda mungkin efisiensi berlipat ganda 300 kali atau lebih. Langkah selanjutnya melakukan penelitian terhadap kincia agar efisiensi naik atau merubah menjadi turbin.

Energi air yang diubah menjadi energi putar oleh kincia-aia, sedangkan energi listrik diperoleh dari pembangkit (generator) yang diputar kincia-aia. Kalau begitu energi listrik berhubungan erat dengan air, yaitu yang berasal dari pegunungan, hutan lindung, mata-air hulu batangaia dan danau yang mengalir di batangaia. Ketersediaan energi listrik identik dengan ketersediaan air. Oleh karena itu energi yang bersumber dari air banyak atau mungkin berlimpah di Sumatera Barat.

Banyak penduduk di Minangkabau paham, bahwa air yang mengalir di batangaia dan yang di ampangan (baramban – bendungan) dapat membangkitkan tenaga putar. Energi air telah mereka ubah menjadi energi putar, memutar kincia diteruskan ke generator pembangkit listrik. Upaya pemanfaatan energi aia melalui kincia-aia telah pernah dilakukan Zamrisyaf. Kincia memutar generator mampu menghasilkan daya listrik untuk menerangi 20 rumah selama 24 jam. Sekarang tidak ada lagi terdengar pembangkit listrik diputar dengan kincia di tempat-tempat lain di Sumbar.

Landasan berpikir kincia dikembangkan menjadi turbin. Turbin memanfaatkan energi beda ketinggian (potensial) air. Jadi harus ada beda ketinggian. Perhatikan topografi Sumbar antara 25 – 400 dan diatasnya sebanyak 54,43% ternyata banyak batangaia dan danau. Kesemuanya merupakan suatu potensi pembangki energi listrik skala kecil disebut PLTAM (Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikro).

6. Mendorong Penyelamatan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi

Kincia dan turbin sebagai pengubah energi air menjadi energi putar, bila dimiliki penduduk pemutar dinamo sebagai pemasok energi listrik, minimal memberikan dua dampak yaitu: Pertama sebagai pembangkit energi listrik dan kedua melestarikan sumber daya air (mata air hulu batangaia), daerah resapan air atau tangkapan air, di daerah tinggal mereka. Kalau begitu dampak langsung dari ketidak beradan kincia adalah mendorong lingkungan tidak lestari, mata air sebagai hulu batangaia sumber air minum menyusut dan daerah pertanian mengering.

Bayangkan air menyusut, turbin penghasil energi listrik yang telah dimiliki penduduk tidak lagi berputar karena kekurangan air, lampu padam, terpaksa bergelap-gelap atau pakai lampu minyak tanah. Terhenti upaya peningkatan pendidikan, anak-anak tidak belajar karena gelap, ekonomi rumah tangga dan usaha cocok tanam terganggu (sawah kekeringan).

Saling ketergantungan inilah yang harus dibangun, sehingga masyarakat tidak banyak memiliki pilihan, bahkan hanya satu pilihan untuk menerangi rumah dan daerah tempat tinggal selain melestarikan sumber air, memperthankan daerah resapan (tangkapan) air, kawasan hutan lindung dan lingkungan tempat tinggal tidak terganggu (disebut sistem ekologi lingkungan). Bahkan mungkin mereka memprotes bila ada orang tertentu atau bahkan oknum pemerintah yang berkeinginan mengubah tempat tersebut ke bentuk lain dengan kedok kepentingan masyarakat, atau menjadikan mata air sebagai sumber air minum kemas dibawa ketempat lain, sehingga sumber air (mata air) sebagai hulu batangaia kedaerah pertanian hilang.

Banyak yang dapat dilakukan jika memiliki energi listrik, seperti pertama memenuhi kebutuhan utama yaitu penerangan di malam hari untuk anak-anak belajar dan pelengkap seperti pendingin, membuat jus. Kedua pengembangan usaha seperti menggerakkan mesin jahit, mesin pengupil jagung, mesin pemarut (karambia, ubi kayu dll) mesin giling padi dll.

Keberadaan energi listrik, kegiatan industri rumah tangga dapat dikembangkan. Pendidikan dapat pula lebih baik, karena dapat belajar malam lebih baik, kegiatan Masjid lebih banyak dll. Biaya energi murah dan PLTAM dikelola masyarakat. Bahkan bila berlebih dapat dijual ke PLN.

7. Pemilihan Teknologi Pembangkit

Bila turbin yang dipilih, pemilihan teknologi pembangkit listrik terletak pada komponen utama pembangkit listrik yaitu turbin dan generator.

Pemilihan turbin, tergantung pada perbedaan ketinggian, kecepatan dan debit air. Pada generator, pemilihan dilakukan apakah generator singkron, bekerja pada kecepatan yang berubah-ubah, cocok untuk daerah terpencil atau generator induksi, bekerja pada kecepatan yang tidak berubah-ubah, cocok untuk daerah yang telah dilalui jaringan listrik.

Kinciaaia yang dibahas berikut adalah kincia aia aliran bawah terapung.Selama ini banyak orang berpikir dan beranggapan untuk membangkitkan tenaga listrik harus dari air terjun, debit harus besar. Ternyata tidak selamanya demikian. Metoda baru telah dikembangkan berkat penelitian, sehingga persyaratan tersebut dapat diturunkan. Ternyata yang terpenting adalah debir air, beda ketinggian yang memadai dan pengelolaan.

Teknologi mengubah energi air menjadi listrik dengan berbagai cara diupayakan diantaranya turbin, berikut ditampilkan pula rumus-rumus untuk merancang. Turbin yang dimaksud adalah (1) aliran menyilang (cross flow) seperti Banki dan (2) turbin baling-baling (propeler) seperti Kaplan dan Pelton.

Teknologi yang dikembangkan mengubah energi air menjadi energi listrik diantaranya adalah Teknologi Tepat Guna (TTG). Suatu teknologi yang memenuhi , persyaratan: teknis, ekomomi dan sosial budaya. Mengenai TTG, baca Teknologi Tepat Guna: Apaaaaa……… itu???

7.1. Turbin Aliran Menyilang

Bentuk turbin aliran menyilang mendekati kincia penumbuk padi yang populer di Ranah Minang. Perbedaan terletak: Pada turbin terdapat sudu-sudu pengganti sauak-sauak (galuak-galuak) terbuka,pada kincia. Sudu-sudu melengkung dengan kemiringan tertentu sedangkan sauak-sauak lurus membentuk kemiringan tertentu. Air mendorong sudu-sudu melalui penyempitan tertutup seperti leher botol, pada kincia penyempitan terbuka. Tinggi leher botol ¾ diameter kincia, diatas sumbu turbin. Kincia berdiameter sekitar 3 m, tapi turbin bervariasi ukuran pendek (kurang dari 1 m).

Menghitung ukuran turbin banki dibedakan atas dua yaitu bagian penyempitan (leher botol – nozzle) dan berputar (runner) B1 = (210 ´ Q(ft2/dt)) / [(DL(inc)) ´ (√Z(ft))]. B2 = B1 + 1 inch. Kecepatan putar turbin n ditentukan dengan rumus n = 73.1 √ Z / [DL (ft)]. Dengan: Q debit air, DL diameter luar bagian berputar, Z beda ketinggian, B1 bagian leher botol dan B2 lebar bagian berputar.

Bila dikaitkan dengan putaran (n) maka diameter bagian berputar (DL) dihitung dengan rumus DL = 38 Z/n (meter) dan lebar nya B1 = 0,07 n (Q/Z) (meter), dengan Q debit air, Z beda ketinggian dan n putaran yang diinginkan.

7.2. Turbin Sudu-sudu Mankok

Turbin sudu-sudu mangkok (Pelton), bagian berputar memiliki sudu-sudu seperti bola tenis dibelah dua dengan arah lekukan terpasang mengarah kepada leher botol (penyempitan). Air yang keluar leher botol menyemprot tepat pada lekukan bola seolah-olah menampung semprotan air dan terjadi perputaran akibat dorongan air.

Diameter bagian berputar (DL) dihitung dengan rumus DL = 40,544 (Z ½)/n. dengan Z beda ketinggian dan n putaran yang diinginkan. Diameter pipa leher botol (d) dihitung dengan rumus d = 0,5365 (Qv½)/ (Z ¼). Agar berada pada batas konstrusi maka D/d > 6.

7.3. Turbin Baling-baling

Turbin baling-baling (propeler) berbentuk baling-baling dengan ukuran diameter pendek (kecil). Diameter (D) dihutung dengan rumus D = 0.189 Z 0,54 P. Daya P dihitung dengan rumus P = Q r Z g , dengan Q debit, Z beda ketinggian, r masa jenis air, dan g grafitasi.

7.4. Pemilihan Teknologi dan Instalasi

Dari rumus turbin diketahui bahwa dalam pembuatan pembangkit tenaga listrik tenaga air, faktor utama yang harus diketahui adalah debit dan beda ketinggian permukaan air. Bila debit air dan beda ketinggian tidak memadai, turbin tidak dapat menjadi kenyataan sebagai pembangkit listrik yang berdaya guna optimal.

Selain ketentuan tersebut pemilihan teknologi untuk pembangunan pembangkit listrik terletak pada pemilihan komponen utama yaitu turbin dan generator.

Turbin, pemilihan tergantung pada perbedaan ketinggian, kecepatan dan debit air. Generator, terdapat dua jenis generator, yaitu (1) Generator singkron, bekerja pada kecepatan yang berubah-ubah, cocok untuk daerah terpencil. (2) Generator induksi, bekerja pada kecepatan yang tidak berubah-ubah, cocok untuk daerah yang telah dilalui jaringan listrik.

Setelah memilih teknologi, instalasi pembangkit listrik terdiri dari beberapa komponen: (1) pintu pengambil/pembangkit, (2) bak pengendapan, (3) saluran pengantar, (4) saluran tegangan, (5) bak penampungan, (6) pipa pesat/pengarah, (7) gedung pembangkit, (8) saluran buang dan (9) jaringan penghantar (transmisi).

8. Potensi dan Kapasitas Daya Turbin

Bila bagian yang berputar turbin Banki diameter luar 30.5 cm dan dalam 10,25 dan jumlah sudu-sudu berkisar antara 20 sampai 22 buah. Maka lebar bagian leher botol B1 dan lebar bagian yang berputar B2 dihitung dengan cara diatas. Beda ketinggian diukur dari tinggi permukaan air sampai sumbu bagian berputar, minimal adalah 25 cm.

Berikut ini potensi air (beda ketinggian dan debit) dan kapasitas turbin. Turbin aliran melintang tipe Æ 200. Bila hasil pengukuran beda ketinggian (Z) 8 m dan debit (Q) 50 ltr/dt dihasilkan daya 2,7 Kw. Bila Z 10 m, Q 56 ltr/dt daya 3.8 Kw.

9. Kelayakan, Penempatan Turbin Dan Pengelolaan PLTAM

Sesuatu yang menguntungkan pembangkit listrik dengan turbin, karena beberapa turbin dapat ditempatkan pada satu batang aia dari hulu kehilir. Ketentuan yang harus dipatuhi adalah suatu jarak tertentu, asalkan terdapat beda ketinggian dan debit yang memadai. Jadi jumlah air tidak berkurang secara total sampai kehilir. Karena sesudah turbin air masuk lagi ke batang aia, yang terjadi hanya pengalihan pada jarak tertentu.

Bila terdapat beda permukaan air yang cukup tinggi minimal 3 m maka didaerah tersebut dapat dibuat pembangkit listrik Tenaga Air Mikro (PLTAM) dengan skala kecil. Sistem pembangkit itu dapat menerangi rumah satu kampung/nagari atau RT/RK.

Apa yang harus dipersiapkan untuk mengelola PLTAM? Selain PLTAM, adalah organisasi pengelola. Organisasi, ini sangat penting, karena dia yang menjalankan kelangsungan PITAM. Kelayakan Pembangkit listrik tenaga air mikro ditentukan oleh keberadaan penyandang dana, pengelola/penanggungjawab (operasional) dan pertisipasi masyarakat/pemakai (sebagai pengendali (kontrol)). Satu dari ketiga syarat kelayakan tidak ada, pembangkit tidak layak dibuat, terutama sekali pengelola/penanggungjawab. Pembangkit tidak layak dibuat bila pengelola/penanggungjawab tidak ada. Bahkan merupakan komponen utama dalam penetapan kelayakan PLTAM.

Organisasi pengelolaan PLTM dipimpin oleh seorang yang terpandang (dibantu oleh teknisi dan pembukuan) dan bertanggungjawab kepada para pemilik. Penelolaan dapat dalam bentuk organisasi usaha seperti koperasi atau bentuk lain.

Tugas dan kewajiban 1) Ketua, orang jujur, terbuka dan terpandang (diangkat secara musyawarah), secara langsung bertanggungjawab kepada pemilik atau rapat anggota/pemilik (bila pengurus koperasi). 2) Pelaksanaan pengelolaan, sebaiknya satu tim pengurus minimal terdiri dari ketua, bendahara, petugas pelaksana/teknis dsb dengan tugas-tugas sebagai berikut: (1) membersihkan saluran air masukan (intake) dan bangunan. (2) memperbaiki kerusakan-kerusakan saluran/pipa, turbin, dinamo dan distribusi listrik. (3) mengumpulkan iuran anggota/ pelanggan. (4) Membuat sistem administrasi yang baik dalam penarikan iuran, pembukuan (terbuka) dll. (5) menumbuhkan partisipasi masyarakat agar memiliki rasa memiliki dan tanggungjawab terhadap kelangsungan pelistrikan. 3) Pemakai/pemilik, masyarakat setempat atau daerah lain yang membutuhkan listrik untuk penerangan atau industri rumahtangga. Tugas dan tanggungjawab meliputi (1) membayar pemakaian listrik kepada pengelola berdasarkan ketentuan yang telah disepakati apakah berdasakan bayaran tetap atau berdasarkan watt terpakai (2) membantu pengurus bila mendapat kesulitan keuangan dalam perbaikan bangunan dll. (3) mengikuti ketentuan yang telah disepakati, (4) membantu dalam pemeliharaan, terutama bangunan, (5) adakan rapat pemakai dan kepemilikan minimal sekali dalam setahun.

Bagian-bagian yang dilihara pihak pengelola melipiti 1) Bangunan, bendungan dan pipa saluran air. 2) Pengelolaan bangunan, 3) saluran dan pipa air untuk turbin, 4) turbin dan transmisi pada dinamo, 5) Transmisi listrik/kabel. 6) biaya pemeliharaan dan kerusakan, 7) petugas dll. Pengelolaan sistem pelistrikan akan memberikan hasil yang baik bila didukung oleh seluruh masyarakat.

10. Perencanaan dan Pengembangan Ilmu Pembangkit Listrik

Langkah-langkah perencanaan pembangkit listrik tenaga air mikro (turbin): (1) survei lokasi, (2) mengadakan pertemuan dengan masyarakat, (3) mengukur kecepatan aliran air, yang terbaik terdapat data sekunder mengenai debit air lima tahun terkckir, (4) kedalaman air sepanjang tahun dan Lebar batangaia mengikuti kedalaman air, (5) merancang dan membuat turbin, (6) merancang saluran distribusi, (7) menetapkan siapa yang mengelola/penanggungjawab, (8) menetapkan iuran untuk pengelolaan dan perbaikan turbin, generator dan gaji pengelola (bersifat teknis).

Agar ilmu turbin berkembang di Sumatera Barat, sebaiknya Universitas, Sekolah Tinggi Teknologi dan/atau Politeknik berperan serta dalam bentuk penelitian dan pembuatan. Rancangan atau pembuatan turbin dijadikan tugas akhir atau kerja praktek. Penelitian/kerja praktek, pembuatan turbin (jurusan mesin), generator dan distribusi (jurusan elektro) bangunan air (jurusan sipil) dan tanggapan masyarakat (jurusan sosial).

Kegiatan penelitian dan pembuatan dilakukan bersama Pemda dan dapat juga keikutsertaan swasta lokal. Usahakan seoptimal mungkin dibuat lokal, jangan dibeli, bila berpikir demikian, berarti menciptakan ketergantungan, dan dipermainkan pemasok tidak dapat dielakkan.

Pembangkit listrik hasil pertama mungkin tidak sempurna dan efisien rendah, tidak apa-apa. Ingat kata pepatah, “segala sesuatu itu ada ilmunya”. Akan diperoleh ilmu (teori) dan praktis. Lakukan penelitian-penelitian perbaikan, sehingga efisiensi naik, akibatnya ilmu akan tinggal di lembaga penelitian tersebut dan ilmu berkembang. Walaupun efisiensi rendah ilmunya tetap dimiliki. Jangan terjadi dinegeri yang tercinta ini penuh dengan ketergantungan dalam pengadaan energi listrik. Kata pepatah orang tua “Ayam mati kelaparan di dalam lumbung” dan “Orang kaya pandir (bodoh, tolol)”. Pandir karena ketiadaan ilmu dan karya sendiri.

Di provinsi lain, lakukan pula penelitian penerapan PLTAM. Adakan seminar penerapkan pembangkit listrik tenaga air mikro sebagai sarana tukar informasi. Syarat makalah adalah pembangkit listrik dibuat dengan memanfaatkan seoptimal mungkin tentang bahan baku dan sumber daya lokal.

Ayo kita bangun kampung jadi terang benderang dengan karya sendiri. Anda siap dan telah mempersiapkan diri untuk itu?

Baca juga
Teknologi Tepat Guna: Apaaa ……. Itu???
Teknologi Terapan: Pembangkit Listrik Mikro “Kincia Aia” Terapung pada kategori Teknologi “Tepat Guna”
Krisis Ketersediaan Energi atau Krisis Akhlak pada kategori Barukan, Hematkan “Energi”


Responses

  1. hebat hebat tapi sayang kok gak di tampilkan gambarnya ya?

    • Terima kasih Arif
      Foto tersebut kesulitan waktu memasukkannya, saya akan coba lagi
      salam
      Haslizen Hoesin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: