Posted by: lizenhs | May 11, 2011

PERENCANAAN DAN REKAYASA MUTU, PENGENDALIAN MUTU DAN MEMPERTAHANKAN MUTU

PERENCANAAN DAN REKAYASA MUTU,
PENGENDALIAN MUTU DAN MEMPERTAHANKAN MUTU

Oleh Haslizen Hoesin

Seluruh fungsi yang berkaitan dengan mutu dalam suatu kegiatan usaha dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu: 1) Perencanaan dan rekayasa mutu, 2) Pengendalian mutu dan mempertahankan mutu.

Perencanaan dan Rekayasa Mutu
Perencanaan adalah hubungan antara apa yang ada sekarang dengan bagaimana seharusnya yang berkaitan dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program dan alokasi sumber.
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan. Definisi lain menyatakan bahwa: Perencanaan adalah proses, pembuatan, cara perencanaan/cara membuat.
Reka (v) menurut kamus adalah menyusun (mengatur, mengarang) baik-baik, sedangkan rekayasa adalah penerapan kaidah-kidah ilmu di pelaksanaan (seperti: perancangan, pembuatan, pengoperasian).
Pengertian Rekayasa menurut para pakar adalah:
a. Rekayasa adalah Usaha yang terorganisasi secara sistematis dan mengaplikasikan suatu teknik yang telah diakui, yaitu teknik mengidentifikasi fungsi produk atau jasa yang bertujuan memenuhi fungsi yang diperlukan dengan harga yang terendah (paling ekonomis). (Iman Soeharto, 1995)
b. Rekayasa adalah Sebuah teknik dalam manajemen menggunakan pendekatan sistematis untuk mencari keseimbangan fungsi terbaik antara biaya, keandalan dan kinerja sebuah proyek. (Dell’Isola, 1975).
c. Rekayasa Nilai adalah sebuah pendekatan yang bersifat kreatif dan sistematis dengan tujuan untuk mengurangi/menghilangkan biaya-biaya yang tidak diperlukan. (Zimmerman , 1982)
Jadi, rekayasa berhubungan dengan desain, analisis dan/atau konstruksi kerja-kerja praktis. Cara kerja yang dilakukan para rekayasawan adalah proses kreatif. Secara umum, pengertian rekayasa adalah proses kreatif mendesain, memperbaiki dan menganalisis elemen-elemen yang ada dalam membuat produk.
Penertian rekayasa dan mutu, bahwa rekayasa mutu dapat diartikan sebagai proses pengukuran yang dilakukan selama perancangan produk/proses. Rekayasa mutu mencakup seluruh aktivitas pengendalian mutu dalam setiap fase dari penelitian dan pengembangan produk, perancangan proses produksi, dan kepuasan konsumen.
Rekayasa mutu diartikan pula sebagai proses perbaikan mutu secara terus menerus dalam perancangan produk dan proses, dengan penerapan peralatan (tools) yang tepat, diharapkan produk yang dihasilkan juga akan sesuai dengan harapan konsumen dan spesifikasi yang telah disyaratkan perusahaan.
Berdasarkan definisi/pengertian diatas. Perencanaan dan rekayasa mutu terdiri dari fungsi-fungsi staf spesialis dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan, definisi dan perencanaan mutu pada tahap sebelum diproduksi. Secara rinci adalah sebagai berikut:
1). Saran kepada manajemen mengenai kebijakan mutu produk dan penyusunan tujuan-tujuan mutu yang realistis.
2). Analisis persyaratan mutu pelanggan dan menyusun spesifikasi rancangan.
3). Tinjau ulang dan evaluasi rancangan produk untuk memperbaiki mutu dan mengurangi biaya mutu.
4). Mendefinisikan standar mutu dan menyusun spesifikasi produk qurban.
5). Merencanakan pengendalian proses dan menyusun prosedur-prosedur untuk menjamin kesesuaian mutu.
6). Mengembangkan teknik-teknik pengendalian mutu dan metoda inspeksi termasuk merancang peralatan uji khusus.
7). Melaksanakan studi kemampuan proses membuat produk.
8). Analisis biaya mutu.
9). Perencanaan pengendalian mutu untuk bahan yang diterima, termasuk evaluasi para pemasok.
10). Audit mutu di tingkat kegiatan proses produksi (pekerja).
11). Mengorganisasi program pelatihan dan peningkatan motivasi untuk perbaikan mutu.

Pengendalian Mutu
Kegiatan pengendalian mutu mencakup kegiatan menginterpretasikan dan mengimplementasikan rencana mutu. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari pemeriksaan/pengujian pada saat sebelum dan sesudah proses produksi yang dimaksudkan untuk memastikan kesesuaian produk terhadap persyaratan (kriteria) mutu. Mengacu kepada standar mutu, seperti ISO 9000, maka kegiatan pengendalian memiliki fungsi antara lain:
1) Membantu dalam membangun pengendalian mutu pada berbagai titik dalam proses produksi.
2) Memelihara dan mengkalibrasi peralatan proses.
3) Melaksanakan pengendalian mutu terhadap bahan baku/mentah yang diterima.
4) Mengorganisasikan inspeksi pada setiap tahap proses dan pemeriksaan setempat (spot checks) bilamana diperlukan.
5) Melaksanakan pemeriksaan (inspeksi) akhir untuk menilai mutu Produk akhir dan efektivitas pengendalian mutu.
6) Memeriksa mutu kemasan untuk memastikan daging mampu menahan dampak transportasi dan penyimpanan.
7) Memberikan umpan balik data cacat dan tuntutan konsumen kepada bagian rekayasa mutu.
Pengendalian mutu untuk produk pangan, erat kaitannya dengan sistem pengolahan yang melibatkan bahan baku, proses, pengolahan, penyimpangan yang terjadi dan hasil akhir. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal)

Halal dan ASUH
Halal adalah kriteria mutu produk yang utama dalam Islam. Pengertian “halal” dapat didekati dari berbagai arah, seperti: hasil (produk), proses, cara/teknik, alat, Ihsan, hukum dan thayyib. Selain halal produk harus ASUH. Selanjutnya baca pada Mutu produk: HALAL dan ASUH   http://lizenhs.wordpress.com/2011/05/07/mutu-produk-halal-dan-asuh/    pada kategori ber Mutu yaaaa

Mencapai Mutu
Untuk mencapai tingkat mutu atau bermutu tertentu dalam upaya memuaskan penerima antara lain: setiap unit kerja (internal) memuaskan pelanggan dalam (unit kerja berikut) dan pelanggan luar (eksternal) yaitu konsumen, pelanggan (Hardjosoedarmo, 2004: 50 – 51).
Mutu yang diharapkan konsumen akhir meliputi (1) Karakteristik mutu utama. (2) Karakteristik mutu yang lainnya. (3) Keandalan: berupa kemungkinan suatu karakteristik mutu memberi manfaat. (4) Tingkat kesesuaian antara rancangan produk, proses produksi dan ketentuan baku yang ditetapkan. (5) Umur teknis (pada pangan disebut kadaluarsa bila melebihi). (6) Harga produk atau nilai ekonomi. (7) Pelayanan yang diberikan untuk memuaskan pelanggan. (8) Keindahan: bentuk, tampilan, cita-rasa dan bau, (9) Persepsi mutu.
Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa mutu merupakan sifat atau ciri yang membedakan suatu produk dengan produk lain yang disebut kriteria mutu. Penyusunan kriteria mutu akan menghasilkan suatu konsep mengenai mutu. Konsep mutu harus di bakukan (standard) sebelum dilaksanakan. Bentuk-bentuk baku mutu diantaranya SNI. SII. dll.

Mempertahankan Mutu Produk
Podusen harus merancang dan mempertahankan mutu produk sesuai dengan yang diharapkan konsumen perantara dan/atau konsumen akhir. Secara umum untuk mempertahankan mutu dapat ditempuh upaya-upaya sebagai berikut:

1) Pengadaan Bahan Baku/Mentah. 2).Pengendalian Proses Produksi.
5) Pengkemasan. 4) Penyimpanan dan Penanganan. 5) Pemeriksaan dan Pengujian Selama Proses dan Produk Akhir. 6) Keamananan dan Tanggung Jawab produk. 7) Sesuaikan perkataan dengan perbuatan. 8). Pertama kali buat dengan baik seterusnya begitu (tetap baik, tidak di ubah).

Secara teknis dalam rangka upaya “mempertahankan mutu produk”, upaya-upaya yang dilakukan adalah:

1) Dokumentasi Sistem mutu. 2) Pengendalian Rancangan. 3). Pengendalian Dokumen. 4) Pengendalian Pembelian. 5) Pengendalian Proses. 6) Inspeksi dan Pengujian. 7) Inspeksi dan Status Pengujian. 8). Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai. 9) Tindakkan Koreksi. 10) Penanganan, Penyimpanan, Pengemasan dan Pengiriman. 11) Catatan-Catatan Mutu. 12) Audit Mutu Internal. 13) Pelatihan dan Motivasi
Sistem baku jaminan mutu mempersyaratkan kebutuhan pelatihan harus diidentifikasi dengan cermat dan menyiapkan prosedur, untuk melaksanakan pelatihan semua personil yang kegiatannya berkaitan dengan mutu. Lebih rinci mengenai Mempertahankan mutu baca pada Upaya Mempertahankan Mutu Produk  http://lizenhs.wordpress.com/2011/05/11/upaya-mempertahankan-mutu-produk-3/   pada kategori ber mutu yaaa.

Pustaka
Hasdjosoedarmo. Soewarso, (2004). “Bacaan Terpilih Tentang Total Quality Managenent” (edisi revisi). Yogyakarya, Andi.
Qaradhawi, Yusuf. (2007). “Halal Dan Haram” (alih bahasa tim Kuadran). Bandung, Penerbit, Jabal.
Rudyanto, Mas Djoko (2003). “Menciptakan Idul Adha yang ASUH”. Bali Post. 11 Februari 2003. http://www.balipost.co.id/balipost-cetak /2003/2/11/op2.htm.
Tunner. Arthur. R and Irving J. Detoro (1992). “Total Quality Management; Three Steps to Continous Improvementt” Addision -Wesley Publishing Company, Printing Monlo Park.
Rothery. Brian, (1995). “Analisis ISO 9000”. Seri Manajemen no 144. (Ce-takan ke 3). (alih bahasa Nunuk Adriani). Jakarta, Lembaga PPM.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: