Posted by: lizenhs | March 30, 2010

PENGANTAR STRATEGI DAN TAKTIK DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH, MENURUT DELIAR NOER

PENGANTAR STRATEGI DAN TAKTIK DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH, MENURUT DELIAR NOER

Dalam strategi dan taktik perlu diperhatikan: Prinsip; Alat, cara dan sikap; Lingkungan; Sasaran dan Waktu.

Dakwah berkenaan dengan ajaran Islam, yang terbagi dalam usul dan furu’, iman dan amal; juga cara (termasuk alat dan sikap). Ajaran dapat bersifat prinsip, bisa bersifat tidak prinsip. Rukun Iman, rukun Islam dan ihsan bersifat prinsip, tetapi kategori iman tempat berpijak rukun Islam dan Ihsan. Ihsan mencakup cara, alat dan sikap.

Alat berupa ilmu, pengtehuan; juga benda (materi). Cara dan sikap berkaitan: lunak atau keras, persuasive atau paksaan, contoh perbuatan positif dan negative. Sikap dan cara mengacu pada akhlak.
Pengertian Ihsan perlu diperhatikan, tetapi juga harapan lingkungan.

Lingkungan mencakup tempat, peraturan, sikap penguasa, tetua masyarakat, kebiasaan dan adat istiadat. Juga perkiraan masa depan.
Tempat: kota, desa, perguruan tinggi, bank, hotel, daerah industri.
Peraturan: luas, sempit, juga sikap pejabat.
Sikap penguasa: demokratis, otokratis, sikap beragama, juga tetua masyarakat,
Kebiasaan/Adat-istiadat.

Sasaran: golongan masyarakat-petani, buruh, cendikiawan, kelompok berdasi, pejabat, militer masing-masing dengan sifat dan perhatian yang berbeda: isi dakwah perlu diperhatikan sesuai dengan lingkungan.

Waktu berkaitan dengan peristiwa sesaat (Jum’at, Maulid dan sebagainya), suasana (berkabung atau duka), peristiwa berdampak besar (Gestapu, siding MPR): topic disesuaikan dengannya, juga dengan sasaran dan tempat.

Perbedaan antara strategi dan taktik. Strategi lebih berjangka jauh tetapi taktik lebih singkat. Strategi lebih menekankan prinsip, tetapi taktik juga berperan pada prisip. Namun taktik lebih terikat pada waktu yang lebih pendek sampai sedang, pada taktik yang lebih ringan (namun tergantung juga pada sasaran), pada ajakan (bukan tuntunan), pada penggembiraan (bukan beban).

Pembentukan kader berkaitan dengan prinsip, beban, ketangguhan dan kesanggupan. Ia juga mampu mengajak, bukan menuntut. Namun kader sendiri perlu di ”tuntut”. Pengkaderan juga terbagi dalam “echelon”. [Tulisan ini disalin sesuai dengan yang aslinya
ditulis di Jakarta, 23 September 1992].

Cacatan pendek mengenai Deliar Noer.
Deliar Noer (Profesor Dr.) sekarang telah tiada, beliau adalah mantan Rektor IKIP Jakarta (sekarang Uiversitas Negeri Jakarta).
Deliar Noer lahir di Medan, 9 Februari 1926, meninggal di Jakatra 18 Juni 2008. Deliar Noer adalah anak kedua, dari tiga bersaudara (pertama Djuswar Noor dan ketiga Rosma Noer) dari Moehammad Noer dengan Rahimah. Rahimah anak pertama tiga bersaudara (kedua Sanjai dan ketiga Ahmad Latif ) dari Bani. Jorong (kampuang) Bani adalah Paraklaweh, Tujuahnagari, Kototangah, Tilatangkamang, Kab. Agam.
Moehammad Noer anak kedua dari Haji Yusuf (anak pertama Ruslan dan ketiga Naik). Jorong (kampuang) Moehammad Noer, Baringin, Kototangah Tilatangkamang Kab. Agam, sedangkan jorong (kampuang) Haji Yusuf di Tabek. Kototangah, Tilatangkamang, Kab. Agam.

Tulisan diatas diperoleh dari Zahara D. Noer, saat bersilaturrahim (Idul Fitri 1430 H) 2009 M. Judul sebenarnya adalah PENGANTAR STRATEGI DAN TAKTIK DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH. Ditulis oleh Deliar Noer. Mudah-mudahan bermanfaat (Haslizen Hoesin)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: