Posted by: lizenhs | November 11, 2009

Sistem Keanggotaan Dan Identitas Ganda Koperasi Produksi

Sistem Keanggotaan Dan Identitas Ganda Koperasi Produksi

Oleh: Haslizen Hoesin

Berkenaan dengan anggota koperasi Produksi berbeda dengan keanggotan organisasi usaha lain pada umumnya. Pada koperasi ada pengerian kepemilikan dan peningkatkan kemampuan, status dan kegiatan anggota dan promosi anggota. Pada koperasi (Haslizen Hoesin, 2001) juga dikenal pula prinsip identitas ganda. Semua hal yang disebut diatas dibawah ini dipaparkan.

Kepemilikan dan Kemampuan Anggota
Koperasi produksi adalah koperasi yang beranggotakan orang-orang yang memiliki keahlian tertentu. Anggota koperasi produksi, melakukan kegiatan produksi dengan peralatan milik anggota (dibeli secara bersama-sama dan/atau dibeli koperasi). Anggota sadar, tujuan bergabung dalam koperasi adalah untuk meningkatkan kemampuan berproduksi, skala ekonomi usaha dan daya saing. Keahlian yang dimiliki anggota, bila diikuti dengan ke-telitian dan kecermatan anggota bekerja, sangat menentukan kekuatan produk bersaing di pasar.

Status dan Kegiatan Proses Produksi
Bila ditinjau dari kegiatan proses produksi, kegiatan anggota adalah sebagai pekerja pada stasiun kerja atau unit kerja atau departemen perusahaan koperasi.

Promosi Anggota
Menurut Hanel (1992: 27), “kegiatan perusahaan koperasi bertugas menunjang kepentingan anggota/kelompok koperasi dalam perbaikan ekonomi rumah tangga dan/atau usaha anggota (peningkatan pendapatan). Bila ditafsirkan kedalam pengertian keutamaan anggota yaitu kegiatan perusahaan kperasi yang mendahulukan kepentingan anggota. Kegiatan perusahaan koperasi seperti itu disebut promosi anggota.
Promosi anggota pada koperasi produksi, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan anggota dalam bentuk: (1) peningkatan gaji pekerja (anggota) melalui efisiensi dan efektifitas yang bermoral perusahaan koperasi. Caranya yaitu gaji tidak dimasukan pada komponen biaya variabel produksi. (2) peningkatan keterampilan pekerja mengerjakan produk sehingga diperoleh mutu produk yang tinggi, dengan cara: a) mengirim anggota pada pendidikan keterampilan di pusat-pusat latihan keterampilan b) pelatihan manajemen yang diselenggarakan koperasi, (3) mencari surplus (laba) sebanyak mungkin, dengan cara memperpendek saluran distribusi penjualan produk dan pengadaan bahan baku.

Prisip Identitas Ganda
Berdasarkan model Organisasi Koperasi Sebagai Sistem Sosio-Produksi, dirumuskan prinsip-prinsip identitas anggota. Rumusan prinsip identitas anggota ini sangat penting, karena perilaku organisasi koperasi produksi muncul dari sini.
Identitas keanggotaan koperasi menurut Hanel (1992: 31, 39, 58-59), adalah sebagai pemilik dan pengguna (“owners and users”), disebut juga identitas ganda (dual identity). Prinsip identitas ganda inilah dasar pembeda organisasi koperasi dengan organisasi-organisasi lain. Prinsip ini pulalah yang membentuk budaya berkoperasi bagi anggota (cooperative corporate culture).
Pengertian identitas ganda anggota sebagai pemilik perlu ditafsirkan bila tetap menggunakan “owners” demikian pula anggota sebagai pengguna bila tetap menggunakan “user”. Ini disebabkan status dan kegiatan anggota.
Pengertian identitas ganda sebagai pemilik diartikan sebagai keharusan anggota mengetahui, memahami, dan melaksanakan hak, tanggungjawab dan keajiwaban terhadap koperasi. Bila anggota telah mengetahui, memahami dan melaksanakan hak, tanggungjawab dan kewajiban, maka anggota tersebut telah memiliki identitas (ciri) yang disebut sebagai pemilik (owners).
Prinsip identitas anggota sebagai “pengguna” (Haslizen, 2001) harus ditafsirkan, bila tetap menggunakan istilah “user” karena, a) anggota koperasi produksi bekerja pada perusahaan koperasi, b) koperasi dimodali anggota c) peralatan dan mesin milik anggota, karena dibeli secara bersama atau dibawa dari rumah masing-masing (partisipasi anggota terhadap koperasi), ditempatkan pada perusahaan koperasi, dipelihara secara bersama-sama, d) proses produksi dilakukan pada perusahaan koperasi, dengan kata lain pada perusahaan merekalah anggota melakukan kegiatan produksi, e) anggota adalah sebagai pekerja yang setia dan tidak pindah-pindah atau keluar-masuk sesuka hati sebagai pekerja pada perusahaan umum, f) anggota, adalah pekerja (buruh) yang mengoperasikan mesin/peralatan secara langsung), mandor ataupun manejer, g) anggota (pekerja) digaji oleh perusahaan mereka, berdasarkan hasil kerja ber-sama, bila mereka tidak bekerja/keluar/berhenti, sama artinya sebuah mesin/peralatan tidak beroperasi/rusak, atau bekerja dengan tidak baik artinya mutu produk akan rendah. Maju mundur koperasi terletak ditangan mereka semua.
Koperasi produksi adalah pabrik, maka stasiun kerja tempat anggota bekerja adalah pemasok-pemasok dan juga sebagai pelanggan yang berada dalam satu sistem pabrik. Stasiun kerja sebagai pemasok dan juga pelanggan tidak hanya dengan satu stasiun kerja tapi dapat antar stasiun kerja lain. Karena koperasi sebagai sistem, maka setiap pemasok selalu menjaga kriteria produk (mutu) permintaan stasiun kerja/departemen lain sedangkan pelanggan selalu memperhatikan mutu produk pemasok sebelum memakai (artinya menerapkan manajemen mutu terpadu). Stasiun kerja/departemen bertindak sebagai pelanggan dalam sistem, (yaitu sistem koperasi) baik antar stasiun kerja maupun dengan pergudangan koperasi (bahan baku dan/atau barang jadi siap dipasarkan).
Berdasarkan pembahasan diatas, anggota adalah komponen utama dalam melaksanakan/menjalankan kegiatan perusahaan koperasi dan bukan hanya sebagai buruh perusahaan sebagaimana perusahaan pada umumnya. Jelas pada koperasi produksi anggota itu adalah “aset perusahaan ” koperasi.
Jadi pada koperasi produksi prinsip identitas ganda adalah, anggota sebagai pemilik dan pekerja sekaligus aset perusahaan koperasi dalam sistem koperasi produksi. Konsep identitas ganda ini memberikan pengertian baru tentang keanggotaan dan aset koperasi, demikian pula tentang pemberian imbalan kerja (populer disebut gaji).
Baca Juga:
Koperasi Produksi (Industri) http://lizenhs.wordpress.com/2009/11/11/koperasi-produksi-industri/
Model Partisipasi, kesejahteraan dan Manfaat Koperasi Produksi http://lizenhs.wordpress.com/2009/11/11/model-partisipasi-kesejahteraan-dan-manfaat-koperasi-produksi/
Model Organisasi Koperasi Sebagai sisten Sosio Produsi  http://lizenhs.wordpress.com/2009/11/12/model-organisasi-koperasi-sebagai-sistem-sosio-produksi-koperasi/
Pendidikan Koperasi: Jalan Panjang Berliku,Naik dan Turun http://lizenhs.wordpress.com/2008/11/21/pendidikan-koperasi-jalan-panjang-berliku-naik-dan-turun/

Daftar Pustaka
Hanel, Alfred, (1992). Basic Aspects of Cooperative Organisations and Cooperative Self-Help Promotion in Developing Countries. Marburg: Marburg Consult fur Selbsthilfetorderung.
Haslizen Hoesin, (2001). Model Koperasi Produsen dan Produksi. Makalah pada “Seminar Pengkajian Dosen IKOPIN”, diseleggarakan oleh P3EM–IKOPIN (Maret)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: